Senin, 11 Maret 2019

6 Tips Agar ART Awet Bekerja di Rumah

Assalamu'alaikum!

Beberapa bulan belakangan, aku kesulitan mendapatkan ART yang betah di rumah. Terakhir punya ART yang loyal itu... ketika kakak Z masih bayi. Wahhhh sudah lama ya! ART selanjutnya ada yang bertahan hingga 5 bulan, dan paling cepat ada yang baru 2 minggu bekerja sudah resign. Terbayang nggak, rasanya baru lahiran 2 minggu terus ART minta pulang? Wah patah hati rasanya. Apa salah dan dosaku sebagai majikan sehingga ART keluar masuk seperti kutu loncat???


Rasa-rasanya sih, ART di rumah sudah diberi gaji standar ART sekitar. Nggak kecapekan kerja (maghrib mereka sudah istirahat). Ada hiburan nonton TV. Akupun nggak pernah marah ke ART. Mau ijin pulang, dikasih. Kalau aku keluar kota, mereka juga boleh pilih mau pulkam atau jaga rumah. Tapi kenapa yaaa pada nggak betah.

Nah dari obrolan bersama ibu-ibu di grup teman kuliah, aku banyak diberi tips-tips ala HRD kantoran untuk mempertahankan pegawai. Ternyata tipsnya bisa diaplikasikan untuk kita para ibu-ibu mempertahankan ART. Yukkkk mari kita simak.

1. Asisten Butuh Hari Libur

Sama seperti para pegawai kantoran, kalo kerja terus pastilah capek. Mereka juga butuh me time. Misalnya ART yang pulang pergi bisa libur untuk bersama keluarganya di hari Minggu. Atau ART menginap bisa libur 2 minggu sekali, untuk jalan-jalan atau bersosialisasi.

2. Asisten Butuh Harapan Kenaikan Gaji

Apalagi kalau kinerjanya bagus. Seperti orang kantoran, butuh tau kalau tahun depan ada kenaikan gaji sesuai inflasi. Dan tau kalau akan ada THR di hari raya.

Pastikan tiap mau menaikkan gaji, bilang ke asisten kalau mereka kinerjanya bagus dan harus dipertahankan. Jadi mereka merasa diapresiasi, lalu makin semangat bekerjanya.

3. Fixed Cost vs Variable Cost

Kadang bingung ya, ngasih asisten kenaikan gaji pokok, atau sekedar memberi 'uang tambahan' untuk mereka? Menurut temanku, asisten lebih suka fixed cost (gaji pokoknya dinaikkan) karena mereka punya gengsi juga, apalagi kalau ARTnya tipe yang suka ngerumpi sama ART tetangga *eh

Ada juga teman yang lebih suka memberi bonus uang tambahan, sehingga mereka nggak 'njagain' bulan depannya akan dapat segitu juga.

4. Asisten Butuh Lihat Dunia Luar

Misalnya kita ajak jalan-jalan saat weekend, atau diajak ke mall, atau ditraktir makan enak yang mereka jarang rasakan. Sama seperti pegawai kantor yang tiba-tiba ditraktir bosnya makan siang, pasti menambah loyalitas kepada atasan.

5. Tetapkan Jam Kerja

Misalnya, setelah jam 8 malam, sudah jadi hak ART untuk istirahat, maka kita sudah nggak boleh minta-minta tolong lagi. Atau apabila kerjaan sudah selesai sebelum jam tersebut, maka dia bebas istirahat atau nonton TV. Mau tidur siang juga nggak papa asalkan kerjaan beres.

6. Pahami Tipe Asisten Juga Berbeda-beda

Semua orang tipenya berbeda. Ada yang suka ngobrol, ada yang pendiam. Ada yang suka anak kecil, ada yang enggak. Pahami bagaimana cara membuat mereka senang. Apabila sudah cocok, pertahankan, karena lebih pusing apabila ditinggal ART, terutama apabila ART adalah support system dalam keluarga. Mengajari orang baru juga menghabiskan energi.


Nah setahun terakhir ini, aku dapat ART-nya memang habis magrib sudah istirahat ga turun-turun lagi. Nonton TV bebas, nggak disuruh pegang anak, diajak keluar mereka yang males... Tapi semua ada alasan sendiri-sendiri untuk pulang kampung... Yang 1 biasa kerja di warung makan selama 10 tahun, begitu kerja rumahan jadi nggak betah karena merasa sepi. Yang terakhir sepertinya kerja cuma buat cari modal untuk nyawah di kampung... Belum sempat mikir menambah gaji, eh terlanjur ditinggal duluan.

Lalu temanku memberi wejangan, "ART menurutku cocok-cocokan kok Tia. Bukan salah kita juga kalau kita udah berlaku sepantasnya mereka. Mau usaha di retained kayak gimana juga kalau emang udah gak mau kerja sama kita ya gak akan mau."

Dan karena tiap keluarga berbeda valuesnya, bisa jadi ART A cocok di keluarga B tapi nggak cocok di keluarga C. Bukan karena keluarga C kurang baik, tapi karena ya memang nggak cocok aja. Hmmm... mungkin memang belum rejeki aku dapat ART yang bener cocok dengan keluargaku, ya? Huhuhu... terima kasih tips-nya ya teman-teman (cc: Novita, Tita, Ridha, Eny), insyaaAllah akan kuingat kalau aku punya ART lagi.

Akhirnya sih sampai sekarang aku belum dapat ART menginap, tapi pakai ART harian yang datang 2 jam aja sehari untuk bantu beres-beres dan menyetrika.

Kalau kamu, pernah kena drama-drama seputar ART nggak?