Kamis, 09 Mei 2019

Yakin Aman di Perjalanan? #UninstallKhawatir Dengan GOJEK!

Assalamu’alaikum…
Suatu hari di tahun 2017, aku menebeng mobil teman untuk pulang dari sebuah event blogger di kawasan Jakarta Selatan. Jumat sore, jalanan sangat macet. Padahal malam harinya aku ada janji makan malam bersama keluarga mertua di Jakarta Utara. Pasti nggak kekejar. Rasa bersalah membuncah karena bayangan nggak bisa menepati janji dan terlambat pulang menemui anakku baby Z yang saat itu masih menyusu.
Masa sekalinya ibu rumah tangga ini ada kerjaan keluar, sudah bikin kecewa? Akhirnya di tengah jalanan padat aku ijin pada teman, akan turun di pinggir jalan dan mencari ojek online demi bisa menembus kemacetan.

Sekarang makin mudah untuk share live location ke keluarga dengan fitur terbaru GOJEK!
(Pak ojek sudah memberi ijin untuk foto. Terimakasih ya pak!)
Seperti biasa, tiap mau naik kendaraan umum seperti taxi atau ojek online, aku diminta pak suami meng-capture atau minimal mengetik nomor polisi kendaraan yang membawaku. Memang bukan sekali dua kali kita dengar ada aja berita tindak kejahatan di jalan. Membagikan data kendaraan bisa jadi langkah preventif kalau ada kejadian tertentu dalam perjalanan, entah barang ketinggalan, atau (jangan sampai) terjadi kecelakaan.
Capture, kirim ke suami. Sent. Sisa baterai HP 1%.
Naik motor, hujan deras basah kuyup, gelap menjelang magrib, batere HP mati pula. Wah seperti drama. Alhamdulillah pukul 18.30 aku tiba di rumah, di saat suami sudah mau berangkat ke acara makan malam sendirian karena istrinya nggak jelas di mana karena HP non aktif.
Kalau diingat-ingat, saat itu deg-degan banget. Takut dicariin. Padahal yang di rumah nggak papa, dan akunya juga baik-baik aja di motor meski kehujanan. Tapi memang jaman sekarang nih rasanya kita butuh selalu kasih kabar ya, kapan pun di mana pun.
Kabar baiknya, sekarang ada fitur keamanan terbaru dari GOJEK, yang bisa bikin aku dan keluarga #UninstallKhawatir. Apa aja tuh? Aku juga jadi penasaran.

Cek fiturnya di logo ini ya ketika melakukan trip dengan GOJEK :) Aku udah cobain Bagikan Perjalanan nih...

Tombol Darurat

GOJEK telah menyediakan fitur “Tombol Darurat” yang bisa digunakan untuk keadaan atau situasi darurat sehingga pengguna dapat merasakan keamanan. Tombol tersebut akan terhubung pada Unit Darurat GOJEK yang siap melayani 24 jam apabila terjadi kondisi terburuk seperti kecelakaan atau tindak kriminal saat di perjalanan. Fitur bantuan darurat sudah tersedia untuk layanan GO-CAR di seluruh Indonesia. Semoga bisa segera diakses di GO-RIDE juga ya…


Mudah-mudahan saja fitur ini berguna sebagai tindakan preventif saja ya sehingga kita semua tidak perlu menggunakannya karena perjalanan berjalan dengan aman.

Bagikan Perjalanan

Ini dia yang paling kutunggu. “Bagikan Perjalanan” adalah fitur yang memungkinkan pengguna GOJEK membagikan tautan kepada keluarga atau kerabat melalui Whatsapp, LINE, SMS, atau aplikasi lainnya. Tautan berisi informasi berupa titik pick up dan drop off, informasi pengendara secara detail (nama, nomor & jenis kendaraan dan nomor pemesanan), hingga live location untuk menunjukkan lokasi kita sekarang.





Dengan fitur ini, pengguna dapat merasakan keamanan karena perjalanannya ikut dipantau oleh orang-orang terdekatnya. Asik juga ya, kalau ada fitur ini, nggak perlu sedikit-sedikit kasih kabar sudah sampai dimana. Fitur ini sudah berlaku di seluruh di Indonesia baik untuk GO-CAR dan GO-RIDE.

Driver Jempolan

GOJEK berkomitmen mempersiapkan para driver dengan proses rekrutmen yang ketat serta menyediakan modul pelatihan untuk setiap driver. Pelatihan ini berisi informasi mengenai cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik.
Selain itu, GOJEK juga bekerja sama dengan Rifat Drive Labs (RDL GOJEK) dalam penyelenggaraan pelatihan bagi para driver. Program ini diinisiasi oleh Duta Keselamatan Berkendara, Rifat Sungkar. Lebih dari 300 ribu mitra driver GOJEK sudah bergabung dalam program ini dan sampai sekarang masih berjalan setiap bulannya diikuti sekitar 10 ribu driver.
RDL GOJEK ini memberikan edukasi mengenai: pengetahuan tentang tanggung jawab, kesabaran, dan empati, defensive riding, keselamatan berkendara, pre trip inspection, juga sesi praktek.
GOJEK juga membuat program edukasi #TrikNgetrip, untuk menyampaikan pesan kepada para mitra driver agar memberikan pelayanan terbaik dan tips-tips dalam perjalanan aman dan nyaman. Udah cek videonya belum di IG atau youtube?
Serangkaian workshop bernama Bengkel Belajar Mitra juga diselenggarakan rutin di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional, untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya.
Untuk para mitra driver yang telah memberikan pelayanan prima dan memiliki kontribusi lebih di masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan sebuah penghargaan, bernama Driver Jempolan. Penghargaan ini diberikan GOJEK, berupa pin yang disematkan pada jaket mitra driver, untuk memotivasi mereka agar selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Kita sebagai pengguna GOJEK, jangan lupa kasih bintang 5 ya kalau sudah merasa terbantu dengan jasa driver :)

Asuransi GO-RIDE

Asuransi GO-RIDE memastikan penumpang GO-RIDE telah terlindungi dalam perjalanannya. Asuransi ini otomatis aktif, berlaku se-Indonesia, dari waktu penjemputan hingga tiba di tujuan. Jika terjadi kecelakaan atau terjadi pencurian saat di perjalanan, maka penumpang bisa memanfaatkan perlindungan asuransi ini. GOJEK bekerja sama dengan platform asuransi digital, dan fitur ini sudah berlaku di seluruh area di Indonesia untuk layanan GO-RIDE.


Jujur aja, semenjak ada GOJEK beberapa tahun lalu, banyak banget manfaat yang udah aku rasakan. Nggak kehitung. Mulai dari mudahnya bepergian dengan GO-RIDE dan GO-CAR, gampangnya pesan makanan lewat GO-FOOD, dibantuin beresin rumah sama GO-CLEAN, dibantuin nge-charge aki sama GO-AUTO pas mobil suami mogok di pom bensin, sampe dibeliin obat diare tengah malam lewat GO-MART.
Alhamdulillah sekarang makin bisa #UninstallKhawatir karena perjalanan dengan GOJEK makin aman dan nyaman. Bangga banget dengan produk anak bangsa ini karena sangat berjasa menghubungkan kebutuhan masyarakat dan memberi peluang bagi para driver-nya.
Jangan lupa update aplikasi GOJEK ke versi terbaru yaaa, karena fitur Bagikan Perjalanan dan Tombol Darurat baru bisa diakses setelah app version-nya di-update. Udah waktunya pake GOJEK!

Selasa, 07 Mei 2019

Operasi Lasik Mata Untuk Penglihatan Lebih Jernih

Assalamu'alaikum!

Orang bilang, mata itu jendela dunia. Tapi karena faktor keturunan atau pengaruh lingkungan, mata yang sehat bisa berisiko rabun - pandangan terlihat kabur pada jarak tertentu. Kebiasaan yang salah saat membaca, menonton TV, juga menggunakan komputer makin memperparah keadaan.

Bapake, berkacamata sejak SD. Liburan pun tetap harus bawa kacamata cadangan...

Penderita mata minus atau rabun dekat pasti sangat merasa ketergantungan pada kacamata atau lensa kontaknya. Seperti suamiku yang matanya minus (miopia atau rabun jauh), tiap pagi sering bingung mencari kacamatanya ada dimana - biasanya sih terjatuh di bawah kasur atau di balik bantal. Lalu tiap bepergian, dia harus membawa kacamata cadangan. Hal itu untuk berjaga-jaga kalau ada kondisi darurat kacamatanya pecah atau hilang. Nggak lucu 'kan kalau dalam perjalanan penglihatannya terganggu. Kacamata renang pun dia harus membeli yang khusus untuk mata minus.

Karena kecintaannya pada dunia aviasi dan pesawat terbang, pak suami sebetulnya menyimpan impian dalam hati: ingin sekolah pilot. Tapi, bagaimana dengan penglihatannya yang kurang sempurna akibat miopia? Tentu tidak bisa sekolah penerbangan.

Memang ada beberapa profesi yang mengharuskan penglihatan sehat tanpa kacamata. Beberapa di antaranya adalah pilot, tentara, dan petugas pemadam kebakaran. Rata-rata merupakan profesi yang membutuhkan kecekatan dalam keadaan darurat. Bagaimana kalau sudah terlanjur pakai kacamata, tapi punya cita-cita profesi tersebut?

Untungnya seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran, sudah ada solusi untuk memperbaiki kelainan mata seperti mata minus, rabun dekat, dan mata silinder. Nama prosedurnya adalah LASIK. Nah, aku sudah cari info lebih lanjut mengenai LASIK dari Klinik Mata Nusantara (KMN EyeCare)

Apa itu Operasi LASIK

LASIK, yakni Laser Assisted In-Situ Keratomileusis, adalah tindakan medis yang menghasilkan penglihatan yang lebih baik bagi para pasien. Tindakan ini memanfaatkan laser untuk membentuk kembali kornea, yaitu bagian jernih dan bulat di bagian depan mata.

LASIK dapat memperbaiki kelainan refraksi misalnya: mata minus (miopia), rabun dekat/mata plus (hipermetropia), atau mata silinder (astigmatisme) dengan mengubah ketebalan dan kelengkungan kornea. LASIK adalah prosedur permanen yang dapat menghilangkan ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak.

LASIK konvensional masih menggunakan pisau mekanis, namun LASIK di KMN EyeCare tidak menggunakan pisau sama sekali, dan hanya menggunakan laser. Hasilnya tentu jauh lebih baik, lebih presisi dan akurat dibandingkan dengan LASIK konvensional.

Apakah prosedur LASIK menyakitkan? 

Berdasarkan testimonial pasien KMN EyeCare, tidak pernah ada keluhan yang mengatakan bahwa prosedur LASIK menyakitkan. Sebelum tindakan, pasien akan diberikan bius topikal berbentuk obat tetes mata, bukan suntikan. Pasien akan tetap sadar selama operasi berlangsung.

Apakah semua orang boleh melakukan LASIK? 

Beberapa pemeriksaan dilakukan sebelum tindakan LASIK, dan apabila ternyata pasien bukan kandidat LASIK, maka dokter mata tidak akan melanjutkan rencana tersebut. Ayo cek persyaratan pribadi berikut ini:
- usia 18 tahun atau lebih, 
- memiliki mata yang sehat, 
- penglihatan stabil, 
- tidak sedang hamil atau menyusui, 
- tidak menderita diabetes, 
- tidak menggunakan softlens selama 2 minggu sebelum operasi, 
- tidak menggunakan hardlens selama 3 minggu sebelum operasi. 

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tindakan LASIK? 

Apabila semua berjalan sesuai rencana, maka operasi LASIK di KMN EyeCare hanya memakan waktu 20 menit mulai dari masuk hingga meninggalkan ruang operasi. Wah cepat juga ya!




Pasti banyak yang bertanya-tanya, kalau sudah operasi LASIK, apa bisa langsung beraktivitas? Ternyata justru pasien disarankan segera kembali melakukan aktivitas agar mata bisa beradaptasi dengan penglihatan yang baru. Tapi, ada beberapa hal yang harus dihindari misalnya debu, menggosok mata, olah raga ekstrem, dan menggunakan make-up. Debu atau air yang masuk ke mata dapat menyebabkan kita refleks menggosok mata, yang akibatnya dapat mengubah posisi flap dan mengganggu proses penyembuhan.

Berapa lama proses penyembuhan LASIK?

Umumnya ada beberapa efek pasca operasi, namun berbeda-beda juga pada tiap pasien: 
- 2-3 jam setelah prosedur, penglihatan agak berkabut dan ada rasa tidak nyaman; 
- 24 jam setelah prosedur, ketajaman penglihatan akan meningkat, tapi masih ada efek "lingkaran cahaya"; 
- setelah satu minggu, ketajaman penglihatan terus meningkat namun masih belum stabil; 
- setelah dua minggu dan seterusnya, pasien sudah dapat menikmati ketajaman penglihatan yang tinggi.

Biaya Operasi Lasik

Harga operasi mata, murah atau mahal tentu saja relatif. Kalau memang jangka panjangnya kehidupan akan lebih baik tanpa kacamata, go for it. Nabung dulu, anggaplah investasi. Ternyata, di Singapura, kisaran harga LASIK bisa mencapai Rp 50 juta. Belum lagi biaya penginapan, penerbangan, dan sebagainya. LASIK lebih terjangkau apabila dilakukan di Indonesia. Tinggal kita pilih rumah sakit mata yang berkualitas baik. 

Di KMN EyeCare, inilah biaya operasinya: 
Satu mata Rp 14.000.000,- 
Dua mata Rp 28.000.000,- 
Biaya pemeriksaan secara menyeluruh sekitar Rp 5.700.000,- 
Sehingga, biaya LASIK untuk dua mata kurang lebih Rp 33.700.000,-

Di periode tertentu ada promo lasik mata lho supaya lebih hemat. Kalau memang berminat, harus segera daftar karena promo hanya sampai tanggal 31 Mei 2019. Terlalu mepet? Tenang, setelah daftar, harga promonya bisa digunakan hingga 2 bulan.

Segera buat appointment ke KMN EyeCare yaaa kalau mau LASIK mata :)

Masih ragu untuk LASIK? Ada testimonial dari aktor Kevin Julio yang telah sukses operasi LASIK. Menurut Kevin Julio: "Setelah lasik, mata jadi sejernih resolusi 4k!" Awalnya, ia sering merasa tidak nyaman menggunakan kacamata dan lensa kontak, apalagi ketika beraktivitas olahraga seperti basket, renang, dan hobinya naik motor. Kevin akhirnya browsing rumah sakit mata terbaik di Jakarta lalu memutuskan untuk melakukan LASIK di KMN EyeCare. "Ternyata nggak sampai 30 menit operasinya sudah selesai. Dan setelah LASIK, penglihatan jadi jelas!" Malah sering kelupaan mau cari kacamata, padahal udah nggak butuh lagi hehehe.

Oke deh, setelah jelas info-info tentang LASIK, sekarang aku mau nawarin pak suami, siapa tau dianya berminat. Hihihi, kali aja mau mengejar impian terpendamnya untuk jadi pilot? Aamiin! 

Sumber bacaan: 
-->

Senin, 29 April 2019

Pertama Kali Pakai Menstrual Cup, Horor! Salah Ukuran??

Assalamu'alaikum pembaca perempuan!
Siapa yang sudah tau tentang menstrual cup? Atau sudah tau tapi masih ragu untuk pakai? Akhirnya bulan Maret aku memberanikan diri untuk beli menstrual cup merk Organicup, dan coba pakai di bulan April. Pengalaman pertama pakainya?? Pas masukin, lancar! Tapi pas dipakai, horor!!! Kenapa? Lanjutin baca aja yaaaa hihihihi...

Organicup size B yang kubeli. Kemasannya minimalis, aku suka!
Pertama kali aku tau tentang menstrual cup itu sekitar tahun 2000-an awal, yaitu ketika baca buku 101 cara menyelamatkan dunia (sekarang bukunya sudah nggak ada di pasaran). Jadi sebenernya, mens cup bukanlah hal yang baru. Tahun demi tahun berlalu, aku nggak tau perkembangan menstrual cup seperti apa. Sampai akhir-akhir ini gerakan minim sampah makin kencang gaungnya, lalu menstrual cup makin populer dan mulai dijual di Indonesia.

Ini unboxing-nya. Dapat 1 cup, 1 kantong penyimpanan, dan kardusnya simpel berisi petunjuk pemakaian. Note: di cup ada tangkainya, tapi sudah kupotong habis.


Pada dasarnya, menstrual cup itu adalah cup silikon dengan standar keamanan yang sudah teruji medis, dimasukkan ke dalam vagina, untuk menampung darah mens. Sounds scary? Bagi kita yang terbiasa menggunakan pembalut sekali pakai, ide untuk memasukkan benda asing ke dalam organ vital mungkin terdengar menyeramkan. Tapi toh di luar negeri sana, perempuan juga sudah terbiasa menggunakan tampon yang dimasukkan ke dalam organ intim. Dan jutaan perempuan sudah mulai beralih ke menstrual cup dengan berbagai alasan.

Alasan beralih ke menstrual cup:
  1. Ramah lingkungan. Setelah pakai menstrual cup, tentu saja udah nggak ada sampah pembalut lagi.
  2. Higienis. Karena darah mens akan terkumpul di menstrual cup, nggak bersentuhan dengan udara seperti di pembalut. Darah yang terlalu lama berkumpul di pembalut terkena udara, jadi tempat berkumpulnya bakteri dan menyebabkan bau nggak sedap.
  3. Hemat.... katanya. Coba dihitung. Menstrual cup merk Organicup Rp 400.000. Pembalut 1 siklus mens mungkin habis Rp 20.000. Berarti kalau sudah 20 kali mens (kurang dari 2 tahun), balik modal deh.
  4. Konon bisa dipakai berenang, nggak bocor darahnya.
  5. Praktis, cup bisa menampung darah hingga 12 jam, jadi cukup mengosongkan cup tiap mandi aja :D
Nah terusssss gimana pengalamanku pakai menstrual cup??? Apakah semudah yang kupikir???

Nah berhubung aku sudah 2x lahiran vaginal, maka aku pilih Organicup ukuran cup B. 

Proses Memasukkan Cup

Ada banyak cara memasukkan cup, kamu bisa lihat di videonya Organicup.

Proses memasukkannya aku coba sambil duduk di toilet. Sugesti bahwa ini mudah, akunya santai, Aku melipat cup dengan cara C-fold, lalu leppp... masukkan ke dalam vagina. Voila! Selesai! Ternyata jauh lebih mudah daripada yang diceritakan orang-orang. Namun gimana ketika dipakai?

Ketika Dipakai... Horor!

Kenapa rasanya ganjel banget ya? Dibuat bergerak terasa sakit. Sepertinya bagian stem pada Organicup menusuk organ intimku. Ya meskipun silikonnya lembut, tetap saja itu merupakan benda asing yang masuk ke organ sensitif. Rasanya ngilu. Bercak darah juga rembes, pastilah dari cup yang posisinya kurang tepat.

Coba keluarin, lalu masukin lagi. Mungkin yang tadi kurang dalam. Tetap saja ganjel. Dan lama-lama si cup turun sendiri, stem pun sampai keluar menabrak celana dalam.

Mungkin stem-nya harus dipotong! Maka kupotonglah stemnya setengah. Masukkan lagi. Tetep nabrak CD dan terasa menusuk si miss V tiap bergerak. Huhuhu perihhh... Akhirnya hari itu, kuputuskan kembali pakai pembalut biasa. Siapkan mental untuk besok.

Aku nggak akan menyerah, karena cup ini harganya hampir Rp 400.000!

Berbeda dengan pengalaman rata-rata orang yang kesulitan memasukkan dan mengeluarkan cup, bagiku, proses itu gampang. Tapi kenapa sangat nggak nyaman ketika dipakai? Padahal aku sudah memastikan cup terbuka sepenuhnya setelah masuk ke dalam vagina. Ada kasus beberapa orang kurang pas saat memasukkan, sehingga cup masih agak terlipat, menyebabkan suction nggak berfungsi sehingga bocor. Ini bukan kasusku.

Hari berikutnya, stem kupotong seluruhnya. Kumasukkan lebih dalam lagi. Rasanya cukup nyaman.

Tapi menit berikutnya ketika aku bergerak dan berjalan, cup terasa turun lagi. Sama aja, ujungnya menabrak celana dalam.

Rasanya seperti crowning saat mau lahiran, kepala anaknya udah nongol dikit :))

Aku browsing-browsing ke mbah google, "Why does my menstrual cup fall out?" Dan aku dapat kesimpulan kalau bukan cup-nya yang salah, tapi memang anatomi serviks-ku yang rendah! Oalah mak!

Jadi sedalam apapun dimasukkan, si cup akan menemukan "tempat bersarang" agak ke bawah, jadi ya nabrak-nabrak pakaian dalam. Lalu kubaca ada yang menyarankan membalik cup-nya, tapi yang dia omongin bukan merk Organicup sih. Karena penasaran, kucoba trik tersebut. Rasanya tetap aneh, tapi bagian ujung sudah nggak nabrak CD, karena ujungnya jadi agak tumpul masuk ke dalam hahahaha.

Lalu terjadilah sebuah tragedi.

Saat buang air kecil, sekalian aku mau membetulkan posisi cup yang terbalik itu. Masukkan jari, cubit mens cup, keluarkan, ehhhh lhoooo kok ternyata CUP-NYA KEPELESET LOMPAT MASUK KE DALAM TOILET! Waduh aku panik bukan main. Langsung berusaha kuambil di dalam toilet, tapi cup malah makin masuk. Ngeri itu cup terbawa aliran air masuk ke septic tank, oalah 400-ribukuuuuu...

Pada akhirnya aku berhasil ngambil cup-nya dan langsung bolak balik dicuci pakai sabun karena ya jijik aja sih itu cup udah masuk ke toilet T_T Hari itupun aku istirahat, karena shock, pakai pembalut lagi, dan menguatkan diri agar besok pakai lagi. Tak lupa lap-lap mens cup dengan kapas alkohol. Huhuuhu semoga ga jadi sarang kuman ya cup!

Esoknya aku kembali menggunakan cup. Aku mencoba berdamai dengan rasa aneh dan mengganjal ini. Kalo kata orang-orang sih, begitu pakainya betul, nggak akan terasa sedang pakai apapun, malah lupa kalau lagi mens. Di aku, karena posisinya yang terlalu ke bawah, seringkali ada gesekan dengan miss V yang lama-lama makin nggak nyaman, seperti hampir iritasi tapi nggak iritasi sih.

Setelah kutanya ke mbak Tyas @sustaination, memang kasusku ini sepertinya gara-gara anatomi serviks-ku yang terlalu rendah. Jadi ya bisa jadi lebih cocok dengan merk lain yang bentukan cup-nya agak pendek. Karena di merk Organicup, size B udah bener untuk orang yang pernah melahirkan normal. Mbak Tyas memberikan aku saran untuk cek web https://putacupinit.com/quiz/

Untuk memberi gambaran ada cup apa aja di pasaran, sila cek gambar berikut. Nah lho! Beda merk beda bentuk dan ukuran kan???
Sumber: https://thewirecutter.com/reviews/best-menstrual-cup/
Sumber: https://theecofriendlyfamily.com/what-menstrual-cup-is-right-for-you/
BTW, setelah mencoba tools untuk mencari menstrual cup yang cocok di https://putacupinit.com/quiz/, ternyata aku seharusnya beli merk MeLuna Shorty!
Your ideal cup is a Meluna Shorty, Juju 4, or a Size 1 in most brands including Lena Cup with the exception of Diva Cup 1 and Lily Cup 1. Based on your answers your cervix is too low for average Size 2's and many Size 1's. If you need a Size 2 try the Meluna Shorty, if you're a Size 1 try a Lena Cup or similar brand. The Merula cup may also work for you. Please note that that this cup has a unique shape and will not insert or fit exactly the same as most other cups. Consult our chart and look for brands shorter than 2" in the size you feel most comfortable with. Also, if you have sensitivity or bladder issues, you may want to chose their classic or soft firmness (and avoid sport).
Kalau kamu pengen tau cup apa yang cocok, coba deh ikutan kuisnya. Banyak hal yang ditanyakan, seperti flow darah mens apakah banyak atau tidak, sudah pernah melahirkan atau belum, tau posisi serviks atau enggak, bagaimana aktivitas sehari-hari -- sangat aktif atau goler-goleran aja hihihi.

Namun yang serviks-nya rendah mungkin hanya segelintir orang ya... termasuk aku. Bisa jadi kalian normal-normal aja dan bisa pakai cup apa saja. And no, I won't give up. Bulan depan, aku akan kembali pakai Organicup yang sudah dipunyai, mungkin tetapp pakai pantyliner karena namanya salah ukuran pasti ada bercak-bercak coklat dikit (dikit banget sih, nggak sampai tembus ke luaran). Konon butuh latihan sekitar 4 cycle menstruasi untuk menjadi ahli pakai mens cup, dan kalo tetap ngga cocok juga, baru deh coba merk lain.

Wish me luck on the next cycle! Kamu berminat coba mens cup juga?

Kamis, 11 April 2019

Survey Playgroup Rawamangun

Assalamu'alaikum! Kakak Z sekarang sudah berusia 3 tahunan. Sudah mulai senang berkegiatan, bisa duduk anteng beberapa menit. Dia selalu meminta adanya aktivitas. Sayangnya, seringkali ibu disibukkan oleh urusan rumah dan merawat adek, sehingga Z jadi cranky minta perhatian. Rasanya ini saat yang tepat untuk mulai menyekolahkan Z, supaya dia ada kegiatan, supaya punya teman, dan supaya ibu bisa me time barang sejam-dua jam (eh lupa, kan ada adek ya hahahaha).


Saat ditanyakan, apa Z sudah mau sekolah? Ia pun menjawab mau! Karena sebelumnya ibu sudah pernah membacakan buku cerita bertema masuk sekolah. Salah satu buku yang ibu bacakan yaitu "Charlie Chick Goes To School".

Maka dimulailah perjalanan kami survey berbagai playgroup di Rawamangun, lingkungan tinggal kami. Total ada 8 sekolah yang sudah kami (aku dan Z) kunjungi:
  1. Tunas Wiratama, Rawamangun Muka
  2. Little Nabawi, Cipinang
  3. Rodin, Jl. Gurame
  4. English Speaking Moslem, Jl. Gurame
  5. At Taqwa, Rawamangun
  6. Indonesia Montessori, Utan Kayu
  7. Al Azhar Rawamangun
  8. KB/TK Nuruddin, Jl. Cumi-cumi
Wah banyak ya! Z pun menikmati proses melihat-lihat sekolah ini, juga sempat ikut bermain di beberapa sekolah. Ini dia review singkat dan biaya masuk untuk tahun ajaran 2019/2020.

1. Tunas Wiratama

Ini salah satu sekolah yang kuincar, karena dulu aku pernah ikut kelas KeluargaKitaID di sana. Dilihat-lihat, kok sekolahnya menyenangkan. Kelasnya terbuka dengan sirkulasi udara yang baik, sistem sentra dan moving class, ada halaman bermain yang cukup luas, juga ada kolam kura-kura dan kandang kelinci.
Kelas playgroup, di lantai 2 dan tertutup

Kelas TK, sistem moving class ke sentra-sentra bermain/belajar (sentra rancang bangun, sentra bermain peran, sentra kreativitas, sentra bahan alam, sentra persiapan)

Ada jembatan dan kolam kura-kura... ini yang bikin ibuk naksir sekolahnya...



Namun ketika aku survey ke sana, agak kurang sreg dengan kelas KB yang terletak di lantai 2, ber-AC, dan tertutup sekali. Kalau kelas TK-nya sih terbuka tanpa AC, sistem moving class. Nah kalau bapake, berhubung pengennya sekolah Islam, dia jadi nggak sreg kalau daftar ke sini.

2. Little Nabawi

Ini sekolah incaran suami, karena kami berharap Z nanti SD-nya bisa di Nabawi. Namun seperti kabar yang beredar bahwa Nabawi ini sekolah mahal, aku cukup menelan ludah saat tau biaya preschool-nya.


Ruang kelas ber-AC, lantai parkit, mainan masih bagus-bagus dan bersih!

Playground outdoor-nya juga terlihat menyenangkan..
Ada harga ada rupa. Menjejakkan kaki ke dalam sekolahnya, terasa adem, nyaman, dan sangat bersih. Playground-nya juga luas, tertata apik, dan memang terlihat mahal. Z juga senang sekali waktu menjelajah sekolah Little Nabawi ini.



3. Taman Bermain Rodin

Di Rodin, selain ada taman bermainnya, juga ada daycare. Siapa tau sewaktu-waktu butuh menitipkan anak-anak di sini hehehehe.


Sekolahnya agak kecil, playground-nya berupa halaman rumah. Tapi kelebihannya, bisa masuk mulai kapan saja, dengan uang pangkal disesuaikan (misal masuk tengah tahun ajaran, ya bayar uang pangkal setengahnya). Ruang kelasnya sih terlihat bersih.

4. ESM (English Speaking Moslem)

Aku sebetulnya nggak tahu kalau ada TK muslim di situ. Taunya malah dari guru Rodin hahaha... Kami tanpa rencana pun langsung jalan ke ESM.

TK-nya tampak padat murid, dan kelihatannya sudah cukup lama berdiri. Kelasnya terlihat banyak tempelan bahan ajar membaca dan berhitung. Dan guru yang mengajak berkeliling, dengan semangat bercerita bahwa di ESM murid diajari membaca sejak dini, karena otak anak kecil masih sangat mudah menerima bahan pelajaran baru.

Hmmmmm agak berbeda dengan yang kuyakini sih, kalau anak belum benar-benar perlu belajar baca terlalu dini. Enaknya, di sekolah ini murid sudah sekalian dapat makan siang (disiapkan sekolah), jadi mereka belajar makan bersama-sama dengan tertib (dan ibu ga usah nyiapkan bekal). Tapi karena beberapa hal aku kurang sreg di sini.






Oiya di ESM juga bisa mulai di tengah tahun ajaran, dengan hitungan bayar setahun sejak masuk sekolah (misal bayar uang pangkal Feb 2019, berarti berlaku hingga Feb 2020).

5. Al Azhar YAPI Rawamangun

Datang ke sini Sabtu siang sama bapake. Ya tentu saja tutup, kan libur. Tapi terlihat sekolahnya besar sekali, dan sempat lihat pamflet biaya masuk TK Rp 21juta. Kalau playgroup yaaa sekitar segitu kurang dikit kali yaaa?



6. At Taqwa Rawamangun

Ini salah satu sekolah yang disetujui bapake (setelah Nabawi), karena beberapa anak teman kantornya ada yang bersekolah di sini. Arena bermainnya luas sekali. Sewaktu datang, Z ikut diwawancarai bu guru sebagai tes kesiapan masuk sekolah. Nggak seperti tes sih, hanya bermain-main sambil diobservasi bu gurunya. Ditanya jumlah, warna... Z banyak diem. Uh gemes juga, padahal Z udah hafal warna-warna dari sebelum 2 tahun (mamak sombonggg wkwkwkwkwkk). Tapi selowwww mak, namanya juga anak-anak ketemu orang asing, pasti masih malu-malu lah apalagi ditanya-tanyain mulu :p


Taman bermain, ada banyak mainan, juga pendopo untuk kegiatan anak-anak


Z diobservasi bu guru

7. Indonesia Montessori, Utan Kayu

Cukup tertarik ke sekolah berbasis Montessori, tapi ketika survei ke sana... duhhh ku tak sanggup perjalanannya T_T Masih agak jauh dari rumah, dan harus lewat jalanan macet (ah aku kok nggak setrong gini sih). Dapat daftar biayanya sih... Kalau ada yang penasaran, komen ya, nanti aku cari & foto dulu pamfletnya :))

8. KB/TK Nuruddin, jl. Cumi-cumi

Ini playgroup paling sederhana dari semua yang sudah aku survei bersama Z. Sangat dekat rumah, tapi malah terakhir disurveinya. KB/TK-nya kecil di perumahan, garasinya pun terpakai untuk belajar.


Fasilitasnya memang agak minim, mainan di halaman hanya ada 1 perosotan dan 1 ayunan. Ruang kelas playgroup sangat kecil, namun memang murid KB-nya baru 3 orang. Ruang kelas ber-AC, dan ada kamar mandi. Penting nih, buat yang pada sudah toilet training.

Uang pendaftaran Rp 2.000.000 dan SPP sekitar Rp 300ribuan per bulan.

---

Masih ada beberapa playgroup di sekitar Rawamangun yang belum aku kunjungi, misalnya Pelangi Alexandria, Al Azhar (belum tau detail harganya), dan Mentari Intelegensia. Tapi mamak sudah mumet @_@

Akhirnya, Z sekolah dimana?

Berhubung ibuk galau terus, lewatlah masa pendaftaran yang berdiskon besar :))) Tapi pada akhirnya, aku memilih untuk menunda sekolah. Nanti Z sekolahnya setahun lagi aja ya pas masuk TK. Rencana kalau nanti sudah makin nggak sanggup membersamai bocil belajar, cari kelas-kelas main yang sering ada di IG, atau ikut sekolah yang bisa masuk tengah tahun ajaran. Soalnya kalau dimasukkan sekolah sekarang, perjalanan menuju SD masih jauh, aku takut Z bosan dan mogok sekolah di tengah jalan.

Semoga review-reviewan ini bermanfaat buat buibu galau yang juga sedang cari sekolah. Minimal biar tau kisaran harga sekolah playgroup jaman sekarang. Ternyata dari yang murah sampe mahal semua ada, fasilitasnya juga beragam. Mana nih yang paling bikin sreg dihati?

Senin, 11 Maret 2019

6 Tips Agar ART Awet Bekerja di Rumah

Assalamu'alaikum!

Beberapa bulan belakangan, aku kesulitan mendapatkan ART yang betah di rumah. Terakhir punya ART yang loyal itu... ketika kakak Z masih bayi. Wahhhh sudah lama ya! ART selanjutnya ada yang bertahan hingga 5 bulan, dan paling cepat ada yang baru 2 minggu bekerja sudah resign. Terbayang nggak, rasanya baru lahiran 2 minggu terus ART minta pulang? Wah patah hati rasanya. Apa salah dan dosaku sebagai majikan sehingga ART keluar masuk seperti kutu loncat???


Rasa-rasanya sih, ART di rumah sudah diberi gaji standar ART sekitar. Nggak kecapekan kerja (maghrib mereka sudah istirahat). Ada hiburan nonton TV. Akupun nggak pernah marah ke ART. Mau ijin pulang, dikasih. Kalau aku keluar kota, mereka juga boleh pilih mau pulkam atau jaga rumah. Tapi kenapa yaaa pada nggak betah.

Nah dari obrolan bersama ibu-ibu di grup teman kuliah, aku banyak diberi tips-tips ala HRD kantoran untuk mempertahankan pegawai. Ternyata tipsnya bisa diaplikasikan untuk kita para ibu-ibu mempertahankan ART. Yukkkk mari kita simak.

1. Asisten Butuh Hari Libur

Sama seperti para pegawai kantoran, kalo kerja terus pastilah capek. Mereka juga butuh me time. Misalnya ART yang pulang pergi bisa libur untuk bersama keluarganya di hari Minggu. Atau ART menginap bisa libur 2 minggu sekali, untuk jalan-jalan atau bersosialisasi.

2. Asisten Butuh Harapan Kenaikan Gaji

Apalagi kalau kinerjanya bagus. Seperti orang kantoran, butuh tau kalau tahun depan ada kenaikan gaji sesuai inflasi. Dan tau kalau akan ada THR di hari raya.

Pastikan tiap mau menaikkan gaji, bilang ke asisten kalau mereka kinerjanya bagus dan harus dipertahankan. Jadi mereka merasa diapresiasi, lalu makin semangat bekerjanya.

3. Fixed Cost vs Variable Cost

Kadang bingung ya, ngasih asisten kenaikan gaji pokok, atau sekedar memberi 'uang tambahan' untuk mereka? Menurut temanku, asisten lebih suka fixed cost (gaji pokoknya dinaikkan) karena mereka punya gengsi juga, apalagi kalau ARTnya tipe yang suka ngerumpi sama ART tetangga *eh

Ada juga teman yang lebih suka memberi bonus uang tambahan, sehingga mereka nggak 'njagain' bulan depannya akan dapat segitu juga.

4. Asisten Butuh Lihat Dunia Luar

Misalnya kita ajak jalan-jalan saat weekend, atau diajak ke mall, atau ditraktir makan enak yang mereka jarang rasakan. Sama seperti pegawai kantor yang tiba-tiba ditraktir bosnya makan siang, pasti menambah loyalitas kepada atasan.

5. Tetapkan Jam Kerja

Misalnya, setelah jam 8 malam, sudah jadi hak ART untuk istirahat, maka kita sudah nggak boleh minta-minta tolong lagi. Atau apabila kerjaan sudah selesai sebelum jam tersebut, maka dia bebas istirahat atau nonton TV. Mau tidur siang juga nggak papa asalkan kerjaan beres.

6. Pahami Tipe Asisten Juga Berbeda-beda

Semua orang tipenya berbeda. Ada yang suka ngobrol, ada yang pendiam. Ada yang suka anak kecil, ada yang enggak. Pahami bagaimana cara membuat mereka senang. Apabila sudah cocok, pertahankan, karena lebih pusing apabila ditinggal ART, terutama apabila ART adalah support system dalam keluarga. Mengajari orang baru juga menghabiskan energi.


Nah setahun terakhir ini, aku dapat ART-nya memang habis magrib sudah istirahat ga turun-turun lagi. Nonton TV bebas, nggak disuruh pegang anak, diajak keluar mereka yang males... Tapi semua ada alasan sendiri-sendiri untuk pulang kampung... Yang 1 biasa kerja di warung makan selama 10 tahun, begitu kerja rumahan jadi nggak betah karena merasa sepi. Yang terakhir sepertinya kerja cuma buat cari modal untuk nyawah di kampung... Belum sempat mikir menambah gaji, eh terlanjur ditinggal duluan.

Lalu temanku memberi wejangan, "ART menurutku cocok-cocokan kok Tia. Bukan salah kita juga kalau kita udah berlaku sepantasnya mereka. Mau usaha di retained kayak gimana juga kalau emang udah gak mau kerja sama kita ya gak akan mau."

Dan karena tiap keluarga berbeda valuesnya, bisa jadi ART A cocok di keluarga B tapi nggak cocok di keluarga C. Bukan karena keluarga C kurang baik, tapi karena ya memang nggak cocok aja. Hmmm... mungkin memang belum rejeki aku dapat ART yang bener cocok dengan keluargaku, ya? Huhuhu... terima kasih tips-nya ya teman-teman (cc: Novita, Tita, Ridha, Eny), insyaaAllah akan kuingat kalau aku punya ART lagi.

Akhirnya sih sampai sekarang aku belum dapat ART menginap, tapi pakai ART harian yang datang 2 jam aja sehari untuk bantu beres-beres dan menyetrika.

Kalau kamu, pernah kena drama-drama seputar ART nggak?