Jumat, 07 Juni 2019

Tips Agar Anak Tumbuh Sehat dan Bahagia - Versi Dokter dan Psikolog #GrowHappy

Assalamu’alaikum...

Beberapa hari lalu, aku bersama ibu-ibu blogger Indonesian Hijab Blogger ikut ngabuburit seru dan berfaedah di acara Nestlè LACTOGROW Grow Happy. Kuakui acara ini asyik banget karena kami dapat 'nutrisi otak' berupa materi kesehatan dan psikologi yang penting untuk mendukung anak tumbuh bahagia, sesuai dengan kampanye Grow Happy.


Apaan sih Grow Happy?

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya bertumbuh kembang dengan optimal. Menurut Pramudita Sarastri, Brand Executive dari LACTOGROW, hal ini bisa dicapai dengan memberikan asupan makanan bergizi seimbang dan pola asuh yang memungkinkan anak mencapai kematangan emosi, sehingga menjadi manusia yang sehat secara jasmani dan rohani.

Anak kita bisa aja ketawa-ketawa saat nonton video lucu, atau kelihatan gembira waktu dapat mainan baru. Tapi apa mereka benar-benar bahagia? Haruskah anak-anak dibelikan mainan, atau apa harus diajak jalan-jalan ke luar negeri baru bisa bahagia?

Apa makna bahagia buat kamu?

Sabtu, 01 Juni 2019

Sudah Halalkah Pasta Gigimu? Yuk Hijrah Bareng Sasha

Assalamu’alaikum!

Alhamdulillah kita sudah tiba di penghujung bulan Ramadhan, bulan yang dirindukan umat Muslim. Pahala dari amalan baik dilipatgandakan. Pintu ampunan dosa dibukakan. Di bulan ini, tepat banget kalo kita komitmen hanya menggunakan produk yang halal. Setuju nggak?




Ayo berusaha menggunakan hanya yang halal, demi mencari ridho Allah. Apa aja sih yang perlu halal?
  1. Makanan: Jelas lah ya, karena makanan masuk ke dalam tubuh. Nggak boleh ada bahan makanan haram seperti daging babi, hewan yang menjijikkan, bangkai (kecuali ikan), darah, juga alkohol. Harus hati-hati nih karena kadang alkohol bersembunyi di balik makanan enak seperti cake yang kadang mengandung rhum, atau daging steak yang dimasak dengan beer, atau sushi yang berasnya dimasak pakai mirin. 
  2. Pasangan: Wah ini, ayo cek pasangan kamu sudah halal atau belum (maksudnya???) Hihihi… maksudnya ya kalau belum menikah, jangan berkhalwat atau berdua-duaan ya sis! Nanti digoda syaitan untuk berbuat yang haram-haram lhooo… Kalau dengan pasangan halal sih, hanya saling berpandangan sayang saja udah dapat pahala. Apalagi ngerjain sayang-sayangan yang lain ya :p 
  3. Nafkah: Karena dari nafkah akan dibelikan makanan, harus halal juga sumber nafkahnya ya. Jangan dari hasil curian, juga sebaiknya hindari riba. 
  4. Produk Perawatan Tubuh: Ternyata produk perawatan tubuh juga bisa berpotensi menjadi haram apabila terdapat kandungan bahan haram. Ada risiko masuk melalui pori kulit (untuk krim dan lotion), juga tertelan (untuk obat kumur dan pasta gigi) 
What?? Produk pasta gigi juga harus cari yang halal dan thoyyib ya? Iya dong. Karena pasta gigi akan tersisa sedikit di dalam mulut.

Untungnya baru-baru ini aku mendapatkan pencerahan, dengan hadirnya pasta gigi halal Sasha. Apa sih yang spesial dari pasta gigi ini?

Kamis, 30 Mei 2019

Review KUMON Workbook: Melatih Motorik Halus Anak Usia Preschool

Assalamu'alaikum!
Ibu-ibu yang anaknya ada di usia pre-school atau toddler atau pra-TK, pasti mulai merasakan kalo anaknya butuh aktivitas di rumah. Apalagi bagi yang belum sekolah. Aku sebagai emak-emak rumahan jadi hobi cari printilan aktivitas anak deh.


Beberapa bulan lalu, aku coba-coba beli buku KUMON Workbooks nih. Kirain KUMON cuma ada belajar matematika, ternyata ada juga pendidikan anak usia dini yang bisa dibeli satuan. Sengaja aku cari buku yang usianya minimum 2 tahun (padahal Z sudah 3 tahunan), karena Z belum sekolah. Aku kuatir perkembangan motorik halusnya belum terlalu sempurna, karena mungkin kurang kustimulasi. Makanya pilih usia 2 tahun biar dia latihan dari awal.

Judul pertama yang kubeli adalah Let's Cut Paper! Kegiatannya adalah belajar menggunting. Ternyata Z seneng banget dan tiap hari nagih mau berkegiatan pakai buku itu.

Lalu sempat lihat ada diskonan di ELC, aku tambah beli 2 judul lainnya. Dan pernah ada diskon di Marketplace, nambah 2 judul lagi. Jadilah aku punya 5 buku aktivitas KUMON yang diperuntukkan untuk anak usia 2 tahun ke atas. Ini dia...

Kamis, 09 Mei 2019

Yakin Aman di Perjalanan? #UninstallKhawatir Dengan GOJEK!

Assalamu’alaikum…
Suatu hari di tahun 2017, aku menebeng mobil teman untuk pulang dari sebuah event blogger di kawasan Jakarta Selatan. Jumat sore, jalanan sangat macet. Padahal malam harinya aku ada janji makan malam bersama keluarga mertua di Jakarta Utara. Pasti nggak kekejar. Rasa bersalah membuncah karena bayangan nggak bisa menepati janji dan terlambat pulang menemui anakku baby Z yang saat itu masih menyusu.
Masa sekalinya ibu rumah tangga ini ada kerjaan keluar, sudah bikin kecewa? Akhirnya di tengah jalanan padat aku ijin pada teman, akan turun di pinggir jalan dan mencari ojek online demi bisa menembus kemacetan.
Seperti biasa, tiap mau naik kendaraan umum seperti taxi atau ojek online, aku diminta pak suami meng-capture atau minimal mengetik nomor polisi kendaraan yang membawaku. Memang bukan sekali dua kali kita dengar ada aja berita tindak kejahatan di jalan. Membagikan data kendaraan bisa jadi langkah preventif kalau ada kejadian tertentu dalam perjalanan, entah barang ketinggalan, atau (jangan sampai) terjadi kecelakaan.
Capture, kirim ke suami. Sent. Sisa baterai HP 1%.
Naik motor, hujan deras basah kuyup, gelap menjelang magrib, batere HP mati pula. Wah seperti drama. Alhamdulillah pukul 18.30 aku tiba di rumah, di saat suami sudah mau berangkat ke acara makan malam sendirian karena istrinya nggak jelas di mana karena HP non aktif.
Kalau diingat-ingat, saat itu deg-degan banget. Takut dicariin. Padahal yang di rumah nggak papa, dan akunya juga baik-baik aja di motor meski kehujanan. Tapi memang jaman sekarang nih rasanya kita butuh selalu kasih kabar ya, kapan pun di mana pun.
Kabar baiknya, sekarang ada fitur keamanan terbaru dari GOJEK, yang bisa bikin aku dan keluarga #UninstallKhawatir. Apa aja tuh? Aku juga jadi penasaran.

Selasa, 07 Mei 2019

Operasi Lasik Mata Untuk Penglihatan Lebih Jernih

Assalamu'alaikum!

Orang bilang, mata itu jendela dunia. Tapi karena faktor keturunan atau pengaruh lingkungan, mata yang sehat bisa berisiko rabun - pandangan terlihat kabur pada jarak tertentu. Kebiasaan yang salah saat membaca, menonton TV, juga menggunakan komputer makin memperparah keadaan.


Bapake, berkacamata sejak SD. Liburan pun tetap harus bawa kacamata cadangan...

Penderita mata minus atau rabun dekat pasti sangat merasa ketergantungan pada kacamata atau lensa kontaknya. Seperti suamiku yang matanya minus (miopia atau rabun jauh), tiap pagi sering bingung mencari kacamatanya ada dimana - biasanya sih terjatuh di bawah kasur atau di balik bantal. Lalu tiap bepergian, dia harus membawa kacamata cadangan. Hal itu untuk berjaga-jaga kalau ada kondisi darurat kacamatanya pecah atau hilang. Nggak lucu 'kan kalau dalam perjalanan penglihatannya terganggu. Kacamata renang pun dia harus membeli yang khusus untuk mata minus.

Karena kecintaannya pada dunia aviasi dan pesawat terbang, pak suami sebetulnya menyimpan impian dalam hati: ingin sekolah pilot. Tapi, bagaimana dengan penglihatannya yang kurang sempurna akibat miopia? Tentu tidak bisa sekolah penerbangan.

Memang ada beberapa profesi yang mengharuskan penglihatan sehat tanpa kacamata. Beberapa di antaranya adalah pilot, tentara, dan petugas pemadam kebakaran. Rata-rata merupakan profesi yang membutuhkan kecekatan dalam keadaan darurat. Bagaimana kalau sudah terlanjur pakai kacamata, tapi punya cita-cita profesi tersebut?

Untungnya seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran, sudah ada solusi untuk memperbaiki kelainan mata seperti mata minus, rabun dekat, dan mata silinder. Nama prosedurnya adalah LASIK. Nah, aku sudah cari info lebih lanjut mengenai LASIK dari Klinik Mata Nusantara (KMN EyeCare)

Senin, 29 April 2019

Pertama Kali Pakai Menstrual Cup, Horor! Salah Ukuran??

Assalamu'alaikum pembaca perempuan!
Siapa yang sudah tau tentang menstrual cup? Atau sudah tau tapi masih ragu untuk pakai? Akhirnya bulan Maret aku memberanikan diri untuk beli menstrual cup merk Organicup, dan coba pakai di bulan April. Pengalaman pertama pakainya?? Pas masukin, lancar! Tapi pas dipakai, horor!!! Kenapa? Lanjutin baca aja yaaaa hihihihi...

Organicup size B yang kubeli. Kemasannya minimalis, aku suka!
Pertama kali aku tau tentang menstrual cup itu sekitar tahun 2000-an awal, yaitu ketika baca buku 101 cara menyelamatkan dunia (sekarang bukunya sudah nggak ada di pasaran). Jadi sebenernya, mens cup bukanlah hal yang baru. Tahun demi tahun berlalu, aku nggak tau perkembangan menstrual cup seperti apa. Sampai akhir-akhir ini gerakan minim sampah makin kencang gaungnya, lalu menstrual cup makin populer dan mulai dijual di Indonesia.

Ini unboxing-nya. Dapat 1 cup, 1 kantong penyimpanan, dan kardusnya simpel berisi petunjuk pemakaian. Note: di cup ada tangkainya, tapi sudah kupotong habis.

Kamis, 11 April 2019

Survey Playgroup Rawamangun

Assalamu'alaikum! Kakak Z sekarang sudah berusia 3 tahunan. Sudah mulai senang berkegiatan, bisa duduk anteng beberapa menit. Dia selalu meminta adanya aktivitas. Sayangnya, seringkali ibu disibukkan oleh urusan rumah dan merawat adek, sehingga Z jadi cranky minta perhatian. Rasanya ini saat yang tepat untuk mulai menyekolahkan Z, supaya dia ada kegiatan, supaya punya teman, dan supaya ibu bisa me time barang sejam-dua jam (eh lupa, kan ada adek ya hahahaha).


Saat ditanyakan, apa Z sudah mau sekolah? Ia pun menjawab mau! Karena sebelumnya ibu sudah pernah membacakan buku cerita bertema masuk sekolah. Salah satu buku yang ibu bacakan yaitu "Charlie Chick Goes To School".

Maka dimulailah perjalanan kami survey berbagai playgroup di Rawamangun, lingkungan tinggal kami. Total ada 8 sekolah yang sudah kami (aku dan Z) kunjungi:
  1. Tunas Wiratama, Rawamangun Muka
  2. Little Nabawi, Cipinang
  3. Rodin, Jl. Gurame
  4. English Speaking Moslem, Jl. Gurame
  5. At Taqwa, Rawamangun
  6. Indonesia Montessori, Utan Kayu
  7. Al Azhar Rawamangun
  8. KB/TK Nuruddin, Jl. Cumi-cumi
Wah banyak ya! Z pun menikmati proses melihat-lihat sekolah ini, juga sempat ikut bermain di beberapa sekolah. Ini dia review singkat dan biaya masuk untuk tahun ajaran 2019/2020.

Senin, 11 Maret 2019

6 Tips Agar ART Awet Bekerja di Rumah

Assalamu'alaikum!

Beberapa bulan belakangan, aku kesulitan mendapatkan ART yang betah di rumah. Terakhir punya ART yang loyal itu... ketika kakak Z masih bayi. Wahhhh sudah lama ya! ART selanjutnya ada yang bertahan hingga 5 bulan, dan paling cepat ada yang baru 2 minggu bekerja sudah resign. Terbayang nggak, rasanya baru lahiran 2 minggu terus ART minta pulang? Wah patah hati rasanya. Apa salah dan dosaku sebagai majikan sehingga ART keluar masuk seperti kutu loncat???


Rasa-rasanya sih, ART di rumah sudah diberi gaji standar ART sekitar. Nggak kecapekan kerja (maghrib mereka sudah istirahat). Ada hiburan nonton TV. Akupun nggak pernah marah ke ART. Mau ijin pulang, dikasih. Kalau aku keluar kota, mereka juga boleh pilih mau pulkam atau jaga rumah. Tapi kenapa yaaa pada nggak betah.

Nah dari obrolan bersama ibu-ibu di grup teman kuliah, aku banyak diberi tips-tips ala HRD kantoran untuk mempertahankan pegawai. Ternyata tipsnya bisa diaplikasikan untuk kita para ibu-ibu mempertahankan ART. Yukkkk mari kita simak.

1. Asisten Butuh Hari Libur

Sama seperti para pegawai kantoran, kalo kerja terus pastilah capek. Mereka juga butuh me time. Misalnya ART yang pulang pergi bisa libur untuk bersama keluarganya di hari Minggu. Atau ART menginap bisa libur 2 minggu sekali, untuk jalan-jalan atau bersosialisasi.