Senin, 04 Juni 2018

Fitrah Seksualitas, Bukan Sex Education (Free Printable)

Assalamu'alaikum!

Mungkin yang follow instagram-ku udah baca beberapa post #Tantangan10Hari #FitrahSeksualitas dari kelas online yang aku ikuti: Kelas Bunda Sayang - Institut Ibu Profesional. Bulan ini kelas kami diminta untuk membuat presentasi berkelompok, dengan metode presentasi melalui whatsapp group, yang ternyata seru banget pengerjaannya.

Link download Printable yang resolusinya lumayan, ada di bagian bawah artikel ya! 
Dalam prosesnya, terasa semangat mencari ilmu bareng-bareng lalu merancang presentasi. Maklum yahh kuliah udah berlalu 9 taun lalu, jadi kangen aja kerja kelompok begini :p Lalu... aku tiba-tiba semangat bikin media edukasi buat anak-anak tentang Fitrah Seksualitas ini. Nanti aku share ya Printable yang bisa dimainkan bersama anak.

Eh dari tadi ngomongin Fitrah Seksualitas melulu. Sebenernya udah pada tau belum tentang Fitrah Seksualitas? Akupun baru 'ngeh', kalau ternyata artinya beda dengan Sex Education!

Fitrah Seksualitas adalah pada bagaimana seorang berpikir, merasa, dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki sejati ataupun perempuan sejati.

Jadi harusnya nggak ada tuh yang namanya LGBT! Karena fitrahnya, sedari kecil laki-laki adalah laki-laki, perempuan ya perempuan. Allah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Peran orangtua lah yang dibutuhkan agar anak tetap sesuai dalam koridor fitrahnya.

Untuk keseimbangan emosi, seorang anak membutuhkan keterlibatan sosok ayah-ibu. Terutama di rentang usia:

  • 0-2 tahun: dekatkan anak dengan ibu, agar belajar bahasa ibu, juga karena sedang fase menyusui
  • 3-6 tahun: dekatkan anak dengan kedua ortu untuk keseimbangan emosinya 
  • 7-10 tahun / pre aqil baligh: dekatkan anak laki dengan ayah, anak perempuan dengan ibu agar tertanam peranan sesuai gender masing-masing
  • 11-14 tahun: dekatkan anak perempuan dengan ayah, anak laki dengan ibu, agar anak belajar empati terhadap lawan jenisnya. Penting! Karena di usia pra remaja ini anak mulai muncul rasa suka terhadap lawan jenis! Kedekatan anak laki dengan ibu bisa jadi patokan bagaimana memperlakukan wanita dengan sopan, bagaimana kelak mencari sosok wanita yang akan jadi ibu dari anak-anaknya. Begitu pula sebaliknya.
  • >15 tahun / usia aqil baligh: anak sudah bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri

Selengkapnya mengenai peranan orangtua untuk anak di setiap rentang usia ini dapat dibaca dari artikel mengenai Fitrah Seksualitas oleh ust. Harry Santosa. Silakan di-klik ya supaya lebih lengkap informasinya, dan apa yang terjadi kalau kebutuhan 'peran ortu' ini tidak terpenuhi.

Ada pertanyaan yang sering muncul saat diskusi bersama di grup whatsapp kelas kami: Bagaimana dengan seorang ibu yang single parent / tidak ada ayah dari anak-anaknya?

Jawabannya adalah, carilah peran ayah, bisa dari paman atau kakek si anak! Karena penting sekali sosok ayah dalam perkembangan emosional anak. Rasulullah pun lahir dalam keadaan yatim, namun ada sosok kakek dan paman yang membersamainya saat tumbuh menjadi calon pemimpin.

Jaman sekarang ini, banyak kasus aneh-aneh yang tentunya kita nggak ingin terjadi pada anak-anak kita. Ada kejahatan seksual anak di bawah umur, ada kasus-kasus LGBT yang diawali dari kebiasaan tomboy (cewek) atau feminin (cowok) sejak kecil, ada juga laki-laki yang setelah berkeluarga jadi sosok bapak yang 'lemah' nggak mau ikut mengasuh anak, nggak bekerja, atau ada juga yang justru melakukan kekerasan di rumah tangga, dsb. Tentunya, semua ini bertentangan dengan Fitrah Seksualitas yang seharusnya mengarahkan laki-laki dewasa menjadi sosok suami dan ayah yang baik. Begitu pula seorang perempuan harusnya kelak menjadi istri dan ibu yang baik.

Wallahu 'alam.

Jadi mari, ibu-ibu bapak-bapak, kita dampingi pertumbuhan anak-anak kita. Belajar ilmu parenting jadi hal yang WAJIB, karena tantangan perubahan zaman pun semakin berkembang.

Contoh isi E-book, ada cerita tentang peran ibu dan ayah yang tentunya bisa disesuaikan dengan keluarga masing-masing ya!

Ini ada oleh-oleh Printable dariku, dibuat dengan penuh cinta.
Download E-book Aktivitas Fitrah Seksualitas di sini ya.

Bocoran isi E-book, ada Paperdoll laki-laki juga lho :D


Menurut kalian, penting nggak sih mengenalkan Fitrah Seksualitas ini pada anak? Boleh juga komen dengan hal-hal yang dilakukan dengan anak untuk menanamkan peranan sesuai fitrah seksualitasnya ya :)