Selasa, 28 Februari 2017

Tips Langsing Sehat dari Blogger Gathering Mustika Ratu

Assalamu'alaikum, bapak-bapak ibu-ibuuu...

Siapa yang pernah merasa susah banget menurunkan berat badan? Alhamdulillah berat badanku pas-pasan kalau dilihat dari indeks BMI, tapi lemak di perut tetap masih banyak hahaha. Urusan penumpukan lemak ini memang masalah sejuta umat, ya. Obesitas, diabetes, hingga sakit jantung bisa jadi bahaya yang mengintai. Pada Blogger Gathering yang diselenggarakan oleh Mustika Ratu Slimming Series dan Dream.co.id, para blogger diberikan edukasi menyeluruh untuk mendapatkan tubuh langsing dan sehat.


Pengaturan Gizi untuk Langsing dan Sehat

Untuk sekedar turun berat badan, kita bisa saja diet mati-matian menahan lapar. Tapi apakah itu sehat? Winda Ekayanti, APD, MND menjelaskan dalam talkshow-nya "Be Healthy Be Slim" bahwa ada salah kaprah dalam makna "diet". Diet adalah: makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Penurunan berat badan yang sehat maksimal adalah 2 kg sebulan. Penurunan berat badan lebih dari itu, bisa berbahaya.

Kita tahu akhir-akhir ini banyak muncul beragam jenis diet yang menjanjikan penurunan berat badan cepat, tanpa ada penelitian ilmiahnya (biasa disebut Fad Diet). Sayangnya, diet instan = turun cepat dan naik cepat. Selesai diet, berat badan naik lagi deh. Sebaiknya atur pola makan untuk mendapatkan penurunan berat badan yang wajar dan stabil.

Be Healthy, Be Slim!

Ciri-ciri Fad Diet yang berbahaya tersebut biasanya menjanjikan hasil yang cepat, ada syarat-syarat tertentu, seperti nggak boleh mengkonsumsi gluten, nggak usah olahraga, nggak usah makan karbohidrat dan sebagainya. Fad Diet juga kadang mengagungkan 1 jenis makanan tertentu, seolah dengan makanan tersebut apapun dapat disembuhkan. Sayangnya, there's no magic pill! Perlu perbaikan lifestyle menyeluruh untuk mendapatkan tubuh sehat.

Olahraga, makan makanan yang sehat, serta istirahat. Itu kuncinya. Secara umum, kita perlu olahraga hanya 30 menit sehari. Tidak sempat olahraga? Tentu bisa diselipkan aktivitas yang cukup membakar kalori 'kan di keseharian kita? (Halo ngejar-ngejar anak balita hahahahaa). Menurut bu Winda, kalau hari ini tidak sempat melakukan aktivitas olahraga, tambahkan porsi olahraga di keesokan harinya untuk 'membayar hutang' pembakaran kalori kita.

Tubuh sehat dapat mengelola nutrisi dengan baik. Fad diet kurang tepat, karena tubuh tetap perlu semua zat nutrisi penting. Yang bermasalah biasanya adalah proporsi. Misal, kita banyak makan lemak jahat, namun kurang sayur. Itulah sebabnya anak harus diajarkan konsumsi sayur dan buah sejak dini. Taste-nya masih bisa diajarkan. Tak perlu lah diberikan processed food seperti biskuit dan lainnya.

Makanan yang perlu dikonsumsi sehari-hari untuk jaga kesehatan, yaitu:
1. Buah
Sehari butuh 2 takaran saji. Per takaran saji sekitar 150 gr: 1 apel, pisang, atau pir ukuran medium.

2. Sayur
Butuh sekitar 100 gram sehari.

3. Karbo
Butuh 4-6 porsi sehari. Per porsi (120 kcal) misalnya selembar roti, setengah cup nasi atau pasta yang sudah dimasak, 1 butir kentang ukuran sedang.

4. Protein
Dikenal sebagai zat pembangun otot. Sehari butuh 1-2 porsi protein. Seporsinya, misalnya 2 butir telur, 1 telapak tangan tanpa ruas jari daging merah, 1 telapak tangan full hingga jari untuk daging putih (ayam atau ikan). Pilih daging yang lean tanpa lemak (misalnya dada ayam tanpa kulit). Sehari butuh 2 porsi protein.

5. Dairy / Olahan Susu
Menyediakan kebutuhan kalsium, protein dan fosfor untuk tubuh. Dibutuhkan 2 takaran saji per hari. Per porsi bisa didapatkan dari segelas susu, 2 slice keju, atau 1 cup yogurt.

6. Lemak dan Minyak
Pilih lemak tak jenuh dalam jumlah sedikit saja, misalnya lemak yang ada pada ikan, kacang-kacangan, olive oil dan canola oil. Namun perhatikan juga jenis minyaknya, extra virgin olive oil tidak boleh kena panas, sebaiknya digunakan untuk dressing saja.

Makan karbohidrat disarankan pada jam siang ke sore saat banyak aktivitas. Jangan makan 3 jam sebelum tidur karena terlalu banyak kalori yang akan tertimbun menjadi lemak tubuh.

Slimming Series Mustika Ratu untuk Membantu Penurunan Berat Badan

Acara kali ini terasa cukup spesial, karena ibu Putri K. Wardani, putri dari ibu Mooryati Soedibyo (pendiri Mustika Ratu) ikut hadir dan memberikan testimoni mengenai jamu Mustika Ratu. Siapa sangka di balik penampilan beliau yang langsing dan segar, ternyata usianya sudah hampir 60 tahun??

Slimming Series Mustika Ratu menggunakan 100% bahan alami khas Indonesia. Nenek moyang kita sejak jaman dahulu sudah mewariskan resep jamu dengan berbagai manfaat kesehatan. Mustika Ratu ingin menghadirkan warisan ini pada kita, tanpa harus repot meracik dan merebus jamu. Untuk produk Slimming Series, ada bentuk teh siap seduh, atau kaplet yang praktis diminum.


Bahan-bahan aktif yang terkandung dalam Slimming Tea di antaranya:
1. Teh hijau yang kaya antioksidan, membantu pembongkaran lemak dalam tubuh.
2. Daun jati Belanda, mengandung tanin yang bersifat astringen, menyempitkan pori-pori dinding usus agar lemak makanan tidak terserap sempurna.
3. Kulit kayu rapet, mengandung tannin dan flavonoid untuk menurunkan protein mukosa usus halus sehingga transit zat lemak di usus halus berlangsung cepat, tidak terserap.

Produk-produk Slimming Tea terjamin aman, karena sudah teruji klinis di Tokyo MD University, dapat menghancurkan dan melarutkan lemak dalam 28 hari. Produk ini juga sudah bertahan di pasaran selama 20 tahun tanpa ada keluhan dari penggunanya. Bahkan bu Putri K. sudah mengkonsumsi Slimming Tea setiap sehabis makan, sejak sebelum menikah.

Sayangnya, Busui tidak disarankan untuk meminum teh ini. Namun jangan kuatir, Mustika Ratu juga punya produk khusus berupa jamu untuk ibu yang habis melahirkan. Jadi buat busui, nanti konsumsi Slimming Tea-nya kalau sudah menyapih ya! Sekarang bebas makan dulu supaya ASI lancar jayaaa :D

Demo Pembuatan Minuman Kekinian Ala Slimming Tea

Pada Blogger Gathering ini, ada juga live demo membuat minuman 'hiburan' yang menyehatkan. Slimming Tea bisa dikreasikan menjadi minuman creamy ala milk tea, atau minuman buah segar. Untuk minuman creamy-nya, Slimming Tea dicampur krimer nabati, choco powder, air rebusan kayu manis, kapulaga hijau, cengkeh dan sedikit gula kelapa. Celup Slimming Tea, tuangkan soymilk, lalu beri garnish kayu manis. Jadi deh. Semoga benar ya tulis resepnya, lumayan banyak juga bahannya hahahaha.

Minuman kedua, Celup slimming tea di air rebusan rempah, lalu tambahkan aloe vera, poached pear (pir rebus), dan hias dengan raspberry. Mungkin rasanya seperti setup buah yaaaa, ada citarasa manis dari kayumanis dan buah pir.

Sesi Body Combat!

Menariknya event kali ini adalah diselipkannya sesi olahraga body combat, dimana semua peserta bisa praktek langsung. Antara sedih dan senang sih. Sedihnya, body kalah oke dibandingkan peserta-peserta cowok (malu-maluin deh hahaha), kudu ganti baju dulu (ribet), dan pulangnya makin sore (eh jujur amat cyin). Makin sore kan Jakarta makin macet hihihihi. Tapi senang banget bisa cobain olahraga body combat, aku suka! Mungkin karena jaman SMA ikut ekskul karate, ada sedikit rasa kangen pada seni bela diri, halah. Jadi lumayan enjoy dengan olahraga ini, meskipun gerakan kaku karena baru pertama coba.




Terima kasih ya Mustika Ratu sudah ngadain acara yang banyak manfaatnya ini :)
Buat yang penasaran sama produk-produk Mustika Ratu, monggo mampir ke:
Instagram: MustikaratuIND
Twitter: MustikaratuIND
FB: MustikaratuIND

Jumat, 17 Februari 2017

Jalan-jalan ke Kuntum Farm Field

Beberapa minggu lalu, emaknya baby Z pengen ngajak si bayi "Pengenalan Hewan". Berhubung sampai usia 1 tahun, hewan yang dia lihat baru kucing, cicak, semut dan kecoa (hahahaha). Eh, lebih deng. Pernah lihat ikan-ikanan dan bintang laut ketika pergi ke SEA Aquarium. Juga ayam dan burung yang kadang ditemui saat keliling kompleks. Yah intinya, untuk memperkaya khazanah jenis fauna, kami harus lihat hewan langsung! Bukan sekedar lihat di buku cerita.


Salah satu kandidat tujuan adalah Kebun Binatang Ragunan, atau Fauna Land di Ancol. Namun setelah dipertimbangkan, Ragunan pasti rame kayak cendol, sedangkan Fauna Land cukup mahal tiket masuknya. Akhirnya kami ke... Kuntum Farm Field di Bogor!

Rombongan kami terdiri dari: aku, bapake, baby Z, juga adikku yang sedang di Jakarta. Lalu ada mas N, ponakan yang hari itu dititipkan ke kami karena ibunya sedang pelatihan. Plus bibiknya N. Plus ajak bibik S yang kerja di rumah, supaya bibiknya N ada teman. Plus ajak bibik T yang kerja di mertua, karena kasihan kalo yang lain pada jalan-jalan, dia di rumah sendirian. Total 8 orang di dalam mobil. Kami pun pinjam mobil mertua yang kapasitasnya besar. Hari itu kami pengen nyenengin banyak orang. Lets go!

Terima kasih ya para bocah yang baik, anteng selama perjalanan. Nyemil teruuuusss :D

Tak dinyana, perjalanan ke Bogor diwarnai hujan deras dan macet. Perbekalan para bocah habis sebelum sampai di tujuan. Aku ketar ketir, berangkat jam 9.30 dari Jakarta, jam 12 siang masih belum masuk Bogor. Aku udah rese nyuruh bapake melipir ke mall terdekat aja karena takut bocah-bocah kelaparan. Tapi dengan keukeuh bapake bilang, "Tuh di Google Maps 20 menit lagi sampe..." diulang-ulang terus ngomong gitu dari 1 jam sebelumnya :))) Alhamdulillah jam 1 akhirnya kami sampai di Kuntum ketika hujan baru aja reda! Rejeki bisa jalan-jalan di Kuntum, subhanallah!

Kami pun langsung menuju restoran yang ada di wilayah Kuntum. Tempatnya outdoor, namun masih ada atapnya. Banyak kucing berkeliaran di sana, menanti sisa tulang belulang dari ikan bakar yang dipesan pengunjung. Menu yang kami pesan ikan bakar, ikan goreng, ayam lada hitam, nasi goreng, tumis toge, udang goreng tepung. Kalap pesan kebanyakan, lapar sih. Ternyata rasanya... so so. Lumayan lah kalau lagi kelaparan berat dan kepepet, tapi untuk kembali lagi ke sana? Hmmm... Enggak deh. Alangkah baiknya sebelum ke Kuntum sudah makan dulu sih. Karena keluar tol Bogor sebetulnya banyak banget resto yang 'nggenah' atau fast food yang terjamin bersih, tapi karena buru-buru jadi terlewat semua.


Lalu petualangan kami di Kuntum pun dimulai. Memasuki Kuntum, kami disambut 'pasar' yang menjual hasil kebun dan aneka produk oleh-oleh yang unik, seperti camilan khas Bogor, ataupun olahan tanaman herbal. Oke, kami nggak berlama-lama di sini. Wilayah ini bisa dinikmati sepulangnya kami nanti. O iya, di wilayah inilah kami membeli tiket masuk serta makanan ikan seharga Rp 5.000 sebungkus.

Pertama kali masuk, kami disambut wilayah ikan. Ikannya bermacam-macam, yang kuingat sih ada koi dan lele. Seru deh lihat lele besar-besar, begitu dikasih makan langsung hap hap hap, dipatil makanannya. Jangan sampe nyemplung ke kolam lele yaaaa nak anak!


Lalu ada wilayah hewan pengerat: kelinci dan marmut. Kandangnya cozy deh, super besar, dimana hewan-hewan dibiarkan bertebaran. Sayangnya karena weekend itu rame, kelinci-kelinci sudah pada kekenyangan diberi makan. Pas kami sodorkan sayuran, kelinci udah gak minat. Maunya cuma leyeh-leyeh di pojokan.

Menawarkan sayur ke kelinci yang kekenyangan = gak digubris, hehehe
Penjualan camilan dan makanan hewan
Untung marmutnya masih kelaparan. BTW Baby Z masih malu-malu lihat hewan berbulu gini...
Ada kandang sapi, kandang kambing... Baby Z kurang menikmati karena masih takut-takut. Emaknya pun kurang menikmati karena ada bau-bau sedap (wahahaha). Yang seru, ada kandang domba yang terbuka bebas, dimana anak-anak kecil boleh masuk dan bermain sama domba. Aku pun menyempatkan pegang bulu domba, yang ternyata bertekstur seperti wool tebal dan empuk. Gemesss!!! Sensasi rasanya tak terlupakan.

Baby Z takut lihat kambing


Naik Kuda di Kuntum Farm Field

Melihat ranch kecil di Kuntum, tergoda deh buat coba naik kuda. Kami tawarkan ke Z, mau naik kuda nggak? Sambil dekat-dekat kudanya. Awalnya sih dia takut (huhuhu masih takut semua binatang nih), tapi lama-lama penasaran setelah tau bapaknya mau naik kuda sama mas N. Belilah kami tiket naik kuda, Rp 30.000 untuk 1 putaran. Bentar banget sih itu 1 putaran, tapi gak papa lah, sekali-sekali.


Aku pun naik kuda bersama baby Z. Ngeri juga sih naiknya, karena pengamanku hanya pegangan ke kuda plus dijagain bapak-bapak penjaga kudanya. Aku berusaha jaga keseimbangan, tangan kanan pegangan kuda, tangan kiri pegangin baby Z di depanku. Awalnya dia excited, kemudian langsung cranky setelah kudanya jalan. Tuplak tuplak tuplakkk... Baby Z pun balik badan memelukku sambil merengek. Kucoba menghibur sampai habis 1 putaran. Untung track-nya pendek ya nak :p
Ibuk sumringah, anak ketakutan.


Buat anak 1 tahunan, sebetulnya playground paling menyenangkan ya dimana ada lahan kosong, sehingga dia bisa lari-lari. Beberapa kali baby Z kabur nggak mau dipegangin, lari kesana-sini. Alhamdulillah kamu senang ya nak...

Jalan-jalan sama mbak S & mbak T



Di perjalanan ini, aku dan suami dibuat terharu karena para mbak berterima kasih sudah diajak jalan-jalan, refreshing dari kegiatan domestik di rumah. Mas N pun bilang, "Oom, hari ini seru banget ya!!" Rasanya nggak sia-sia kami menempuh hujan dan macet ke Bogor. Semua bahagia :)


Kalo belum ada baby Z, mungkin kami nggak akan tertarik ke Kuntum. Kebiasaan weekend kami jaman dulu paling jauh hanya jalan ke mall, pemalas banget yaaa. Jadi kami bersyukur di usia baby Z yang mulai penasaran segala sesuatu, kami harus cari-cari kegiatan positif dan edukatif. Ternyata Kuntum SERU BANGET dan RECOMMENDED! Bahkan buat orang dewasa pun, banyak kegiatan yang bisa dilakukan di sini seperti menangkap ikan, memetik sayuran, dan ada padepokan untuk acara khusus.

Informasi: 
Alamat Kuntum: Jalan Raya Tajur No.291. Jawa Barat - BOGOR
Jam Buka: Senin-Minggu 8.00 (Pagi) - 18.00 (Sore)
HTM: Rp.40.000/Org (siapkan uang lebih untuk beli makanan binatang dan kalau mau naik kuda)

Kamu ada rekomendasi tempat menarik lainnya kah buat weekend bersama bocah? Share yaaa ^_^ 

Jumat, 03 Februari 2017

Review: Boba 4G Baby Carrier

Sesungguhnya baby carrier adalah anugerah bagi emak-emak yang kurang terampil pakai gendongan kain tradisional. Dengan sedikit latihan dan beberapa detik pasang gesper, si bayi tergendong aman, nempel di badan ibunya. Dua tangan pun masih bisa bebas mengerjakan yang lain. Bagi yang pernah lihat Instagramku sedang menggendong bayi dengan gendongan depan, produk baby carrier yang kupakai adalah Boba.

Umur 4.5 bulan, pakai infant insert. Pertama kali bapake bisa menggendong bayi sampai ketiduran: diajak jalan ke mall hihihi.

Sejak hamil, aku udah penasaran dengan berbagai merk baby carrier. Dulu sempat kepingin Ergobaby, tapi setelah banyak banget yang pakai dan muncul banyak tiruannya, rasanya jadi malas beli. Lalu nemu merk Boba, yang fiturnya nggak se-dahsyat Ergobaby 360 (Ergobaby yang bisa gendong bayi berbagai posisi, hadap ibu, hadap depan, atau dijadikan backpack). Dari segi harga pun, Boba masih lebih terjangkau daripada Ergobaby original yang hanya bisa 2 posisi.

Sempat galau sih, karena di umur 4 bulanan kan si bayi suka banget gendong hadap depan. Boba nggak bisa buat bayi hadap depan. Kalau mau beli Ergobaby 360 pun harganya 2 jutaan rupiah. Untuk sebuah gendongan, bagiku harga segitu nggak masuk budget. Ditambah lagi, Ergobaby belum bisa dipakai bayi di bawah 6 bulan kecuali nambah beli infant insert. Alamak makin tinggi lagi donk budget-nya.