Selasa, 21 November 2017

Return to Tokyo #3: Sensoji Temple & Sushi Halal Asakusa

Assalamu'alaikum!

Di hari ketiga kami di Tokyo, 23 Oktober 2017, ternyata cuaca sangat cerah. Padahal ada warning di hari tersebut, typhoon Lan akan melewati Tokyo. Memang dampak dari typhoon sudah dirasakan sejak hari sebelumnya (baca: Shinjuku When It Rains) yang diwarnai hujan dan angin kencang. Kami pun sudah siap-siap perbekalan kalau harus seharian di apartemen. Nggak disangka, Senin pagi itu, cerah alhamdulillah!


Bersyukur sekali kami nggak mengalami yang namanya terjebak badai di kala liburan. Di berita, memang ada beberapa kawasan di Jepang yang terkena dampak parah karena typhoon Lan. Makanya kaget juga saat matahari bersinar terik. Konon sehabis badai, langit memang akan sangat bersih dan cerah :)

Kami memutuskan pergi berwisata ke Asakusa. Tujuan utama kami adalah kuliner halal: ada pusat oleh-oleh cemilan halal, juga sushi halal di daerah Asakusa. Sebetulnya ada banyak lagi pilihan halal-food misalnya ramen dan yakiniku, tapi kami mau fokus ke sushi saja karena dimana lagi nemu sushi sertifikat halal di Tokyo? Apalah artinya ke Jepang tanpa makan sushi?? Eaaa...



Gerbang kaminari-mon menuju Sensoji Temple. Ruameeee... padahal hari Senin dan low season lho!
Tokyo Skytree terlihat nggak jauh dari Asakusa






Berburu Souvenir dan Camilan Halal di Asakusa

Salah satu objek wisata paling populer di Asakusa adalah Senso-ji Temple. Di jalan menuju Senso-ji Temple, banyak toko-toko souvenir dan cemilan. 



Berdasarkan video Youtube Muslim in Japan yang kutonton, ada 1 toko oleh-oleh yang menjual camilan bersertfikat halal. Nama tokonya adalah Hyoubandou. Ini dia penampakannya!

Tampak luar Hyoubandou
Rak display camilan halal di Hyoubandou


Di dalam Hyoubandou, ternyata memang ada 1 rak display yang menjual camilan kerupuk beras khas Jepang yang bersertifikat halal. Tapi yaaa cuma 1 merek itu saja T_T Rasanya macam-macam, ada seaweed, ada hot pepper, ada matcha dan ada wasabi. Awas tertukar wasabi dan matcha, karena sama hijaunya :)) Makan kerupuk rasa wasabi sensasinya sangat unik, pedas sekali di hidung seperti mau bersin. Harga per kemasan kerupuk ini adalah 650 Yen (dikali Rp 120, Oktober 2017). Cukup mahal ya untuk sebuah cemilan. Tapiii berhubung nggak ada pilihan lain yang menjual keripik sertifikat halal, kami tetap beli beberapa bungkus.

Di video Youtube Muslim in Japan juga ada kios camilan Ningyouyaki, kue isi pasta kacang merah. Dalam rangka mencari toko ini, aku dan suami sampai nge-pause video dan mencocokkan bentuk kios dan tulisan Jepang-nya. Karena bingung kan ya alamat pastinya. Yang jelas masih luruuus aja dari Hyoubandou menuju arah kuil. Ningyouyaki ini dijual paketan isi 7 = 500 Yen. Nikmat sekali dimakan hangat-hangat!

Ningyouyaki isi 7 = 500 Yen

Penampakan kios yang jual ningyouyaki
Kami menyempatkan berfoto sebentar di luar area kuil, lalu melanjutkan mencari kedai Sushiken, sushi halal--satu-satunya di Tokyo. Perjalanan menuju Sushiken dari kuil memakan waktu sekitar 15-20 menit sambil foto-foto, karena suasananya menarik juga untuk foto-foto. Pokoknya jalan kaki di Tokyo nggak bosan-bosan deh, ada aja objek yang dilihat. Ada aja spot foto yang menarik. Seperti ini, bagian luar resto Jepang. Kami berfoto di sini sampai diusir petugasnya lho karena duduk doang hehehe.
Sebelum tiba-tiba diusir petugas dari dalam toko... eh aku bahkan nggak tahu ini toko apa :D


Ada juga dinding bangunan yang dihiasi grafiti lukisan Jepang, bagus juga buat pepotoan.

Becak ala Jepang. Banyak di daerah Asakusa!


Finally, Sushi Bersertifikat Halal di Tokyo: Asakusa Sushiken!

Pada akhirnya kami sampai di Sushiken melewati jam makan siang. Udah lapar dong. Kamipun langsung order. Di sinilah berasa kalau Sushi Tei itu murah, kawans! Kami pesan nggak terlalu banyak untuk dimakan berlima, seperti ini. Kalau nggak salah totalnya sekitar 4.500 Yen. Nggak terlalu mahal juga sih ya, tapi memang nggak kenyang-kenyang amat.







Enaknya di Asakusa Sushiken adalah ada tempat sholat yang nyaman walau hanya cukup untuk 1 orang. Kamar mandinya juga super bersih. Intinya, as a muslim in Japan, it's very recommended to go to Sushiken!!

Oiya ada cerita menarik selama kami makan di Sushiken. Kami diliput oleh wartawan NHK. Diwawancara satu persatu, apa yang membuat kami datang ke resto ini. Lalu mbak wartawan juga minta ijin memvideokan kegiatan kami makan. Hehehe siapa tau ada yang nonton di NHK kabari aku ya kalau lihat :p Setelah selesai meliput, kamipun diberi souvenir berupa handuk karakter Jepang. Arigatou gozaimasu!

Setelah selesai dari Asakusa, kami belum memutuskan mau berwisata kemana lagi. Hari masih sore cerah, namun Z yang belum tidur siang merengek ingin menyusu. Kami pun mampir ke sebuah mall kecil untuk mencari nursing room, sayangnya nggak ada. Akhirnya gendongan Boba dan nursing cover pun beraksi, nyusuin Z di pojokan Uniqlo. Tidur lah dia di gendongan.

Ternyata mall kecil tersebut barangnya unik-unik. Ada cardigan Rp 250.000an yang nyesel deh kenapa nggak dibeli aja. Di Tokyo selanjutnya nggak nemu lagi harga segitu. Banyak pernak pernik fashion yang unik juga.

Keluar dari mall, hari pun sudah mulai gelap. Kemana lagi nih kita?? Kalau ke Shibuya, sayang karena sudah mau gelap dan mertua sedang nggak pengen kulineran lagi (di Shibuya ada wagyu halal). Apa ke Imperial Palace saja? Mertua pun sudah mengingatkan masa iya Imperial Palace bagus dilihat malam-malam? Suami bilang, siapa tau lampunya bagus!

Berangkatlah kami naik kereta ke stasiun terdekat Imperial Palace. Eng ing eng. Keluar dari stasiun ternyata gelap gulita :))) Sepi nggak ada turis. Istana nggak terlihat. Tamannya gelap. Jalan beberapa menit, masih nggak ada harapan pula. Plus di kanan kiri nggak ada pertokoan yang bisa dilihat. Akhirnya kami memutuskan balik ke Shinjuku aja, ke arah menuju apartemen. Rencana wisata Imperial Palace gagal total.

Di Shinjuku, kami ajak mertua makan malam di Kebab Ye, resto kebab Turki yang halal, andalanku waktu ke Tokyo di musim semi lalu. Ada pilihan kebab dibungkus roti, atau bisa juga dengan nasi. Semua mendapatkan jatah salad sayuran yang lumayan bisa memenuhi kebutuhan serat harian. Perut pun tenang setelah kenyang. Time to go back home! Kemana lagi yaaa kita besok?