Senin, 06 November 2017

Return to Tokyo #2: Shinjuku When It Rains

Assalamu'alaikum!

Kembali lagi dalam lanjutan cerita perjalanan ke Tokyo, hari kedua. Hari setelah perjalanan panjang yang melelahkan, dari Jakarta ke Tokyo. Pagi itu, Z tampak lebih segar setelah beristirahat. Aku memasak nasi dengan beras yang dibawa dari Indonesia, memanaskan bandeng presto (dari Indonesia juga), dan abon tuna Nonatuna (tentu dari Indonesia juga hihihi).

(Baca: Return to Tokyo #1: Traveling with Sick Toddler; JAL & NEX Review)

Pagi itu hujan turun cukup deras. Melihat ramalan cuaca, sudah bisa dipastikan kalau itinerary yang telah kami buat akan banyak yang berubah. Sudah jauh-jauh ke Tokyo, hujan pula. Apa kami harus di apartemen saja? Tentu enggak. Toh kami sudah membeli payung.



Gimana kabarnya dengan Z yang sedang sakit batuk pilek parah? Aku sempat browsing-browsing sih, kalau sebaiknya justru anak sakit pilek dibawa ke udara segar/dingin. Hal itu justru akan lebih melegakan saluran hidungnya. Jadi nggak masalah kalau dibawa keluar apartemen. Pokoknya aku pastikan Z istirahatnya cukup, dijaga waktu tidur siangnya, dan dapat asupan cairan dan makanan yang cukup. Kami juga harus keluar apartemen karena butuh belanja persediaan bahan makanan seperti telur dan buah-buahan.

Kami berencana mencegat taksi di jalan terdekat dari apartemen. Kami buka payung, Z digendong bapaknya, aku mendorong stroller berisi tas perlengkapan harian. Ternyata setengah jam ditunggu, taksi nggak ada yang kosong! Akhirnya kami naik kereta aja deh, dari Stasiun Shinjuku Sanchome ke Stasiun Shinjuku. Beda 1 stasiun saja.

Ke Odakyu Department Store, Makan Halal di Yoshiya Restaurant

Odakyu merupakan salah satu mall favorit suami ketika dulu ia pergi ke Tokyo. Barang-barangnya lengkap dan cukup variatif harganya. Nggak terlalu high class barang-barang mahal seperti Takashimaya. Akupun pernah mengunjungi mall ini, dan terkenang dengan 1 restoran yang menawarkan menu halal: Yoshiya!

Lokasi Yoshiya cukup mudah ditemukan, letaknya di depan lift lantai B1 dari stasiun Metro Shinjuku yang menyambung ke Odakyu mall. Resto ini punya 4 menu Muslim-friendly yang sudah mendapatkan sertifikasi halal Jepang. Pas banget, sampai di sana jam makan siang dengan perut kelaparan.
Japanese chicken curry... Enak!
Chicken rice bowl. Rasa ayamnya enak!
Menu yang sedang kosong: set nasi tempura & soba. Di beberapa hari berikutnya kami ke sini lagi dan alhamdulillah ada :D

Kalau lagi ramai, antriannya bisa cukup panjang. Kemarin kami hanya mengantri sekitar 15 menit untuk bisa masuk. Sayang sekali di hari itu ada 2 set menu yang kosong. Jadi pilihannya hanya Japanese Chicken Curry dan Spicy Chicken Rice Bowl. Kami pesan kedua jenisnya, 1 orang 1 porsi (aku makan berdua Z). Karena Z sedang tidur siang, kumasukkan saja bagian makanan Z ke kotak makan kosong yang selalu kubawa. Catatan: bawa tempat bekal kosong itu wajib, karena bisa menyelamatkan porsi makanan yang nggak habis, dan penting buat nyuapin anak sewaktu-waktu dibutuhkan!

Harga per set menu sekitar 1,000-1,500 Yen (1 Yen = Rp 120an). Cukup terjangkau untuk harga Jepang, yaaa... Kenyang pula. Kami pun dapat ocha gratis yang bisa di-refill.

Lokasi Yoshiya: Shinjuku Metro Restaurant Floor B1F, 1-1-2 Nishishinjuku , Shinjuku-ku, Tokyo 160-0023

Surga Anak-anak di Lantai 9 Odakyu Department Store, Shinjuku

Pasca makan siang, kami menuju lantai 9 Odakyu, yaitu bagian bayi dan anak-anak. Mertua langsung cari oleh-oleh untuk cucu di Jakarta. Dapat mainan untuk mas N. Sementara untuk cucu 1 lagi yang masih bayi, belum dapat. Karena harga perlengkapan bayi di sana sangat mahal. Misalnya 1 sepatu bayi aja bisa Rp 1 juta. Whattttt... Padahal bayi belum bisa jalan. Mending beli di OL Shop Indonesia yaaa...

Sambil aku melihat-lihat mainan anak, Z disuapi bapaknya. Aku terharu, nasi kari ayam yang tadi kubawakan dari restoran, hampir habis! Lahap sekali Z makan! Tanda-tanda mau sembuh ya nak T_T Duh senangnya ibuk..

Lalu kami menuju ruang ganti popok bayi yang... bagaikan surga! Surganya emak-emak yang kebelet gantiin popok bayi hehehe.
Terlihat ada timbangan bayi, meja ganti popok berjejer, tempat duduk ibu, dan sangat banyak kursi makan bayi (di foto ini cuma kelihatan 2 kursi hehehe)

Ruangan itu memiliki beberapa meja ganti popok berjejer, disediakan tisu bersih, disediakan plastik untuk membungkus popok kotor, ada wastafel, ada mesin air panas untuk susu atau makanan bayi. Yang aku lebih takjub lagi, yaitu banyak disediakan baby chair untuk dudukan bayi-bayi yang disuapi makan ibunya! I always adore how thoughtful Japanese people are! Bayi-bayi Jepang bisa duduk dengan tenang dan aman sementara ibunya nyuapin.

Ada pula vending machine diapers merk Genki. Harganya cukup mahal, 1 popok 100 Yen ~ setara Rp 12,000. Tapi aku dan suami semangat nyobain hehehe. For the sake of new experience! Juga ada vending machine minuman untuk orang dewasa. Inipun penting sih, karena saat nyuapin biasanya ibuke juga lapar... ganjel minuman dulu deh :P

Ruang menyusui juga sangat nyaman dengan sofa dan tirai privasi. Ahhhh bahagianya di sini, bisa santai berlama-lama...

Nah sebenarnya di lantai 9 ini, ada taman outdoor juga lho! Ada mainan perosotan dan panjat-panjatan untuk balita, juga tempat duduk-duduk yang nyaman untuk orangtuanya. Sayang di hari Minggu itu cuaca sedang kurang bersahabat untuk bermain outdoor. Namun beberapa hari setelahnya, aku sempat ke Odakyu lagi dan mengajak Z main di taman tersebut :) Menyenangkan!

What I Bought In Odakyu?

Ternyata niat awal yang 'ke Jepang ga usah belanja apa-apa' langsung gugur di hari pertama hehehe. Tak lain tak bukan karena demi bocah tercinta. Suami mengajakku beli raincover untuk stroller, karena melihat cuaca Jepang yang sering hujan, dan stroller pun basah dalam perjalanan ke Odakyu hari ini.

Ada raincover merk Aprica seharga ~3,900 Yen (lupa tepatnya berapa). Saat kami menanyakan SPG apakah kira-kira akan muat di stroller Joie Meet Float yang kami bawa, eh dengan sigap mbak SPG langsung mengeluarkan sample produk dari laci dan mencobanya di stroller kami. Alhamdulillah pas banget! Langsung kami putuskan untuk beli, dan mbak SPG pun dengan sigap langsung memasang raincover baru kami di strollernya Z.

Ini dia stroller Z setelah dipasangi raincover, aman nyaman dan hangat di dalam :)

Raincover ini jadi Best Buy kami selama di Tokyo, karena kepake banget! Sempat kepikiran beli 1 lagi buat oleh-oleh ponakan, tapi dipikir-pikir kalo buat di Indonesia bakalan nggak kepake. Ya kalo di Indonesia hujan 'kan ga bakalan juga ngajak bayi jalan-jalan keluar yaaa... Bener juga pemikiran suami. Jadi cuma beli 1 buat pemakaian pribadi deh.

Setelah beli raincover, kami lihat-lihat sepatu sport anak-anak aneka merk seperti Nike, Asics, dll yang imut dan lucu banget! Bikin pengen beli semuanya deh! Z pun beli 1 sepatu baru di sana.

Dan siang tadi saat Z disuapin makan bapaknya, sebetulnya aku membelikan mainan potong-potong buat Z. Bahannya dari kayu, kelihatannya built quality-nya sangat bagus. Ada yang dijual per set dan ada yang satuan. Aku beli yang satuan: pisau, wortel, semangka, kiwi, dll. Harganya mulai 160 Yen untuk yang sederhana (pisau) hingga 300-600an Yen untuk makanan yang lebih kompleks.

Dari Odakyu, kami sempat melipir ke beberapa mall tetangga untuk mencari titipan barang-barang dari orang lain. Tapi yang paling berkesan hari itu ya ketika di Odakyu :)

Di luar masih saja hujan malam itu. Kami mencari makan malam di daerah Shinjuku juga.

Makan Ramen Kuah Seafood di Menya Kaijin

Resto ramen ini sebetulnya bukan resto halal, namun web-web halal Jepang dan apps halal Jepang merekomendasikannya karena bahan-bahan yang dipakai insyaAllah aman. Pilih ramen yang seafood ya, jangan pakai ayam (karena ayam kan belum tentu dipotong dengan cara halal).

Yang bikin spesial ramen Menya Kaijin adalah kuahnya dari ikan. Yummm, sedap sekaliii. Suami sudah pernah makan di sini bulan April lalu, dan dia merekomendasikan pesan ramen yang ukuran kecil saja. Pas ramennya sampe, baru paham kalo ukuran kecil aja mangkoknya udah segede baskom. Gimana kalo ukuran besar ya hahahaha.

Cons-nya di restoran ini adalah nggak ada Baby Chair, sehingga aku harus memangku Zaki sambil menyuapinya makan ramen dan akupun kesulitan menyuap ramen ke mulutku sendiri. Tumpah-tumpah ke Zaki sis kuahnya! Lalu karena porsinya sangat besar, aku tanya ke waiter apa bisa sisa ramen di takeaway, dia bilang, "No.. no takeaway!"

Mangkoknya sebaskom, sendoknya segede sendok sayur... Wareg, sis! Nasi bakarnya kemakan setengah saja...

Sepertinya di Jepang, kalo sudah pesan makanan di restoran, ga boleh takeaway deh (CMIIW ya!). Orang Jepang selalu menghabiskan makanan yang mereka pesan. Padahal rata-rata menu set di Jepang tuh porsinya banyak lho. Mungkin karena mereka terbiasa jalan kaki ke tiap tempat dan ke stasiun kereta, butuh energi besar yaaa...

Lokasi Ramen Menya Kaijin: 2F (lantai 2), 3-35-7, Shinjuku, Shinjuku-ku, Tokyo

Going Back To The Apartment

Kami menutup hari dengan mencoba mencegat taksi untuk pulang ke apartemen di bawah gerimis hujan. Namun setengah jam menunggu, nggak ada taksi yang kosong ataupun bersedia mengantar. Kalaupun ada taksi kosong, supirnya menolak... dalam bahasa Jepang. Nggak tau deh nolaknya kenapa. Akhirnya kami jalan kaki lagi ke apartemen.

Tak lupa kami membeli beberapa bahan makanan seperti telur, teh, kopi dan sayur-sayuran di minimarket untuk persediaan di apartemen. Berdasarkan ramalan cuaca dan berita, besok dikabarkan ada typhoon Lan, "The Biggest Storm in Asia."

Baca headline-nya saja aku sudah ngeri! Kebayang kalau seharian besok kami harus mendekam di apartemen karena badai typhoon.

Bagaimana dengan Z? Alhamdulillah malam itu ia tidur nyenyak tanpa rewel seperti malam sebelumnya. Mungkin ada yang khawatir kalau anak sakit flu kok malah dibawa jalan di cuaca dingin dan hujan. Tapi nyatanya udara dingin dan lembab malah membantu melegakan hidungnya yang tersumbat pilek :)

Sampai ketemu lagi di cerita hari esoknya ya... Hari di mana diramalkan akan ada typhoon Lan.