Senin, 23 Oktober 2017

Arisan Resik: Tidak Tabu Membicarakan Kebersihan Wanita

Assalamu'alaikum buibuk!
Kalau membicarakan tentang kebersihan area kewanitaan, rasanya... hmmm... agak risih nggak sih? Kalau ada masalah mau ditanyakan ke siapa? Ke teman, malu... Ke dokter kandungan? Effort dan biayanya cukup besar. Ke internet? Banyak informasi yang kurang jelas kebenarannya.


Makanya aku senang sekali waktu hadir di Arisan Resik "Wanita Shalehah: Cantik Resik, Pandai Merawat Diri". Di acara ini hadir 2 pembicara spesial, dr. Rino Bonti Tri H. Shanti, Sp.OG yang membicarakan kebersihan area kewanitaan dari sudut pandang kedokteran, dan Nadiah Fatimah, yang membahasnya dari sudut pandang Islami.

Salah satu masalah yang membuat wanita banyak ke dokter kandungan (selain karena hamil tentunya, hihihi) adalah masalah keputihan. Sebetulnya area kewanitaan pasti akan mengeluarkan cairan fisiologis pada waktu tertentu misalnya saat masa subur atau mendekati haid. Selama cairan yang dikeluarkan bening, tidak gatal, dan tidak berbau, berarti tidak ada masalah. Namun apabila ada tanda-tanda infeksi kuman, jamur atau bakteri, kita harus segera mencari solusinya.

Ketika keputihan disertai rasa gatal, berbau busuk dan menyebabkan kemerahan atau rasa panas dan nyeri, harus diwaspada karena merupakan pertanda infeksi vagina. Infeksi vagina dapat disebabkan jamur (kandida), bakteri yang berbahaya, atau parasit trikomoniasis. Infeksi di vagina dapat berlanjut sampai ke saluran indung telur dan menyebabkan sumbatan. Keputihan juga berkaitan dengan infeksi menular seksual, dampak penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim atau karena kegananasan/kanker.


Untuk merawat area kewanitaan, dr. Rino Bonti, Sp.OG memberikan beberapa tips ini:
  • Selalu membersihkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang karena urutan posisi miss V, saluran kencing, dan anus yang berdekatan dari depan ke belakang. Kalau dibersihkan dari belakang, dikhawatirkan ada kuman-kuman dari anus yang terbawa ke arah miss V.
  • Keringkan area kewanitaan dengan handuk atau tissue. Jangan basah-basah langsung dipakaikan dalaman ya sis! Nanti jadi lembab memicu tumbuhnya jamur.
  • Hindari pembersih area kewanitaan yang bersifat antiseptik membunuh kuman, karena justru akan mematikan flora alami yang baik. Antiseptik digunakan jika ada masalah berat dan bukan untuk penggunaan harian.
  • Rutin mengganti pembalut atau pantyliner 3-6 jam sekali walaupun kelihatannya tidak basah.
  • Gunakan pakaian dalam katun dan jangan pakai celana yang terlalu ketat.
  • Cuci dan keringkan pakaian dalam secara terpisah.
  • Ketika sedang traveling dan tidak tersedia air bersih untuk membilas sehabis buang air kecil, cukup gunakan tisu yang telah dibasahi air biasa. Lalu dilap dengan tisu kering.

Menjaga agar area kewanitaan tidak lembab merupakan cara yang paling diutamakan agar tidak menjadi tempat tumbuhnya jamur dan bakteri. Makanya, penting sekali untuk mengganti pakaian dalam atau pantyliner dan pembalut secara berkala (meskipun tidak terasa basah). Apalagi kalau sudah terasa basah. Cepat-cepat diganti yaaa buibuk!

Islam sangar mencintai kebersihan, buktinya dalam ilmu fikih, bab thaharah merupakan salah satu yang wajib dipelajari. Wanita pun wajib menjaga kebersihan dirinya terutama area kewanitaan. Minimal sekali dalam 40 hari, cukur dan rapikan rambut yang tumbuh di area kewanitaan agar terjaga kebersihannya.

Psssst... area kewanitaan yang sehat merupakan salah satu sumber keharmonisan rumah tangga lho. Coba kalau si istri sedang keputihan dan gatal-gatal berbau... Harus cepat ditangani ya! Rumah tangga harmonis, istri disayang suami. Suamilah kunci surganya istri.

Pesan untuk ibu-ibu: dandan cantik jangan ketika mau keluar rumah saja ya! Menyambut suami di rumah, istri juga harus cantik dong :)


Di Arisan Resik, kami jadi tau kalau Resik V Godokan Sirih merupakan produk yang sangat baik untuk merawat area kewanitaan karena PH-nya yang sesuai. Dibuat dari rebusan daun sirih asli seperti resep nenek moyang kita, ibu-ibu jadi praktis nggak harus membuat air rebusan sendiri. Aman digunakan setiap hari dan higienis. Apalagi sekarang Resik V Godokan Sirih sudah mendapatkan sertifikat halal, sehingga makin membuat kita tenang untuk menggunakannya.

Menurut saran dr. Rino Bonti, untuk masalah keputihan ringan, cukup rajin mengganti pakaian dalam dan menjaga area kewanitaan agar kering, dan boleh gunakan Resik V Godokan Sirih saja (tidak perlu cairan antiseptik pembunuh kuman). Namun jika keputihan sudah sangat mengganggu aktivitas, sebaiknya segera ke dokter kandungan untuk mendapatkan treatment yang tepat.

Senang banget deh dapat banyak informasi bermanfaat di Arisan Resik kemarin. Di sesi tanya jawab, baru sadar ternyata banyak banget yang pernah mengalami keputihan yang mengganggu. Akupun dulu begitu ketika hamil baby Z. Keputihan parah dan gatalnya mana tahan... Ternyata kita nggak sendirian!

Horee ketemu teman-teman kabinet IHB! Foto dari kamera Ola.

Semua peserta Arisan Resik. Kami juga dapat hampers Resik V, alhamdulillah! Foto dari kamera Ola.

Alhamdulillah dapat 3 botol Resik V dari acara Arisan Resik, jadi bisa langsung dicoba setelah sampai di rumah. Ukuran botolnya cukup oke dibawa ketika traveling. Isinya cair seperti rebusan sirih asli (bukan kental ala sabun). Mudah sekali digunakan, cukup basuhkan dan bilas setelah buang air kecil. Sangat oke digunakan di masa haid supaya terasa lebih bersih. Wanginya lembut seperti rebusan sirih dan ada harum bunga kenanga. Nggak perlu deh petik-petik dan rebus-rebus daun sirih :D


Jadi, siapa yang mau mulai stok Resik V di rumah nih? Dijamin banyak manfaatnya dunia akhirat ya buibuk, hihii...

#mengatasikeputihan
#manfaatdaunsirih
#resikVgodokansirih
#keputihan

Senin, 09 Oktober 2017

6 Tips Memandikan Bayi Saat Traveling

Assalamu'alaikum!
Traveling itu menyenangkan, semua pasti tahu. Kalo traveling bersama bayi, nah, itu baru tantangan. Betul nggak? Terutama buat ibu baru (seperti aku dulu). Semua barang perlengkapan bayi rasanya harus dibawa. Selamat tinggal era kejayaan backpacking di masa muda, selamat datang koper, stroller, dan diaper bag!

Baby Z pertama kali traveling di usia 7 minggu. Nggak jauh-jauh, dari Jakarta, kami hanya ke Bandung aja naik mobil. Jangan tanya gimana repot bawaannya. Seperti orang mau pindah rumah! Diapers, handuk khusus bayi, sampai baju satu lemari sepertinya kubawa semua.


Pertanyaan berikutnya adalah, haruskah aku bawa bak mandi bayi?? Semua yang baca ini pasti berkomentar, rempong amat sis?? Hahaha... Bagasi mobil jelas nggak muat lah kalau bawa bak mandi segala. Lalu gimana cara memandikan bayi ketika traveling dan menginap di hotel? Apakah bisa senyaman memandikan bayi ketika di rumah sendiri? Ini dia rangkuman tips dari pengalaman selama beberapa kali baby Z pergi-pergi :)

1. Bawa Perlak, Handuk dan Waslap
Dimana ada meja/alas datar, disitulah kita bisa memandikan bayi. Aku biasa memanfaatkan space mendatar di samping wastafel untuk menidurkan baby Z, lalu memanfaatkan gelas hotel untuk tempat air sabun. Bayi diseka-seka air sabun, ganti waslap air hangat, bersih deh bayinya :D

Alternatif lain, kamu bisa bawa produk bernama Baby Bather, sejenis kursi jaring untuk memandikan bayi. Tapi dulu baby Z nggak mau dimandikan di situ, akhirnya nggak terpakai. Bayimu bisa aja berbeda, mungkin dia anteng di bather.

Handuk bawa sendiri karena jaga-jaga handuk hotel hanya cukup untuk mandi bapak ibunya bocah. Handuk juga bisa dijadikan lapisan alas untuk memandikan bayi agar lebih empuk daripada hanya perlak saja. Plus, higienitas handuk yang dibawa sendiri lebih terjamin karena kita tahu deterjennya apa. Terutama buat kulit bayi yang masih sensitif.

Usia bayi dimandikan di perlak: sebelum 6 bulan atau selama masih mau ditidurkan

2. Manfaatkan Wastafel Sebagai Bak Mandi
Kalau wastafel ada penutupnya, bisa tuh diisi air hangat dan jadi bak mandi. Alasi wastafel dengan handuk kecil supaya nggak licin. Pegangi bayi supaya aman, dan hati-hati supaya bayi nggak kejedot kran air, ya.
Kadang aku mengkombinasikan tips 1 dengan tips 2 ini. Badan bayi disabuni dulu di atas perlak, lalu cemplung wastafel. Selesai mandi, bayi dibawa ke perlak lagi untuk dilap handuk kering.


Usia bayi dimandikan di wastafel: sebelum 8 bulan atau sebelum rusuh mau berdiri-berdiri. Agak bahaya kalau minta berdiri di wastafel.

3. Mandi di Shower / Bathtub Bersama Ortu
Cara ini dilakukan kalau sedang kepepet waktu terbatas, bocahnya sudah cukup aktif, nggak mau disabunin sambil tiduran. Gendong di shower, oles-oles sabun dan guyur air. Yang menggendong pun ikutan mandi deh, bersih dua-duanya. Atau, ikut berendam di dalam bathtub bersama bapak/ibu. Catatan: harus ekstra hati-hati ketika menggendong bayi dalam keadaan licin dan basah.

Lebih sip lagi kalau ada emak bapaknya lengkap. Ortu satu bagian nyabunin bayi, ortu satunya mandi duluan (basah). Lalu bayi diberikan pada ortu yang basah, dan selesainya bayi dihandukin ortu yang nggak ikut mandi (kering).

Usia bayi: kurang dari 1 tahun - karena setelah 1 tahun sebaiknya bayi nggak mandi bersama.ortu terutama yang berbeda jenis kelamin (misal bayi laki mandi bersama ibu)

4. Ketika Bocah Sudah Bisa Berjalan, Mandi di Mana Saja
Paling terasa mudah, memandikan bayi ketika ia sudah bisa berjalan! Ajak ia berdiri di bawah shower, sabuni, dan guyur shower. Semudah itu, hehehe. Tapi tetap harus dijaga agar anak nggak terpeleset di lantai kamar mandi yang licin, ya!

Usia bayi: di atas 1 tahun atau ketika sudah bisa berjalan

5. Tanya Resepsionis Apakah Ada Fasilitas Peminjaman Alat Mandi Bayi
Di beberapa hotel besar, ternyata kita bisa meminjam bak mandi bayi lho! Dulu saat menginap di Alila Solo, aku baru tahu di hari terakhir menginap, kalau mereka menyediakan bak mandi bayi asalkan kita memintanya. Setelah request, tiba-tiba ada bak mandi putih datang ke kamar. Telat ya tahunya, hanya sekali pakai deh!

Sayangnya pada kesempatan berikutnya ke hotel yang sama, bak mandi bayinya sedang full dipakai kamar-kamar lain. Memang saat itu kondisi hotelnya sedang full booked. Jadi daripada harus kecewa, terapkan lagi tips nomor 1-4. Akhirnya kumandikan baby Z di wastafel :)

6. Bawa Sabun yang Cocok Untuk Bayi
Urusan toiletries, terus terang beberapa kali aku menyepelekan. Pikirku, ketika traveling, beli saja sabun bayi yang ada di minimarket terdekat, toh traveling hanya beberapa hari. Pernah juga karena 'sudah cukup besar' dan aku nggak bawa sabun bayi, sabun hotel pun jadi deh untuk memandikan Z (jangan ditiru ya emak-emak yang budiman!).

Ternyata pasca traveling kulit baby Z jadi sering ruam! Di bagian kakinya muncul bruntusan kecil-kecil karena kulitnya kering. Bisa jadi karena efek AC hotel yang bikin kulit kehilangan kelembaban alaminya. Jangankan bayi, kulit kita orang dewasa aja jadi kering 'kan di ruangan ber-AC. Ditambah lagi aku pakai sabun bayi sembarangan yang belum tentu PH-nya sesuai dan bikin kulit baby Z makin teriritasi. Maafkan keteledoran ibu ya nak!


Alternatif sabun yang oke banget untuk kulit bayi yang sensitif adalah Lactacyd Baby. #LactacydBaby merupakan brand internasional yang terpercaya untuk menjaga kulit bayi dari iritasi ringan karena kandungan alami dari ekstrak Susu serta formulasi dengan pH yang sesuai dengan kebutuhan kulit bayi.

Lactacyd Baby sudah teruji secara dermatologi dan bisa digunakan setiap hari. Jadi ibu-ibu nggak perlu kuatir kelembaban kuliy bayi terkikis oleh sabun yang sifatnya bikin kulit kering. Nggak salah kalau Lactacyd Baby jadi #BabySkinExpert yang benar-benar mengerti kebutuhan kulit bayi.

Nah buat traveling, ada lho kemasan Lactacyd Baby 60 ml. Jadi nggak ada masalah kalau dibawa naik pesawat. Aturan maskapai terutama untuk penerbangan ke luar negeri 'kan membatasi jumlah cairan yang dibawa, maksimum 100 ml per botol.
Beli Lactacyd Baby bisa di apotek, sekalian beli peralatan tempur ketika liburan seperti vitamin buat ibunya dan minyak telon untuk dibawa pergi.

Dengan persiapan yang cukup, traveling sama bayi nggak perlu dibawa rempong. Kalau buat aku, kuncinya ada di perlak (sebelum anak bisa dimandikan sambil berdiri), handuk katun bayi, dan sabun buat bayi. Gimana dengan ibu-ibu? Adakah pengalaman unik waktu mandikan bayi saat liburan?