Sabtu, 12 Agustus 2017

Persiapan Family Project & Staycation di Hotel

Assalamu'alaikum!

Di kelas Bunda Sayang (Institut Ibu Profesional) bulan ini, ternyata Tantangan 10 Hari kami adalah... Family Project! Sebelum melangkah lebih jauh ke Project keluarga kami, ini nih prolognya... Diambil dari materi yang disampaikan bu fasilitator. Semoga cukup memberi gambaran yaaaa mengenai Family Project :) Nanti di bawah akan ada tulisan mengenai Family Project Day 1 kami. Apa yaaaa....


---
Apa itu Family Project?
Family Project adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.

Manfaat Family Project?
Family Project merupakan salah satu sarana pendidikan bagi seluruh anggota keluarga. Saat ini semakin sedikit keluarga yang menerapkan konsep pendidikan di dalam rumahnya, banyak diantara mereka menjadikan rumah sebagai sarana berkumpulnya anggota keluarga saja tanpa adanya aktivitas pendidikan. Jadi hanya sekedar berkumpul tanpa makna.

Family Project juga menjadi salah satu sarana untuk membangun “bonding” di dalam keluarga. Tercipta ikatan batin antar anggota keluarga, sehingga hubungan menjadi semakin indah dan harmonis.

Ciri Family Project?
a. Fokus pada proses, bukan pada hasil
b. Sederhana
c. Menyenangkan
d. Mudah – Menantang
e. Ditentukan durasinya

Komponen Family Project?
a. Sasaran
SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reasonable, Timebound (max. 3 sasaran)
b. Sarana
Alat dan Bahan yang diperlukan
Dana yang diperlukan (apabila ada)
c. Sumber Daya Manusia
Penanggungjawab
Pelaksanan
d. Waktu
Jadwal Pelaksanaan
Durasi
e. Nama Projek
Berikan nama khusus terhadap projek yang dikerjakan keluarga.

Disarikan dari tulisan Ibu Septi Peni Wulandani, dari materi session my family my team yang dibawakan oleh bapak Dodik Mariyanto di PERAK 2017

---
Sudah beberapa hari ini aku dan suami ngobrolin mau bikin family project apa? Suami mengusulkan membuat Busy Board sebagai sarana bermain si bocil. Istri mengusulkan tema besar kegiatan bermain edukatif untuk si bocil. Misal pengenalan rasa, tekstur, dan pengayaan bahasa. Masih banyak ide yang harus dilontarkan, karena totalnya harus minimum 10 hari :D

Lalu dipikir-pikir, sebenarnya kegiatan sederhana pun dapat dijadikan project. Seperti kata fasilitator grup, aktivitas / tugas harian, dengan penambahan kata 'project', akan jauh terasa lebih menantang dan menarik pengerjaannya. Dan akupun mikir, seharusnya Family Project ini nggak berhenti hanya untuk tugas Tantangan 10 Hari aja. Karena manfaat edukasi dan bonding-nya 'kan baik untuk keluarga kami.

Staycation As A Family Project?

Hari ini kami berkesempatan main di hotel Aston Sentul karena malam sebelumnya aku dan Z naik taksi menyusul bapake yang sedang meeting di sana. Kenapa nggak ikut berangkat bareng bapake? Karena meeting bapake dimulai sejak pagi, sementara check in hotel kan baru bisa siang, nanti aku dan Z luntang luntung kalau sejak pagi di sana :p

Setelah bapake melihat situasi, dan teman-teman kantornya pun banyak yang disusul keluarganya, kami memutuskan: Oke ibuk dan Z berangkat menyusul bapak ke Sentul! Lumayan 'kan bisa menginap di hotel, ganti suasana. Sudah lama juga kami nggak menghabiskan weekend bertigaan selain ngadem di mall yang nggak jelas juntrungannya.

Alhamdulillah di hotel ada sarana bermain yang aku memang idam-idamkan buat Z: playground dan kolam renang! Aku memang sudah lama merasa butuh mengajak Z aktivitas fisik, karena dia tipenya agak males gerak (namun cukup cerewet kalo di rumah hehehe).


Sekalian aja ya dibikin Project Day 1: 
Bermain Outdoor Bersama Z
Tujuan: Melatih motorik kasar, bonding sekeluarga 
*tsaaaahhh asik yaaa tujuannya

Hari ini, akhirnya Z berani naik dan turun perosotan tanpa dipegangi ibu/bapak. Biasanya 'kan kalau main di taman umum dekat rumah, perosotannya cukup tinggi sehingga kalau nggak dipegangin, Z pasti ngguling (pernah kejadian wkwkwk, untung ibu tangkap pas udah setengah terjungkal =_=" Itupun sudah dilihatin ibu-ibu dan diketawain anak-anak di taman zzzz...)

Z pun hepi bener atas pencapaiannya naik turun sendiri!

Namun, Z menolak berenang! Z hampir selalu nggak mau berenang kalau lihat kolam yang besar. Jadi tugas bapak ibu adalah membangun mood Z terlebih dahulu. Setelah puas perosotan, ditawari renang ia nggak mau. Kami tawarkan sarapan, OK. Setelah sarapan ditawari renang, nggak mau. Kami kasih lihat video Z semasa bayi sedang berenang, ia bilang, "Mauuu!!!" Eh dibawa ke kolam, anaknya menolak lagi, nggak mau diturunin dari gendongan :))))

Bapak berteori, "Udah ceburin aja langsung ke kolam, biar basah sekalian.. Nanti pasti seneng di air!"
Ibunya bilang, "Eh jangan ah.. Kalo dipaksa nanti Z malah trauma nggak mau ke kolam lagi lho!!"
Entah mana yang benar: ibu atau bapak???

Ibu ngajak Z main perosotan lagi. Teori ibu, bangun dulu mood-nya Z. Setelah dia senang, kami coba tawarkan lagi untuk berenang. Ehhh mauuu... Lalu kami bagi tugas, bapak nyemplung duluan, sementara ibu menggendong Z untuk diberikan ke bapak yang sudah di kolam.


Memang awalnya Z pun masih protes-protes, tapi setelah diajak bapak main di air, Z malah kesenengan dan nggak mau berhenti renang! Mission accomplished! Hari ini Z olahraga macem-macem yaaaa...

#KuliahBundayIIP
#Tantangan10Hari
#MyFamilyMyTeam
#Level3
#Day1