Selasa, 22 Agustus 2017

Jenis Bra Menyusui yang Perlu Busui Tahu

Assalamu'alaikum, Busui!

Kalau kamu bukan calon ibu / ibu hamil / menyusui, skip aja deh postingan kali ini, karena aku mau membahas serba-serbi... ehem... nursing bra a.k.a bra menyusui! Maksudnya, bapak-bapak ga usah baca hihihi (kecuali mau beliin istri, boleh lah).


Kenapa sih topik ini penting untuk dibahas? Karena, ternyata bra menyusui itu sangat banyak jenisnya. Serius deh waktu pertama kali aku hunting bra menyusui di masa hamil, aku bingung dengan bra yang ditawarkan di pasaran. Mau beli model apa, ukurannya gimana. Nanti aku bahas juga tips-tips seputar bra menyusui ini. Semangat menyusui, ya moms!

Jenis Bra Menyusui

1. Bra Menyusui Bukaan Atas


Inilah jenis bra yang paling banyak aku temukan di pasaran. Posisi pengait ada di bagian atas masing-masing payudara, dikaitkan ke pangkal tali bra. Kalau mau menyusui, tinggal lepas pengait dan turunkan cup-nya. Jangan kuatir tali akan lepas sampai ke punggung, karena dari tali ke bagian bawah bra ada sambungannya sehingga si tali bra nggak akan menggantung secara bebas.

Kalau mau pilih bra model begini, usahakan cari yang akses ke payudaranya lebar ya buibuk. Jangan yang hanya terbuka di puting saja, karena menyusui kan sebaiknya sebagian besar areola ikut masuk mulut bayi. Oiya berdasarkan pengalamanku yang ukuran cupnya agak kecil, bra bukaan atas kurang nyaman karena kadang posisi terbukanya masih di atas puting. Tapi kalau sudah ketemu model bukaan atas yang bahannya cukup elastis dan busanya bisa ditekuk, akhirnya bisa nyaman juga.

2. Bra Menyusui Bukaan Depan



Kalau tipe ini, cup dapat dibuka dari depan, biasanya antara cup ke base bra dikaitkan dengan kancing jepret. Kelebihannya, bra jenis ini bukaannya sangat lebar. Cukup nyaman terutama ketika awal-awal belajar menyusui, saat aku butuh akses yang banyak ke payudara. Kekurangannya, kancing jepret itu mudah rusak / lepas dari kainnya. Sehingga begitu si kancing copot... Wassalam...

3. Bra Menyusui Bukaan Tarik / Sleeping Bra


Bagi yang suka kepraktisan, model tarik ini sangat simpel. Dengan desain cup depan yang overlapping, ibu bisa menyusui hanya dengan menarik salah satu cup ke samping. Coba bayangkan aja anak lagi minta nyusu, pake nangis, udahlah buka kancing bajunya susah, mesti buka pengait bra lagi. Terlanjur jejeritan deh tu bocah. Nah kalau bra tipe ini nggak pakai kancing apapun, tinggal tarik lalu happp! Hehehe. Tentunya kualitas bahan bra yang dipilih harus memiliki elastisitas yang bagus, agar nggak mudah melar karena sering ditarik.

Tips Dengan Busa Atau Tanpa Busa? Kawat Atau Tanpa Kawat? Cup Size?

1. Busa atau tanpa busa, sebenernya tergantung selera masing-masing sih. Kalau aku pribadi lebih senang dengan busa karena bentukannya jadi lebih bagus hahaha. Kalau tanpa busa, misalnya ukuran cup terlalu besar, bentuk bra jadi nggak karuan dan berkerut-kerut.

2. Untuk busui, aku pernah baca tips kalau di 3 bulan pertama, sebaiknya nggak memakai bra menyusui berkawat. Dikhawatirkan bra berkawat akan menekan payudara sehingga bikin saluran air susu tersumbat (clogged duct), which is really really hurts... Setelah 3 bulan, bolehkah pakai bra berkawat? Itu pilihan pribadi sih... Kalau aku, lebih merasa nyaman dengan yang tanpa kawat. Namun yang memang butuh penyangga tambahan, boleh aja asalkan ukurannya pas, tidak terlalu ketat yang mengakibatkan penyumbatan, dan rajin menyusui/memompa bila ASI terasa sudah penuh.
Contoh bra bukaan atas, elastis tanpa kawat (Sumber: MOOI MOM)

3. Yang sering aku lihat di pasaran, bra menyusui dijual tanpa ukuran cup size (atau aku yang kurang keliling tempat belinya ya?). Cuma ada ukuran lingkar dada aja. Tapi kain bra yang elastis memungkinkan berbagai ukuran bisa fit di dalamnya. Lagipula sebagai busui, kadang ukuran cup berubah terus dalam sehari, tergantung penuh enggaknya ASI (belum disusui/habis disusui), ya gak sih?

4. Kalau mau hemat pemakaian dalam sehari, pakai breast pad wajib hukumnya terutama bagi ibu-ibu yang kalau 'nyusuin kanan, kirinya bocor' dan sebaliknya. Atau juga untuk menampung rembesan kalau ASI keburu penuh tapi belum sempat menyusui. Yaaa daripada bra-nya basah kena ASI 'kan? Lengket dan lama-lama bau susu basi hiii...

5. Awal-awal belajar menyusui di rumah, in my opinion sebaiknya sih nggak usah pakai bra dulu. Dasteran aja! Hahahaaa. Karena di awal menyusui butuh banget belajar teknik pelekatan / latch on yang tepat, dimana penggunaan bra akan mengganggu proses belajar tersebut. Ini pengalaman di klinik laktasi sih, dulu belajar nyusuinnya disuruh copot atasan. Sekalian skin to skin sama bayi, layaknya inisiasi menyusui dini. Baru deh kalo butuh ketemu tamu, atau keluar rumah, pakailah itu bra-nya.


Kapan Beli Bra Menyusui? Berapa Banyak? Dimana Belinya?

Mulailah menyicil beli bra menyusui sekitar bulan ketujuh kehamilan. Yaitu masa ketika kamu lagi shopping berbagai perlengkapan bayi. Miliki minimal 3 pasang bra menyusui untuk bisa ganti-ganti. Nanti kalau terasa kurang dan sudah tau model apa yang paling nyaman buat kamu, baru deh tambah beli lagi.

Kenapa nggak langsung beli banyak? Karena dikhawatirkan ukuran bra ketika hamil dan menyusui nggak sama. Ukuran lingkar dada dan cup berubah terus sepanjang jadi busui. Dan ketika sudah lancar belajar menyusuinya, baru deh nanti kamu paham model bra mana yang paling nyaman buat keperluan sehari-harimu.

Beli dimana? Banyak tempat beli, dari pasar sampai toko bra branded. Tapi buat buibuk yang sudah terlanjur dipingit jadi ibu menyusui di rumah, jangan kuatir, yang jual online juga ada kok!

Aku sudah coba bra menyusui dari MOOI MOM, salah satu online shop penyedia kebutuhan ibu dari hamil hingga menyusui. MOOI MOM menyediakan tipe bra bukaan atas dan bukaan tarik yang bisa kamu intip dulu di situsnya.


Ini dia 2 tipe yang aku coba. Bukaan tarik dan bukaan atas. Keduanya dijual tanpa ukuran cup, hanya bermodalkan ukuran lingkar dada bawah. Kalau mau beli, perhatikan size guide-nya ya karena bisa saja berbeda sentimeter meski sama-sama ukuran S/M/L/XL.

Menariknya, masing-masing bra ini pad/busanya dapat dilepas pasang. Jadi buat ibu-ibu yang dilema mau pake busa atau enggak, cukup lepas pasang aja busanya. Bahannya juga cukup elastis tanpa kawat yang menekan. Bisa mengakomodir berbagai ukuran cup deh.

Detailnya cukup manis ya untuk sebuah bra menyusui
Ternyata untuk model yang bukaan tarik ini, dapat tambahan pengait!
Sayang banget aku kurang jeli ketika pilih ukuran. Kupikir semua size M ukurannya sama, ternyata di web MOOI MOM sudah ada keterangan size guide-nya. Size M model bukaan tarik ini lebih kecil dari yang model bukaan atas. Untunglah ada si pengait tambahan, jadi bra-nya masih bisa dipakai. Enak juga ternyata model tarik begini, terutama ketika si bocah udah nggak sabaran mau mimik ASI!

Buat yang mau coba bra menyusui model seperti ini, bisa banget ke webnya MOOI MOM. Ada paket bundling juga dengan harga yang lebih hemat. Plus ada banyak pilihan perlengkapan tempur nursing seperti baju menyusui, nursing cover, gendongan bayi, dsb.

Kalo kamu sendiri, paling suka jenis bra menyusui yang seperti apa?