Jumat, 18 Agustus 2017

Main Ke Rumah Eyang, Ngapain Aja? (Family Project #5)

Assalamu'alaikum,

Melanjutkan project Rumahku, PAUD-ku yang lalu, kali ini rombongan PAUD (bapak ibu dan Z hehehe) main ke rumah Eyang (baca: ibu bapaknya suami, a.k.a mertuaku) yang berjarak sekitar 1 jam dari rumah. Ibu berangkat duluan hari Rabu naik Gocar, bapake menyusul pulang kantor langsung ke rumah Eyang. Kami menginap hari Kamis malam.

Poin-poin pembelajaran yang didapatkan ketika bermain ke rumah Eyang adalah...
1. Silaturrahim, karena di rumah Eyangnya, Z bisa bertemu eyangkung, eyang putri, oom, tante, dan sepupunya. Z belajar kalau bertamu, salam dulu ke orang yang lebih tua.

2. Bisa main Lego Duplo punya kakak sepupu Z yang melatih motorik halus, kekuatan tangan, kertelitian, dan kesabaran. Mulai akhir 20 bulan, Z sudha mulai senang menyusun Lego Duplo yang kotak-kotak sampai tinggiiii.. Meski kadang kalau nggak presisi kan nggak bisa nancep, di situlah Z suka frustrasi dan berakhir marah-marah lempar Legonya :D Sabar yaaaa naaakkk...

3. Main Sepeda Roda Tiga punya kakak sepupu, yang lumayan kokoh bahkan untuk dinaiki bersama ibu. Ada permainan yang suka Z lakukan dengan sepeda roda tiga itu, yakni:
a. Main "Dadah Benda", sambil keliling naik sepeda di dalam rumah Eyang, ibu akan bilang, "Dadah kulkas... Dadah TV... Dadah eyangkung... Dadah meja makan... Dadah jemuran..." Ketika melewati aneka benda atau orang. Sepertinya permainan ini cukup menambah kosa katanya.

b. Main "Kayuh Pelan dan Cepat". Sambil ibu mengayuh, Z dikenalkan sensasi kecepatan. Kalau ngebut kayuhnya, makin cepat. "Naik sepeda, dikayuh-kayuh kayuhhh.. Makin pelan kayuhnya... Makin cepat kayuhnyaaaa..." Hehehehe.

Z juga senang banget main sama kakak sepupunya, mas N yang sudah hampir berusia 7 tahun. Main apapun mereka rebutan barang, tapi saling sayang. Z-nya nemplok banget ke mas N, kalau lagi main ibunya nggak boleh dekat-dekat :P Tapi ya gitu... 5 menit kemudian berantem rebutan barang. Ibu kadang-kadang biarin aja, karena mau lihat reaksi Z seperti apa. Apa dia bisa memperjuangkan keinginannya? Atau memilih mengalah? Kalau rebutannya sudah nggak terkontrol baru turun tangan.

Lucunya, sejak memperhatikan pendidikan anak usia dini, segala aktivitas / kegiatan untuk Z jadi lebih aku perhatikan manfaatnya. Ternyata kegiatan simpel-simpel saja bisa menstimulasi berbagai aspek kecerdasan anak lho.

#KuliahBundayIIP #Tantangan10Hari #MyFamilyMyTeam #Level3 #Day5