Senin, 14 Agustus 2017

Family Project Day 3: Mengurangi Sampah & New Ideas!

Assalamu'alaikum!

Hari ini, aku mulai lebih tertib memilah sampah di rumah. Entah bagaimana caranya, sejak memulai project kok sepertinya sampah malah jadi berkurang :D Kayaknya mau nyampah jadi mikir-mikir dulu deh hehehe. Mau boros tisu, eh mending pakai kain lap saja. Mau beli susu kotakan kecil-kecil, ah tapi sampahnya banyak. Kemasan besar saja lah. Sederhana ya :D

Hari ini, aku juga memberanikan diri mencoba toilet training Z (21 bulan) selama sore hari. Hitung-hitung, mengurangi sampah popok. Meskipun 30 menit sekali harus ditawarkan pipis. Dan sempat pipis di celana tanpa bilang-bilang ketika jalan-jalan sore ke taman. Tau-tau di rumah, celananya udah basah aja, entah sejak kapan dia pipis. Z masih belum merasa risih dengan celana basah. Hmmm nggak papa, pelan-pelan latihan ya nak. Ibu juga sadar belum bisa melepas Z sepenuhnya dari diapers karena ia juga masih nyusu tiap tidur. Terbangun dikit, minta nyusu. Gitu terus sepanjang malam (dan tidur siang), sehingga tiap pagi diapers-nya pun selalu penuh pipis. Mungkinkah baru bisa full lepas diapers setelah disapih?

Yang bingung, ketika dapat rejeki nasi kotakan. Bingung deh ini memilahnya bagaimana. Akhirnya sampahnya dipisah betul-betul: sisa makanan masuk ke sampah organik, plastik-plastiknya dipisahkan.

Mau diapakan sampah organik hari ini?Setelah kubaca-baca di Cara Sederhana Membuat Kompos Skala Rumah Tangga, sepertinya besok sampah organiknya akan kutimbun di dalam pot, karena lahan tanah di rumah amat sangat sempit. Ini isi artikelnya, di bagian "...bagi rumah tangga yang tidak memiliki lahan..":

  • Sediakan ember, pot, kaleng bekas, ataupun wadah lainnya.
  • Lubangi bagian dasar dan letakkan di wadah yang dapat menampung rembesan air dari dalamnya.
  • Masukkan sampah organik ke dalam wadah (drum) setiap hari. 
  • Taburi dengan sedikit tanah, serbuk gergaji, atau kapur secara berkala. 
  • Bila terdapat kotoran binatang bisa ditambahkan untuk meningkatkan kualitas kompos. 
  • Setelah penuh, tutup drum dengan tanah dan diamkan selama dua bulan.
  • Wadah siap dijadikan pot dengan kompos di dalamnya sebagai media tanam.


Di artikel aslinya, lengkap tuh tips bagi yang punya lahan (melibatkan proses menggali libang di tanah sedalam 50 - 100 cm), dan lahan terbatas (melibatkan penggunaan drum yang ditanam 10 cm dari permukaan tanah).

---
Hari ini, suami belum ada kontribusi di Family Project, berhubung habis subuh sudah berangkat ke kantor dan baru sampai rumah lagi pukul 8.30 malam. Duh kasihan, capek ya paaaak...

Tapi kami sempat ngobrol-ngobrol berkualitas dan terlontar beberapa ide project yang dapat kami lakukan:

  1. Project Merapikan Kamar Atas (dari "gudang" menjadi kamar yang dapat ditempati). Sasaran kamarnya ada 2, di rumah kami, dan di rumah mertua.
  2. Project Sosial: Memberi Makanan Untuk Pak Satpam. Tapi istri sudah protes duluan kalau istri yang harus masak hihihi... Lha wong kadang di rumah aja cuma bisa sempat nyeplok telor buat makan siangku dan bocil wkwkwkk
Tunggu besok yaaa untuk update-an project selanjutnya! Kamu ada ide family project apa untuk keluargamu?

#Level3 #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #MyFamilyMyTeam #Day3