Minggu, 13 Agustus 2017

Family Project Day 2: Memulai Pilah Sampah!

Assalamu'alaikum!
Kalau ada yang baca postingan sebelumnya, minggu ini aku sedang mengerjakan Tantangan dari Institut Ibu Profesional kelas Bunda Sayang, berupa Family Project. Apa itu Family Project, bisa dibaca di post sebelum ini, ya..

Hari ini Minggu. Sejujurnya aku bingung, project apa yang harus dilakukan. Di antara sekian banyak ide project, mana yang mau dikerjakan di hari spesial ini, karena hari Minggu ada bapake di rumah. Sementara kalau weekdays, bapake berangkat jam 6 pagi dan pulang sehabis magrib.

Bapake kepingin nge-mall, ada barang yang mau dilihat. Rencana kami di mall sebentar saja. Tapi namanya bawa toddler yaaa, akhirnya lama juga di mall karena pas jam tidur Z kami putar-putar Z dulu di stroller sambil jalan-jalan.

Tau-tau sampai rumah udah sore aja T_T, mamak pun harus segera masak makan malam. Lhaaaaa.... lalu mana Family Project-nyaaaa... Rasanya aku terlalu nge-push suami tentang Family Project, dikit-dikit ngomongin project, sampai ia bisa jadi kurang semangat ikutan. Di kantor sudah mikir, eh di rumah disuruh mikir lagi sama istrinya =_=" Hmmm harus balik ke materi Komunikasi Produktif lagi, nih gimana quality talk sama pak suami.

Di dapur, saat semua anggota keluarga berkumpul + ada adikku (yang tiap weekend menginap di rumahku), kumulai saja project Memilah Sampah. Hal yang sederhana, tapi sebenarnya penting.

Project Day 2: 
Memilah Sampah Di Rumah
Tujuan: Cinta lingkungan, cinta kebersihan

Betapa kita sebagai manusia, sesungguhnya sudah dzolim sama bumi. Sampah-sampah yang kita hasilkan tiap hari, ujung-ujungnya tertimbun di TPA.

"Kan ujung-ujungnya walau dipisah, hasil akhirnya ke TPA juga?"
"Kalau pemilahan & daur ulang sampah yang modern seperti di Jepang, harus ada dukungan pemerintah kan?"

Nah kalau nunggu pemerintah, kita mau tetap begini sampai kapan? Harus memulai suatu gerakan dari rumah. Setelah didiskusikan, sampah yang akan dipilah di rumah adalah sebagai berikut:
1. Sampah makanan/sayuran yang dapat terurai
2. Sampah kemasan yang tidak berguna (misal plastik bekas mi, disposable diapers, baterai)
3. Sampah yang bisa bermanfaat untuk pemulung (misal botol bekas, dus susu cair)

Rencana jangka panjangnya, kami ingin membuat pengolahan kompos sederhana, misalnya biopori, untuk sampah-sampah nomor 1 (sampah makanan yang bisa terurai). Lalu poin nomor 2, kemasan-kemasan tak berguna, juga baiknya dikurangi. Karena pada akhirnya akan sampai di TPA juga, mengotori bumi juga T_T Duh ini nih yang bikin pengen cepet-cepet ngelatih Z toilet training, biar sampah diapers-nya berkurang.

Satu ide project, komitmennya jangka panjang yaaa.. Bismillah. Besok, aku akan belajar lebih banyak lagi alternatif pengolahan sampah apa saja yang bisa digunakan di lahan terbatas.


#KuliahBundayIIP #Tantangan10Hari #MyFamilyMyTeam #Level3 #Day2