Selasa, 15 Agustus 2017

Family Project Day 4: Rumahku, PAUD-ku

Assalamu'alaikum!

Jaman sekarang, semua ibu pastilah sadar kalau pendidikan anak dimulai dari rumah. Kecerdasan kognitif, afektif dan psikomotorik anak, sesungguhnya adalah tugas orang tua untuk mengembangkannya sebelum anak belajar di luar.

Ada banyak metode-metode pendidikan anak usia dini, namun saat ini aku sedang tertarik untuk mempelajari Montessori. Setelah lama ingin belajar namun nggak gerak-gerak juga, adanya Tantangan 10 Hari di kelas Bunda Sayang (tema: Family Project) yang kuikuti membangkitkan lagi semangat untuk action. Tentunya ibu nggak bisa gerak sendirian dong. Ibu butuh dukungan bapak juga :D


Project Rumahku, PAUD-ku ini sebenarnya dimulai Sabtu lalu, yaitu dengan ibu membeli buku Montessori di Rumah, karya Elvina Lim Kusumo yang merupakan founder @IndonesiaMontessori. Ternyata di buku itu ada penjelasan yang lumayan lengkap mengenai metode Montessori, yang dulu cuma kupelajari via kulwapp dan browsing tak terstruktur. Kok nggak dari dulu yaaa aku belinya.

Namun di buku tersebut, kegiatannya lebih ditujukan ke anak umur 3 tahun ke atas. Gak papa lah, mari kita sesuaikan saja dengan kemampuan dan minatnya Z yang sekarang berusia 21 bulan.

Jadiiii... kegiatan Rumahku, PAUD-ku hari ini adalah:
1. Bermain ke Taman
Pagi-pagi, Z sudah minta main ke taman. Seperti biasa, dia suka main perosotan. Sekitar 4 kali merosot, lalu minta main yang lain. Ayunan, lari-lari, dorong stroller. Sempat juga pipis di WC taman, karena sedang belajar nggak pakai diapers. Yah meski sampai rumah ternyata kebobolan celananya basah juga, diem-diem dia pipis hahahaa. Masih belajar yaaa nak!

Aktivitas ke taman ini sangat bermanfaat untuk fisiknya (motorik kasar), mengenal alam/lingkungan (lihat tanaman, lihat kucing), dan sosial (menyapa tetangga dalam perjalanan ke taman, belajar bergantian main perosotan). Tentu saja main ke taman adalah tugas ibu menemani Z, karena bapake 'kan kerja ;)

2. Bermain Beras ala Montessori
Pulang dari taman, Z agak rewel karena frustrasi bermain rel kereta Thomas. Dia pengen bisa pasang rel sendiri, padahal 'kan sebetulnya mainan gitu buat anak 3 tahun ke atas yaaaa yang pincer grasp-nya sudah lebih terlatih... Jelas aja Z belum bisa masang dengan presisi. Ibu putuskan untuk menyiapkan permainan sensorik ala Montessori yang sangat mudah dan cepat: Main Beras!!

Untung kemarin sudah beli wadah plastik yang cukup besar untuk alas main Z. Ibu siapkan beras hitam yang sudah lama nggak dimasak, juga beras putih. Ibu juga menyiapkan corong, botol kecil (pake botol ASI wkwkwkk) dan sendok bebek. Ibu contohkan menuang beras, selanjutnya terserah Z mainnya gimana.

Di buku Montessori di Rumah, dijelaskan pentingnya area bermain khusus (entah meja ukuran anak-anak atau alas bermain di lantai) untuk memberi batasan wilayah kegiatan work-play Montessori. Aku cari alas seadanya di rumah, adanya karpet puzzle. Belakangan, aku menyadari alas ini agak nggak cocok karena kalau berasnya tumpah-tumpah bersihinnya susah hahaha.


Z lumayan anteng lho main tuang-tuang beras, meski selama bermain, ibu harus selalu mendampingi supaya nggak terjadi huru-hara misalnya beras dituang ke lantai :P atau minimal supaya berasnya nggak dimakan.

Dengan bermain beras ini, Z bisa merasakan tekstur beras berbutir kecil (kata Z "Kayak pasir gedeee..."), belajar konsep banyak dan sedikit (dari wadah yang diisi beras - ada yang banyak dan ada yang sedikit), belajar konsep penuh dan kosong, mendengar suara beras ketika mengisi botol, juga mendengar suara botol beling yang menggelinding, menandakan itu botol kaca, harus hati-hati karena bisa pecah.

Aktivitas bermain beras ini dilakukan 3 kali atas keinginan Z. Siang, sore, dan petang ketika bapake pulang kantor. Z langsung semangat menunjukkan permainan beras pada bapak yang mengambil tugas menemani Z main saat ibu menyiapkan makan malam. Ternyata pas main sama bapak, terjadi kekacauan berasnya tumpah-tumpah di lantai, dan bapak pun memendam ngomel wkwkwkwk. Akhirnya sapu-sapu sama si bocah :)))

3. Bermain Petik Bola
Permainan ini juga disukai oleh Z sejak ia bisa berdiri. Sangat cepat disiapkan, nggak sampai 1 menit! Caranya, rentangkan selotip besar, lalu tancapkan bola-bola plastik untuk 'dipetik'. Bisa juga pura-pura kalau bolanya itu buah, misalnya yang merah = apel, yang oranye = jeruk, dst.

Semua bola, Z yang pasang!

Kali ini, ibu biarkan Z memasang bolanya sendiri. Z semangat banget mengisi selotip sampai penuh bola. Ia belajar tekstur lengket dari selotip. Ia juga belajar, ada 2 sisi selotip: sisi yang lengket dan sisi yang licin. Belajar warna? Tak diragukan lagi dong :D Karena bolanya warna-warni, bocil bisa diminta menyebutkan warna-warna bolanya ketika dipasang.

4. Ke Masjid Sama Bapak
Jujur, aku sangat senang kalau Bapake pulang sebelum maghrib karena bisa 'me time' sebentar untuk sekedar menyelesaikan masak dengan tenang, mandi tanpa grusa grusu, dan solat tanpa digelendoti bocah hihihi. Bocil suka minta ikut bapake ke masjid, nggak lupa pakai peci dan sarung kecil.

Ini juga reminder buat Bapak supaya sebisa mungkin solat di masjid, karena Children See, Children Do. Semoga kenangan masa kecil Z solat bersama bapak, jadi kenangan yang indah. Moga bisa menumbuhkan fitrah spiritual dan kecintaan untuk sholat ya nak!

#KuliahBundayIIP #Tantangan10Hari #MyFamilyMyTeam #Level3 #Day4

Senin, 14 Agustus 2017

Family Project Day 3: Mengurangi Sampah & New Ideas!

Assalamu'alaikum!

Hari ini, aku mulai lebih tertib memilah sampah di rumah. Entah bagaimana caranya, sejak memulai project kok sepertinya sampah malah jadi berkurang :D Kayaknya mau nyampah jadi mikir-mikir dulu deh hehehe. Mau boros tisu, eh mending pakai kain lap saja. Mau beli susu kotakan kecil-kecil, ah tapi sampahnya banyak. Kemasan besar saja lah. Sederhana ya :D

Hari ini, aku juga memberanikan diri mencoba toilet training Z (21 bulan) selama sore hari. Hitung-hitung, mengurangi sampah popok. Meskipun 30 menit sekali harus ditawarkan pipis. Dan sempat pipis di celana tanpa bilang-bilang ketika jalan-jalan sore ke taman. Tau-tau di rumah, celananya udah basah aja, entah sejak kapan dia pipis. Z masih belum merasa risih dengan celana basah. Hmmm nggak papa, pelan-pelan latihan ya nak. Ibu juga sadar belum bisa melepas Z sepenuhnya dari diapers karena ia juga masih nyusu tiap tidur. Terbangun dikit, minta nyusu. Gitu terus sepanjang malam (dan tidur siang), sehingga tiap pagi diapers-nya pun selalu penuh pipis. Mungkinkah baru bisa full lepas diapers setelah disapih?

Yang bingung, ketika dapat rejeki nasi kotakan. Bingung deh ini memilahnya bagaimana. Akhirnya sampahnya dipisah betul-betul: sisa makanan masuk ke sampah organik, plastik-plastiknya dipisahkan.

Mau diapakan sampah organik hari ini?Setelah kubaca-baca di Cara Sederhana Membuat Kompos Skala Rumah Tangga, sepertinya besok sampah organiknya akan kutimbun di dalam pot, karena lahan tanah di rumah amat sangat sempit. Ini isi artikelnya, di bagian "...bagi rumah tangga yang tidak memiliki lahan..":

  • Sediakan ember, pot, kaleng bekas, ataupun wadah lainnya.
  • Lubangi bagian dasar dan letakkan di wadah yang dapat menampung rembesan air dari dalamnya.
  • Masukkan sampah organik ke dalam wadah (drum) setiap hari. 
  • Taburi dengan sedikit tanah, serbuk gergaji, atau kapur secara berkala. 
  • Bila terdapat kotoran binatang bisa ditambahkan untuk meningkatkan kualitas kompos. 
  • Setelah penuh, tutup drum dengan tanah dan diamkan selama dua bulan.
  • Wadah siap dijadikan pot dengan kompos di dalamnya sebagai media tanam.


Di artikel aslinya, lengkap tuh tips bagi yang punya lahan (melibatkan proses menggali libang di tanah sedalam 50 - 100 cm), dan lahan terbatas (melibatkan penggunaan drum yang ditanam 10 cm dari permukaan tanah).

---
Hari ini, suami belum ada kontribusi di Family Project, berhubung habis subuh sudah berangkat ke kantor dan baru sampai rumah lagi pukul 8.30 malam. Duh kasihan, capek ya paaaak...

Tapi kami sempat ngobrol-ngobrol berkualitas dan terlontar beberapa ide project yang dapat kami lakukan:

  1. Project Merapikan Kamar Atas (dari "gudang" menjadi kamar yang dapat ditempati). Sasaran kamarnya ada 2, di rumah kami, dan di rumah mertua.
  2. Project Sosial: Memberi Makanan Untuk Pak Satpam. Tapi istri sudah protes duluan kalau istri yang harus masak hihihi... Lha wong kadang di rumah aja cuma bisa sempat nyeplok telor buat makan siangku dan bocil wkwkwkk
Tunggu besok yaaa untuk update-an project selanjutnya! Kamu ada ide family project apa untuk keluargamu?

#Level3 #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #MyFamilyMyTeam #Day3

Minggu, 13 Agustus 2017

Family Project Day 2: Memulai Pilah Sampah!

Assalamu'alaikum!
Kalau ada yang baca postingan sebelumnya, minggu ini aku sedang mengerjakan Tantangan dari Institut Ibu Profesional kelas Bunda Sayang, berupa Family Project. Apa itu Family Project, bisa dibaca di post sebelum ini, ya..

Hari ini Minggu. Sejujurnya aku bingung, project apa yang harus dilakukan. Di antara sekian banyak ide project, mana yang mau dikerjakan di hari spesial ini, karena hari Minggu ada bapake di rumah. Sementara kalau weekdays, bapake berangkat jam 6 pagi dan pulang sehabis magrib.

Bapake kepingin nge-mall, ada barang yang mau dilihat. Rencana kami di mall sebentar saja. Tapi namanya bawa toddler yaaa, akhirnya lama juga di mall karena pas jam tidur Z kami putar-putar Z dulu di stroller sambil jalan-jalan.

Tau-tau sampai rumah udah sore aja T_T, mamak pun harus segera masak makan malam. Lhaaaaa.... lalu mana Family Project-nyaaaa... Rasanya aku terlalu nge-push suami tentang Family Project, dikit-dikit ngomongin project, sampai ia bisa jadi kurang semangat ikutan. Di kantor sudah mikir, eh di rumah disuruh mikir lagi sama istrinya =_=" Hmmm harus balik ke materi Komunikasi Produktif lagi, nih gimana quality talk sama pak suami.

Di dapur, saat semua anggota keluarga berkumpul + ada adikku (yang tiap weekend menginap di rumahku), kumulai saja project Memilah Sampah. Hal yang sederhana, tapi sebenarnya penting.

Project Day 2: 
Memilah Sampah Di Rumah
Tujuan: Cinta lingkungan, cinta kebersihan

Betapa kita sebagai manusia, sesungguhnya sudah dzolim sama bumi. Sampah-sampah yang kita hasilkan tiap hari, ujung-ujungnya tertimbun di TPA.

"Kan ujung-ujungnya walau dipisah, hasil akhirnya ke TPA juga?"
"Kalau pemilahan & daur ulang sampah yang modern seperti di Jepang, harus ada dukungan pemerintah kan?"

Nah kalau nunggu pemerintah, kita mau tetap begini sampai kapan? Harus memulai suatu gerakan dari rumah. Setelah didiskusikan, sampah yang akan dipilah di rumah adalah sebagai berikut:
1. Sampah makanan/sayuran yang dapat terurai
2. Sampah kemasan yang tidak berguna (misal plastik bekas mi, disposable diapers, baterai)
3. Sampah yang bisa bermanfaat untuk pemulung (misal botol bekas, dus susu cair)

Rencana jangka panjangnya, kami ingin membuat pengolahan kompos sederhana, misalnya biopori, untuk sampah-sampah nomor 1 (sampah makanan yang bisa terurai). Lalu poin nomor 2, kemasan-kemasan tak berguna, juga baiknya dikurangi. Karena pada akhirnya akan sampai di TPA juga, mengotori bumi juga T_T Duh ini nih yang bikin pengen cepet-cepet ngelatih Z toilet training, biar sampah diapers-nya berkurang.

Satu ide project, komitmennya jangka panjang yaaa.. Bismillah. Besok, aku akan belajar lebih banyak lagi alternatif pengolahan sampah apa saja yang bisa digunakan di lahan terbatas.


#KuliahBundayIIP #Tantangan10Hari #MyFamilyMyTeam #Level3 #Day2

Sabtu, 12 Agustus 2017

Persiapan Family Project & Staycation di Hotel

Assalamu'alaikum!

Di kelas Bunda Sayang (Institut Ibu Profesional) bulan ini, ternyata Tantangan 10 Hari kami adalah... Family Project! Sebelum melangkah lebih jauh ke Project keluarga kami, ini nih prolognya... Diambil dari materi yang disampaikan bu fasilitator. Semoga cukup memberi gambaran yaaaa mengenai Family Project :) Nanti di bawah akan ada tulisan mengenai Family Project Day 1 kami. Apa yaaaa....


---
Apa itu Family Project?
Family Project adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.

Manfaat Family Project?
Family Project merupakan salah satu sarana pendidikan bagi seluruh anggota keluarga. Saat ini semakin sedikit keluarga yang menerapkan konsep pendidikan di dalam rumahnya, banyak diantara mereka menjadikan rumah sebagai sarana berkumpulnya anggota keluarga saja tanpa adanya aktivitas pendidikan. Jadi hanya sekedar berkumpul tanpa makna.

Family Project juga menjadi salah satu sarana untuk membangun “bonding” di dalam keluarga. Tercipta ikatan batin antar anggota keluarga, sehingga hubungan menjadi semakin indah dan harmonis.

Selasa, 08 Agustus 2017

Japan Trip: Osaka Castle & Dotonburi

Assalamu'alaikum!

Trip ke Jepang sudah berlalu di bulan April 2017 yang lalu, tapi baru sekarang aku berani buka folder foto-foto selama di sana. Kenapa baru berani? Karena... semuanya kenangan indah, terlalu menyakitkan saat aku merasa ingin kembali, mengulang masa itu lagi #tsaaaahhhh...


Hehehe... Lebay deh ya. Eh tapi bener sih, lihat foto liburan tuh rasanya campur aduk. Bahagia dan kangen jadi satu. Karena di liburan kali ini, aku jalan dengan kakung uti, serta Z si cucu semata wayang. Entah kapan 'kan ada momen begini lagi. Dan karena kebanyakan foto, emaknya Z bingung deh mana yang mau dimasukkan ke blog :P Makanya lama banget baru terbit postingan Jepang.

Perjalanan kami di Osaka, menurutku adalah satu hari di antara hari-hari liburan lainnya yang paling membahagiakan (bagiku dan baby Z). Pagi hari di apartemen, setelah diskusi, kami memutuskan mau berkunjung ke taman di Osaka Castle, dan lanjut ke Dotonburi. Banyak objek menarik lainnya di Osaka yang terpaksa kami skip karena keterbatasan waktu sambil bawa bocah kecil 17 bulan. Apa sih menariknya Osaka Castle dan Dotonburi?

Senin, 07 Agustus 2017

Aku #Hijabisa Mengatasi Masalah Rambut!

Assalamuálaikum!

Sebagai wanita berhijab, masalah rambut apa sih yang paling mengganggu buat kamu? Kalau aku, berhubung kepala sering tertutup jilbab, rambut sering terasa lepek dan ujung-ujungnya jadi gatal. Paling malu-maluin sih kalo suami bilang, jilbabnya bau apek... padahal itu dari rambutnya kali ya hahaha. Aib banget sih ditulis di blog segala XD


Beruntunglah sekarang sudah ada Rejoice 3 in 1 untuk Hijab yang hari Senin 31 Juli lalu baru saja di-launching di Soehana Hall. Terima kasih undangannya ya, Indonesian Hijab Blogger :)

Launching Rejoice 3 in 1 Hijab ini sangat berkesan, karena banyak acara-acara menarik yang 'tidak biasa'. Di awal hadir, para blogger disuguhi hidangan makan siang lezat dan cantik. Pas banget perut sedang lapar saat jam makan siang. Ada canape hidangan manis-manis memanjakan mata, hingga makan berat nasi dan lauk pauk. Yum!



Pengalaman 3 Tunnel Kebaikan Rejoice 3 in 1 Hijab

Uniknya, sebelum memasuki ruang acara, pintu masuk Hall disulap menjadi tunnel atau terowongan yang menggambarkan 3 manfaat Rejoice 3 in 1. Tunnel pertama yaitu Tunnel Kesegaran, menggambarkan pada kami bagaimana segarnya keramas dengan Rejoice 3 in 1. Ada hembusan angin segar, juga mbak SPG yang memberikan sample wanginya Rejoice pada kami lewat selembar kertas seperti kertas sample parfum. Rahasia kesegaran Rejoice ada pada Cool Menthol yang bikin kulit kepala tetap dingin dan segar meski panas menyengat.


Kedua, ada Tunnel Anti Ketombe, yang kondisinya gelap! Saat kami menginjak suatu papan di lantai, lampu fluorescent menyala, menunjukkan apakah ada ketombe yang jatuh di pakaian kita. Kreatif juga ya idenya, cara kerja lampu fluorescent 'kan membuat segala warna cerah (misal putih) jadi glow in the dark. Hati-hati yang di pundaknya ada ketombe, pasti kelihatan :D Nah, Rejoice mengandung ZPT yang merupakan formula anti ketombe, jadi kitta nggak perlu khawatir rambut ketombean meski selalu ditutup hijab.
Pegang rambut yang sudah dikeramasi dengan Rejoice Hijab 3 in 1





Tunnel terakhir adalah Tunnel Kelembutan, dimana kami ditunjukkan sampel rambut yang telah dikeramasi dengan Rejoice 3 in 1 dan rambut dengan sampo lainnya. Ternyata memang rambut dengan Rejoice lebih lembut lohhh buibuk! Hal ini karena ada kandungan Hot Oil di dalam formulasi Rejoice yang menutrisi rambut agar lembut hingga ke ujungnya.

Foto di depan Tunnel, ada bocah yang ngintilin ibuk :P
Setelah melewati 3 tunnel tersebut, kami ternyata sudah masuk ke dalam ruangan dengan panggung yang keren! Ada apakah gerangan?

Konser Fatin Shidqia, Aku #Hijabisa!

Ternyata ada konser lagu baru Fatin Shidqia, sodara-sodaraaaa... Cewek berhijab dengan suara emas, pemenang salah satu kontes bakat di Indonesia ini, memang sangat bertalenta! Akhirnya aku bisa menyaksikan langsung penampilannya dan mendengar langsung suaranya, yang memang betul-betul bagus!


Single terbaru Fatin yang berjudul Aku #Hijabisa terinspirasi oleh 3 keistimewaan Rejoice 3 in 1. Melalui lagu ini, Fatin berharap para hijabers bisa fokus mengejar impian mereka, karena permasalahan rambut sudah ditangani oleh Rejoice ;) Fatin pun resmi dinobatkan sebagai Brand Ambassador Rejoice Hijab 3 in 1.

Oiya ada tips juga dari Fatin untuk wanita berhijab. Setelah keramas, pastikan rambut sudah kering ya sebelum memakai hijab! Nah ini kadang-kadang aku sering langsung kuncir rambut dan pakai jilbab setelah keramas kalau terburu-buru. Hmmmm harus diperbaiki nih kebiasaannya :D

Pengguna hijab di Indonesia terus meningkat, hingga mencapai 30-40% perempuan di Indonesia. Salah satu tantangan perempuan berhijab itu datang dari rambut yang selalu tertutup di balik hijabnya. Panas menyengat dari terik matahari yang dijumpai sepanjang hari pun ikut menambah permasalahan rambut mereka di antaranya kerontokan, ketombe, dan rambut kusut. Maka dari itu Rejoice Hijab 3 in 1 kini hadir sebagai solusi perawatan rambut berhijab.


“Perempuan berhijab adalah perempuan yang istimewa. Produk Rejoice Hijab 3 in 1 dengan 3 kebaikan dalam 1 botol ini diciptakan khusus untuk membantu mengatasi masalah-masalah rambut yang dihadapi oleh para hijabers," ungkap Saint Tiu, Principal Scientist, P&G Hair Care Asia Pacific.

Memang nggak salah kalau Rejoice berkolaborasi bersama Fatin. Fatin telah menginspirasi para hijaber untuk dapat berprestasi. Sudah terbukti bahwa hijab nggak akan menghalangi wanita untuk mengejar mimpinya. Entah wanita yang bekerja di ranah publik, bekerja di rumah, yang sudah menikah maupun belum, yang sudah punya anak atau masih menunggu diamanahi keturunan, yang masih sekolah ataupun sudah lulus, semua punya impian dan kemampuan untuk menggapai mimpi tersebut. Kita pasti #Hijabisa ya!

---



Selesai acara, kami mendapatkan hampers cantik ini. Lucu banget dapat box hijau dengan cermin, yang sangat bermanfaat untuk menyimpan perlengkapan makeup. Love! Terima kasih yaa Rejoice!

Dan akhirnya aku bisa mencoba Rejoice Hijab 3 in 1, yang ternyata beneran bikin kepala adem. Kamu mau coba juga? Retail price-nya Rejoice sangat terjangkau lho, cukup Rp 9.900 untuk kemasan 70 ml, Rp 19.500 untuk kemasan 170 ml, dan Rp 31.900 untuk botol paling besar, 340 ml. Jangan lupa pakai kondisionernya juga untuk hasil maksimal yaaa..

Foto bersama teman-teman Indonesian Hijab Blogger yang cantik-cantik dan pasti #Hijabisa!

Sabtu, 05 Agustus 2017

Advan G1 Pro, HP Lokal Kualitas Internasional

Kalau kamu sedang cari smartphone, fitur apa sih yang dibutuhkan? Harga yang terjangkau? Kamera yang bagus untuk memotret bahan ngeblog? Atau prosesor yang nggak nge-lag meski dipakai untuk berbagai aplikasi dan nge-game? Gimana kalau kamu butuh ketiganya?


Berhubung aku suka ngeblog, pertimbangan utamaku dalam memilih HP, sejujurnya adalah kameranya. Meski sekarang sedang ngetren kamera mirrorless untuk teman bersosial media, tentunya kita tetap butuh kamera HP yang siap sedia kapan pun dan dimana pun. Nggak ribet buka cover lensa, menyalakan, dan mentransfer gambar untuk dimasukkan ke HP.

Pertimbangan kedua, budget. Sebagai ibu rumah tangga yang kudu cermat mengelola keuangan, nggak lucu deh kalo aku beli HP berjuta-juta rupiah hanya untuk produktivitas yang nggak sebanding dengan harganya. Mending duitnya buat beli popok anak dan beli makanan di rumah ye kaaan (biar bisa nyicipin makan steak wagyu atau sushi hahaha) :p

Pertimbangan ketiga, adalah prosesor. Minimal ROM-nya 2 GB deh. Itupun sudah mepet. Karena meski nggak banyak meng-install game, aplikasi kebutuhan sehari-hari seperti Whatsapp, Instagram, dan email, kadang-kadang tetap butuh storage yang besar.

Kali ini aku berkesempatan untuk berkenalan dengan smartphone Advan G1 Pro. Dengan banderol sekitar Rp 1,7 jutaan, ternyata HP produksi dalam negeri ini memiliki kualitas yang bagus lho! Dari kamera dengan megapixel yang cukup tinggi plus fitur-fitur asik (nanti diceritakan di bawah), hingga RAM 32 GB dan ROM-nya yang 3 GB!