Jumat, 09 Juni 2017

Komunikasi Produktif Day #6 - Nggak Mau Sedot Ingus

Assalamu'alaikum,
Hari ini, Zaki sedang agak rewel. Pileknya yang sudah berlangsung seminggu, belum sembuh-sembuh juga. Sudah beberapa hari terakhir ia menolak untuk disedot ingusnya (pakai alat), bahkan dilap aja gak boleh =_="
Kayak gini nih alat sedot ingusnya Zaki. Dulu awal-awal pilek mau pake dengan ikhlas, lama-lama nolak. Sumber gambar: asibayi.com

Jadi tiap aku mengeluarkan alat sedot ingus, Zaki langsung kabur dan bilang, "Nggaauuu..." (Nggak Mau) sambil geleng-geleng dan mukanya mau nangis. Perdebatan pun berlangsung. "Zaki, ingusnya ibu sedot ya supaya napasnya enak, supaya bisa nyusu juga..." Jawabnya tetap, "Ngaaauuu.." Sambil semakin menangis setiap aku membujuknya.

Puncaknya, saat dia meminta cemilan roti marie. Sejak batuk pilek, aku memang melarang ia makan cemilan, apalagi yang kriuk kriuk. Zaki pun paham bahwa ia batuk = nggak boleh nyemil. Tapi kali ini ketika dia sakau pengen roti marie, aku bilang aja, Zaki boleh makan cemilan ASALKAN mau disedot ingusnya. Aku belajar menggunakan pilihan sebagai bentuk komunikasi produktif.

Drama pun terjadi. Z keukeuh minta cemilan tapi nggak mau sedot ingus. Ibu bilang, kalau nggak disedot ingus ya nggak dikasih cemilan. Sampai Z nangis-nangis :(

Di sini ibu belajar konsisten sih dengan pilihan yang ibu kasih. Meski Z nangis meraung sampai didengar tetangga, kalau nggak sedot ingus ya nggak dikasih.

Jadi ingat pesan mbak Farida fasilitator kelas Bunda Sayang, dalam berkomunikasi produktif, nggak mesti harus dengan intonasi ramah. Ketegasan bisa aja diperlukan. Yang nggak boleh adalah intonasi meninggi karena emosi.

Ibu pun bertanya, kenapa Zaki nggak mau disedot ingusnya? Apakah sakit? "Akiiit..." kata Zaki sambil merengek. "Nanti kalau mau sedot ingus, ibu pelan-pelan ya sedotnya..." "Ngauuuu..." Tetap menolak.

Pada akhirnya, berhasilkah ibu sedot ingusnya? Berhasil, dengan paksaan. Beberapa saat sebelum tidur siangnya Z, kepala & tangannya Zaki ibu pegangin, lalu tangan kanan ibu pegang alat sedot ingus. Nangis itu pasti. Tapi ibu udah gak tahan dengar suara srat srot ingusnya Z yang tertahan di dalam hidung T_T Hasil sedot ingusnya banyak dehhh, lega lihatnya. Setelah nangis 5 menit, Zaki terdistraksi sama mainan, lalu tidur siang.

Trus ibu lupa ngasih imbalan roti marie, dan Zaki pun juga lupa tadi pengen roti marie. Yawes lah yaaa... Nyemil yang sehat-sehat aja pas batuk ya nak.. Buah, ato makan nasi lauk pauk sekalian.

Komunikasi dengan Pasangan
Ada satu koper suami dari luar kota yang belum dibongkar & dibereskan isinya, terbengkalai di ruang tamu. Kalau nggak dibereskan istrinya, mungkin itu koper bakal tetap di sana terus. Tapi istri lagi nggak ada energi beres-beres koper. Puasa, ngurus anak, nyusuin, beres-beres rumah, lemes bro (ah alasan aja sih). Intinya, pengen pak suami yang bongkar kopernya sendiri.

Jadi menerapkan eye contact aja ketika ngobrol santai. Minta suami sebelum pergi besok membereskan kopernya dulu. Sambil dibercandain, kalo koper gak beres, gak boleh pergi lho yaaaa hehehe. Iya, kata pak suami.

Moga besok beneran diberesin ya :D aamiin.

#level1
#day5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayIIP