Jumat, 28 April 2017

Ketika Mbak Asisten Harus Pergi

Assalamu'alaikum buibuk...

Akhirnya bulan lalu aku mengalami yang namanya galau karena ART. Selama ini yang kulihat di medsos, banyak ibu-ibu curcol drama ART. Yang habis Lebaran gak balik lah, yang susah diajarin lah, yang main hape mulu lah. ARTku? Baiknya bukan main. Beliau seorang janda, dulunya kerja di rumah bapak ibuku di Surabaya. Sejak aku lahiran, si mbak ikut denganku. Jadi semacam perpanjangan tangan ibuku dalam membantu di rumah pasca kelahiran baby Z.

Mbak di rumah, Z, dan mbak rumah mertua

Jujur aja sih, dengan adanya ART, aku cukup terlena dengan segala kemudahan. Pagi-pagi sarapan sudah disiapkan, malam pun ada masakan. Setrikaan selalu beres nggak ada tumpukan. Aku tinggal pegang baby Z aja. Mau mandi dan sholat, bisa titip bayi sebentar ke si mbak. Baby Z pun menikmati bermain sama si mbak yang suka anak kecil.