Senin, 09 Oktober 2017

6 Tips Memandikan Bayi Saat Traveling

Assalamu'alaikum!
Traveling itu menyenangkan, semua pasti tahu. Kalo traveling bersama bayi, nah, itu baru tantangan. Betul nggak? Terutama buat ibu baru (seperti aku dulu). Semua barang perlengkapan bayi rasanya harus dibawa. Selamat tinggal era kejayaan backpacking di masa muda, selamat datang koper, stroller, dan diaper bag!

Baby Z pertama kali traveling di usia 7 minggu. Nggak jauh-jauh, dari Jakarta, kami hanya ke Bandung aja naik mobil. Jangan tanya gimana repot bawaannya. Seperti orang mau pindah rumah! Diapers, handuk khusus bayi, sampai baju satu lemari sepertinya kubawa semua.


Pertanyaan berikutnya adalah, haruskah aku bawa bak mandi bayi?? Semua yang baca ini pasti berkomentar, rempong amat sis?? Hahaha... Bagasi mobil jelas nggak muat lah kalau bawa bak mandi segala. Lalu gimana cara memandikan bayi ketika traveling dan menginap di hotel? Apakah bisa senyaman memandikan bayi ketika di rumah sendiri? Ini dia rangkuman tips dari pengalaman selama beberapa kali baby Z pergi-pergi :)

1. Bawa Perlak, Handuk dan Waslap
Dimana ada meja/alas datar, disitulah kita bisa memandikan bayi. Aku biasa memanfaatkan space mendatar di samping wastafel untuk menidurkan baby Z, lalu memanfaatkan gelas hotel untuk tempat air sabun. Bayi diseka-seka air sabun, ganti waslap air hangat, bersih deh bayinya :D

Alternatif lain, kamu bisa bawa produk bernama Baby Bather, sejenis kursi jaring untuk memandikan bayi. Tapi dulu baby Z nggak mau dimandikan di situ, akhirnya nggak terpakai. Bayimu bisa aja berbeda, mungkin dia anteng di bather.

Handuk bawa sendiri karena jaga-jaga handuk hotel hanya cukup untuk mandi bapak ibunya bocah. Handuk juga bisa dijadikan lapisan alas untuk memandikan bayi agar lebih empuk daripada hanya perlak saja. Plus, higienitas handuk yang dibawa sendiri lebih terjamin karena kita tahu deterjennya apa. Terutama buat kulit bayi yang masih sensitif.

Usia bayi dimandikan di perlak: sebelum 6 bulan atau selama masih mau ditidurkan

2. Manfaatkan Wastafel Sebagai Bak Mandi
Kalau wastafel ada penutupnya, bisa tuh diisi air hangat dan jadi bak mandi. Alasi wastafel dengan handuk kecil supaya nggak licin. Pegangi bayi supaya aman, dan hati-hati supaya bayi nggak kejedot kran air, ya.
Kadang aku mengkombinasikan tips 1 dengan tips 2 ini. Badan bayi disabuni dulu di atas perlak, lalu cemplung wastafel. Selesai mandi, bayi dibawa ke perlak lagi untuk dilap handuk kering.


Usia bayi dimandikan di wastafel: sebelum 8 bulan atau sebelum rusuh mau berdiri-berdiri. Agak bahaya kalau minta berdiri di wastafel.

3. Mandi di Shower / Bathtub Bersama Ortu
Cara ini dilakukan kalau sedang kepepet waktu terbatas, bocahnya sudah cukup aktif, nggak mau disabunin sambil tiduran. Gendong di shower, oles-oles sabun dan guyur air. Yang menggendong pun ikutan mandi deh, bersih dua-duanya. Atau, ikut berendam di dalam bathtub bersama bapak/ibu. Catatan: harus ekstra hati-hati ketika menggendong bayi dalam keadaan licin dan basah.

Lebih sip lagi kalau ada emak bapaknya lengkap. Ortu satu bagian nyabunin bayi, ortu satunya mandi duluan (basah). Lalu bayi diberikan pada ortu yang basah, dan selesainya bayi dihandukin ortu yang nggak ikut mandi (kering).

Usia bayi: kurang dari 1 tahun - karena setelah 1 tahun sebaiknya bayi nggak mandi bersama.ortu terutama yang berbeda jenis kelamin (misal bayi laki mandi bersama ibu)

4. Ketika Bocah Sudah Bisa Berjalan, Mandi di Mana Saja
Paling terasa mudah, memandikan bayi ketika ia sudah bisa berjalan! Ajak ia berdiri di bawah shower, sabuni, dan guyur shower. Semudah itu, hehehe. Tapi tetap harus dijaga agar anak nggak terpeleset di lantai kamar mandi yang licin, ya!

Usia bayi: di atas 1 tahun atau ketika sudah bisa berjalan

5. Tanya Resepsionis Apakah Ada Fasilitas Peminjaman Alat Mandi Bayi
Di beberapa hotel besar, ternyata kita bisa meminjam bak mandi bayi lho! Dulu saat menginap di Alila Solo, aku baru tahu di hari terakhir menginap, kalau mereka menyediakan bak mandi bayi asalkan kita memintanya. Setelah request, tiba-tiba ada bak mandi putih datang ke kamar. Telat ya tahunya, hanya sekali pakai deh!

Sayangnya pada kesempatan berikutnya ke hotel yang sama, bak mandi bayinya sedang full dipakai kamar-kamar lain. Memang saat itu kondisi hotelnya sedang full booked. Jadi daripada harus kecewa, terapkan lagi tips nomor 1-4. Akhirnya kumandikan baby Z di wastafel :)

6. Bawa Sabun yang Cocok Untuk Bayi
Urusan toiletries, terus terang beberapa kali aku menyepelekan. Pikirku, ketika traveling, beli saja sabun bayi yang ada di minimarket terdekat, toh traveling hanya beberapa hari. Pernah juga karena 'sudah cukup besar' dan aku nggak bawa sabun bayi, sabun hotel pun jadi deh untuk memandikan Z (jangan ditiru ya emak-emak yang budiman!).

Ternyata pasca traveling kulit baby Z jadi sering ruam! Di bagian kakinya muncul bruntusan kecil-kecil karena kulitnya kering. Bisa jadi karena efek AC hotel yang bikin kulit kehilangan kelembaban alaminya. Jangankan bayi, kulit kita orang dewasa aja jadi kering 'kan di ruangan ber-AC. Ditambah lagi aku pakai sabun bayi sembarangan yang belum tentu PH-nya sesuai dan bikin kulit baby Z makin teriritasi. Maafkan keteledoran ibu ya nak!


Alternatif sabun yang oke banget untuk kulit bayi yang sensitif adalah Lactacyd Baby. #LactacydBaby merupakan brand internasional yang terpercaya untuk menjaga kulit bayi dari iritasi ringan karena kandungan alami dari ekstrak Susu serta formulasi dengan pH yang sesuai dengan kebutuhan kulit bayi.

Lactacyd Baby sudah teruji secara dermatologi dan bisa digunakan setiap hari. Jadi ibu-ibu nggak perlu kuatir kelembaban kuliy bayi terkikis oleh sabun yang sifatnya bikin kulit kering. Nggak salah kalau Lactacyd Baby jadi #BabySkinExpert yang benar-benar mengerti kebutuhan kulit bayi.

Nah buat traveling, ada lho kemasan Lactacyd Baby 60 ml. Jadi nggak ada masalah kalau dibawa naik pesawat. Aturan maskapai terutama untuk penerbangan ke luar negeri 'kan membatasi jumlah cairan yang dibawa, maksimum 100 ml per botol.
Beli Lactacyd Baby bisa di apotek, sekalian beli peralatan tempur ketika liburan seperti vitamin buat ibunya dan minyak telon untuk dibawa pergi.

Dengan persiapan yang cukup, traveling sama bayi nggak perlu dibawa rempong. Kalau buat aku, kuncinya ada di perlak (sebelum anak bisa dimandikan sambil berdiri), handuk katun bayi, dan sabun buat bayi. Gimana dengan ibu-ibu? Adakah pengalaman unik waktu mandikan bayi saat liburan?

Selasa, 26 September 2017

Ohana, Hanamasa! Resto Favorit Keluarga

Assalamu'alaikum! Hari Selasa lalu, aku hadir di acara #HanamasaMeetUp. Alhamdulillah bisa makan sepuasnya bareng si bocil :) Rasanya sudah lama sekali nggak makan all you can eat di Hanamasa, terakhir sepertinya sebelum hamil baby Z, sampai kini ia hampir berusia 2 tahun. Lama ya! Seketika, Hanamasa pun membangkitkan kenangan indah di masa lalu sama keluarga.


Blogger-blogger #HanamasaMeetUp

Sedikit Nostalgia di Hanamasa...

Kalau ingat resto Hanamasa, aku jadi ingat masa lalu. Saat-saat masih muda, tinggal bersama bapak ibu dan adik di Surabaya.

Dulu, nggak banyak pilihan restoran All You Can Eat di Surabaya. Hanamasa menjadi salah satu pionir resto Jepang makan sepuasnya. Kami sekeluarga tentunya penasaran dengan resto yan berdiri megah di jalan Gubeng Surabaya, apalagi makanan Jepang sedang mulai populer di awal tahun 2000-an.


Setelah mencoba, ternyata kualitas bahan-bahannya segar, rasanya pun enak! Nggak lama, resto ini jadi resto favorit yang dikunjungi minimal setahun sekali tiap ulang tahun perkawinan bapak ibu di bulan September. Senangnya aku dan adik di masa remaja ditraktir makan besar sama bapak ibu :')

Di masa itu, tahun 2000-an awal, kalau nggak salah sekali makan di Hanamasa harganya masih sekitar Rp 75.000 per orang (lihat betapa tingginya inflasi yang terjadi di Indonesia yaa!). Tapi harga segitu pun jaman dulu tergolong nggak murah lho, meskipun sebenarnya harganya masuk akal dengan banyaknya makanan yang bisa dinikmati. Makanya kalau makan di Hanamasa, kami selalu luangkan waktu minimal 2 jam supaya bisa puas masak dan makan-makannya. Dalam waktu 2 jam tersebut, tentunya kami jadi bisa duduk semeja bersama dan ngobrol lebih lama. Quality time yang sangat menyenangkan sama bapak ibu dan adik.

Balik lagi ke #HanamasaMeetUp, kali ini aku ke Hanamasa bukan dengan keluarga, tapi dengan teman-teman blogger. Di acara ini, selain makan sepuasnya, kami juga jadi tahu beberapa kisah Hanamasa.

Kenapa Harus Makan di Hanamasa?

Yang pertama, adalah karena dagingnya sangat segar! Ternyata Hanamasa punya peternakan sendiri, dan perjalanan daging sapi dari pemotongan hingga sampai ke meja restoran dipastikan kurang dari 24 jam. #AwaliKesegaranMoo jadi slogan terbaru Hanamasa, karena sapi-sapi Moo yang sudah pasti segar!


Hanamasa cocok banget buat kita yang mau quality time bersama keluarga. Sambil masak sambil mengobrol. Berbagi tugas siapa yang masak siapa yang ambil bahan makanan. Seru deh :) Bahkan bagi yang nggak bisa masak sekalipun, pasti bisa memasak yakiniku dan shabu-shabu enak di restoran ini. Suasana yang nyaman di restoran juga bikin kita betah menikmati proses masak dan makan sepuasnya.


Oiya ada yang seru juga di Hanamasa. Kita bisa download app Augmented Reality Hanamasa di Google Play untuk bermain bersama sapi Kimo #awalikesegaranmoo. Sayangnya ketika aku berusaha log in, apps-nya error di HP-ku. Aih sayang yaaa, padahal penasaran.



Apa Aja yang Bisa Dimakan Sepuasnya di Hanamasa?

Umumnya, yang ke Hanamasa pasti kepingin makan yakiniku atau shabu-shabunya yang legendaris (cieh bahasanya legendaris amat, situ anak taun 90-an? Iya! Hihihii). Tapi selain yakiniku dan shabu, banyak banget lho yang bisa dinikmati.



Yakiniku, merupakan menu panggang-panggangan ala Jepang. Kita bisa ambil daging sapi, daging ayam, ikan, atau olahan daging untuk dipanggang di atas alat pemanggang Hanamasa yang telah dilumuri lemak daging. Sebelum daging ditata di panggangan, celupkan dulu ke saus niku tare (saus berwijen). Setelah dipanggang, celupkan ke saus soto tare (saus tanpa wijen). Sedap!

Menunggu kuah shabu-shabu mendidih sebelum memasukkan sayuran segar ke dalamnya

Untuk Shabu-shabu, kita bisa ambil sayur-sayuran, aneka jamur, bola-bola seafood alias bakso, hingga daging segar. Tinggal cemplung ke kuah shabu yang sudah disediakan. Menu shabu-shabu bisa jadi pilihan bagi orang tua atau kamu-kamu yang sedang diet, karena selain metode memasaknya rebus-rebusan berkuah, kita juga otomatis jadi banyak makan sayur :).



Ada pula area Robatayaki, yaitu sate-satean atau barbeque ala Jepang. Ada petugas Hanamasa yang spesial memanggang makanan untuk kita. Di sini kita bisa pesan aneka makanan bakar-bakaran seperti onigiri bakar (wajib coba! Baby Z doyan lho!), daging ayam, sosis bakar, juga jamur enoki gulung daging yang juga sedap. Oiya, di area ini juga ada tempura yang renyah dan enak. Wajib dicoba sambil menunggu masak-masaknya matang :)

Hidangan Pembuka juga tersedia lho, ada salad dan asinan. Letaknya di meja buffet daging yakiniku dan shabu-shabu. Kalau aku sih memilih skip hidangan pembuka supaya ada space kosong di perut buat aneka daging-dagingan hahaha. Tapi kalau mau lebih sehat memang sebaiknya nggak absen makan sayur, entah dari salad atau dari shabu-shabu Hanamasa :D

Ada yang berbeda dari pengalamanku makan di Hanamasa jaman dulu dan sekarang: Nasi-nya boleh ambil sendiri! Kalau dulu, nasi sudah diambilkan semangkuk untuk seorang. Kadang ada yang kurang, atau malah ada yang nggak kemakan karena lebih fokus makan lauk pauk. Dengan mengambil nasi sendiri, kita yang tahu berapa banyak porsi yang sanggup dihabiskan. Nasinya pulen! Nikmat banget dinikmati bersama daging panggang yakiniku, hmmm sedaaap..


Minuman dan Dessert di Hanamasa FX kemarin juga bebas dinikmati sepuasnya. Ada teh tarik yang bikin aku bolak-balik tambah... Sampai Z pun ikutan minta (kalau buat Z aku encerkan lagi dengan air putih yang banyak hehehe). Ada juga es cappucino buat kamu pecinta kopi. Selesai makan gurih, pasti pengen yang manis. Kita juga bisa makan pudding atau meracik minuman es sesuai selera misalnya diberi cincau, sirup, kolang-kaling dan aneka topping sesuka hati.

Mari masak, Z!

Seru 'kan makan di Hanamasa??

Meskipun demikian, ada yang kurang ketika kemarin aku ke #HanamasaMeetUp... Yang kurang adalah... keluarga! Hiks! Jadi kangen makan bareng keluarga, lho!! Suamik, bapak, ibu, adek, ayo ke Hanamasa lagi yok! Aku belum puas makan, terutama karena kemarin sambil jagain Z sendirian, jadi berasa kurang kenyang hahahaha. (BTW makasih lho tante Ola & Rommiy yang semeja, sempat jagain Z ketika emaknya melipir ambil daging dan sayur)

Ohana means Family. Kalo Hanamasa... means my Favorite Family Restaurant since my early teen age. Kapan terakhir kamu ke Hanamasa? Apa hidangan yang paling kamu suka di sana?

Rabu, 20 September 2017

5 Hal Yang Wajib Dilakukan Saat ke Manado

Assalamu’alaikum pembaca!
Bukan rahasia kalau Indonesia menyimpan kekayaan alam dan budaya yang sangat indah. Di antara ribuan pulau yang dimiliki Indonesia, ada Sulawesi yang belum pernah kukunjungi. Ada kota menarik apa sih di Sulawesi?


Manado, ibu kota Sulawesi Utara, adalah salah satu kota yang wajib dikunjungi di Sulawesi. Pada Bulan Oktober mendatang, akan ada rangkaian festival mulai dari Gelar Tarian Selendang Biru, Manado Easter Show, Manado Cantate, Internasional Choir Festival, Manado Extreme Adventures Tourism, Internasional Trail Running dan Hasher Internasional di Kawasan Hutan Lindung Gunung Tumpa Manado. (Sumber: travel.detik.com) Menarik, bukan?

Nah, kalau kamu mau berwisata ke kota Manado, hal apa aja sih yang wajib dilakukan di sana? Ini dia 5 Hal Yang Wajib Dilakukan Saat ke Manado :)

Kamis, 14 September 2017

Pengalaman ART Menginap, Pulang Pergi, dan Go Clean

Assalamu'alaikum!

Alhamdulillah, mulai bulan lalu, aku merasakan kembali adanya ART di rumah setelah beberapa bulan mengerjakan semuanya sendiri di rumah. Rasanya... lega! Meskipun bu asisten hanya datang beberapa jam tiap harinya (2-4 jam tergantung banyaknya setrikaan :D), dan weekend pun diliburkan, aku cukup terbantu sekali menghemat tenaga beberapa jam untuk bisa lebih tenang menemani Z bermain.
Dulu pernah nyewa pagar mainan sebelum ditinggal ART mudik. Kirain Z bakal anteng main di sini dan aku mengerjakan pekerjaan rumah dengan tenang. Ngimpi!! Bocahnya gak mau dikurung. Sebulan kemudian pun pagar ini dikembalikan :))

Ya, tanpa ART, segala kerjaan rumah tangga seperti ngepel, jemur baju, cuci piring, masak dan lainnya harus aku curi waktu sambil bermain dengan Z, kadang sambil menggendong pula. Beberapa kali pun setrikaan terpaksa aku sub-kontrakkan ke laundry kiloan (dekat rumah ada jasa setrika Rp 5.500 per kilo... Lumayan buat baju-baju kantor suami dan baju pergi). Kalau nggak gitu, energiku habis, ujung-ujungnya sering begadang, dan jadi gampang sakit.

Makanya aku salut banget sama ibu-ibu yang ngerjain semuanya di rumah. Terutama ibu-ibu di tanah rantau yang sambil jaga anak, ngurus semua printilan rumah tangga tanpa bantuan!

Jumat, 25 Agustus 2017

Selang-seling Kegiatan Anak (Family Project #11)

Assalamu'alaikum!

Masih dalam Tantangan 10 Hari kelas Bunda Sayang yang kuikuti sekarang mengenai Family Project, pada akhirnya ketahuan deh kalau project keluarga kecil kami fokusnya ada pada kegiatan anak :)

Di usia Z menjelang 21 bulan, dia lagi giat belajar bicara, rasa ingin tahunya makin tinggi, inginnya eksplorasi segala macam. Sekarang dia lagi suka buka kunci pintu sendiri, naik mobil sendiri tanpa dibantuin, dorong-dorong stroller ke taman (bukan naik stroller hahaha), dan masih banyak lagi.
Tentunya butuh perhatian ekstra buat ibuk yang sehari-hari di rumah sama Z. Kerjaan rumah seringkali terbengkalai karena Z maunya ditemani main :)) kalau kepepet ya disambi mengerjakan sama Z. Tapi ngerjakan aktivitas bareng juga bermanfaat buat Z 'kan, sebagai sarana ia belajar.

Kemarin Z sudah main aktif banget di IKEA. Jadi hari ini ibu putuskan kami di rumah aja. Lumayan, Z bisa tidur siang hingga 2 jam di rumah.

Lalu kegiatan lainnya apa aja?

Kamis, 24 Agustus 2017

'Playground' Gratis di IKEA Untuk Toddler (Family Project #10)

Assalamu'alaikum! Hari ini bapake masih dinas, tapi ada kakung sama uti yang datang dari Surabaya. Tujuan kakung uti mau ke Mangga Dua dan IKEA untuk mencari beberapa barang kebutuhan usahanya di Surabaya. Dapat dipastikan dengan tujuan tersebut, pulangnya malam. Aku dan Zaki diajak menemani, karena kalau nggak ikut, kapan lagi ketemu kakung utinya. Tak lupa aku bawa cemilan yang banyak buat Z: sereal sebagai camilan, roti bakar, nasi dan lauk seadanya buat bekal kalau kepepet.


Alhamdulillah di jalan Zaki cukup kooperatif. Meski macet hampir 2,5 jam ke Mangga Dua, kami menikmati perjalanan dengan melihat aneka kendaraan dan bangunan, plus Z sempat tidur 1 jam. Di Mangga Dua pun ternyata Z bisa menikmati. Kalau bosan, mulai deh main naik turun eskalator sama kakung.

Sampai di IKEA, hari sudah sore banget. Uti masih harus cari banyak barang untuk keperluan kantornya di Surabaya. Aku putuskan kami berpisah aja, aku dan Z ke bagian mainan anak-anak, kakung uti cari barang belanjaan.

Woalaaah ternyata di bagian mainan anak, Z senang bukan main! Segala boneka dipeluk satu-satu. Tenda dimasukin. Kursi kecil didudukin. Main masak-masakan. Main kasir-kasiran (kalkulator kasir dijejer-jejer). Merangkak di terowongan. Hampir 2 jam rasanya ibuk nemenin Z main di sana :D

Alhamdulillah Z ga minta beli mainan. Juga ga minta bawa pulang mainan apapun. Dari kecil memang Z gak diajarin konsep 'ayo beli mainan di toko mainan', tapi lebih ke 'silakan main-main di toko mainan' (khusus mainan yang dipajang yaaa).

Aku belajar teknik ini dari kakak ipar sih. Anaknya ga pernah tantrum karena minta beli mainan di toko mainan. Di mindset si anak, toko mainan bagaikan playground. Mau mainin ya main di toko aja.

Jadi aku coba juga deh, dari jaman Z kecil, aku sukanya beli mainan pas nggak ada Z. Nanti mainan tersebut diberikan ke Z di rumah. Kalau ke toko mainan, sebut saja ELC yang mainannya mahal-mahal itu, kubiarkan saja dia main bebas di permainan yang dipajang buat contoh. Sampe puas deh! Pernah pengalaman lihat Z main seru banget salah satu mainan, lalu kubelikan aja, ehhh sampai rumah nggak dimainin. Hiks =_="

Oiya, karena dia suka mainin barang di toko mainan, kadang ditawarkan beli pun si bocil ngga mau lho. 
"Mau beli ini nggak Z?" 
"Endaaakkk..." 
"Kalau yang ini?"
"Endaaaaaaaakkk..."

Pernah juga kejadian dia kutawarkan mainan di toko, ehhh malah merajuk minta beli 2 mainan yang sama persis. "Dua!!! Samaaa!!!" Katanya. Karena dia lagi suka ngumpulin barang-barang 'kembar' di rumah, misalnya botol sampo yang sama, lalu balok-balok yang sama, dll. Yah masa ibu beli 2 mobilan yang sama T_T Akhirnya ya gak kubeliin, tapi Z jadi marah-marah keingetan mainan satunya yang nggak jadi dibeli. Lha wong mainannya sama :))) Ibu gak beliin lah.

Balik lagi ke kisah main hari ini di IKEA, alhamdulillah Zaki seneng banget mainnya! Puas! Apalagi hari ini weekdays, IKEA lumayan sepi. Kalau weekend, pasti rame rebutan mainan sama anak kecil lain. Serunya di IKEA, semua mainan yang dijual ada yang dipajang dan boleh dimainkan sesuka hati. Zaki main semua ini:


MOTORIK KASAR
1. Main keluar masuk terowongan tenda dengan merangkak. Merangkak ini bagus lho buat latihan keseimbangan, pengaruhnya baik juga ke salah satu bagian otak (lupa nama bagiannya, nanti dibrowsing lagi).
2. Naik turun kursi dan kasur pajangan :p


MOTORIK HALUS
1. Main memasukkan bentuk balok ke rumah-rumahan kayu
2. Pencetin segala macam tombol yang bisa dilihat (di kompor-komporan, di mainan mesin kasir)



ROLE PLAY (Kreativitas & Imajinasi)
1. Main masak-masakan (gak cuma anak cewek kan yang boleh masak? Anak cowok juga harus bisa masak lho, karena lifeskill!)
2. Main kasir-kasiran


Seru banget ya nak di IKEA! Nanti gedean lagi bisa main di Smaland di lantai dasar, tempat buibuk bisa nitipin bocah 30 menit hehehe. Kalau sekarang sih masih belum bisa, karena Z pasti nyariin emaknya :D

PS: Karena tampaknya Z kecapekan main, bobok malamnya jadi sering kebangun-bangun terus... Ibuknya harus ngelonin terus deh :D Besok istirahat yaaa naaaak... Besok bapak pulang dinas ^^

#MyFamilyMyTeam #Tantangan10Hari #Day10 #Level3 #KuliahBunsayIIP

Selasa, 22 Agustus 2017

Jenis Bra Menyusui yang Perlu Busui Tahu

Assalamu'alaikum, Busui!

Kalau kamu bukan calon ibu / ibu hamil / menyusui, skip aja deh postingan kali ini, karena aku mau membahas serba-serbi... ehem... nursing bra a.k.a bra menyusui! Maksudnya, bapak-bapak ga usah baca hihihi (kecuali mau beliin istri, boleh lah).


Kenapa sih topik ini penting untuk dibahas? Karena, ternyata bra menyusui itu sangat banyak jenisnya. Serius deh waktu pertama kali aku hunting bra menyusui di masa hamil, aku bingung dengan bra yang ditawarkan di pasaran. Mau beli model apa, ukurannya gimana. Nanti aku bahas juga tips-tips seputar bra menyusui ini. Semangat menyusui, ya moms!

Kegiatan Sederhana (Lagi) Untuk Toddler (Family Project #9)

Assalamu'alaikum!

Beberapa hari terakhir ini, aku dan Z banyak menghabiskan hari di rumah saja. Selain karena sekarang tiap pagi ada bu ART pulang pergi (bersih-bersih dan menyetrika), juga karena sepertinya tiap weekend kami terlalu banyak aktivitas dan perjalanan sehingga butuh recharge istirahat di rumah selepas weekend.

Kegiatan Rumahku, PAUD-ku sederhana saja. Kegiatan sehari-hari seperti ini, yang kalau aku pikir-pikir, sepertinya banyak manfaatnya juga :D

1. Lepas pasang Stiker - Bukan Permainan Biasa!

Ibu punya stok stiker dinding dari tahun 2013 yang belum ditempel-tempel juga. Kelebihannya stiker dinding, kalau ditempel dimanapun nggak meninggalkan bekas lem. Cocok banget lah buat menyalurkan hasrat Z yang pengen tempel-tempel.

Untuk anak seusia 21 bulan seperti Z, sepertinya masih terlalu dini untuk mengajarkan estetika tata letak stiker. Jadi ibu biarin aja dia nempel sesukanya, meskipun ditempelnya tumpuk-tumpuk. Dalam hati ibu pun gemes pengen mengarahkan supaya posisi nempelnya agak bagusan dikit, tapi ibu tahan-tahan hahahahaaa.

Senin, 21 Agustus 2017

Ibu Ikut Workshop Tudung Saji :D (Family Project #8)

Assalamu'alaikum!
Family Project Day 8: 20 Agustus 2017 - Institut Ibu Profesional








Hari ini, ibu kerjasana dengan bapak. Ibu mau ikut kegiatan workshop Rumah Belajar Sew & Craft-nya Institut Ibu Profesional Jakarta. Ibu perkirakan, nggak mungkin membawa Z karena di usianya yang menjelang 2 tahun, Z maunya main aktif, nggak mungkin diminta duduk diam selama 2 jam. Bapak menyanggupi untuk mengasuh Z selama ibu belajar di workshop.

Menitipkan Z pada bapake
Ibu siapkan perbekalan Z, makan siang makaroni schotel, cemilan ada pudding dan sereal, juga ada susu UHT Ultra Mim* plain. Sempat kuatie karena jam workshop mendekati jam tidur siang Z, dimana tiap kali ngantuk pasti Z cari mimik ibuk. Dan sempat merengek minta ikut ketika ibu turun dari mobil di dekat tempat workshop. Bismillah. Bapak udah yakin bisa 'pegang' Zaki, ibu pun harus yakin bahwa bapak bisa!
Maka ibu pun workshop dengan tenang, plus dikirimi update foto-foto Z yang diajak ke rumah eyang sama bapake. Siangnya Z pun diajak main ke mall dan tidur di gendongan bapak. Alhamdulillah. Makasih yaaa bapak udah nemenin Z!



Cerita di workshop
Workshop Tudung Saji ini dilaksanakan di rumah kak Galuh The Semut yang super kreatif. Menengok rumahnya, lengkap peralatan kerajinan tangan beserta produk hasil kerajinan decoupage, sarung bantal hias, boneka bantal, dan kini kami mau membuat tudung saji cantik.


Di tempat workshop alias rumah kak Galuh, sudah disediakan 8 set alat dan bahan membuat tudung saji. Awalnya nggak kepikiran, gimana caranya bisa bikin tudung saji secantik buatan kak Galuh. Pelan-pelan kami diajari langkahnya yang ternyata mudah, ASALKAN tekun dan sabar. Kerajinan tangan emang butuh kesabaran.

Sambil membuat tudung saji, obrolan pun mengalir ringan dan hangat. Duh rasanya sudah lama banget aku nggak ikut acara ngumpul-ngumpul begini (tanpa digelendotin bocah hehehe). Rasanya seperti me time. Mengobati juga kerinduanku pada kegiatan crafting.

Nggak terasa jam sudah lewat pukul 12 siang, tudung saji masih belum selesai. Cek-cek whatsapp, Z masih aman kata bapake. Katanya sedang diajak ke mall rame-rame sama eyang kakungnya. Peserta workshop sudah pesan makanan mie ayam, nasi goreng, dan kwetiaw. Yang sudah kelaparan langsung makan deh :D

Akhirnya tudung sajiku selesai pukul 13.30-an. Akupun memesan gojek untuk pulang.

Bahagia banget hari ini bisa ikutan workshop tudung saji di rumah kak Galuh. Workshop ini terasa sangat humble di tengah tren workshop mahal di kafe kekinian. Workshop ini mempertemukan aku dengan ibu-ibu profesional yang ramah, sederhana, dan menyimpan sejuta kisah inspiratif.

Banyak peserta yang bawa anak, ada kegiatan melukis bantal buat anak-anak (tapi anak-anaknya sudah lewat masa balita sih, ngga ada yang seumur Z :D)
Aku banyak mengambil hikmah dari obrolan ringan di kala workshop. Terima kasih kak Galuh sharing ilmunya. Terima kasih kak Annisa sharing pengalaman hidupnya, dan dedikasinya jadi ketua rumbel sew & craft. Terima kasih IIP.



#institutibuprofesional #rumbelsewcraft #tantangan10hari #level3 

Sabtu, 19 Agustus 2017

Hari Sabtu Untuk Silaturrahim (Family Project #7)

Assalamu'alaikum!

Hari ini Sabtu, artinya ada bapak di rumah! Yeaaayy!! Hampir tiap hari libur sepertinya kami selalu pergi keluar rumah, entah makan di luar (membebaskan ibu dari tugas memasak hehhe) atau jalan-jalan. Hari ini, kami ada banyak agenda:

Silaturrahim ke mas Makmun & istri yang baru punya baby!

Kegiatan Edukatif di Rumah Untuk Toddler (Family Project #6)

Assalamu'alaikum!

Gimana kabar Rumahku, PAUD-ku hari ini?
Hari ini, Z terlanjur mengawali hari dengan menonton Youtube di TV (lagu-lagu anak) karena emaknya butuh fokus di dapur buat masak yang belum kelar. Untuk menebus kesalahan tersebut (kebanyakan screen time), waktu aktivitas fisik motorik dan sensorik kudu ditambah yaaa...


Jam 10 siang Z diajak beli sayur di pak sayur. Aku beli buncis untuk dimasukkan ke sop. Masak sop selama Z tidur siang. Surprisingly, ketika makan sop, dia mencomot potongan buncis dan bilang, "Buncis!" Terharu ibu nak, betapa kuat daya tangkapmu, mengenal sayuran yang tadi ibu beli. Inilah mengapa sebagai ortu kita harus jaga ucapan dan perilaku ya, karena satu kali saja terucap, otak anak bisa sudah merekam.

Aktivitas hari yang cukup bermanfaat (hahaha) ini selain belanja sayur:
1. Main Mencocokkan dan Memasang Tutup Tempat Bekal
Mayan juga nih punya tempat bekal 1 set isi 4 warna warni (ini merk dr. Brown, kalo ada yang penasaran). Aktivitas sederhana yang cukup mencuri perhatian dan konsentrasi Z selama 5 menit.


Tujuannya, melatih kepekaan terhadap warna (merah dipasangkan dengan merah, dsb) dan melatih kekuatan & keterampilan tangan untuk menutup tempat bekalnya. Tutup tempat bekal ini berulir, kadang Z nutupnya agak miring (nggak rapat). Tapi untuk bocah seusianya (21 bulan), sepertinya memang wajar sih kalau belum bisa presisi :D

Setelah mencocokkan per warna, Z pun memutuskan membongkar semuanya dan memasang warnanya sembarangan heheheeee nggak mau diatur-atur. Lalu ia juga sempat menumpuk-numpuk tempat bekal jadi menara. Sederhana yaaa perlengkapannya, tapi lumayan banyak ide cara mainnya.

2. Main Pom Pom
Cukup menyediakan pom pom, capit kecil, dan wadah-wadah, jadilah permainan. Z menikmati main capit pom pom untuk memindahkannya dari wadah satu ke wadah lainnya (melatih motorik halus dan kekuatan otot tangan, serta koordinasi tangan dan mata). Setelah dapat 5-10 pom pom biasanya dia sudah gak sabar dan langsung menuang semua pom pom ke wadah satunya :))) Kalau dipikir-pikir, ini negatifnya adalah 'belum bisa bersabar'. tapi positifnya adalah 'Z akhirnya tahu cara praktis memindahkan pom pom tanpa repot mencapit satu-satu', kreatif juga ya :p

Kalau sudah bosan, pom pom bisa dimasukkan ke wadah dan pura-pura main jualan kue. Nanti ibu yang jadi pembeli, mau beli kue pom pom merah, atau pom pom pink, dst. Lumayan supaya makin terlatih mengenal warna :D

3. DIY Puzzle dari Kardus
Behubung belum punya mainan puzzle buat toddler (yang biasanya terbuat dari kayu), ayok lah bikin sendiri versi sederhananya. Cuma modal menggambar di kertas, tempel di kardus, potong deh.


Puzzle kali ini bertema kendaraan. Karena masih belum tau kemampuan Z dalam merangkai puzzle, ibu potong jadi 2 saja gambarnya. Ternyata.... anaknya memang belum bisa menyambungkan puzzle-nya sesuai arah yang benar. Kalau untuk mengumpulkan ungu dengan ungu, kuning dengan kuning sesuai warna kendaraan, Z bisa. Pada akhirnya puzzle disusun jadi kereta-keretaan sama Z :))) Wes sakkarepmu nak, gunakan imajinasimuuuu...

4. Sensory Play Tepung, Air, dan Warna
Menjelang jam mandi sore ibu siapkan kegiatan yang super simpel juga, pakai tepung terigu, pewarna makanan, dan air. Maksud hati ingin mengenalkan Z ke sensasi main tepung dicampur air yang terasa lembek-lembek becek. Tapi sesuai dugaan, Z jijik kena campuran tersebut. Dari kecil, Z memang agak takut dengan tekstur seperti creamy, bahkan ketika pegang kue ultahnya dulu, Z nangis histeris ketika tercolek krim kue hihihi.

Ibu masih cari cara, gimana ya supaya Z gak jijikan. Nanti kudu dibrowsing deh :)

Dari permainan ini, ia tertarik sama pewarnanya aja sih. Mungkin besok-besok main pewarnanya pakai es serut juga seru kali ya.


---

Malam setelah bapake pulang kantor, sambil cuci piring ibuk bilang ke bapak. "Pak, anaknya temenin main yang edukatif ya. Jangan dibiarin main sendiri terus bapaknya HP-an..." Ehehehe bapake ngguyu. Z pun lanjut bermain sama bapak. Main pom pom dan puzzle. Sambil ngoceh-ngoceh ceria. Happy deh PAUD-nya aktif sampai malam, nggak nyetel Youtube lagi :D

#KuliahBundayIIP #Tantangan10Hari #MyFamilyMyTeam #Level3 #Day6

Jumat, 18 Agustus 2017

Main Ke Rumah Eyang, Ngapain Aja? (Family Project #5)

Assalamu'alaikum,

Melanjutkan project Rumahku, PAUD-ku yang lalu, kali ini rombongan PAUD (bapak ibu dan Z hehehe) main ke rumah Eyang (baca: ibu bapaknya suami, a.k.a mertuaku) yang berjarak sekitar 1 jam dari rumah. Ibu berangkat duluan hari Rabu naik Gocar, bapake menyusul pulang kantor langsung ke rumah Eyang. Kami menginap hari Kamis malam.

Poin-poin pembelajaran yang didapatkan ketika bermain ke rumah Eyang adalah...
1. Silaturrahim, karena di rumah Eyangnya, Z bisa bertemu eyangkung, eyang putri, oom, tante, dan sepupunya. Z belajar kalau bertamu, salam dulu ke orang yang lebih tua.

2. Bisa main Lego Duplo punya kakak sepupu Z yang melatih motorik halus, kekuatan tangan, kertelitian, dan kesabaran. Mulai akhir 20 bulan, Z sudha mulai senang menyusun Lego Duplo yang kotak-kotak sampai tinggiiii.. Meski kadang kalau nggak presisi kan nggak bisa nancep, di situlah Z suka frustrasi dan berakhir marah-marah lempar Legonya :D Sabar yaaaa naaakkk...

Selasa, 15 Agustus 2017

Rumahku, PAUD-ku + Kegiatan Toddler (Family Project #4)

Assalamu'alaikum!

Jaman sekarang, semua ibu pastilah sadar kalau pendidikan anak dimulai dari rumah. Kecerdasan kognitif, afektif dan psikomotorik anak, sesungguhnya adalah tugas orang tua untuk mengembangkannya sebelum anak belajar di luar.

Ada banyak metode-metode pendidikan anak usia dini, namun saat ini aku sedang tertarik untuk mempelajari Montessori. Setelah lama ingin belajar namun nggak gerak-gerak juga, adanya Tantangan 10 Hari di kelas Bunda Sayang (tema: Family Project) yang kuikuti membangkitkan lagi semangat untuk action. Tentunya ibu nggak bisa gerak sendirian dong. Ibu butuh dukungan bapak juga :D


Project Rumahku, PAUD-ku ini sebenarnya dimulai Sabtu lalu, yaitu dengan ibu membeli buku Montessori di Rumah, karya Elvina Lim Kusumo yang merupakan founder @IndonesiaMontessori. Ternyata di buku itu ada penjelasan yang lumayan lengkap mengenai metode Montessori, yang dulu cuma kupelajari via kulwapp dan browsing tak terstruktur. Kok nggak dari dulu yaaa aku belinya.

Namun di buku tersebut, kegiatannya lebih ditujukan ke anak umur 3 tahun ke atas. Gak papa lah, mari kita sesuaikan saja dengan kemampuan dan minatnya Z yang sekarang berusia 21 bulan.

Jadiiii... kegiatan Rumahku, PAUD-ku hari ini adalah:
1. Bermain ke Taman
Pagi-pagi, Z sudah minta main ke taman. Seperti biasa, dia suka main perosotan. Sekitar 4 kali merosot, lalu minta main yang lain. Ayunan, lari-lari, dorong stroller. Sempat juga pipis di WC taman, karena sedang belajar nggak pakai diapers. Yah meski sampai rumah ternyata kebobolan celananya basah juga, diem-diem dia pipis hahahaa. Masih belajar yaaa nak!

Aktivitas ke taman ini sangat bermanfaat untuk fisiknya (motorik kasar), mengenal alam/lingkungan (lihat tanaman, lihat kucing), dan sosial (menyapa tetangga dalam perjalanan ke taman, belajar bergantian main perosotan). Tentu saja main ke taman adalah tugas ibu menemani Z, karena bapake 'kan kerja ;)

2. Bermain Beras ala Montessori
Pulang dari taman, Z agak rewel karena frustrasi bermain rel kereta Thomas. Dia pengen bisa pasang rel sendiri, padahal 'kan sebetulnya mainan gitu buat anak 3 tahun ke atas yaaaa yang pincer grasp-nya sudah lebih terlatih... Jelas aja Z belum bisa masang dengan presisi. Ibu putuskan untuk menyiapkan permainan sensorik ala Montessori yang sangat mudah dan cepat: Main Beras!!

Untung kemarin sudah beli wadah plastik yang cukup besar untuk alas main Z. Ibu siapkan beras hitam yang sudah lama nggak dimasak, juga beras putih. Ibu juga menyiapkan corong, botol kecil (pake botol ASI wkwkwkk) dan sendok bebek. Ibu contohkan menuang beras, selanjutnya terserah Z mainnya gimana.

Di buku Montessori di Rumah, dijelaskan pentingnya area bermain khusus (entah meja ukuran anak-anak atau alas bermain di lantai) untuk memberi batasan wilayah kegiatan work-play Montessori. Aku cari alas seadanya di rumah, adanya karpet puzzle. Belakangan, aku menyadari alas ini agak nggak cocok karena kalau berasnya tumpah-tumpah bersihinnya susah hahaha.


Z lumayan anteng lho main tuang-tuang beras, meski selama bermain, ibu harus selalu mendampingi supaya nggak terjadi huru-hara misalnya beras dituang ke lantai :P atau minimal supaya berasnya nggak dimakan.

Dengan bermain beras ini, Z bisa merasakan tekstur beras berbutir kecil (kata Z "Kayak pasir gedeee..."), belajar konsep banyak dan sedikit (dari wadah yang diisi beras - ada yang banyak dan ada yang sedikit), belajar konsep penuh dan kosong, mendengar suara beras ketika mengisi botol, juga mendengar suara botol beling yang menggelinding, menandakan itu botol kaca, harus hati-hati karena bisa pecah.

Aktivitas bermain beras ini dilakukan 3 kali atas keinginan Z. Siang, sore, dan petang ketika bapake pulang kantor. Z langsung semangat menunjukkan permainan beras pada bapak yang mengambil tugas menemani Z main saat ibu menyiapkan makan malam. Ternyata pas main sama bapak, terjadi kekacauan berasnya tumpah-tumpah di lantai, dan bapak pun memendam ngomel wkwkwkwk. Akhirnya sapu-sapu sama si bocah :)))

3. Bermain Petik Bola
Permainan ini juga disukai oleh Z sejak ia bisa berdiri. Sangat cepat disiapkan, nggak sampai 1 menit! Caranya, rentangkan selotip besar, lalu tancapkan bola-bola plastik untuk 'dipetik'. Bisa juga pura-pura kalau bolanya itu buah, misalnya yang merah = apel, yang oranye = jeruk, dst.

Semua bola, Z yang pasang!

Kali ini, ibu biarkan Z memasang bolanya sendiri. Z semangat banget mengisi selotip sampai penuh bola. Ia belajar tekstur lengket dari selotip. Ia juga belajar, ada 2 sisi selotip: sisi yang lengket dan sisi yang licin. Belajar warna? Tak diragukan lagi dong :D Karena bolanya warna-warni, bocil bisa diminta menyebutkan warna-warna bolanya ketika dipasang.

4. Ke Masjid Sama Bapak
Jujur, aku sangat senang kalau Bapake pulang sebelum maghrib karena bisa 'me time' sebentar untuk sekedar menyelesaikan masak dengan tenang, mandi tanpa grusa grusu, dan solat tanpa digelendoti bocah hihihi. Bocil suka minta ikut bapake ke masjid, nggak lupa pakai peci dan sarung kecil.

Ini juga reminder buat Bapak supaya sebisa mungkin solat di masjid, karena Children See, Children Do. Semoga kenangan masa kecil Z solat bersama bapak, jadi kenangan yang indah. Moga bisa menumbuhkan fitrah spiritual dan kecintaan untuk sholat ya nak!

#KuliahBundayIIP #Tantangan10Hari #MyFamilyMyTeam #Level3 #Day4

Senin, 14 Agustus 2017

Family Project Day 3: Mengurangi Sampah & New Ideas!

Assalamu'alaikum!

Hari ini, aku mulai lebih tertib memilah sampah di rumah. Entah bagaimana caranya, sejak memulai project kok sepertinya sampah malah jadi berkurang :D Kayaknya mau nyampah jadi mikir-mikir dulu deh hehehe. Mau boros tisu, eh mending pakai kain lap saja. Mau beli susu kotakan kecil-kecil, ah tapi sampahnya banyak. Kemasan besar saja lah. Sederhana ya :D

Hari ini, aku juga memberanikan diri mencoba toilet training Z (21 bulan) selama sore hari. Hitung-hitung, mengurangi sampah popok. Meskipun 30 menit sekali harus ditawarkan pipis. Dan sempat pipis di celana tanpa bilang-bilang ketika jalan-jalan sore ke taman. Tau-tau di rumah, celananya udah basah aja, entah sejak kapan dia pipis. Z masih belum merasa risih dengan celana basah. Hmmm nggak papa, pelan-pelan latihan ya nak. Ibu juga sadar belum bisa melepas Z sepenuhnya dari diapers karena ia juga masih nyusu tiap tidur. Terbangun dikit, minta nyusu. Gitu terus sepanjang malam (dan tidur siang), sehingga tiap pagi diapers-nya pun selalu penuh pipis. Mungkinkah baru bisa full lepas diapers setelah disapih?

Yang bingung, ketika dapat rejeki nasi kotakan. Bingung deh ini memilahnya bagaimana. Akhirnya sampahnya dipisah betul-betul: sisa makanan masuk ke sampah organik, plastik-plastiknya dipisahkan.

Mau diapakan sampah organik hari ini?Setelah kubaca-baca di Cara Sederhana Membuat Kompos Skala Rumah Tangga, sepertinya besok sampah organiknya akan kutimbun di dalam pot, karena lahan tanah di rumah amat sangat sempit. Ini isi artikelnya, di bagian "...bagi rumah tangga yang tidak memiliki lahan..":

  • Sediakan ember, pot, kaleng bekas, ataupun wadah lainnya.
  • Lubangi bagian dasar dan letakkan di wadah yang dapat menampung rembesan air dari dalamnya.
  • Masukkan sampah organik ke dalam wadah (drum) setiap hari. 
  • Taburi dengan sedikit tanah, serbuk gergaji, atau kapur secara berkala. 
  • Bila terdapat kotoran binatang bisa ditambahkan untuk meningkatkan kualitas kompos. 
  • Setelah penuh, tutup drum dengan tanah dan diamkan selama dua bulan.
  • Wadah siap dijadikan pot dengan kompos di dalamnya sebagai media tanam.


Di artikel aslinya, lengkap tuh tips bagi yang punya lahan (melibatkan proses menggali libang di tanah sedalam 50 - 100 cm), dan lahan terbatas (melibatkan penggunaan drum yang ditanam 10 cm dari permukaan tanah).

---
Hari ini, suami belum ada kontribusi di Family Project, berhubung habis subuh sudah berangkat ke kantor dan baru sampai rumah lagi pukul 8.30 malam. Duh kasihan, capek ya paaaak...

Tapi kami sempat ngobrol-ngobrol berkualitas dan terlontar beberapa ide project yang dapat kami lakukan:

  1. Project Merapikan Kamar Atas (dari "gudang" menjadi kamar yang dapat ditempati). Sasaran kamarnya ada 2, di rumah kami, dan di rumah mertua.
  2. Project Sosial: Memberi Makanan Untuk Pak Satpam. Tapi istri sudah protes duluan kalau istri yang harus masak hihihi... Lha wong kadang di rumah aja cuma bisa sempat nyeplok telor buat makan siangku dan bocil wkwkwkk
Tunggu besok yaaa untuk update-an project selanjutnya! Kamu ada ide family project apa untuk keluargamu?

#Level3 #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #MyFamilyMyTeam #Day3

Minggu, 13 Agustus 2017

Family Project Day 2: Memulai Pilah Sampah!

Assalamu'alaikum!
Kalau ada yang baca postingan sebelumnya, minggu ini aku sedang mengerjakan Tantangan dari Institut Ibu Profesional kelas Bunda Sayang, berupa Family Project. Apa itu Family Project, bisa dibaca di post sebelum ini, ya..

Hari ini Minggu. Sejujurnya aku bingung, project apa yang harus dilakukan. Di antara sekian banyak ide project, mana yang mau dikerjakan di hari spesial ini, karena hari Minggu ada bapake di rumah. Sementara kalau weekdays, bapake berangkat jam 6 pagi dan pulang sehabis magrib.

Bapake kepingin nge-mall, ada barang yang mau dilihat. Rencana kami di mall sebentar saja. Tapi namanya bawa toddler yaaa, akhirnya lama juga di mall karena pas jam tidur Z kami putar-putar Z dulu di stroller sambil jalan-jalan.

Tau-tau sampai rumah udah sore aja T_T, mamak pun harus segera masak makan malam. Lhaaaaa.... lalu mana Family Project-nyaaaa... Rasanya aku terlalu nge-push suami tentang Family Project, dikit-dikit ngomongin project, sampai ia bisa jadi kurang semangat ikutan. Di kantor sudah mikir, eh di rumah disuruh mikir lagi sama istrinya =_=" Hmmm harus balik ke materi Komunikasi Produktif lagi, nih gimana quality talk sama pak suami.

Di dapur, saat semua anggota keluarga berkumpul + ada adikku (yang tiap weekend menginap di rumahku), kumulai saja project Memilah Sampah. Hal yang sederhana, tapi sebenarnya penting.

Project Day 2: 
Memilah Sampah Di Rumah
Tujuan: Cinta lingkungan, cinta kebersihan

Betapa kita sebagai manusia, sesungguhnya sudah dzolim sama bumi. Sampah-sampah yang kita hasilkan tiap hari, ujung-ujungnya tertimbun di TPA.

"Kan ujung-ujungnya walau dipisah, hasil akhirnya ke TPA juga?"
"Kalau pemilahan & daur ulang sampah yang modern seperti di Jepang, harus ada dukungan pemerintah kan?"

Nah kalau nunggu pemerintah, kita mau tetap begini sampai kapan? Harus memulai suatu gerakan dari rumah. Setelah didiskusikan, sampah yang akan dipilah di rumah adalah sebagai berikut:
1. Sampah makanan/sayuran yang dapat terurai
2. Sampah kemasan yang tidak berguna (misal plastik bekas mi, disposable diapers, baterai)
3. Sampah yang bisa bermanfaat untuk pemulung (misal botol bekas, dus susu cair)

Rencana jangka panjangnya, kami ingin membuat pengolahan kompos sederhana, misalnya biopori, untuk sampah-sampah nomor 1 (sampah makanan yang bisa terurai). Lalu poin nomor 2, kemasan-kemasan tak berguna, juga baiknya dikurangi. Karena pada akhirnya akan sampai di TPA juga, mengotori bumi juga T_T Duh ini nih yang bikin pengen cepet-cepet ngelatih Z toilet training, biar sampah diapers-nya berkurang.

Satu ide project, komitmennya jangka panjang yaaa.. Bismillah. Besok, aku akan belajar lebih banyak lagi alternatif pengolahan sampah apa saja yang bisa digunakan di lahan terbatas.


#KuliahBundayIIP #Tantangan10Hari #MyFamilyMyTeam #Level3 #Day2

Sabtu, 12 Agustus 2017

Persiapan Family Project & Staycation di Hotel

Assalamu'alaikum!

Di kelas Bunda Sayang (Institut Ibu Profesional) bulan ini, ternyata Tantangan 10 Hari kami adalah... Family Project! Sebelum melangkah lebih jauh ke Project keluarga kami, ini nih prolognya... Diambil dari materi yang disampaikan bu fasilitator. Semoga cukup memberi gambaran yaaaa mengenai Family Project :) Nanti di bawah akan ada tulisan mengenai Family Project Day 1 kami. Apa yaaaa....


---
Apa itu Family Project?
Family Project adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.

Manfaat Family Project?
Family Project merupakan salah satu sarana pendidikan bagi seluruh anggota keluarga. Saat ini semakin sedikit keluarga yang menerapkan konsep pendidikan di dalam rumahnya, banyak diantara mereka menjadikan rumah sebagai sarana berkumpulnya anggota keluarga saja tanpa adanya aktivitas pendidikan. Jadi hanya sekedar berkumpul tanpa makna.

Family Project juga menjadi salah satu sarana untuk membangun “bonding” di dalam keluarga. Tercipta ikatan batin antar anggota keluarga, sehingga hubungan menjadi semakin indah dan harmonis.

Selasa, 08 Agustus 2017

Japan Trip: Osaka Castle & Dotonburi

Assalamu'alaikum!

Trip ke Jepang sudah berlalu di bulan April 2017 yang lalu, tapi baru sekarang aku berani buka folder foto-foto selama di sana. Kenapa baru berani? Karena... semuanya kenangan indah, terlalu menyakitkan saat aku merasa ingin kembali, mengulang masa itu lagi #tsaaaahhhh...


Hehehe... Lebay deh ya. Eh tapi bener sih, lihat foto liburan tuh rasanya campur aduk. Bahagia dan kangen jadi satu. Karena di liburan kali ini, aku jalan dengan kakung uti, serta Z si cucu semata wayang. Entah kapan 'kan ada momen begini lagi. Dan karena kebanyakan foto, emaknya Z bingung deh mana yang mau dimasukkan ke blog :P Makanya lama banget baru terbit postingan Jepang.

Perjalanan kami di Osaka, menurutku adalah satu hari di antara hari-hari liburan lainnya yang paling membahagiakan (bagiku dan baby Z). Pagi hari di apartemen, setelah diskusi, kami memutuskan mau berkunjung ke taman di Osaka Castle, dan lanjut ke Dotonburi. Banyak objek menarik lainnya di Osaka yang terpaksa kami skip karena keterbatasan waktu sambil bawa bocah kecil 17 bulan. Apa sih menariknya Osaka Castle dan Dotonburi?

Senin, 07 Agustus 2017

Aku #Hijabisa Mengatasi Masalah Rambut!

Assalamuálaikum!

Sebagai wanita berhijab, masalah rambut apa sih yang paling mengganggu buat kamu? Kalau aku, berhubung kepala sering tertutup jilbab, rambut sering terasa lepek dan ujung-ujungnya jadi gatal. Paling malu-maluin sih kalo suami bilang, jilbabnya bau apek... padahal itu dari rambutnya kali ya hahaha. Aib banget sih ditulis di blog segala XD


Beruntunglah sekarang sudah ada Rejoice 3 in 1 untuk Hijab yang hari Senin 31 Juli lalu baru saja di-launching di Soehana Hall. Terima kasih undangannya ya, Indonesian Hijab Blogger :)

Launching Rejoice 3 in 1 Hijab ini sangat berkesan, karena banyak acara-acara menarik yang 'tidak biasa'. Di awal hadir, para blogger disuguhi hidangan makan siang lezat dan cantik. Pas banget perut sedang lapar saat jam makan siang. Ada canape hidangan manis-manis memanjakan mata, hingga makan berat nasi dan lauk pauk. Yum!



Pengalaman 3 Tunnel Kebaikan Rejoice 3 in 1 Hijab

Uniknya, sebelum memasuki ruang acara, pintu masuk Hall disulap menjadi tunnel atau terowongan yang menggambarkan 3 manfaat Rejoice 3 in 1. Tunnel pertama yaitu Tunnel Kesegaran, menggambarkan pada kami bagaimana segarnya keramas dengan Rejoice 3 in 1. Ada hembusan angin segar, juga mbak SPG yang memberikan sample wanginya Rejoice pada kami lewat selembar kertas seperti kertas sample parfum. Rahasia kesegaran Rejoice ada pada Cool Menthol yang bikin kulit kepala tetap dingin dan segar meski panas menyengat.


Kedua, ada Tunnel Anti Ketombe, yang kondisinya gelap! Saat kami menginjak suatu papan di lantai, lampu fluorescent menyala, menunjukkan apakah ada ketombe yang jatuh di pakaian kita. Kreatif juga ya idenya, cara kerja lampu fluorescent 'kan membuat segala warna cerah (misal putih) jadi glow in the dark. Hati-hati yang di pundaknya ada ketombe, pasti kelihatan :D Nah, Rejoice mengandung ZPT yang merupakan formula anti ketombe, jadi kitta nggak perlu khawatir rambut ketombean meski selalu ditutup hijab.
Pegang rambut yang sudah dikeramasi dengan Rejoice Hijab 3 in 1





Tunnel terakhir adalah Tunnel Kelembutan, dimana kami ditunjukkan sampel rambut yang telah dikeramasi dengan Rejoice 3 in 1 dan rambut dengan sampo lainnya. Ternyata memang rambut dengan Rejoice lebih lembut lohhh buibuk! Hal ini karena ada kandungan Hot Oil di dalam formulasi Rejoice yang menutrisi rambut agar lembut hingga ke ujungnya.

Foto di depan Tunnel, ada bocah yang ngintilin ibuk :P
Setelah melewati 3 tunnel tersebut, kami ternyata sudah masuk ke dalam ruangan dengan panggung yang keren! Ada apakah gerangan?

Konser Fatin Shidqia, Aku #Hijabisa!

Ternyata ada konser lagu baru Fatin Shidqia, sodara-sodaraaaa... Cewek berhijab dengan suara emas, pemenang salah satu kontes bakat di Indonesia ini, memang sangat bertalenta! Akhirnya aku bisa menyaksikan langsung penampilannya dan mendengar langsung suaranya, yang memang betul-betul bagus!


Single terbaru Fatin yang berjudul Aku #Hijabisa terinspirasi oleh 3 keistimewaan Rejoice 3 in 1. Melalui lagu ini, Fatin berharap para hijabers bisa fokus mengejar impian mereka, karena permasalahan rambut sudah ditangani oleh Rejoice ;) Fatin pun resmi dinobatkan sebagai Brand Ambassador Rejoice Hijab 3 in 1.

Oiya ada tips juga dari Fatin untuk wanita berhijab. Setelah keramas, pastikan rambut sudah kering ya sebelum memakai hijab! Nah ini kadang-kadang aku sering langsung kuncir rambut dan pakai jilbab setelah keramas kalau terburu-buru. Hmmmm harus diperbaiki nih kebiasaannya :D

Pengguna hijab di Indonesia terus meningkat, hingga mencapai 30-40% perempuan di Indonesia. Salah satu tantangan perempuan berhijab itu datang dari rambut yang selalu tertutup di balik hijabnya. Panas menyengat dari terik matahari yang dijumpai sepanjang hari pun ikut menambah permasalahan rambut mereka di antaranya kerontokan, ketombe, dan rambut kusut. Maka dari itu Rejoice Hijab 3 in 1 kini hadir sebagai solusi perawatan rambut berhijab.


“Perempuan berhijab adalah perempuan yang istimewa. Produk Rejoice Hijab 3 in 1 dengan 3 kebaikan dalam 1 botol ini diciptakan khusus untuk membantu mengatasi masalah-masalah rambut yang dihadapi oleh para hijabers," ungkap Saint Tiu, Principal Scientist, P&G Hair Care Asia Pacific.

Memang nggak salah kalau Rejoice berkolaborasi bersama Fatin. Fatin telah menginspirasi para hijaber untuk dapat berprestasi. Sudah terbukti bahwa hijab nggak akan menghalangi wanita untuk mengejar mimpinya. Entah wanita yang bekerja di ranah publik, bekerja di rumah, yang sudah menikah maupun belum, yang sudah punya anak atau masih menunggu diamanahi keturunan, yang masih sekolah ataupun sudah lulus, semua punya impian dan kemampuan untuk menggapai mimpi tersebut. Kita pasti #Hijabisa ya!

---



Selesai acara, kami mendapatkan hampers cantik ini. Lucu banget dapat box hijau dengan cermin, yang sangat bermanfaat untuk menyimpan perlengkapan makeup. Love! Terima kasih yaa Rejoice!

Dan akhirnya aku bisa mencoba Rejoice Hijab 3 in 1, yang ternyata beneran bikin kepala adem. Kamu mau coba juga? Retail price-nya Rejoice sangat terjangkau lho, cukup Rp 9.900 untuk kemasan 70 ml, Rp 19.500 untuk kemasan 170 ml, dan Rp 31.900 untuk botol paling besar, 340 ml. Jangan lupa pakai kondisionernya juga untuk hasil maksimal yaaa..

Foto bersama teman-teman Indonesian Hijab Blogger yang cantik-cantik dan pasti #Hijabisa!