Rabu, 05 Oktober 2016

Pantyliner? Yay Or Nay?

Assalamu'alaikum.

Aku termasuk salah seorang pengguna setia produk pantyliner. Gara-gara tiap bulan menjelang menstruasi, pasti daerah sana terasa lembab. Hari biasa pun jika aktivitas sedang padat, keputihan sering datang. Bagi yang tau rasanya keputihan, risih banget 'kan! Rasanya pengen segera ganti pakaian dalam, tapi tentu repot apalagi kalau sedang bepergian.


Kebutuhanku terhadap pantyliner makin menjadi-jadi ketika aku hamil tahun lalu. Perubahan hormon bikin aku keputihan parah, sampai stress karena lembab luar biasa. Kalau harus ganti pakaian dalam, mungkin aku bisa menghabiskan 10 potong dalaman dalam sehari. Ya, separah itu! Aku sempat minta obat ke obgyn, sembuh agak bersih sekitar 2 minggu, lalu si putih kembali lagi. Akhirnya aku pasrah deh. Aku terima aja, kalau keputihan ini ada bersamaku selama hamil. Sepanjang kehamilan, aku bergantung pada pantyliner untuk menjaga area 'sana' tetap kering.

Dulu, aku sempat malu ketika harus pakai pantyliner. Apa semua wanita mengalami 'lembab' yang sama, atau cuma aku yang nggak bisa jaga kebersihan? Perasaan segala tips mencegah keputihan sudah dilakukan, seperti melap kering area kewanitaan setiap habis dari kamar kecil. Eh, ternyata yang butuh pantyliner bukan cuma aku lho! Blogger hits Fifi Alvianto juga setia menggunakan pantyliner, karena praktis di tengah aktivitas yang segudang, curhatnya di event Unicharm Pure Style Gathering.

Baca terus ya untuk tau kenapa kita butuh pantyliner, dan apakah pakai pantyliner itu aman bahkan untuk bumil?


Mengapa Perlu Pantyliner?

Ada beberapa alasan sih, kenapa pantyliner jadi suatu kebutuhan:

1. Hari-hari lembab menjelang menstruasi

Keputihan sering kali datang menjelang jadwal bulanan tiba. Waktu masa subur di setengah periode menstruasi pun, organ sana memproduksi lendir (hehe, sorry for too much info!). Nah ini saat yang tepat untuk pakai pantyliner. Ketika pada akhirnya menstruasi datang, voila! Pakaian dalam nggak langsung kotor deh!

2. Ketika menstruasi hampir selesai

Saat menstruasi hampir selesai, biasanya 'kan masih ada bercak namun sedikit. Sayang kalo pake pembalut. Di sinilah peran pantyliner, menyerap sisa-sisa kelembaban. Bonusnya, warna putih pantyliner bikin kita lebih mudah mengecek, apakah sudah benar-benar bersih atau belum.

3. Nyaman ketika bepergian

Hal yang paling bikin risih adalah perasaan lembab saat bepergian. Mau ganti dalaman juga repot, harus bawa-bawa ganti dari rumah. Kalau aku, tiap pergi sedia 1 cadangan pantyliner, sehingga bisa diganti ketika dibutuhkan.

4. Menunjang kesucian dalam beribadah

Pernah browsing sih, kalau lendir keputihan itu bersifat tidak suci T_T
Berhubung pakaian dalam harus selalu bersih ketika sholat, ribet banget ya kalo sedang keputihan ganti CD 5x sehari. Apalagi kalo lagi di luar rumah, masa ya bawa cadangan CD kemana-mana. Disinilah aku merasa sangat terbantu dengan adanya pantyliner. Ketika mau ibadah, tinggal ganti pantyliner dengan yang bersih.

Bagaimana Memilih Pantyliner yang Tepat?

Aku baru tahu, ternyata ada beberapa jenis pantyliner yang beredar di pasaran. Salah satunya Charm Pantyliner Pure Style, yang memiliki berbagai varian tergantung kebutuhan.


1. Charm Pantyliner Pure Style Comfort Slim
Pantyliner lembut dan tipis, serasa nggak pakai lapisan tambahan di pakaian dalam.

2. Charm Pantyliner Pure Style Fragrance
Sama seperti Comfort Slim, tapi ada aroma (Luxury Ylang-ylang, Fresh Herbal, atau Sweet Rose) yang bisa bikin bebas bau mengganggu.

3. Charm Pantyliner Pure Style Double Fresh
Ini pantyliner yang unik soalnya sekali dipasang, sudah ada 2 lapis pantyliner. Aku pakai ini kalau pergi-pergi. Setelah 4 jam di di luar rumah, tinggal lepas lapisan pantyliner yang atas. Praktis banget, nggak bingung bawa cadangan pantyliner.

Awalnya sempat skeptis sama jenis pantyliner Double Fresh ini, takutnya bekas lem ada di lapisan pantyliner yang kedua. Taunya, lapisan pantyliner yang atas merekat di yang bawah tanpa lem! Kayak gimana tuh? Hehehehe cobain aja sendiri :D Worth it kok dicoba!

Memang ketika digunakan, panty berasa lebih tebal dikit (yah namanya juga 2 lapis ya), tapi praktis banget sih.

Amankah Menggunakan Pantyliner Setiap Hari?

Ada yang bilang, pantyliner kurang baik untuk digunakan sehari-hari. Sebaiknya menggunakan celana dalam berbahan katun. Orang yang bilang gitu pastilah belum merasakan lembab parah yang bikin harus bolak-balik ganti pakaian dalam deh.

Menurutku asal penggunaannya betul, pantyliner nggak masalah untuk dipakai. Pantyliner harus diganti tiap beberapa jam, atau bila terasa cukup lembab. Di acara Blogger Gathering Charm Pure Style, blogger Hanna Anindhita yang juga seorang dokter, menyatakan bahwa penggunaan pantyliner aman bahkan untuk ibu hamil. Apalagi dengan kasusku ketika hamil dulu yang keputihannya parah dan bikin nggak nyaman. Yang penting pantyliner diganti 3-4 jam sekali, atau bila sudah terasa lembab.

Juru bicara Unicharm juga mengatakan, produk Unicharm ini sudah dikonsultasikan dengan dokter-dokter dan departemen kesehatan. Baik bahan pelapisnya, pulp-nya, fragrance-nya, semua sudah terbukti aman. So nggak perlu takut kalau perlu dipakai sehari-hari.

Jadi, menurutmu pakai pantyliner itu yay or nay? Aku sih yayyy banget :D