Selasa, 11 Oktober 2016

Jalan-jalan di Tarakan dalam 1 Hari

Alhamdulillah setelah menempuh perjalanan panjang bersama si bayi ke Tarakan, kami bisa beristirahat di hotel Swiss-Belhotel. Hotel kuno, yang konon sudah paling bagus di Tarakan hehehe.

Hari pertama di Tarakan, aku dan baby Z main ke rumah oom S & tante N dari pihak suami, sementara pak suami kerja. Hari kedua, suami sudah selesai pekerjaannya. Kami sekeluarga diajak city tour oleh oom S dan tante N.

Karena ada Jum'atan dan beberapa hal lain, kami baru cabut dari rumah sekitar pukul 3 sore. Walah sebentar juga sudah magrib yakkk :p Cukupkah waktu sesingkat itu untuk berkeliling Tarakan??


Rumah Makan Gudeg Bu Harman

Pertama-tama, kami mengisi perut dahulu di restoran gudeg yang cukup hits di Tarakan. What? Ada resto gudeg Jawa di Kalimantan? Surprisingly, tempatnya cukup cozy. Ada tempat duduk-duduk, juga ada tempat lesehan. Menu yang dijual pun cukup beragam dari menu Indonesia, menu Western, sampai kopi-kopian ala cafe (karena restonya jadi satu dengan kafe Malabar Coffee).

Setelah kenyang, barulah kami jalan-jalan.

Pelabuhan Tengkayu I / SDF Tarakan

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Pelabuhan Tengkayu I atau biasa disebut Pelabuhan SDF. Lihat apa di sini? Lihat kehidupan maritim di Tarakan :D Pelabuhan ini cukup sibuk, tempat berlabuhnya kapal-kapal yang mengangkut manusia dan barang-barang.


Kami cuma mampir sebentar di sini. Kata oom S, "Sebagai syarat aja, pernah menjejakkan kaki di Pelabuhan Tarakan..." Hehehe oke deh oom. Untuk foto-foto sebentar, kami memarkirkan mobil nggak sampai 5 menit di tempat parkir mobil angkut barang.

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan, Tarakan

Selanjutnya kami pergi ke hutan Mangrove. Di sini tinggal Bekantan (tau maskotnya Dufan? Itu namanya Bekantan - siapa tau kamu belum tau hihihi), fauna asli dari Kalimantan. Hutan mangrove di sini sangat rimbun dan sejuk. Tiket masuknya hanya Rp 3.000 per orang!

Menurut cerita tante N, beberapa kali beliau mengajak tamu ke Hutan Mangrove ini, biasanya sih ketemu bekantan sedang berkeliaran di atas pohon. Untungnya, bekantan tersebut nggak pernah gangguin manusia yang lewat. Sayang di kesempatan ini kami nggak bertemu kanjeng mas bekantan.

Universitas Borneo Tarakan

Seru juga lho keliling universitasnya orang lain. Kampusnya rimbun dan asri, beda sama kampusku dulu (ITS, di Surabaya) yang agak gersang hahahaha. Namanya juga beda tanah sih ya, Surabaya kan emang panas. Kalo di Kalimantan, terkenal dengan hutan hujan-nya. Siang panas, malam dingiiiin.

Sayang nggak ada foto, karena ketika kami keliling, hujan rintik-rintik sedang turun. Kami keliling 1 putaran sambil naik mobil.

Pantai Amal

Pantai ini sangat dekat dengan Universitas Borneo. Lagi-lagi, sayang hujan masih berlangsung. Kami nggak sempat turun, hanya melihat pemandangan dari mobil. Kasihan si bayek kalau kehujanan.


Di pinggir pantai ini, banyak warung es kelapa dan seafood. Duh kebayang enak banget kalau santai di pantai sambil minum es kelapa. Tapi karena hujan, pantai dan warung makan sepi semua.

Objek Wisata Lainnya?

Ada Wisata Taman Anggrek Tarakan yang kami lewati sepulang dari Pantai Amal! Duhhhh kepingin banget mampir, tapi kami dikejar waktu menjelang magrib dan hujan pun masih aja turun. Padahal dari jauh taman anggreknya kelihatan instagrammable & bloggable banget >_<

Juga nggak sempat ke rumah adat! Jauh-jauh ke Kalimantan nggak lihat rumah adat?? Apakah ini pertanda harus ke Tarakan lagi? Hehhehe..

Belanja Oleh-oleh
Selain itu, kalau yang suka minuman impor khas Malaysia seperti teh tarik, white coffee, matcha tea latte, milo dan kawan-kawan, di Tarakan banyak toko yang jual lho! Tokonya ada di sepanjang jalan setelah dari pelabuhan SDF (maaf lupa nama jalannya!). Selain jual minuman, banyak cemilan Malaysia seperti oat cookies, juga snack lokal Tarakan. Kami menyempatkan ke toko ini di malam hari, belanja banyak, langsung dibungkus kardus. Siap dibawa sewaktu pulang besok.

Pada akhirnya, tibalah waktu pulang ke Jakarta. Ternyata seru juga ke Tarakan. Jadi malu deh, pada awalnya aku agak malas ke sini karena nggak tahu objek wisata apa yang menarik. Nyatanya kami pulang dengan membawa kenangan, perjalanan paling jauh so far bersama si bayi.

Lepas landas dari bumi Tarakan, pic taken with my phone in airplane mode

 Bye Tarakan! Next time ke mana lagi yaaa? :D