Kamis, 11 Agustus 2016

Pergi Ke Surabaya Berdua Baby Z

Assalamu'alaikum blog!
Rabu lalu, berhubung ada urusan di Surabaya, aku sama baby Z pergi naik pesawat berduaan. Seru juga lho penerbangan berdua baby :D Deg-degan takut rempong, takut rewel, tapi ternyata bisa! *emaksetrong mode On


Dulu parno kalo mikir pas pergi berduaan, eh emaknya kebelet pipis. Masa' sambil gendong bayi di dalam WC? Kan bayinya belum bisa berdiri sendiri.


Ternyata jawabannya adalah: iya, bayi ikut ke WC! Digendong sambil duduk di WC!

Mana waktu itu 'kan aku penerbangan pagi, jam-jam perut mules. Akhirnya ya dijalani aja. Tetep mengendong bayi sambil si emak menyelesaikan 'urusan' buang hajatnya hahaha. Sambil boker sambil cilukba-in bayi huhuhu...


Ternyata kunci traveling berduaan si bayek adalah pake carrier gendongan depan. Jadi tanganku bisa bebas dua-duanya. Mau geret-geret dan angkat koper pun oke. Kalo gendonganku sih merk-nya Boba 4G (siapa tau ada yang penasaran). Tapi banyak kok merk gendongan yang lain, misalnya Ergo Baby, i-Angel, Beco Gemini, dll.

Pas berangkat ke Surabaya, aku naik Air Asia. Aku dapat kursi tengah, diapit dua bapak-bapak. Pas kucoba minta tukar tempat ke kursi samping jendela, "Pak, maaf, apa boleh tukar tempat? Karena saya menyusui.." Eh pak-nya jawab, "Nggak. Cari orang lain aja." Lalu beliau langsung duduk dan tidur menghadap jendela.

Jleb... Nyesel deh nanyaaaa huhuhuu.

Aku coba minta tukar dengan bapak satunya di bagian aisle pun beliau nggak mau. Jadilah aku tetap di kursi tengah, menyusui di antara bapak-bapak, dengan nursing cover andalan. Apakah aku sedih? Yah agak sedih dikit sih menghadapi penolakan *tsaah. Tapi ini risiko yang wajar terjadi, karena Air Asia 'kan menjual nomor kursi. Siapa tau bapak-bapak tadi udah pada beli kursi, eh kok ada emak-emak seenaknya minta tukar tempat duduk. Jadi bukan salah mereka kalau menolak. Pelajaran deh, kapan-kapan dipertimbangkan beli kursi kalau nggak mau diapit bapak-bapak seperti kemarin.

Untungnya salah satu bapak-bapak masih ramah, kalau lagi nggak tidur, beliau senyum ke baby Z. Baby Z juga happy di penerbangan: tidur di setengah perjalanan, dan setengahnya lagi bercilukba ria dengan penumpang di belakang kursiku. Alhamdulillah nggak terjadi drama rewel di pesawat.

Sampai di Surabaya, aku menunggu koper sambil menyiapkan trolley untuk mempermudah bawa barang-barang. Angkut koper dan stroller yang dibagasikan, semua bisa sendiri sambil gendong bayi di carrier. Lalu menunggu dijemput eyangnya baby Z yang tinggal di Surabaya ^^

Batal ke Malang, Akhirnya di Surabaya Doang

Bapake menyusul pergi ke Surabaya Jumat malam sehabis pulang kerja. Rencananya, Sabtu pagi kami pergi ke Malang sama eyang kung dan eyang utinya baby Z. Mau lihat Museum Angkut, menginap di Malang, nyoba restoran milik teman, dan jalan-jalan ke Jatim Park 2.

Rencana tinggal rencana. Bapake meler, bersin-bersin terus. Batal lah impian mau wisata ke Malang hahahaha. Akhirnya Sabtu pagi gegoleran di rumah, bapake nonton film Korea hasil download-an sambil senyam senyum sendiri (ealah, katanya sakit, pak!). Zzzzz. Lalu agak siangan kami bersilaturahim ke rumah budenya suami.

Plus silaturrahim ke toko sepeda =_=' Hobinya suami, tapi cuma liat-liat doang.

Hari Minggu, kami sekeluarga makan siang di kafe Pisa Surabaya. Lanjut ke Galaxy Mall belanja di Ranch Market. Nggak di Jakarta, nggak di Surabaya, njujug-nya ke mall juga :p Lalu aku, suami, dan baby Z berkunjung ke rumah Fitri dan Ian yang baru punya bayi. Lucunya dari pasangan yang kami kunjungi ini, Fitri adalah teman SMA-ku, dan Ian adalah teman SMP suami. Eh mereka menikah hehehe. Jadi kenal dua-duanya deh.



Lalu hari Senin, sebelum kami pulang ke Jakarta, kami menyempatkan berkunjung ke rumah pakde dan budenya suami. Di sini baby Z kepanasan banget dan agak rewel, akhirnya dicopot aja deh bajunya :p


Nggak jadi ke Malang, liburan singkat kami di Surabaya diisi dengan silaturrahim. Jadi nggak papa lah ya. Toh bersilaturrahim bisa memperpanjang umur dan rejeki, ya kan? Namun masih banyak teman dan kerabat di Surabaya yang belum dikunjungi, semoga lain waktu ada kesempatan.

Pergi ke Surabaya berduaan bayi, pulang ke Jakarta bertiga sama bapake. Nggak jauh memang, baru Jakarta - Surabaya aja. Tapi pergi bersama sebagai keluarga kecil menyenangkan juga. Kapan ya kita pergi-pergi lagi, pak? :D Pengen liburan ke tempat wisata, pengen juga ke luar negeri menghadapi tantangan di negeri orang.

Ada yang bilang, kalau bayi masih kecil, pergi ke luar negeri bakal rugi di ongkos dan waktu. Karena seolah cuma memindahkan rutinitas harian ke sana (mandikan bayi, masak, jaga jam tidur bayi). Ada benarnya juga sih yaaa. Jadi mending yang dekat-dekat dulu aja.

Kalau kamu, ada pengalaman liburan bersama bayi yang berkesan? Boleh share lho pergi kemana :D