Senin, 15 Agustus 2016

Bayi Susah Tidur? Ini Dia Beberapa Cara Menidurkan Bayi

Assalamu'alaikum!
Waktu awal-awal jadi ibu dulu, aku merasakan malam-malam tanpa tidur cukup. Si bayi belum paham mana siang mana malam. Dia memutuskan malam hari adalah waktunya menyusu tiada henti. Siang malah bayinya tiduuuur terus sampai harus dibangunkan untuk menyusu 2 jam sekali. Sampai tiap tamu yang berkunjung bilang, "Wah enak ya bayinya anteng nggak rewel..."

You wish!

Untuk mengatasi problem bayi doyan begadang, banyak yang menyarankan mengenalkan perbedaan siang dan malam pada bayi. Misalnya dengan mematikan lampu ketika malam. Bayi jadi tahu, jam segini = gelap = waktunya tidur. Sebaliknya, ketika siang, semua tirai dibuka, dan bayi diajak main. Lama-lama bayi akan paham bedanya siang dan malam.

Ternyata masa-masa newborn, terlepas dari fakta harus sering disusui, adalah masa dimana bayi paling gampang tertidur!

Penting juga untuk melakukan rutinitas menjelang bayi tidur, misalnya dengan memandikan air hangat, ganti popok, membacakan cerita (aku belum bisa bacain cerita ke bayi, bayinya gak merhatiin - heboh sendiri wkwkwkwk), atau menyusui. Pokoknya dibuat rutinitas menjelang tidur, sehingga bayi mengasosiasikan ganti popok + cerita + disusui = tidur nyenyak (ini contoh aja lho, rutinitasnya gak mesti begini).

Dari hasil browsing ketika menyusui dulu (jangan ditiru ya para emak yang baik - tapi waktu menyusui bayi newborn selalu jadi me-time sebagai new mom hahahhaa) ternyata ada beberapa teknik supaya bayi bisa tidur nyenyak. Kira-kira begini nih dari yang aku baca:


1. Cry It Out Method

Cara ini populer di Amerika sono. Tau 'kan di negeri sana, bayi tidur di box-nya sendirian, di dalam kamarnya sendiri. Kok bisa ya?

Nah, untuk melatih dia tidur sendiri, si bayi dibiarkan menangis aja sampai kecapekan dan ngantuk lalu bobo sendiri. Konon cara ini melatihnya untuk bisa self-soothing, asalkan dia sudah kenyang dan popoknya bersih ya. Jadi pastikan tangisannya bukan karena penyebab yang berhubungan dengan keselamatannya. Cara ini dilakukan setelah bayi melewati fase harus-menyusu-tiap-2-jam.

Metode ini menuai pro dan kontra, karena... Siapa sih yang tega dengar lengkingan tangisan bayi? Bagaimana kalau dibiarkan menangis justru membuat si bayi merasa insecure terhadap orang tuanya?

Emang sih menurut ortu yang sudah berhasil menerapkan metode ini, prosesnya butuh waktu 1-2 minggu. Dalam jangka waktu tersebut, dari hari ke hari durasi tangisan menuju tidurnya si bayi akan berkurang. Ia semakin cepat tertidur sendiri.

Aku pernah coba sekali ke baby Z. Begitu tidur ditaruh di box, 10 menit kemudian terbangun nangis sendiri. Tapi baru 3 menit nangis di dalam box, emak bapaknya gak tega, huahahaa. Langsung deh baby Z disamperin untuk ditenangin. Gagal total.

Belum kuat mental saya kalo biarin si baby Z nangis jejeritan di box sendirian. Ntar tetangga kira si bayi gak diurus ahahahhaa. *teteup ya orang Indonesia, peduli apa kata orang

2. Buat Suasana Seperti di Rahim

Banyak review yang bagus tentang cara ini, yaitu memiripkan kondisi bayi seperti masih di dalam rahim. Di dalam rahim, bayi dipeluk rapat. Nggak merasa kedinginan, nggak merasa lapar. Si janin selalu dalam kondisi bergerak (karena mengapung di air ketuban dan ada pergerakan ibu), serta ditemani suara-suara white sound seperti detak jantung ibu, suara dengung mesin penyedot debu, atau getaran suara orangtuanya. She is safe and sound inside the womb!

Caranya supaya bayi gampang tidur:
  1. Bedonglah dia sehingga badannya rapat - sama seperti kondisinya di dalam rahim. Catatan: si bayi masih belum terlalu aktif bergerak. Kalo udah gak mau dibedong, skip langkah nomer (1).
  2. Ayun/getar bayinya, bisa digendong atau pakai bouncer/rocker.
  3. Nyalakan white sound, misalnya mesin penyedot debu atau cari suara-suara di Youtube. Suara berisik yang konstan bikin si bayi tenang dan gak kagetan lho.
Dulu aku nggak paham, tujuan bedong adalah untuk mengkondisikan bayi seperti dipeluk dalam rahim. Kirain bedong gunanya untuk menghangatkan tubuh dan mitos meluruskan kaki si bayi. Jadilah baby Z jarang aku bedong.

Pas aku coba cara ini, si bayi tetep kebangun sih pas aku geletakin di kasur :p Gagal maning gagal maning.

3. Penggunaan Soother

Beberapa orangtua menggunakan soother untuk menenangkan bayi, sehingga dia bisa tidur sendiri atau kembali tidur kalau terbangun. Contohnya, bayi yang diberikan empeng untuk dihisap sebelum bobo. Ada juga bayi-bayi yang punya 'selimut khusus' sebagai penenangnya ketika tidur.

Nah pas aku browsing, ada produk-produk yang didesain untuk menenangkan bayi yang terbangun dari tidur. Misalnya mainan putar yang digantung di box bayi (katanya bayi bisa tertidur setelah melihat mainan berputar dengan lagu yang lembut), proyektor bayi (menampilkan proyeksi cahaya di langit-langit dengan musik), boneka untuk dipeluk bayi tidur, bahkan selimut lembut yang khusus diciptakan sebagai 'comforter'.

4. Dikelonin Sampai Tidur

Banyak ibu ngelonin bayinya, disusui atau dipukpuk hingga tidur. Tentunya bayi tidur sekasur dengan ibu. Setelah bayi tidur pulas, pelan-pelan ibu bisa meninggalkan bayi tanpa membuatnya terbangun.

Gimana Cara Menidurkan Baby Z yang Sulit Tidur Siang?
Sejak umur 6 minggu, tau-tau begadang tiada akhir selesai juga. Bayi mulai tidur dalam durasi agak panjang ketika malam: 4 jam tidur - nyusu - 3 jam tidur - nyusu - 3 jam tidur - nyusu - udah pagi deh! Bangunnya cuma untuk nyusu doang, nggak pakai digendong-gendong atau diajak main.

Trus mulai umur 4 bulanan, timbul kebiasaan baru setiap tidur siang/sore: selalu nenen ngempeng ibunya ketika bobok. Ibu harus selalu ngelonin bayi. Ditinggal bangun, bayinya ikut bangun. Padahal sebagai IRT 'kan aku juga ada kerjaan lain. Akhirnya fix tetep butuh bantuan asisten, karena urusan domestik nggak kepegang. Bayi tidur ibunya tidur, bayi bangun kudu disusuin dan ditemenin main. Pola tidur si bayi yang nggak karuan kalo ibunya ga ngelonin selama bayi tidur. Kecuali kalau malam, dia bisa tidur dengan tenang setelah disusui, nggak perlu terus dikeloni.

Makin baby Z besar, aku makin yakin kalau baby Z memang bukan bayi yang suka tidur! Dia lebih suka main dan bereksplorasi daripada merem. Bisa tidur siang 30 menit, 3x sehari aja udah untung. Kalau terlanjur tidur, ada suara atau pergerakan dikit, langsung dia bangun, duduk dan melek seger banget zzzzz. Kalau dikelonin, lumayan tidur siangnya bisa 1 jam tiap kali tidur.

Waktu aku mengeluhkan pola tidur baby Z yang aneh ini, ibuku justru bilang, "Kamu untung lho, bayinya tidur beneran kalo malam. Coba kalo kamu dianugerahi bayi yang ngajak begadang, ngajak main tengah malam.. Kayak ibu dulu!"

Jadi ya, sampai sekarang dijalani-lah metode ngelonin sampai bayi ketiduran (plus ibunya nemenin tidur sampe bayinya bangun lagi T_T). Daripada bocahnya gak tidur siang, rewellll nanti.

--
Bagi ibu-ibu yang bayinya bisa ditidurin di stroller sambil digoyang-goyang, atau dipuk-puk sampai ketiduran, bersyukurlaaaahhh... Cara-cara tersebut sudah kucoba, nggak mempan hahahaha. Bahkan pernah di umur 6 bulan aku beli empeng, siapa tau bisa bikin baby Z tidur nyenyak. Ealah, malah dia histeris nangis jejeritan begitu kebangun dari tidur sambil hisap empeng. Mungkin dia pikir, kok bukan ibu? Kok aku dikasih karet? Huahahhaaa...

Beda bayi, beda pintar, beda cara tidur juga. Kamu punya bayi susah tidur juga?