Rabu, 20 Juli 2016

Ketika Bayi Belum Juga Tengkurap

Assalamu'alaikum buibuk!
Judul blog post kali ini, adalah salah satu sumber kecemasanku ketika baby Z berusia 4 hingga 5 bulan. Maklum ya emak anyaran, baru punya anak pertama, ada aja deh yang dicemaskan. Apalagi anak-anak temanku yang seumuran, sudah pada mulai tengkurap sendiri di usia 2 hingga 3 bulan. Baby Z hingga 5 bulan masih lempeng aja, malah nangis kalau ditengkurapkan. Pusing pala berbi!

Baby Z ketika 5 bulan sedang main di playmat, belum bisa tengkurap sendiri..

Banyak yang bilang, bayi mulai berguling dari posisi tengkurap ke terlentang pada umur 3 bulan. Harap-harap cemas aku menunggu momen baby Z berguling, namun hari itu belum kunjung tiba!

Stimulasi Agar Bayi Mau Tengkurap

Web luar negeri menyarankan, untuk menstimulasi bayi tengkurap, orang tua harus rajin-rajin melakukan tummy time - a.k.a tengkurapkan bayi supaya dia bermain dengan posisi perut di bawah. Tummy time akan menguatkan otot-otot tangan dan punggung yang diperlukan untuk bayi belajar berguling dan duduk.

Alamak baby Z benci tummy time! Mainan apapun nggak mempan untuk menghibur dia ketika tengkurap. Posisi tengkurap selalu penuh derai tangis dan air mata zzzz...


Ketika kontrol rutin ke dokter anak pada usia 4 bulan (baby Z belum bisa berguling), dokter mengajarkan trik untuk bayi mau tengkurap. Mainan yang menarik ditunjukkan dari atas matanya, lalu perlahan dibawa ke samping sambil pegang tangan bayi untuk pegangan. Perlahan bayinya akan mengikuti mainan, berguling ke samping, lalu tengkurap (dengan bantuan 1 jari kita yang dipegang tangan bayi). Voila!

Di ruang dokter sih trik itu berhasil. Tapi sampai rumah, baby Z paham dia mau ditengkurapkan, dan menolak pegang tangan ibunya yang mau memiringkan dia :))) Oalah nak, pintar sekali akalmu, saking nggak sukanya tengkurap.

Akupun rajin browsing, mencari pengalaman para orang tua lainnya, adakah yang mengalami hal serupa? Oh ternyata banyak! Dari forum luar negeri aku mendapati cerita-cerita yang mirip baby Z. Nggak mau tengkurap, tapi suka sekali jika didudukkan. Nah ini, baby Z lebih suka duduk, biasanya dengan bantuan bantal menyusui. Sempat dinasehati mertua, umur 4 bulan 'durung wayahe lungguh' dan 'kasihan tulang punggungnya'. Tapi bayiku nangis-nangis minta duduk, nggak mau tengkurap dan terlentang. Ya tetap sesekali (baca: berkali-kali dalam sehari) aku dudukkan bayinya.

Dalam usaha ingin memberikan segala stimulus yang diperlukan agar baby Z bisa tengkurap, aku juga membeli alas main bayi yang memungkinkan dia main di lantai. Yah siapa tahu, baby belum tengkurap karena kasur terlalu empuk. Biasanya alas main begini (lihat foto paling atas) baru mulai dibeli ibu-ibu yang anaknya mulai merangkak, tapi nggak ada salahnya kan aku beli lebih awal.

Main, duduk dengan bantuan, banyak hal dilakukan di alas main. Sering juga baby Z ditengkurapkan di sana. Nak, semoga bisa segera tengkurap sendiri ya! Terserah kamu mau bisanya kapan.

Akhirnya Baby Z Tengkurap!

Ternyata ada untungnya juga sih bayi belum bisa tengkurap sendiri. Ia relatif aman kalau ditinggal di posisi telentang atau tengkurap (ditengkurapkan). Yah meskipun kadang nangis-nangis dikit kalau ditinggal dalam posisi tengkurap, misal ketika ibunya mau ambil minum atau ke kamar mandi.

Sampai suatu hari di usia 5.5 bulan, baby Z ditinggal di kasur sementara ibunya mau buka pintu rumah. Bayi ditinggalkan dengan mainan buku kain di sebelahnya.

Tau-tau pas balik ke kamar, baby Z udah tengkurap sambil pegang buku kain itu! Astaghfirullah! Serem bok dia di kasur sendirian ternyata udah ngguling sendiri! Antara bahagia sama lemes hihihihi.

Alhamdulillah ya Allah, akhirnya baby Z tengkurap juga.

Lalu apakah selanjutnya si bayi hobi guling-guling? Enggak juga (hahahaha). Karena si bayi ternyata lebih suka duduk. Tangannya melambai-lambai minta diangkat, tinggal kita ulurkan jari lalu dia akan sit-up dengan memegang tangan kita. Dia jarang banget tengkurap. Bisa dihitung jari deh kuantitas tengkurapnya dalam beberapa bulan.

Sementara itu, di usianya yang ke-6 bulan lebih 1 minggu, saat didudukkan baby Z sudah bisa tegak tanpa harus menggunakan penyangga / sandaran. Wah tengkurap belum fasih, sudah duduk aja kamu nak :D

Perkembangan Bayi Berbeda-beda

Buat ibu-ibu yang cemas anaknya belum tengkurap, jangan kuatir. Every baby develops at his own pace. Akhirnya aku sadar juga makna pesan itu. Yang penting bukanlah 'sudah bisa ini atau itu belum?' tapi 'bagaimana perkembangannya dari bulan sebelumnya? Adakah hal baru yang ia pelajari?'

Pada usia 8 bulan kurang seminggu, tiba-tiba baby Z belajar duduk sendiri tanpa dibantu. Dia belajar kalau dia bisa duduk dari posisi tengkurap dengan mengangkat pantatnya. Dia jadi belajar bahwa untuk duduk dari posisi telentang, dia harus tengkurap dulu. Wih jadi rajin tengkurap deh.

Dia belajar merambat untuk berdiri, berpegangan pada orang di dekatnya, atau ke pagar box bayi.

Gigi pun mulai muncul saat usianya 8 bulan. Akhirnya ilermu dari umur 3 bulan membuahkan hasil ya nak. Kirain dari 3 bulan ileran udah mau tumbuh gigi hahahha.

Lalu tiba-tiba pada usia 8.5 bulan baby Z merangkak! Subhanallah, cepat sekali perkembanganmu nak, ibu sampai takjub.

Rasanya baruuuu aja kemarin ibu cemas kamu belum juga tengkurap, eh sekarang udah seliweran merangkak di rumah. Kelar sudah masa-masa tenang bisa ninggalin bayi sendirian. Sekarang mata dan raga nggak bisa tenang, takut bayi kejedot lah, jatuh lah, nyungsep lah, ketika merangkak :)))))

Oiya, ada artikel blog milik mbak Santi yang sangat menenangkan hatiku ketika cemas baby Z belum tengkurap, monggo baca blog ini ya ^^