Rabu, 22 Juni 2016

MPASI Awal (6-8 bulan) Saat Traveling

Assalamu'alaikum :D
Kemarin temanku ada yang tanya, perlengkapan apa aja yang dibutuhkan ketika awal MPASI? Ia juga cemas karena MPASI-nya bakal dimulai ketika mudik Lebaran! Kebayang sih, mau MPASI awal aja udah deg-degan, apalagi ditambah fakta kalo mulainya ketika bepergian.

Kalo di rumah sih enak. Rice cooker ada. Panci lengkap. Kompor ada. Blender, saringan, pisau, talenan, alamak tinggal sebut, ketemu semuanya deh di dapur. Lain halnya ketika traveling. Nggak mungkin bawa segambreng peralatan, emang koper isinya alat masak semua? Emaknya kan juga harus bawa baju (atau belanja baju aja di tempat tujuan :p)

Bawaan bekal ketika pergi 4 jam-an ke mall

Baby Z pernah ke Surabaya waktu umur 6 bulan. Sempat juga ikut traveling ke Bandung saat 6,5 bulan, menginap di hotel sama bapake. Emaknya mencoba nggak panik. Ada beberapa items MPASI yang dibawa, serta beberapa bahan makanan yang digunakan. Beginilah pengalaman mrs. Tiananana menyiapkan MPASI ketika traveling.

Pergi Sebentar: Bekal untuk 1-4 jam

Di awal MPASI, bayi cuma makan sekali sehari. Perlahan dalam beberapa minggu frekuensinya meningkat jadi 2-3 kali. Jarak makan bayi 'kan sekitar 4 jam-an ya. Sarapan jam 8 pagi, makan siang jam 12 (atau 1), makan sore antara jam 4-6 sore. Sebisa mungkin sih makannya di rumah dulu, supaya nggak ribet makan di jalan :p

Kalau terpaksa bawa bekal, aku pernah coba bawa (pilih salah satu):
  • Bubur tepung gasol (+ kaldu dan ati ayam/tofu hancur jika sudah diperkenalkan ke protein saat 7 bulan)
  • Puree labu dan zucchini
  • Sari jeruk
Rata-rata makanan di atas bisa bertahan sampai 4 jam. Kalau nggak yakin, dicoba dulu ya buibuk, makanannya masih layak atau enggak hihihi...
Bekal puree buncis & bubur gasol beras merah, yang baru dicampur saat mau makan

Pergi di atas 4 jam

Untuk makanan yang bakal dimakan setelah 4 jam, agak nggak tega nih kalau sudah berbentuk olahan bubur/puree (kecuali saat di jalan sempat dimasukin ke pendingin/penghangat). Maka makanannya sebisa mungkin berbentuk segar.
  • Pisang utuh, dikerok ketika mau makan, hindari bagian bijinya
  • Pepaya potong, dipenyet-penyet sampai hancur lembut ketika mau makan, sisihkan serat yang besar

    Pergi Menginap

    Nah ketika harus menginap, persiapan MPASI tergantung emaknya: mau dibawa gampang atau repot. Tergantung ambisi, mau MPASI rumahan garis keras atau mau ditambah makanan instan untuk jaga-jaga. Kalau ingin selalu makan masakan ibunya, ada peralatan yang harus dibawa.

    Kalau baca tips-tips, inilah peralatan yang paling terpakai ketika traveling:
    Alat Masak (pilih salah satu)
    1. Slow cooker (nah berhubung aku belum pernah masak pakai slow cooker di awal MPASI, jadi alat ini aku skip... Berat juga sihhhh >_<)
    2. Mini rice cooker (lagi-lagi ini aku skip, karena memutuskan bikin puree aja)
    3. Baby food maker elektrik yang bisa mengukus dan memblender makanan, bahkan menanak beras
    Alat Pemroses Makanan Jadi Halus (pilih salah satu)
    1. Baby food maker (Isinya ada saringan, penumbuk, pemeras jeruk, parutan. Nah alat ini aku bawa sebagian, yaitu mangkuk penumbuk, saringan, dan pemeras jeruk)
    2. Blender portable yang bergagang
    3. Alat penggiling makanan bayi, biasanya terbuat dari plastik
    Peralatan Lainnya
    1. Pisau
    2. Talenan (aku nggak bawa talenan, alas potong pakai piring kecil yang tersedia di hotel)
    3. Tempat bekal (aku pakai Snack-A-Pillar dr. Brown's - reviewnya ada di sini)
    4. Botol minum (pakai Transitional Soft Spout dr. Brown's - reviewnya ada di sini)

      Trus aku masak pakai apa?

      1. Awal ke Surabaya (6 bulan), berhubung menginap di rumah ortu, masak pakai kompor lah! Hihihihi... Panci juga ada. Tinggal mengurus bekal untuk di jalan & di pesawat.
      2. Menginap di hotel Bandung (6,5 bulan). Aku bawa mini sterilizer steamer (terima kasih yang ngadoin aku produk ini!!), trus bahan makanan ikut dimasukkan, jadi dikukus hahahahaha. Ternyata bahan makanan bisa matang juga setelah agak lama, empuk untuk dihancurkan. Jadi alat makannya bisa disterilkan, makanan bisa dikukus. Trus waktu itu di hotel ternyata ada pepaya potong. Lumayan deh bisa dihancurkan buat makanan bayi :D Ini emak-emak nyantai bener yaaa...
      3. Rencana untuk mudik lebaran besok membawa slow cooker. Ternyata praktis juga, tinggal cemplung beras, sayur dan kaldu, tunggu beberapa jam jadi deh... Lalu buburnya disaring dengan saringan kawat :) Plus bawa puree dan kaldu beku juga, meskipun belum tau bisa bertahan untuk 5 hari pindah-pindah hotel atau enggak.

        Mengukus labu pakai sterilizer steamer

        Bahan makanan yang bisa dibawa menginap tanpa kuatir ada kulkas atau enggak, tanpa bawa cool box:
        • Alpukat, tinggal dibelah dua, dikerok & disaring. Tambahkan air jika terlalu kental. Sisa setengah alpukatnya bisa disimpan di kulkas dengan dibungkus cling wrap, atau kalau nggak mau repot ya tinggal dimakan emaknya aja hihihi.
        • Labu / kabocha, dikukus lalu dihancurkan di saringan kawat. Tambahkan air.
        • Buah pir / apel, dikukus lalu dihancurkan di saringan kawat.
        • Jeruk, diperas lalu disaring.
        • Oatmeal, tinggal diseduh air panas atau dimasak di slowcooker, dicampur dengan pir dan kurma enak banget deh!
        Pertama kali coba puree labu kuning di hotel, alhamdulillah doyan ^_^
        Namanya 'kan juga masih awal MPASI ya, emaknya belum perlu terlalu kuatir untuk pemenuhan gizi anak. InsyaaAllah gizi lainnya terpenuhi dari ASI ya dek (atau sufor jika menggunakan sufor). Jenis makanan yang dibawa nggak usah terlalu bervariasi, toh baru pengenalan makanan. Bisa juga bawa bahan yang sudah pasti disukai si kecil.

        Jika Harus Membawa Makanan Instan

        Aku juga nggak anti sama makanan instan sih. Memang sebaik-baiknya makanan adalah yang segar buatan rumah, tapi 'kan ada kondisi kepepet juga. Rencana mudik Lebaran nanti aku bakal bawa beberapa kemasan makanan instan untuk jaga-jaga, takut kena macet berjam-jam di jalan. Toh makanan instan bayi beda sama makanan instan orang dewasa semacam junkfood dan kawan-kawan. Yang bikin makanan instan bayi juga pastinya sudah melakukan riset sedemikian rupa hehehe #pembelaan. Daripada bawa bekal masakan tapi bau, kan malah bahayaaaa!

        Tapi ada tips dari teman-temanku sih, kalo mau ngasih makanan instan kudu dicobain dulu sebelum traveling. Kalau bayinya gak doyan, mungkin bisa dicoba merk/varian yang lain. Daripada ketauan nggak doyan pas di jalan, keburu lapar & cranky kaaan...

        Trus sebisa mungkin perhatiin kandungannya ya buibuk. Karena sebaiknya gula garam baru diberikan pada bayi di atas usia 1 tahun. Kemarin dari cari-cari di toko, yang tanpa gula garam adalah puree botolan (buah, sayur dll). Beli buat cadangan aja sih ^^ Semoga pas mudik nanti bisa makan masakan fresh terus.

        ---
        Akhirnya, happy traveling moms!
        Buibuk ada yang punya tips bekal untuk bayi? Kemarin sih aku masih bingung daya tahan bubur/puree di suhu ruang berapa lama... Kalau punya tips/resep, monggo di-sharing yaaa :D

        PS: Tempat bekal Snack-A-Pillar dan gelas Soft Spout Cup supported by dr. Brown's.
        For further info of Dr. Brown's products:
        Instagram : @Drbrownsindo
        Facebook Fan Page : Dr.Brown’s Indonesia
        Twitter : @drbrownsindo
        #drbrownsindo #meandrbrowns #whywearehere