Kamis, 18 Februari 2016

8 Things I Wish I Had Known As A New Mother

Meskipun saat hamil aku rajin browsing tentang proses melahirkan, ikut kelas edukasi kelahiran, dan baca-baca The Baby Book, setelah melahirkan kok ya rasanya masih 'bodoh' banget. Bagaikan orang ling lung aja deh, blank harus ngapain dengan bayi yang tiba-tiba udah ada di rumah.

Seandainya aja aku tahu beberapa hal ini, mungkin aku bisa menghindari sebagian drama emak-emak anyaran. Hehehe kehidupan ibu baru memang penuh drama dan kekuatiran! Kalo aku, dramanya seputar masalah persusuan sih.


Tentang Penyusuan

1. Menyusui Bayi Newborn Harus 2 Jam Sekali, Itu Benar!

Dulu aku kasihan lihat dedek tidur pulas. Nggak tega bangunin untuk disusuin. ini salah!! Newborn memang hobi tidur! Kalo bukan kita yang bangunin dengan paksa untuk menyusui, bisa berakibat (a) Bayi kuning karena bilirubinnya nggak kebuang lewat pipis / pup, (b) ASI kurang terstimulasi karena jarang dihisap, dan (c) Berat badan bayi gak naik-naik. Penyusuan 2 jam sekali ini dilakukan sampai berat badan bayi naik mencapai target kenaikan BB bayi minimum 150 gram per minggu. Setelah itu boleh deh dibiarin tidur agak lama.

2. Konsultasi Dengan Ahli Laktasi Sedini Mungkin

Supaya nggak ada drama-drama akibat pelekatan yang nggak sesuai. Ternyata menyusui nggak semudah "gendong bayi, arahkan kepalanya ke payudara, lalu LEPPP bayinya minum". Ada teknik-tekniknya supaya pelekatannya sempurna, sehingga bayi bisa menghisap dengan optimal dan puting nggak sakit. Pelekatan nggak tepat, efeknya bisa bikin payudara bengkak sementara dedeknya nggak bisa nyedot ASI-nya. Nangis-nangis deh dedeknya, ibunya stress...

Cara menyusui yang aku pelajari dari dikunjungi konselor laktasi:
1. Prop yourself with nursing pillow or piles of pillow around you. Bantal-bantal ditumpuk di atas paha sampai ketinggiannya pas. letakkan juga bantal di punggung agar nyaman.
2. Jika menyusui payudara kiri: Tidurkan bayi di atas bantal sambil pegang tengkuk bayi dengan tangan kanan. Jari yang pegang tengkuk adalah ibu jari, telunjuk dan jari tengah.
3. Pegang payudara kiri dengan tangan kiri, arahkan payudara ke mulut bayi.
4. Dengan tangan kanan yang memegang tengkuk bayi, arahkan kepala bayi menuju puting.
5. Mulut bayi terbuka lebar. Leppp. Pastikan areola juga masuk mulut bayi (bukan cuma puting).

Dari klinik laktasi Carolus, aku diajari menyusui tanpa properti bebantalan. Langkah nomor 1 di atas diganti dengan: Posisikan bayi lurus, dadanya bertemu dada kita (menghadap ibu). Kempit kaki bayi dengan lengan kanan, sementara jari memegang tengkuk bayi untuk diarahkan ke payudara. Langkah selanjutnya sama seperti di atas. Payudara kiri diarahkan ke mulut bayi dengan tangan kiri.

Nah kalo bingung, silakan hubungi konselor laktasi terdekat yaaa :D

3. Bayi Ngenyot Payudara, Belum Tentu Dia Minum

Ternyata mnyusui pun harus diperhatikan, bayinya beneran minum apa cuma ngempeng. Bayi ketiduran belum tentu dia sudah kenyang. Newborn memang ngantuk terus! Cek apakah bayi minum / ngempeng dari video di sini.

Problematikaku bayi disusui berjam-jam tapi tetap lapar, ternyata memang karena cuma ngempeng nggak dapat ASI T_T Kalau bayinya sudah mulai ngempeng atau ketiduran karena capek menghisap, bisa dilakukan teknik kompresi payudara. Jika belum berhasil juga, maka dilakukan tindakan agar aliran ASI lebih deras, misalnya ya minum booster ASI atau whatever trick works for you (dipijet suami, online shopping :p, atau langkah terakhir ke obat domperidone).

4. Berat Badan Bayi Harus Dipantau

Dulu aku nggak ngeh kalau berat badan bayi harus dipantau terus, minimal naik 150 gram per minggu. Jadi totalnya naik 600 gram sebulan, dihitung dari berat lahir. Baru tau si dedek kurang berat badan menjelang umurnya 1 bulan. Alamak setres dehhh...

5. Tanda-tanda Kecukupan ASI

Selain memantau berat badan, jumlah pipis bayi juga harus dihitung. Itu sebabnya banyak yang menyarankan pakai popok kain, sehingga kehitung berapa kali si bayi pipis. Setelah 5 hari, minimal bayi pipis 6x dalam sehari. Untuk tanda-tanda kecukupan ASI lainnya bisa dilihat di sini.

Tentang Pompa ASI

6. Pompa ASI Harus Ada Sejak Awal Melahirkan

Bukan, bukan karena ingin punya stok ASI sekulkas, tapi untuk 'memancing' ASI agar capat keluar, di saat bayi lagi tidur. Newborn tidur mulu! Payudara kurang terstimulasi.

7. Hasil Pompa Sedikit, Tidak Masalah

Karena ASI yang dipompa bukanlah gambaran jumlah ASI di payudara. Hisapan bayi lebih optimal untuk  mengambil ASI. Tau kan, ada LDR (let down reflex) setelah beberapa saat bayi ngenyot, dimana ASI keluar lebih deras tetesannya (atau bahkan nyemprot). Nah, ketika mompa belum tentu dapat LDR ini.

Malah ada web yang bilang, untuk ibu yang menyusui bayinya langsung, biasanya mompa sejumlah 0.5 - 2 oz, atau 15 - 60 ml. Jumlah yang lebih dari itu, berarti supply ASI si ibu berlebih, atau memang dilatih agar overproduksi. Ibu bekerja 'kan dilatih untuk memakai pompa & bisa dapat LDR tanpa dikenyot langsung oleh bayi.

Yang jelas, berapapun hasil pompanya harus disyukuri. Yang penting distimulasi terus supaya makin banysk produksinya, entah disusui atau dipompa.

8. Pompa ASI Sambil Menyusui

Ternyata kalau mau dapat LDR saat mompa, lakukanlah sambil nyusui. This trick works for me. Caranya, menyusui dengan posisi football (dedek ditopang dengan bantal & tangan kanan di payudara kanan), sementara tangan kiri pegang pompa (aku pake manual) di payudara kiri. Saat LDR mulai terasa, pencet dah tuh pompa, lumayan dapatnya.

Sayang baru belajar mompa-nyusui setelah dedek 2.5 bulan. Padahal kalau trik ini dilakukan sejak dini, mungkin aku nggak perlu suplementasi dengan formula sebanyak yang dulu, dan produksi ASI bisa terpancing lebih banyak.

Tentang Baby Blues

It is okay to feel a little bit blue after your little one arrived. Segala drama, nangis-nangis karena berbagai problematika ibu baru, nggak perlu bikin kita berkecil hati dan merasa jadi ibu yang gagal. Masalah ASI, entah ASI kurang, puting lecet, penyusuan berjam-jam, ternyata BANYAK BANGET yang mengalami. Kamu nggak sendirian. This too shall pass.

Buat kamu, apa ada hal-hal yang kamu harap udah tau waktu jadi emak anyaran? Share yaaaa...