Sabtu, 17 Desember 2016

Family Trip Ke Singapura (Sama Si Bayi!)

Assalamu'alaikum!

Alkisah, di usia 3 bulan, bapake baby Z semangat banget bikinin paspor buat si bayek. Biar bisa go international, katanya. Kebayang nggak sih, anak umur 3 bulan disuruh foto paspor, belum bisa duduk sendiri pula. Cara fotonya di kantor imigrasi: bayi bersandar dipangku ibunya, sementara muka + badan ibunya ditutupin kain polos warna putih :))) Kebetulan pula waktu itu baby Z lagi ngantuk berat dan cranky. Alhasil foto paspor baby Z, mukanya nunduk cemberut bete abis, ahahaha.


Berhubung emaknya baby Z nggak kunjung pede untuk bawa si bayi terbang jauh-jauh, akhirnya nganggurlah itu paspor. Lah buat apa dulu buru-buru poto paspor, pas anaknya belum bisa senyum zzzz. Sampai akhirnya setelah Z berusia 1 tahun, keluarga kecil kami memberanikan diri liburan bertiga ke... Singapura! Yaaayyy!!! Yang penting ada stempel di paspormu ya nak :D

Gimana sih itinerary jalan-jalan di Singapura sama bayi umur 1 tahun?

Yang jelas, liburan kali ini kami nggak bisa terlalu ambisius pengen kesana-kemari. Itinerary super nyantai, bahkan lebih santai dari babymoon ke Singapura tahun lalu. BTW mungkin ada yang bertanya-tanya: tiap tahun ke Singapur, gak bosen?? Jawabannya adalah enggak bosen, karena objek wisatanya emang banyak banget hehehe.

Kira-kira beginilah itinerary dan cerita perjalanan kami.

Hari pertama (setengah hari): Jalan-jalan santai di kawasan Orchard ATAU Marina Bay Sands (pilih salah satu)

Tiba di bandara Changi jam 11 siang, kami istirahat dulu di sana. Duduk-duduk main wifi nyuapin makan (bekal) si bayi, plus ortunya ikut nyemil-nyemil perbekalan. Baby Z heboh banget melantai di Changi karena bosan duduk & digendong. Daripada cranky, sudahlah kami turuti aja dia merangkak di bandara.

Lalu kami beli tiket MRT untuk ke Lavender. Kami beli tiket biasa untuk sekali jalan, bukan tourist pass, karena itinerary kami nggak kemana-mana juga. Kalau punya tiket EZ link sih enak, tinggal isi ulang biayanya lebih hemat. Kalau tiket standar, bisa diisi ulang tapi maksimal untuk 6x perjalanan.

Stan Jollibean di stasiun MRT Lavender. Pudding & susu soya enak murah meriah!
 Kami check in di V Hotel Lavender pukul 13.00 siang. Review V Hotel Lavender menyusul ya! Pokoknya kami puas di hotel ini, karena lokasinya super strategis. Gedung hotelnya TEPAT di atas stasiun MRT Lavender. Mana kebetulan hari itu Singapura sedang hujan cukup deras. Kami nggak perlu kehujanan nyeberang-nyeberang jalan untuk cari hotel.

Setelah istirahat sholat sebentar di hotel, kami memutuskan hari itu mau jalan-jalan santai di The Shoppes at Marina Bay Sands aja. Itu lho, mall yang ada di hotel ikonik Marina Bay Sands bentuk perahu ituuu. Karena hujan, paling enak ngemall aja ya. Bagusnya transportasi umum di Singapura ini, stasiun MRTnya nyambung ke pusat-pusat wisata & belanja. Jadi nggak pake kehujanan deh.

Di mall, baby Z lumayan cranky karena kurang tidur siang. Ibunya spaneng T_T Pengen makan enak tapi bocahnya rewel. Akhirnya makan gantian sama bapake. Kalo lihat keluarga-keluarga lain anaknya anteng di stroller, atau makan dengan riang di baby chair sementara keluarga juga makan, hari itu baby Z memutuskan nggak mau di stroller & nggak mau di baby chair :)))

Kami makan di food court, pesan Yong Tau Fu dan Pepper Lunch (perasaan tiap ke mall ini nggak pernah pilih yang lain deh). Yong Tau Fu-nya dikit-dikit bisa disuapin ke baby Z (ambil tofu, bihun dan sayur-sayurannya). Dagingnya Pepper Lunch disuwir kecil-kecil. Beginilah MPASI ketika travelling, bayi ikut makanan bapak ibunya :p

Setelah makan, kami jalan-jalan tak tentu arah. Pengen lihat gondola di sungai artifisial dalam mall, tapi lagi maintenance, kosong nggak ada airnya *penonton kecewa. Pengen lihat barang-barang, tapi branded semua, takut masuk tokonya, takut ga bisa beli *ndeso wakakakakkk


 Akhirnya hujan pun reda, kami bisa jalan-jalan ke dek menikmati sore hari sambil makan pudding tofu yang dibeli di stasiun MRT. Pemandangannya cantik sekali, sayangnya banyak orang pada ngerokok di sini.

Jam 5an sore kami sudah bersiap naik MRT kembali ke hotel. Sebetulnya ada hasrat-hasrat pengen lihat Gardens by The Bay juga sih, nggak jauh dari situ. Tiap malam kan ada pertunjukan lampu di tamannya. Tapi sambil gendong bayi 9 kg (yang saat itu cuma mau digendong emaknya), rasanya perjalanan dari Marina Bay Sands ke Gardens By The Bay nggak sanggup kutempuh. Badan udah remuk redam, pengen segera balik ke hotel aja :))))) Berakhirlah petualangan hari itu.

Hari kedua: Sentosa SEA Aquarium, Tiger Sky Tower, dan Sentosa Line Cable Car

Setelah sarapan di hotel (beli nasi lemak di kios sebelah hotel lalu dibawa ke kamar :))))), kami pun pergi ke Sentosa. Jalur MRT-nya, kami pergi ke MRT Harbour Front untuk kemudian ke Vivo City mall, kemudian melanjutkan naik MRT Sentosa Express di Vivo City lantai paling atas.

Kami baru browsing tentang SEA Aquarium malam sebelumnya, kesimpulannya, worth to try lah. Eh di ticketing sebelum masuk Sentosa Express, ada penawaran bundling 3 atraksi di Sentosa - Day Fun Pass Play 3 - harganya S$ 44.90. P adahal kalau hanya beli tiket SEA Aquarium, harganya S$ 38.

Wowwww lumayan banget kan! S$38 bisa bebas pilih 3 dari list atraksi berikut:

  • 4D AdventureLand: Desperados in 4D
  • 4D AdventureLand: Extreme Log Ride
  • 4D AdventureLand: Journey 2: The Mysterious Island
  • Bi-Pedal Bicycle (2 Hours)
  • Butterfly Park & Insect Kingdom
  • Fort Siloso Combat Skirmish: Indoor Maze
  • MegaBounce or Parajump @ Mega Adventure
  • MOSH!
  • S.E.A. Aquarium, Resorts World Sentosa
  • Segway® Fun Ride (2 Rides)
  • Sentosa Merlion
  • Skyline Luge Sentosa (1 Luge & 1 Skyride)
  • Singapore Cable Car – Sentosa Line or K-Live Sentosa (Hologram)
  • The Flying Trapeze
  • Tiger Sky Tower
  • Trick Eye Museum Singapore
  • Wave House Sentosa – Catch-A-Wave (1 Try)
  • Wings of Time (Standard Seat)
  • Images of Singapore LIVE*
  • Madame Tussauds Singapore*

*Kalau mau ke Madame Tussaud, harus ke Images of Singapore juga, jadi otomatis terpakai 2 atraksi

Waaaa banyak banget pilihannya ya! Berhubung bawa bayek, yang seru-seru macam 4D AdventureLand kita skip dulu, padahal kepengen :p Sempat kepikiran masuknya gantian, tapi gak seru ah kalo gak sama-sama. Beberapa atraksi terkenal seperti Madame Tussaud dan TrickEye Museum pun sudah pernah kami kunjungi tahun lalu. Nggak cocok buat bawa bayi pula. Maka kami pilih: SEA Aquarium, Tiger Sky Tower, dan Sentosa Line Cable Car.

SEA Aquarium, Highlight of The Day!

Pertama masuk ke SEA Aquarium, kami disuguhi display sejarah bahari dari berbagai belahan dunia. Ada Indonesia juga lho di display tersebut! Melihat-lihat museum bahari ini, lumayan bisa 15-30 menitan. Tergantung dari seberapa kuat rasa ingin tahu kamu :D Kalo yang malas lihat museum atau lagi terburu-buru, zona ini di-skip juga bisa sih... Langsung aja ke arah akuarium.

Di lantai bawah, atraksi utama dimulai. Kami memasuki tunnel aquarium yang dipenuhi ikan hiu seliwer-seliwer santai, hehehe. Hiunya macam-macam jenisnya. Di sini aja rasanya udah senang banget.

Selanjutnya kami disuguhi berbagai akuarium berisi aneka biota laut. Baby Z senang banget di sini! Ketakutan aku dan suami, bahwa si bayi belum bisa menikmati suasana, terbantahkan :D Alhamdulillah ya!


Kami melihat-lihat ikan dan terumbu karang warna-warni, ubur-ubur yang menyala, ikan arwana, ahhh... banyak deh. Kadang kalo udah melihat satu area yang menarik, baby Z nggak mau diangkat. Maunya ngelihatin ikan aja sambil pegang kaca akuarium :))) Maafkan kami yaaa bagi para pengunjung lain yang pengen lihat ikan tapi terhalang si bocah.




Di akhir perjalanan, kami tiba di area dimana kami boleh pegang hewan laut: kerang atau bintang laut. Berhubung baby Z masih bayek, aku bantu gendong supaya dia bisa pegang bintang laut. Petugas di sana semuanya friendly, bintang lautnya diangkat ke arah baby Z. Pas pegang yang kedua kali, kerangnya dilempar baby Z ke akuariumnya. Untung nggak dimarahin, malah diketawain sama petugasnya. Maapkan ya mbak, namanya juga bocah ya...

Selesai dari aquarium, kami kelaparan. Aku dengan impulsif melihat ada resto unik: Slappy Cakes, di dekat area Universal Studio. Specialty-nya adalah pancake yang bisa kita panggang sendiri di meja, dengan adonan dan topping yang bisa dipilih. Wow aku mauuuu...

Berhubung harganya cukup mahal, kami beli 1 aja, hahahaa. Kalau nggak salah S$ 12 untuk 1 porsi pancake. Kami juga beli mushroom soup buat si bocah (ujung-ujungnya emak-bapaknya yang makan). Sebenernya mending beli KFC sih, lebih hemat plus lebih kenyang :p



Tiger Sky Tower, dan Sentosa Line Cable Car

Tiger Sky Tower adalah wahana super santai yang kegiatannya adalah masuk ke sebuah ruangan, lalu ruangan itu naik tinggi ke atas dan berputar pelan, sehingga kita bisa melihat pemandangan Sentosa dan sebagian Singapura dari ketinggian. 

Pemandangan yang difoto dari atas Tiger Sky Tower
Lumayan menghibur sih, pemandangannya bagus. Kami pun bisa duduk beristirahat, sementara baby Z tidur dalam gendongan.

Lalu untuk wahana terakhir, sambil galau mau kemana, kami putuskan naik Sentosa Line Cable Car. Wahana ini SANGAT SEJENIS dengan wahana sebelumnya. Sama-sama duduk santai, melihat Sentosa dari ketinggian. Tapi saat itu, rasanya memang sudah paling cocok :D Apalagi sore tersebut hujan rintik-rintik. Kami cari wahana yang terlindung dari hujan aja.


Oiya kami melihat burung merak berkeliaran bebas di dekat Butterfly Park
Berakhirlah perjalanan hari itu. Sore hari kamipun segera kembali ke hotel karena menggendong bayi 9 kg seharian bikin badanku pegal-pegal hahaha. Oh yes, baby Z minta gendong aku hampir setiap waktu, lagi ngalem dianya...

Hari Ketiga: Jalan-jalan di Bugis

Kalau turun di stasiun MRT Bugis, banyak objek yang bisa dikunjungi. Ekspektasi, bisa nengok Haji Lane tempat toko-toko unik, atau Kampong Glam dengan Masjid Sultan-nya yang instagrammable. Kenyataan: waktu kami habis di mall Bugis Junction :)))

Mall Bugis Junction ini menjadi salah satu nostalgia aku pergi ke Singapur tahun lalu saat babymoon. Dulu, hotel kami terletak di kawasan Bugis. Di Bugis Junction ada supermarket (bisa beli pisang untuk baby Z dan camilan untuk dibawa pulang ke Indonesia) dan banyak jajanan enak (ada Old Chang Kee, kebab, frozen yogurt dll.).

Belanjaan di supermarket Singapura. Makanan-makanan yang jarang dilihat di Indonesia.

Yang paling aku kangenin dan jadi tujuan utama di Bugis Junction adalah... Nando's Chicken! Restoran ayam panggang dengan bumbu khas peri-peri sauce selalu bikin aku terbayang-bayang. Kami pesan 2 porsi ayam panggang, namun ternyata baby Z makan sebagian besar ayamku :))) Aku jadi cuma makan sisa-sisa di tulangnya. Makasih pak suami, dikit-dikit nyuapin aku ayam panggangnya saat aku nyuapin bocah :p

Bocah doyan banget ayam Nando's!

MPASI Baby Z (1 Tahun) Saat Traveling

Oiya, bagi yang bertanya-tanya tentang MPASI si bayi saat traveling ini... Jawabannya adalah, aku nggak bikin MPASI rumahan. Waktu itu udah bawa beras dan mini rice cooker, ehhh ternyata colokan rice cooker-nya ketinggalan di rumah. Zonk.

Untungnya aku bawa beberapa porsi bubur instan, lumayan jadi penyelamat. Bubur instan-nya dipilih yang bertekstur dan gurih untuk 8 bulan ke atas. Kalau bubur instan encer untuk 6 bulan, baby Z nggak doyan.

Kami juga beberapa kali beli roti, karena ternyata saat itu si bayi sangat doyan roti. Beli jus segar tanpa es dan gula. Beli nasi lemak. Beli ikan goreng. Alhamdulillah si bayinya mau makan. Ini namanya MPASI kepepet, hehehe.

Dokter anak juga meyakinkan nggak papa kalau liburan cuma sebentar, beli makanan di tempat tujuan aja. Urusan MPASI homemade nggak usah dibuat stres, nanti liburannya nggak hepi. Yang penting makanan yang dibeli bersih, nggak pakai bumbu aneh-aneh (cabe & MSG). Toh liburannya cuma beberapa hari. Sampai rumah, kembali MPASI rumahan lagi :D

Mungkin banyak ibu-ibu yang beda pendapat ya, monggo disesuaikan dengan kebijakan masing-masing ^^

Beginilah cerita liburan ke luar negeri pertama kalinya dengan si bayek. Alhamdulillah ternyata menyenangkan, banyak momen yang berkesan. Kira-kira pengen liburan kemana lagi ya yang baby friendly? ;D

Rabu, 07 Desember 2016

Crafting: Dari Hobi Jadi Inspirasi

Assalamu'alaikum!
Beberapa bulan terakhir, aku merasa seperti nggak jadi diri sendiri. Rasa-rasanya ada bagian yang kurang dalam hidupku. Aih dramatis ya. Apakah bagian yang kurang itu? Ohhh, ternyata perasaan ini muncul karena aku lama nggak melakukan hobi crafting!


Sebegitu pentingnya peran hobi dalam kehidupan, seperti 'vitamin' untuk kesegaran jiwa. Melakukan hobi bisa melepas penat. Bikin hati senang. Bisa menjadi sumber penghasilan. Bahkan, bisa jadi inspirasi buat orang lain. Maka bersyukurlah orang-orang yang masih bisa menyelipkan hobi di tengah kesibukan. Atau bahkan, menjadikan hobi sebagai pekerjaan sehari-hari.

Menurutku, sebuah hobi dapat menjadi inspirasi apabila hobi tersebut di-sharing dengan orang lain. Caranya bisa dengan berkumpul dengan orang-orang yang memiliki hobi serupa sehingga dapat berbagi ilmu. Atau, dengan membagikannya di media sosial agar dapat menginspirasi orang lain yang memiliki minat sama.

Dulu, blog ini menjadi tempat aku menuangkan kreativitas. Saat aku mulai menulis blog di tahun 2009, masih sedikit orang yang memiliki blog. Platform untuk berbagi inspirasi pun masih langka. Tak jarang aku mendapatkan komentar dari pengunjung blog, bahwa isi blog-ku sangat menginspirasi mereka. Senang banget rasanya, kalau ada yang bilang seperti itu. Seolah hidupku jadi lebih bermanfaat, hihihi. Lebay tapi emang bener lho.

Apa aja sih hasil kreativitas yang pernah aku share di blog? Mari bernostalgia :D

Jumat, 18 November 2016

Drama di Balik DIY First Birthday Baby Z

Assalamu'alaikum!


Ibu mana yang nggak bahagia, ketika bayi kecilnya menginjak usia 1 tahun? Bagiku yang sempat mengalami baby blues, rasanya dulu nggak kebayang si bayi bakal secepat ini gede. Kirain kerjaan sehari-hari bakal cuma nyusu-pup-ganti popok, ehhhh sekarang tingkah polahnya udah nggak terkendali. Wes nduwe karep dewe! Merangkak sana sini, naik tangga, gak mau dicuekin, minta cemilan, suka mainin remote dan banting-banting HP (maafkan kalo sekarang jadi susah dihubungi, soalnya baru bisa pegang HP kalo bayi bobok!) :D

Nah beberapa minggu sebelum ultah si bocah, aku sempat galau nih, mau bikin perayaan / syukuran atau enggak? Karena ada pro kontra soal pesta ultah. Takut boros lah, bayinya belum ngerti lah, nggak ada sunnahnya lah. Tapi di sisi lain, milestone 1 tahun ini sayang juga kalo nggak ada foto-fotonya. Banyak perubahan lho untuk bayi di usia 1 tahun. Contohnya, udah bisa pake baju anak umur 1 tahun dia udah boleh bebas makan seperti orang dewasa. Halo gula garam, kamu sudah halal! (Errrr, sebelumnya sih udah kena gulgar juga kok dalam bentuk biskuit bayi). Cuma, maksudnya, di usia 1 tahun ini, gula garam sudah boleh diberikan dalam batas wajar. Madu sudah boleh dimakan. Susu sapi sudah boleh diberikan.

Sampai akhirnya di H-2 sebelum ultah baby Z, aku memutuskan mau bikin acara pepotoan kecil-kecilan di rumah. You know, cuma sekedar potong kue ultah di depan dekor unyu buat foto.

Rabu, 26 Oktober 2016

Drama ASI #3: Milk Blister, Mastitis, dan Nasihat Abang Gojek

Assalamu'alaikum!

Kupikir, kunjungan ke klinik laktasi cuma urusan di awal-awal lahiran aja. Ternyata di usia bayiku yang 11 bulan, aku harus kembali menemui dokter laktasi.

Masalahnya adalah pada suatu hari, payudara kananku terasa nyeri ketika dibuat menyusui. Saat kuteliti, ada bintil seperti jerawat di ujung puting! Bintil itu berwarna putih. Yaaaa seperti jerawat matang T_T Sakitnya jangan ditanya. Saat disusui, aku harus menahan tangis huhuhu...

Setelah browsing, aku yakin bintil ini bernama Milk Blister. Asalnya dari sumbatan ASI. Di sebagian payudara memang terasa ada gumpalan keras. Bisa terjadi karena ASI nggak dikosongkan (sehingga sisa-sisa ASI menyumbat saluran air susunya), atau karena tekanan (misal pemakaian bra yang terlalu ketat) - kalau dalam kasusku sepertinya karena aku menyusui sambil tiduran, jadi bagian payudara ada yang tertekan ke kasur.

Senin, 24 Oktober 2016

Review Wardah DD Cream & Dark Color Intense Matte Lipstick

Assalamu'alaikum!

Bulan lalu aku dikirimi produk Wardah DD Cream oleh Sociolla. Pikirku, apaan nih DD Cream? Baru juga pakai BB cream, belum coba CC cream, eh udah ada DD cream aja. Bagi pecinta produk beauty, DD cream tentu udah nggak asing lagi. Tapi bagi aku, emak-emak rumahan yang jarang dandan, pentingkah punya DD cream segala??


Terus, aku juga punya 2 lipstik Intense Matte keluaran Wardah yang lagi ngetren. Aku pilih shade warna gelap, yaitu Choco Town dan Lady Burgundi, supaya kelihatan kekinian :p Cocok nggak ya di aku? Tahan lama nggak ya? Recommended gak ya?

Selasa, 11 Oktober 2016

Jalan-jalan di Tarakan dalam 1 Hari

Alhamdulillah setelah menempuh perjalanan panjang bersama si bayi ke Tarakan, kami bisa beristirahat di hotel Swiss-Belhotel. Hotel kuno, yang konon sudah paling bagus di Tarakan hehehe.

Hari pertama di Tarakan, aku dan baby Z main ke rumah oom S & tante N dari pihak suami, sementara pak suami kerja. Hari kedua, suami sudah selesai pekerjaannya. Kami sekeluarga diajak city tour oleh oom S dan tante N.

Karena ada Jum'atan dan beberapa hal lain, kami baru cabut dari rumah sekitar pukul 3 sore. Walah sebentar juga sudah magrib yakkk :p Cukupkah waktu sesingkat itu untuk berkeliling Tarakan??

Rabu, 05 Oktober 2016

Pantyliner? Yay Or Nay?

Assalamu'alaikum.

Aku termasuk salah seorang pengguna setia produk pantyliner. Gara-gara tiap bulan menjelang menstruasi, pasti daerah sana terasa lembab. Hari biasa pun jika aktivitas sedang padat, keputihan sering datang. Bagi yang tau rasanya keputihan, risih banget 'kan! Rasanya pengen segera ganti pakaian dalam, tapi tentu repot apalagi kalau sedang bepergian.


Kebutuhanku terhadap pantyliner makin menjadi-jadi ketika aku hamil tahun lalu. Perubahan hormon bikin aku keputihan parah, sampai stress karena lembab luar biasa. Kalau harus ganti pakaian dalam, mungkin aku bisa menghabiskan 10 potong dalaman dalam sehari. Ya, separah itu! Aku sempat minta obat ke obgyn, sembuh agak bersih sekitar 2 minggu, lalu si putih kembali lagi. Akhirnya aku pasrah deh. Aku terima aja, kalau keputihan ini ada bersamaku selama hamil. Sepanjang kehamilan, aku bergantung pada pantyliner untuk menjaga area 'sana' tetap kering.

Dulu, aku sempat malu ketika harus pakai pantyliner. Apa semua wanita mengalami 'lembab' yang sama, atau cuma aku yang nggak bisa jaga kebersihan? Perasaan segala tips mencegah keputihan sudah dilakukan, seperti melap kering area kewanitaan setiap habis dari kamar kecil. Eh, ternyata yang butuh pantyliner bukan cuma aku lho! Blogger hits Fifi Alvianto juga setia menggunakan pantyliner, karena praktis di tengah aktivitas yang segudang, curhatnya di event Unicharm Pure Style Gathering.

Baca terus ya untuk tau kenapa kita butuh pantyliner, dan apakah pakai pantyliner itu aman bahkan untuk bumil?

Rabu, 28 September 2016

Naik Pesawat Berdua Baby Z Ke Tarakan!

Assalamu'alaikum!

Whoaaa Mrs. Tiananana naik level. Setelah pede terbang berdua bayi ke Surabaya, bulan lalu kami naik pesawat berdua ke Tarakan. Ya, Tarakan, kota terbesar di Provinsi Kalimantan Utara.

Foto waktu transit di Balikpapan.
Penampilan udah nggak jelas, pake jilbab instan, bawa tas bayi super gede, pake gendongan, plus nursing cover lupa dilepas :p

Ngapain kami ke Tarakan? Alasannya adalah, pak suami lagi dapat dinas ke kota itu, dan di sana ada oom dari pihak suami. Mumpung ada kesempatan, nggak ada salahnya 'kan menyambung tali silaturahim.

Jujur aja sih, sejak pertama suami melontarkan ide supaya aku dan baby Z nyusul ke sana, hati ini cukup deg-degan. Okelah beberapa bulan lalu aku bisa bawa bayi terbang dari Jakarta ke Surabaya, tapi durasi penerbangannya singkat (1.5 jam terbang + sekitar 2 jam waktu tunggu). Nah untuk ke Tarakan, aku harus naik pesawat 2 jam ke Balikpapan dulu, transit 1 jam, baru lanjut ke Tarakan dalam waktu 1 jam. Plus waktu tunggu sekitar 2 jam di Cengkareng.

Nggak ada pilihan pesawat direct, bu? Oh ada sih. Tapi penerbangannya jam 5 pagi. Kalo ambil penerbangan yang itu, artinya aku harus berangkat dari rumah berduaan bayi jam 3 pagi dong? Tidaaaakkk...!!! Males banget ah. Naik Sriwijaya aja deh yang agak siangan, walau transit sepertinya lebih nyaman timing-nya.

Apakah semua bakalan berjalan lancar??

Selasa, 13 September 2016

10 Minuman Hiburan di Mall (Milk Tea dan Kawan-kawan)

Assalamu'alaikum :D
Tiap jalan-jalan ke mall, kayaknya belum lengkap tanpa beli minuman dingin manis-manis. I know I know, air putih adalah yang paling baik. Hemat pula! Apalagi kalau bawa bekal minum dari rumah. Tapi kadang hasrat pengen 'minuman hiburan' tak tertahankan :))

Berikut ini list minuman yang enak-enak ketika nge-mall versi Mrs. Tiananana:

1. Chatime

Gerai Chatime kayaknya selalu memanggilku, di tiap mall, bahkan di Ace Hardware Rawamangun dan Kelapa Gading pun ada T_T (bahaya 'kan?) Kayaknya tiap minggu ada deh minimal 1x beli bubble tea. Boros yaaa...

Sumber gambar: freebiesland.my

Menu favoritku adalah Grass Jelly Roasted Milk Tea. Cincaunya lembuuut. Tiap ke sana, ini aja deh yang dipesan. Ada promo T-Cash pula, menu ini harganya jadi Rp 18.000 se-cup. Selain Grass Jelly Roasted Milk Tea, kadang aku juga minum Caramel Milk Tea pake topping pudding, atau Superior Pure Cocoa pake bubble. Less sugar, No ice. Karena tanpa es pun, minuman sudah dingin (plus, minumannya jadi lebih banyak :p)

Menu yang nggak disuka? Taro Milk Tea, menurutku teksturnya aneh! Agak kasar & bikin keseretan di tenggorokan. Trus menu teh yang rasa-rasa buah berasa terlalu artifisial, jadi aku nggak pernah beli. Terakhir juga sempat coba Strawberry Milk Tea, tapi terlalu manis meskipun less sugar. Jadi balik ke menu awal aja lah: Grass Jelly Roasted Milk Tea!

Total belanja: Rp 18.000 - Rp 25.000, ada di mall apapun deh kayaknya.

2. Sari Tebu (NAD atau Simply)

Konon, sari tebu banyak manfaatnya. Jadi aku dan suami kadang beli sari tebu kalau lagi pengen minuman yang segar & manis. Di gerai sari tebu juga seringkali ada sari kacang hijau, sari kedelai, sari lemon. Tebu + lemon enak lho! Sari kacang hijaunya juga aku suka.

Sumber gambar: www.foody.id

Total belanja: Rp 14.000-an (lumayan lebih hemat daripada nge-milk tea), ada di Mall Kelapa Gading, Kokas, dll.

3. Share Tea

Salah satu gerai milk tea yang juga enak. Ada menu favoritku: QQ Happy Family. Milk tea ini topping-nya subhanallah! Campuran pearl (bubble), grass jelly, kacang merah, jelly. Duh enak! Puas deh nyeruputnya sampe habis. Bonus: minum QQ Happy Family bikin perut kenyang (ya iyalah topping-nya banyak :p)

Sumber gambar: qraved.com

Total belanja: +- Rp 24.000, ada di Mall Kelapa Gading Jakarta, Lotte Mart Kelapa Gading, dll.

4. MM Juice

Beberapa kali beli jus tanpa es dan tanpa gula kalo lagi pengen sharing sama si bayek. Misalnya lagi jalan-jalan kelamaan di mall, ibunya haus, trus bayinya tampak butuh cemilan. Jus murni bisa jadi penyelamat! Pernah beli jus apel+jeruk, enak lho rasanya. Sudah manis meskipun tanpa gula. Bayek pun lahap nyeruput minuman ibunya.

Total belanja: kalau nggak salah Rp 38.000 (mahal sih, tapi sehat 'kan yaaa...), ada di mana-mana.

5. Starbucks

Aku bukan penggemar Starbucks sih, apalagi konon S'bucks ini pemiliknya orang Yah*di T_T Tapi dulu beberapa kali beli minuman kopi ice blended yang judulnya Java Chip, duh enak mak... Ada choco chip di dalam minuman kopinya.

Tapi karena lagi anti S'bucks jadi ngehindarin deh...

Total belanja: >Rp 45.000, ada di mana-mana.

6. Air Mata Kucing

Ini nih yang bikin aku kangen Surabaya! Jaman masih di Surabaya, pas nge-mall cukup bermodalkan Rp 5.000 untuk beli minuman hiburan. Air Mata Kucing atau sari lo han kuo ini cukup menyegarkan, rasanya pun unik. Dulu aku suka beli yang original, atau kadang dicampur oreo atau creamer supaya gurih. Kangen minum ini deh... Di Jakarta belum nemu gerai Air Mata Kucing.

Sumber gambar: sugiantomann.wordpress.com

Total belanja: < Rp 5.000, ada di Royal Plaza Surabaya, Delta Plaza Surabaya, Tunjungan Plaza Surabaya, dll.

7. Godiva

Sekali doang nyobain minum chocolate-nya Godiva, Chocolixir, di gerai Mall Kelapa Gading. Enak sih... tapi mahalnya naudzubillah. Nice to know aja sih, minum cukup sekali aja buat ngilangin penasaran :p



Total belanja: Rp 70.000 untuk se-cup. Ya! Satu cup doang! Ada di Mall Kelapa Gading Jakarta.

8. Quickly

Lagi-lagi ada milk tea di dalam list ini :p Nah, kalau di Chatime aku nggak doyan taro milk-nya, kalau di Quickly, justru Taro Bubble Milk Tea-nya yang paling aku suka. Rasanya ringan. Jujur pertama kali tau rasa taro ya dari Quickly ini.

Total belanja: kalau nggak salah Rp 27.000, ada di Mall Kelapa Gading Jakarta, Tunjungan Plaza Surabaya, dll.

9. Cincau Station

Lagi-lagi minuman hemat yang gerainya ada di berbagai mall Surabaya :D (Jakarta belum nemu). Ada Guriin (minuman green tea milk tea), Orenji (thai milk tea), hingga berbagai jenis pilihan minuman cincau yang segar. Paling favorit Cincau Ori: dengan santan dan gula merah, tradisional tapi dikemas modern tanpa pengawet. Mantap lah!


Total belanja: Rp 6.000 - Rp 10.000, ada di Ciputra World Surabaya, Grand City Surabaya, dll.

10. Teh-tehan Tradisional (Tong Tji atau Teh Poci)

Es teh dalam cup jadi pilihan tepat ketika butuh minuman manis, segar, tapi kantong lagi kempes :p Kalo ada gerai teh-tehan murah meriah ini, biasanya ketika makan di food court aku beli minumnya teh :)) Makan apapun, cocok 'kan sambil minum es teh.

Oiya di gerai teh Tong Tji, dijual pula aneka wedang tradisional, misalnya teh uwuh. Uwuh itu artinya sampah dalam bahasa Jawa :D Daun-daun dan batang tanaman aromatik dimasukkan ke dalam ramuan teh, jadinya berantakan seperti sampah hehehe. Lumayan kalo masuk angin di mall, minum yang anget-anget dari gerai teh ini.

Total belanja: Rp 5.000 - Rp 9.000

--
Eh banyak juga ya minuman enak di mall. Kamu paling suka minum apa? Kalau ada rekomendasi merk dan jenis minuman yang belum ada di sini, boleh lho bisikin aku hehehe. Nanti bisa dicoba :9

Baca juga: Investasi Dalam Secangkir Kopi, tentang betapa gaya hidup ngafe-ngafe sebenernya menjauhkan kita dari kekayaan, kontras sih dengan apa yang aku tulis di sini yang ngajakin jajan :)))))

Rabu, 31 Agustus 2016

Penginapan Unik: The Sidji Hotel Pekalongan

Assalamu'alaikum!
Lebaran yang lalu, aku beserta keluarga suami mudik ke Pekalongan. Kami ada reuni keluarga besar, yang tiap 2 tahun sekali berpindah lokasinya. Tahun ini, reuni diadakan di kota yang terkenal dengan kerajinan batiknya.


Kakak iparku memesankan kamar di The Sidji Hotel Pekalongan, katanya sih hotelnya unik. Sesampainya di sana akupun terpana dengan bangunannya yang rumahan, bergaya kolonial-shabby chic. Aih lucu!!

Apakah hotel ini jadi hotel yang nyaman untuk menginap, atau malah berkesan angker karena seperti rumah kuno??? Tetep baca yaaa :D Banyak foto-fotonya nih hehehe...

Senin, 22 Agustus 2016

Tiga Rekomendasi Hotel Bintang Empat Di Pusat Kota Jakarta

Assalamu'alaikum!

Bagi setiap orang yang datang dari luar kota Jakarta, berada di pusat kota Jakarta yang terkenal dengan kemacetannya akan membuat stres. Kemacetan ini memang sudah menjadi 'makanan sehari-hari' di kota metropolitan sekaligus ibu kota negara ini. Buat kamu yang sedang berada di Jakarta dan membutuhkan rekomendasi hotel yang nyaman di pusat kota, di bawah ini ada beberapa pilihan hotel yang dapat kamu pertimbangkan untuk memudahkan aktivitasmu:

Sabtu, 20 Agustus 2016

Fisher Price Soothe & Glow Seahorse Untuk Teman Tidur Bayi

Assalamu'alaikum!

Beberapa hari lalu, aku menerima kiriman paket dari Dotstoyland. Surprisingly, isinya adalah mainan yang dulu kuidam-idamkan ketika baby Z masih newborn: boneka kuda laut lucu untuk teman tidur bayi! (Baca: Bayi Susah Tidur? Ini Dia Beberapa Cara Menidurkan Bayi)


Kamis, 18 Agustus 2016

Buka Puasa Cantik di Sociolla Soiree

Assalamu'alaikum!

Bulan Ramadhan kemarin, entah mimpi apa, tiba-tiba aku dapat undangan menghadiri Sociolla Soiree.


What??? Sociolla Soiree yang biasanya dihadiri para blogger hits itu??? Langsung deh aku minta ijin suami buat ninggal baby Z di rumah, karena tampaknya nggak mungkin ngobrol cantik sambil bawa bayi. Bisa rusuh yaaaa *kecuali baby Z bayi anteng *sayangnya bukan.

Jadi, Soiree ini, yang berarti "Arisan" atau social gathering dalam bahasa Perancis, sebetulnya adalah acara rutin Sociolla, online store kecantikan favorit kita. Ketika diadakan di bulan Ramadhan, temanya adalah Moroccan. Sempat bingung mau pake kostum apa, akhirnya aku pinjam kaftan ke mertua hehehe.

Senyum manis dengan kaftan punya mertua. Photo by Fika.

Senin, 15 Agustus 2016

Bayi Susah Tidur? Ini Dia Beberapa Cara Menidurkan Bayi

Assalamu'alaikum!
Waktu awal-awal jadi ibu dulu, aku merasakan malam-malam tanpa tidur cukup. Si bayi belum paham mana siang mana malam. Dia memutuskan malam hari adalah waktunya menyusu tiada henti. Siang malah bayinya tiduuuur terus sampai harus dibangunkan untuk menyusu 2 jam sekali. Sampai tiap tamu yang berkunjung bilang, "Wah enak ya bayinya anteng nggak rewel..."

You wish!

Untuk mengatasi problem bayi doyan begadang, banyak yang menyarankan mengenalkan perbedaan siang dan malam pada bayi. Misalnya dengan mematikan lampu ketika malam. Bayi jadi tahu, jam segini = gelap = waktunya tidur. Sebaliknya, ketika siang, semua tirai dibuka, dan bayi diajak main. Lama-lama bayi akan paham bedanya siang dan malam.

Ternyata masa-masa newborn, terlepas dari fakta harus sering disusui, adalah masa dimana bayi paling gampang tertidur!

Penting juga untuk melakukan rutinitas menjelang bayi tidur, misalnya dengan memandikan air hangat, ganti popok, membacakan cerita (aku belum bisa bacain cerita ke bayi, bayinya gak merhatiin - heboh sendiri wkwkwkwk), atau menyusui. Pokoknya dibuat rutinitas menjelang tidur, sehingga bayi mengasosiasikan ganti popok + cerita + disusui = tidur nyenyak (ini contoh aja lho, rutinitasnya gak mesti begini).

Dari hasil browsing ketika menyusui dulu (jangan ditiru ya para emak yang baik - tapi waktu menyusui bayi newborn selalu jadi me-time sebagai new mom hahahhaa) ternyata ada beberapa teknik supaya bayi bisa tidur nyenyak. Kira-kira begini nih dari yang aku baca:

Kamis, 11 Agustus 2016

Pergi Ke Surabaya Berdua Baby Z

Assalamu'alaikum blog!
Rabu lalu, berhubung ada urusan di Surabaya, aku sama baby Z pergi naik pesawat berduaan. Seru juga lho penerbangan berdua baby :D Deg-degan takut rempong, takut rewel, tapi ternyata bisa! *emaksetrong mode On


Dulu parno kalo mikir pas pergi berduaan, eh emaknya kebelet pipis. Masa' sambil gendong bayi di dalam WC? Kan bayinya belum bisa berdiri sendiri.

Senin, 25 Juli 2016

Beauty Haul Under 150K: Lip Cream + Blush On?

Assalamu'alaikum!
Bulan lalu aku belanja di Sociolla, salah satu online shop terpercaya yang menjual berbagai produk skincare dan make up. Senangnya belanja di Sociolla adalah produknya terjamin asli dan aman (nggak ada produk abal-abal apalagi aspal - asli tapi palsu), serta pengiriman yang terpacking rapi, isinya tidak rusak, dan cantik ala bingkisan.

Ini dia berbagai koleksi belanjaan Sociolla-ku :p

Berhubung sebetulnya lagi nggak butuh barang apa-apa tapi dapat voucher freebies*, aku bingung mau belanja apa ya? Aku memutuskan beli make up saja. Pengen beli lipstik dan perona pipi, biar pas Lebaran bisa kelihatan lebih cantik hahahaha (ngarep).

*Freebies adalah salah satu keuntungan bergabung di Sociolla Blogger Network. Bulan sebelumnya, aku mendapatkan freebies berupa produk sunscreen Vitacreme asal Swiss. Bulan setelahnya, dapat voucher, yayy!!!

Berikut ini 2 produk yang aku beli, dengan harga total di bawah Rp 150.000. Udah dapat lipstik Wardah Exclusive Matte Lip Cream dan blush on Beauty Story Lip and Cheek. Hemat kan!!

Rabu, 20 Juli 2016

Ketika Bayi Belum Juga Tengkurap

Assalamu'alaikum buibuk!
Judul blog post kali ini, adalah salah satu sumber kecemasanku ketika baby Z berusia 4 hingga 5 bulan. Maklum ya emak anyaran, baru punya anak pertama, ada aja deh yang dicemaskan. Apalagi anak-anak temanku yang seumuran, sudah pada mulai tengkurap sendiri di usia 2 hingga 3 bulan. Baby Z hingga 5 bulan masih lempeng aja, malah nangis kalau ditengkurapkan. Pusing pala berbi!

Baby Z ketika 5 bulan sedang main di playmat, belum bisa tengkurap sendiri..

Banyak yang bilang, bayi mulai berguling dari posisi tengkurap ke terlentang pada umur 3 bulan. Harap-harap cemas aku menunggu momen baby Z berguling, namun hari itu belum kunjung tiba!

Stimulasi Agar Bayi Mau Tengkurap

Web luar negeri menyarankan, untuk menstimulasi bayi tengkurap, orang tua harus rajin-rajin melakukan tummy time - a.k.a tengkurapkan bayi supaya dia bermain dengan posisi perut di bawah. Tummy time akan menguatkan otot-otot tangan dan punggung yang diperlukan untuk bayi belajar berguling dan duduk.

Alamak baby Z benci tummy time! Mainan apapun nggak mempan untuk menghibur dia ketika tengkurap. Posisi tengkurap selalu penuh derai tangis dan air mata zzzz...

Jumat, 24 Juni 2016

6 Tips Gaya Lebaran Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Assalamu'alaikum, ibu-ibuuu...

Idul Fitri kurang 2 minggu lagi! Rencananya pada mau pulang kampung atau silaturrahim di dekat rumah aja? Apapun rencana Lebaran-nya, minumnya pasti teh botol sebagai wanita pasti sudah kepikiran donk mau pakai baju apa? Baju baru alhamdulillah, untuk dipakai di Hari Raya. Tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama. Lho kok jadi syair lagunya Enno Lerian :p


Alhamdulillah Lebaran tahun ini aku sudah menyandang status sebagai ibu. Pergi kemana-mana pasti ada si bocah nempel di gendongan :D Ibaratnya, my baby is my accessory deh hehehe.

Sejujurnya setelah melahirkan, aku agak slebor dalam berbusana. Mau ke mall cukup pakai blus kancing depan, jilbab seadanya, kusut pun tak apa. Dalihnya: "Sudah ada bayi mana sempat dandan?' Eh tapi 'kan untuk momen spesial seperti Lebaran, harus berusaha tampil sebaik-baiknya. Apalagi mau sholat Ied dan berkunjung ke rumah saudara-saudara.

Setiap wanita pasti kepingin tampil cantik, tak terkecuali ibu hamil dan menyusui. Buat emak-emak, cantik harus tetap nyaman. Lupakan dulu slogan "Beauty is Pain". Untuk bumil, udah bawa perut segede bola masa iya mau bersusah-susah pakai high heels. Dan untuk busui, sepertinya baju wajib ada bukaan depan ya ;) Jadi lupakan dulu long dress dengan zipper di belakang.


6 Tips Gaya Lebaran Nyaman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui:

1. Pilih bahan baju yang adem dan berpotongan agak longgar

Ibu Hamil:
Mengapa baju adem dan longgar? Karena ibu hamil mudah berkeringat, dan perutnya besar (ya iyalah).

Ibu Menyusui:
Saat menyusui pun, baju longgar jadi nilai plus karena terasa nyaman. Kadang perut 'kan belum kembali singset :p Trus ketika menyusui juga butuh utak-atik bra menyusui, sehingga susah kalau pakai baju terlalu ketat.

2. Pastikan ada akses untuk menyusui

Ibu Hamil:
Meskipun masih hamil, nggak ada salahnya untuk mulai beli baju yang bisa digunakan hingga masa menyusui.

Ibu Menyusui:
Baju berkancing depan atau baju khusus menyusui dengan bukaan tersembunyi di bagian dada adalah hal wajib! Jangan sampai nanti anaknya sudah ingin menyusu, ternyata pakai blus retsleting belakang. Walah salah kostum deh...

3. Aksesoris nggak ribet

Aksesoris perempuan banyak banget nih. Jilbab, tas, sepatu, gelang, kalung...

Ibu Hamil:
Pilih sepatu yang mudah dikenakan, karena perut mulai membesar dan susah untuk membungkuk ketika pasang sepatu. Hindari juga penggunaan heels yang terlalu tinggi.

Ibu Menyusui:
Ups, kalau mau menggendong bayi sepertinya nggak bisa pakai kalung ya? Pasti ditarik-tarik :D Kalau masih hamil sih boleh lah puas-puasin bergaya dengan segala aksesoris.

Untuk sepatu, pilih model slip on. Karena saat silaturrahim akan banyak lepas-pasang sepatu. Belum lagi jika harus sambil menggendong anak, pasti ribet kalau sepatunya bertali atau memiliki buckle yang harus dipasang.

Jilbab ala instant shawl juga memungkinkan ibu-ibu tampil rapi dalam beberapa detik. Pas banget sebagai pilihan aksesoris.

Sepatu slip on EDBERTH - Blus kancing depan dan longgar MYBAMUS
Semua ada di Hijabenka

4. Pilih bahan baju yang nggak mudah kusut

Ibu Menyusui:
Tentunya saat Lebaran, kita nggak ingin terlihat kucel donk. Setelah dandan rapi, 30 menit kemudian kusut sana sini karena menggendong. Bahan baju seperti kaos jersey, sifon, cerutti, polyester, dan beberapa jenis katun relatif tidak mudah kusut.

5. Menghindari terlihatnya noda susu

Ibu Menyusui:
Ketika menyusui, kadang tanpa sengaja terjadi rembesan atau tetesan ASI. Kain bermotif atau layer di bagian dada dapat menyamarkan noda tersebut.

Bahan satin atau yang berkilau lebih rentan memperlihatkan bekas cairan, entah iler, gumoh, susu, sampai makanan. Jika takut ada bekas ASI, akali dengan penggunaan jilbab yang menutup dada atau berikan layer seperti vest atau cardigan.

6. Membawa baju cadangan

Ibu Hamil:
Pernah waktu hamil dulu, aku pakai gamis cantik saat berkunjung ke rumah eyang. Ternyata lama-lama panas (namanya bumil ya, gampang kegerahan), akhirnya aku dipinjami blus katun oleh ibuku.

Ibu Menyusui:
Terkadang ibu sudah dandan rapi, tahu-tahu bayinya gumoh di baju! Hihihiiii, selain basah kuyup bisa ada bau semriwing juga :p Satu baju yang bersih bisa jadi penyelamat mood terutama kalau masih banyak tempat yang harus dikunjungi.

---
Nah, berikut ini contoh padu padan busana Lebaran yang bumil dan busui friendly, dengan foto produk yang diambil dari web Hijabenka.

Pastel Chic

Warna pastel yang lembut bisa jadi pilihan untuk tampil cantik di saat sholat Ied. Outer yang memiliki detail unik, cocok untuk ibu hamil dan menyusui. Plusnya, untuk busui, outer juga bisa menjadi penutup ketika menyusui bayi lho.

Padukan dengan aksesoris berupa hijab berwarna pink pastel, misalnya Fraya Instant Shawl dari LAMAK. Instant shawl memungkinkan ibu-ibu tampil rapi dalam tempo waktu sesingkat-singkatnya :D Tas berwarna emas yang lembut juga bisa menjadi pelengkap yang cantik untuk baju bernuansa pastel.

Abaya by Restu Anggraini
Instant shawl by Lamak
Shoulder bag by Coup Belle
Semua ada di Hijabenka

Cool Monochrome

Monochrome, adalah paduan 1 warna dalam gradasi muda hingga tua. Paduan monokrom yang paling populer adalah hitam, abu-abu, dan putih. Blus selutut yang simple bisa menjadi pilihan untuk silaturrahim. Padukan dengan instant shawl bermotif untuk memberi karakter, serta sandal platform kekinian yang mudah digunakan.

Tunik by Kamea
Instant shawl by Lamak
Platform sandal by Mollinic
Semua ada di Hijabenka

Fun and Colorful

Untuk yang suka tabrak warna, baju berwarna terang dipadukan dengan hijab segiempat motif bunga yang cantik bisa membuat ibu terlihat lebih muda dan ceria. Padukan dengan aksesoris berwarna netral seperti sepatu Melissa dengan detail pointy yang unik.

Dress by Shazaa
Hijab by Bouquet By Rania
Sepatu by Melissa
Semua ada di Hijabenka

Masih ada 2 minggu lagi untuk menyiapkan baju Lebaran :D Kalau kamu, paling suka gaya seperti apa?

PS: Semua foto produk diambil dari web Hijabenka

Rabu, 22 Juni 2016

MPASI Awal (6-8 bulan) Saat Traveling

Assalamu'alaikum :D
Kemarin temanku ada yang tanya, perlengkapan apa aja yang dibutuhkan ketika awal MPASI? Ia juga cemas karena MPASI-nya bakal dimulai ketika mudik Lebaran! Kebayang sih, mau MPASI awal aja udah deg-degan, apalagi ditambah fakta kalo mulainya ketika bepergian.

Kalo di rumah sih enak. Rice cooker ada. Panci lengkap. Kompor ada. Blender, saringan, pisau, talenan, alamak tinggal sebut, ketemu semuanya deh di dapur. Lain halnya ketika traveling. Nggak mungkin bawa segambreng peralatan, emang koper isinya alat masak semua? Emaknya kan juga harus bawa baju (atau belanja baju aja di tempat tujuan :p)

Bawaan bekal ketika pergi 4 jam-an ke mall

Baby Z pernah ke Surabaya waktu umur 6 bulan. Sempat juga ikut traveling ke Bandung saat 6,5 bulan, menginap di hotel sama bapake. Emaknya mencoba nggak panik. Ada beberapa items MPASI yang dibawa, serta beberapa bahan makanan yang digunakan. Beginilah pengalaman mrs. Tiananana menyiapkan MPASI ketika traveling.

Rabu, 08 Juni 2016

Unboxing Vitacreme B12 Day Cream & VitaBlanc

Assalamu'alaikum!
Kali ini aku mau me-review unboxing Vitacreme B12 Day Cream Sun Protection dan Vitacreme B12 VitaBlanc yang kuterima dari Sociolla. Jujur, aku baru tau merk Vitacreme ketika dikirimi produk ini. Pastinya penasaran donk, produk apakah ini? Dari tampilannya kok tampak biasa aja dan kurang girly hihihii...


Selidik punya selidik, Vitacreme ini ternyata termasuk high end skincare (menurutku) yang berasal dari Swiss! Wow, Swiss lho!! Setahuku produk-produk dari Swiss memang berkualitas baik, sebut saja Switzerland chocolate yang terkenal: Toblerone, dan pisau Swiss Army (eaaaa ga nyambung bro).

Minggu, 05 Juni 2016

Face Lift Tanpa Operasi di OYA Clinic

Assalamu'alaikum :D
Minggu lalu aku berkesempatan mencoba treatment Face Contour dari OYA Clinic. Ketika ditawari, aku sempat ragu apakah ini semacam operasi face lift. Oh alhamdulillah ternyata bukan! Treatment ini nggak invasif, ia memanfaatkan krim pembakar lemak serta alat ultrasound.



Problemku setelah melahirkan adalah wajah ini semakin chubby. Padahal pas hamil berat badan nggak naik banyak, tapi setelah menyusui, alamak dikit-dikit lapar, dikit-dikit makan. Nggak heran berat badanku belum balik seperti awal mula. Teman-teman pun bilang aku terlihat makin 'seger' (baca: gemuk). Eaaaa....

Sabtu, 04 Juni 2016

Sedikit Baby Blues

Sebelum punya anak, aku memang bukan sosok wanita yang keibuan. Kalo melihat bayi lucu, dalam hati pasti gemas. Tapi ya that's it. Dalam hati doank gemesnya. Nggak ada tuh yang namanya kepingin nguyel-uyel atau gendong atau ngesun bayi orang.

Saat hamil, kupikir jiwa keibuan akan muncul ketika melahirkan. Toh aku menyayangi janinku. Pasti aku bakalan jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat bayiku pertama kalinya.

Ternyata saat melahirkan, nggak ada getaran haru dan cinta kasih yang aku rasakan pada bayi kecil yang saat itu diletakkan di dadaku untuk IMD T_T Aku cuma berpikir, "Oh ini toh bayiku..."

Menyusui dan merawat bayi kulakukan karena kewajiban. Aku lebih senang kalau ada yang memandikan bayiku atau sekedar mengganti popoknya. Tapi aku berusaha gembira dengan kehadiran bayi ini, karena dalam logikaku, aku memang seharusnya bahagia menjadi ibu.

Jumat, 03 Juni 2016

Halal Itu Sehat! Acara Seru dari Marina

Assalamu'alaikum
Belakangan ini, bukan hanya umat muslim yang sadar akan pentingnya kehalalan suatu produk. Halal sudah menjadi gaya hidup ketika kita memilih makanan untuk dikonsumsi, maupun memilih skincare untuk tubuh. Produk yang halal tentunya menggunakan bahan-bahan pilihan tanpa zat non-halal dan tidak membahayakan tubuh, disertai proses produksi yang terjaga. Dengan demikian, halal itu sehat, ya kan?

Pada acara Marina #HalalItuSehat bersama Sahabat Marina & Dream.co.id, selain mendapat ilmu baru, bloggers juga bersenang-senang. Acaranya seru, karena selain talkshow, ada demo masak dan juga mini kontes. Heboh deh!

OOTD bertema white mix purple, menggunakan tenun Lombok
Ini dia detail acaranya...
Peserta sibuk Live Tweet karena ada hadiah voucher MAP untuk Live Tweet terbaik :D

Selasa, 31 Mei 2016

8 Hal yang Disuka di Hotel Alila Solo

Assalamu'alaikum...
Bulan lalu, sewaktu baby Z berusia 5.5 bulan, suami ada kerjaan di Solo. Diboyonglah aku dan baby Z untuk pergi bersama (baca: Pertama Kali Baby Z Naik Pesawat). Akomodasi yang dipilih adalah Hotel Alila Solo, yang merupakan cabang dari Alila Resort Bali.


Pada akhirnya, kami jatuh cinta pada hotel ini. Selain ramah untuk bayi (baby-friendly), hotel ini memanjakan kelima panca indera. Ini dia 8 hal yang aku suka dari Alila Solo.

Minggu, 22 Mei 2016

Mencoba Cetaphil, Skincare Seluruh Keluarga

Assalamu'alaikum!
Bulan lalu, aku berkesempatan mencoba Cetaphil, brand skincare yang terkenal untuk kulit sensitif. Produk yang aku coba adalah Gentle Skin Cleanser dan Moisturizing Cream. Awalnya, semua produk ini aku pakaikan ke muka dan berujung jerawatan :))) Bingung lah aku, produk terkenal kok gak cocok di aku. Baru kemudian aku browsing...


Ternyata sodara-sodara, kedua produk ini (Gentle Skin Cleanser dan Moisturizing Cream) bisa dipakai untuk tubuh dan wajah. Tapi berhubung kulit wajahku sudah berminyak, mungkin aku pakai pelembabnya kebanyakan. Kedua produk ini pun multifungsi, bisa untuk seluruh keluarga.

Jumat, 13 Mei 2016

Review Moodmatcher, No Touch Up Lipstick

Assalamu'alaikum!
Horeee ada satu merk lipstik lagi yang jadi penghuni tetap diaper bag aku (wakakaka sekarang tas sudah beralih jadi diaper bag :p): Fran Wilson's Moodmatcher!

Aduh maap background fotonya berantakan gak niat banget hahahha...
Pencarian lipstik idaman terus berlangsung bagi Mrs. Tiananana. Bukan, bukan karena hobi dandan... Cuma kriteria lipstik yang diinginkan tuh syaratnya banyak:

  1. Tahan lama, kalo bisa habis makan minum pun tak perlu touch up
  2. Nggak bikin bibir kering mengelupas
  3. Warnanya oke
  4. Harganya reasonable, kalo bisa di bawah Rp 100.000
Kebetulan di salah satu grup chat, sempat rame obrolan tentang lipstik Moodmatcher yang 'katanya' tahan walau dipake makan minum. Aih penasaran! Buru-buru deh beli di Sociolla.