Senin, 02 November 2015

Baby Shopping di Audrey Cempaka Mas & Rabbit Kelapa Gading

Melanjutkan postingan tentang list belanja perlengkapan bayi... Pada suatu weekend di usia kehamilan 31 minggu, dimulailah belanja tahap pertama dengan list yang telah disusun malam sebelumnya. Toko yang dipilih atas rekomendasi mertua adalah Audrey Baby Shop Cempaka Mas.

Belanja Perlengkapan Bayi di Audrey Baby Shop

Pertama kali melangkahkan kaki ke Audrey Baby Shop, cukup takjub juga. Sekitar 4 lot toko dikuasai oleh si Audrey. Ada bagian khusus newborn, perlengkapan tidur, perlengkapan makan, stroller, kayaknya mau apapun lengkap deh. Bumil pun segera mendapatkan asisten toko yang bakal meladeni dari awal belanja sampai selesai.

List belanja perlengkapan bayi audrey baby shop

Cara belanjanya, bumil disuruh duduk di kursi, di balik etalase. Lalu diberikanlah list barang dagangannya Audrey (yang mana list-nya panjang banget!), supaya si bumil bisa menandai mau belanja apa aja. Asisten toko lah yang akan ngambilin semua barang yang ditentukan bumil secara bertahap. Bumilnya mah duduk doank. Baru tau ada cara belanja kayak gini!


Misalnya, aku melingkari baju bayi lengan pendek. Mbak asisten mengambil 2 merk dengan beberapa motif supaya aku bisa pilih mau beli yang mana. Beberapa item, dijualnya grosiran. Minimal beli 3, 6, atau selusin. Kadang bisa campur merk.

Proses belanja pun jadi cepat banget. Untuk belasan item yang aku butuhkan, aku menghabiskan waktu nggak sampai 1 jam (yang bikin lama sebetulnya adalah galau motif - yang nggak penting banget, plis deh... Bayi juga ga ngerti motif kan).

Merk yang dijual pun beragam. Baju bayi grosiran yang ditawarkan untukku ada merk Velvet & Libby. Sempat lihat juga set baju bayi Carter's (tapi nggak ditawarkan ke aku). Toiletries ada Sebamed, Chicco, dan lain-lain sampai Mothercare segala. Breast pump sepertinya ada Pigeon dan Unimom. Stroller pun macam-macam merknya, tapi aku dan suami sepakat beli stroller di toko besar seperti di mall agar jelas garansinya.

Kelemahan cara belanja dengan dilayani asisten: 

Nggak teliti tanya harga
Walaupun rata-rata barangnya dijual dengan harga lebih murah dari toko di mall, tapi karena cara belanjanya barang langsung disodorkan pada kita (dan nggak cuma 1 barang kan), lama-lama malas tanya harga ini berapa itu berapa. Bawaanya pengen cepet aja, pilih motif, masukkan keranjang belanja di mbaknya.

Pilihan merk terbatas
Asisten biasanya cuma menawarkan 2 merk/produk. Ini atau itu. Padahal aslinya mereka punya banyak merk & tipe produk. Pas ngintip belanjaan bumil di sebelahku, kok kayaknya rumput tetangga terlihat lebih hijau, alias barangnya lebih lucu-lucu :))) Ketika aku tanya, yang model kayak gitu (nunjuk ke bumil sebelah) ada nggak? Baru deh diambilin...

Nggak teliti udah belanja apa aja
Karena yang memasukkan barang ke keranjang bukan aku sendiri. Sampai rumah, ada item yang mau kubeli ternyata nggak dimasukkan (dan memang nggak masuk nota). Mungkin dikira mbak-nya aku ga jadi beli :(

Harga audrey baby shop
Harga audrey baby shop
Bocoran harga di Audrey Baby Shop... kalau ada yang penasaran...

Tips Belanja di Toko Grosiran seperti Audrey Baby Shop:

Dari kelemahan-kelemahan di atas, ada beberapa tips kalau mau belanja perlengkapan baby di Audrey...

  • Kalau budget menjadi masalah, harus teliti tanya harga dan dicatat satu-satu: harga x jumlah barang, supaya nggak kebablasan.
  • Alangkah baiknya kalau sudah survey merk. Sehingga tau apa yang dimau (eh kok kayak iklan ya), dan bisa ngomong ke mbaknya merk yang spesifik.
  • Minta asisten untuk cek lagi barang-barang yang akan kamu bayar, cocokkan dengan list: sudah semua belum? Daripada bolak balik.
  • Parkir di lokasi yang dekat dengan baby shop jika memungkinkan. Karena pulangnya akan bawa kresek besar dan berat berisi perlengkapan baby!


Belanja Perlengkapan Bayi di Rabbit Kelapa Gading (Swalayan)

Karena baru sadar dulu belanja di Audrey belum lengkap, dan usia kandungan sudah memasuki 36 minggu, aku ngebut minta diantar suami ke Rabbit malam-malam setelah suami pulang kantor. Kandungan udah gede gini, suami udah ga ngebolehin istrinya pergi sendirian ke Cempaka Mas :)) Kalo naik taxi siang-siang pun pulang pergi habisnya Rp 100.000, kayaknya nggak worth it belain ke Cempaka Mas demi harga grosir.

Rabbit ini terletak di Ruko Jl. Raya Kelapa Nias Blok GN #3, sebelahnya Kambing Bakar Cairo dan Cokelat Manon (mantap kan bisa sambil jajan :p). Dari luar, kelihatannya toko ini lucu banget. Sempat agak takut kalo harganya mahal-mahal.

Kelebihan Belanja di Baby Shop Swalayan

Asiknya masuk ke swalayan bayi adalah tokonya lumayan lega, dan belanjanya bisa santai nggak diburu waktu (dibandingkan efek psikologis kalau ditawarkan pilihan produk ini atau itu - di toko sebelumnya).

Semua produk dijejer dan kita bisa lihat, pegang, plus bandingkan harganya. Aku juga minta ditemani asisten, supaya proses belanja lebih cepat. Minta perlak, diantar ke tempat perlak. Minta slabber, diantarkan. Jadi nggak bingung cari-cari sendiri. Meskipun untuk memilih tetap kita lakukan sendiri.

Produk yang dijual pun bervariasi, mulai dari yang murah hingga yang mahal. Jadi jangan takut untuk coba-coba belanja di baby shop semacam swalayan :D Aku beli perlak tambahan di Rabbit cukup seharga Rp 27.500 saja (sementara yang ditawarkan padaku di toko grosiran sebelumnya adalah perlak Rp 75ribu atau Rp 180ribu). Ya memang beda produk, yang kubeli di Rabbit aku pilih yang murah karena cuma cadangan.

Di Audrey Cempaka Mas nggak ada gurita ibu yang bertali, di Rabbit ada. Aku juga beli cukin a.k.a kain gendongan dari batik. Old skool banget ya!

Belanja sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit =_="

Kelemahan belanja model swalayan? Karena mata jelalatan jadi nambah-nambah barang yang nggak ada di list deh :)) Seperti Baby Sanitizing Water... Rencananya aku pakai buat sterilkan mainan atau box bayi, walaupun awalnya nggak ada dalam list. Habis setengah juta aja deh. Tapi semoga bermanfaat dan kepake semua, aamiin.

Sekian dulu postingan tentang belanja kebutuhan bayi-nya, semoga bermanfaat buat yang mau cari referensi. Aku belum coba pengalaman belanja online kebutuhan bayi sih, nanti aja kalau bayinya udah lahir dan baru ketahuan ada barang yang kurang :D