Senin, 19 Oktober 2015

Travel: Mengunjungi Kamp Nazi di Auschwitz

Auschwitz, atau yang dikenal dengan Oswiecim di Polandia, menjadi saksi sejarah kekejaman Nazi pada perang dunia kedua. Nazi membangun Kamp Konsentrasi untuk 'memusnahkan' ras manusia selain bangsa Jerman. Mereka percaya bahwa bangsa Jerman yang berambut pirang dan bermata biru adalah ras tertinggi di bumi ini.

Sebelumnya, aku tau tentang kamp ini dari nonton film Anne Frank, juga The Boy In Striped Pajamas - kusingkat TBISP (recommended movie!). Pas nonton TBISP, ngeliat kamp-nya aja udah bikin merinding. Apalagi di ending-nya ada adegan satu kompi tahanan masuk ke sebuah ruangan dimana mereka disuruh 'mandi'. Trus sebetulnya ruangan itu adalah kamar gas yang disiapkan untuk meracuni mereka semua hingga tewas, lalu dibakar hingga jadi abu T_T Mak, nggak kebayang kalo harus mengalami kekejaman seperti itu...


Aku berkesempatan mengunjungi Kamp Konsentrasi di Auschwitz pada musim dingin 2014 lalu. Ketika memasuki area, local guide membagikan earphone untuk mendengarkan suara beliau dengan jelas. Ia juga mengingatkan kami untuk menjaga barang berharga dan selalu dekat dengan rombongan karena situs sejarah ini sangat luas, juga ramai pengunjung!

Hati-hati salah ikut rombongan...
Dinginnya salju membuat suasana makin mencekam, apalagi sambil mendengarkan cerita dari guide tentang kejadian-kejadian di bangunan bersejarah ini. Kamp memiliki banyak ruangan, dari barak, ruang-ruang penyimpanan barang milik tahanan, ruang administrasi, hingga ruang pembakaran / krematorium.

Bingung kalo foto harus senyum atau muram... Habisnya di sini sedih banget!
Arbeit macht frei di gerbang artinya "Kerja (akan) membuat (anda) bebas". Di kamp ini, para tahanan yang masih kuat diminta untuk kerja paksa. Sementara orang yang lemah dan sakit akan 'dimusnahkan' atau dijadikan korban percobaan bahan kimia.


Ketika memasuki kamp konsentrasi, para tahanan harus menanggalkan semua barang berharganya... termasuk tongkat dan kaki palsu! Benda-benda logam dilebur dan dijadikan alat perang. Rambut para tahanan pun dicukur, hingga terkumpul berkarung-karung (mencapai hampir 2 ton) potongan rambut. Rambut-rambut manusia dijadikan berbagai produk, termasuk bahan tenunan kain untuk bangsa Jerman T_T


Jerman sendiri membangun 3 kamp konsentrasi, yaitu:
  • Auschwitz I, di Oswiecim, yang digunakan sebagai pusat administrasi, dan merupakan tempat kematian sekitar 70.000 orang Polandia, kaum homoseksual dan tawanan perang Soviet.
  • Auschwitz II di Birkenau, kamp pemusnahan dan tempat kematian sekitar 1 juta orang Yahudi, 75.000 orang Polandia, homoseksual, dan sekitar 19.000 orang gipsi.
  • Auschwitz III di Monowitz, yang digunakan sebagai kamp kerja paksa untuk perusahaan IG Farben. (Sumber: Wikipedia)

Pada masa itu, Jerman membuat propaganda bahwa kamp ini adalah kamp yang menyenangkan. Orang-orang yang masuk kamp diperlakukan dengan baik, makanan enak, ada ruang rekreasi. Nggak disangka ternyataaaaa kenyataannya sangat nggak manusiawi.
Melihat konstruksi gas chamber & krematorium Auschwitz
Antri memasuki gas chamber & krematorium yang gelap dan pengap
Rombongan kami juga sempat mengunjungi Auschwitz II di Birkenau, yang konon kabarnya lebih luas dan lebih kejam lagi. Para tahanan dibawa ke kamp menggunakan kereta api yang langsung menuju ke gerbang kamp Birkenau. Ada juga yang langsung dimasukkan ke kamar gas untuk dibunuh.

Kamp Auschwitz II Birkenau
Gerbang Auschwitz II - Birkenau
Objek sejarah Auschwitz memang bukan destinasi yang umum untuk berlibur. Tapi berkunjung ke kamp ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan selama tur di Eropa. Bagaimana kesombongan suatu ras membuatnya ingin memusnahkan ras lain dengan cara-cara yang sama sekali nggak manusiawi. Jutaan manusia nggak bersalah, menjadi korban holocaust.

Makanya bersyukur banget deh bisa lahir di Indonesia, dalam keadaan merdeka dan nggak ada ketakutan perang. Semoga saudara-saudara kita yang sedang terkena konflik diberikan kesabaran, juga segera reda konfliknya :( Aamiin....

Artikel lain tentang liburan di Polandia
Istana Musim Panas di Dinginnya Warsawa