Selasa, 08 September 2015

Bali Trip: Ubud & Bebek Tepi Sawah

Assalamu'alaikum...
Bulan Juni lalu, aku sempat jalan-jalan di Bali. Yah anggaplah babymoon (maksudnya jalan-jalan sebelum bayeknya mbrojol heheheh). Ceritanya nebeng suami yang ada acara kantor di sana, tapi pas banget bapak ibuku juga ada agenda mau ketemu teman di Bali. Waktu ditinggal suami kerja, bisa jalan-jalan sama bapak ibu deh :D

Ubud Sightseeing Trip

Dari beberapa kali ke Bali, belum pernah deh namanya mampir ke wilayah Ubud. Ternyata jalan santai di Ubud ini sejuk dan menyenangkan sekali. Kami mendatangi kawasan di dekat Monkey Forest. Banyak toko-toko lokal yang jualannya unik-unik. Produk-produk organik, high quality aromatherapy & body care, perhiasan-perhiasan batu (bukan akik! Hore!), souvenir kayu, dll.


Sayangnya isi toko nggak boleh difoto, padahal etalasenya cantik-cantik euy. Trus berhubung aku anaknya suka menghargai produk lokal apalagi yang berkualitas, rasanya pengen belanja macem-macem deh. Tapi harus menahan diri, karena duit ga boleh dihambur-hamburkan sembarangan XD

Ini dia, belanjaan hasil lapar mata di Ubud....


Yang aku beli (semua ini tokonya di Jalan Dewi Sita Ubud):
  • Sea salt dari Balitaza Green Shop, toko produk-produk natural. Dia juga jual garam mandi, sabun-sabun, bumbu dan rempah... Kenapa beli sea salt? Sepertinya lebih sehat untuk masakan, dan bisa buat garam mandi kalau dicampur essential oil :p
  • Essential oil tea tree & lavender dari Blue Stone Botanicals. Range harga oil-nya dari Rp 98.000 - Rp 198.000. Selain itu, Blue Stone juga jual body oil, aroma mist, lip balm, banyak deh! Pengen semua!!
  • Sabun-sabun natural dari KOU Bali. Kalo nggak salah satu batang sabun itu Rp 30-40ribuan. Ada juga sabun sisa cetakan yang dijual gram-gram-an, lebih murah dari yang terbungkus packaging, aku beli yang rose white 2 batang sekitar Rp 43.000. KOU Bali punya toko 1 lagi di dekat Monkey Forest, jual homemade jam (selai) yang enak banget! Sayang nggak sempat ke sana.
Foto toko Blue Stone Botanicals, diambil dari webnya. 
Harga barang-barang di Ubud menurutku cukup mahal, mungkin karena mengikuti standar harga bule =_= Tapi kualitas produknya memang bagus sih, beda dengan yang di emperan Kuta. Aromaterapi-nya pun bukan yang murahan.


Oiya, yang menyenangkan di Ubud selain suasananya yang damai dan tenang (beda 180 derajat sama kawasan Kuta/Legian) adalah banyak resto vegetarian dan organik. Karena bule-bule yang ke Ubud biasanya pegiat yoga, yang sebagian besar memang gak makan daging. Jadi, banyak pilihan makanan halal deh :D

Aku sempat beli es krim vegetarian (insya Allah halal yaaa, karena gelatinnya bukan babi). Yummy!

Kalau aku browsing, di Ubud juga banyak art gallery & pura yang menarik untuk dikunjungi. Sayangnya, karena sudah capek, bapak ibu ngajak segera balik ke kawasan Kuta untuk check in hotel.

Bebek Tepi Sawah Ubud

Sudah banyak cabang Bebek Tepi Sawah, bahkan di Jakarta pun ada. Tapi yang otentik bener-bener di pinggir sawah ya resto yang di Ubud ini!


Meski hari Selasa (bukan weekend), Bebek Tepi Sawah tetap ramai dikunjungi wisatawan. Ada bis-bis yang parkir. Beruntung aku kesana dengan bapak ibu di jam setelah makan siang, sekitar jam 3-an. jadi rombongannya sudah mau pulang.

Ibu, bapak, aku, dan dedek (4,5 bulan di dalam perut :3)

Kami dapat tempat di gubuk lesehan. Untuk naik ke lesehannya yang cukup tinggi, harus agak manjat. Belakangan aku mengalami gangguan kehamilan sakit tulang bawah ak.a pelvic pain kayaknya gara-gara manjat + turun dari gubukan ini =_=" Lagian hamil kok pencilakan Yak...

Aku mencicipi menu khasnya, bebek goreng :D Bebeknya besar dan garing, dilengkapi 3 jenis sambal (salah satunya sambal matah). Selaku orang Suroboyo, aku sih lebih suka bebek Surabaya-an yang dagingnya lebih lembut & basah plus kremesan dan minyak-minyak jelantah hahahahaha... Tapi rasa bebek tepi sawah ini enak kok, jangan dibandingkan sama bebek Surabaya karena cita rasanya beda.


Minuman air kelapanya mantep banget, benar-benar kelapa asli! Dijamin kembung. Makan bertiga dengan bapak ibu, cukup pesan 2 kelapa.


Makan bebek sambil menikmati pemandangan begini... Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?? BTW kata ibu, di musim padi pemandangannya lebih cantik lagi... Yaitu ketika tanaman padinya mulai tinggi menjelang siap panen.


Ada kolam lotus juga, bunga-bunganya bermekaran. I wouldn't mind coming back here again :")

Tapi memang sih, untuk mencapai Bebek Tepi Sawah butuh perjuangan. Sekitar 2 jam naik mobil dari daerah Kuta. Mungkin lain kali kalau ke Bali lagi bisa dipertimbangkan menginap semalam di kawasan Ubud, puas-puasin jalan-jalan di udara segar & kulineran ^^ Lalu, ternyata di Bebek Tepi Sawah Ubud ini juga ada villa yang disewakan lho. Hihihihii asik juga kalau nginap situ.

Kamu punya objek wisata atau restoran favorit di sekitar Ubud?

Cerita lain tentang Babymoon
Babymoon to Singapore #1: Prolog & Persiapan
Babymoon to Singapore #2: Gardens by The Bay
Babymoon to Singapore #3: Museum Trip di Sentosa Island