Senin, 21 September 2015

Bali Trip: Bali Safari

Assalamu'alaikum!
Melanjutkan cerita Bali di bulan Juni lalu... Pada hari kosong, aku ikut suami dan teman-teman kantornya (yang membawa keluarga) pergi ke Bali Safari. Kami menyewa mobil dan pergi ke daerah Gianyar, sekitar 1 jam perjalanan dari Kuta.


Aku sempat agak skeptis karena sudah pernah ke Taman Safari Bogor dan Prigen di masa kecil dulu. Apa iya, setelah dewasa begini (padahal tetap kekanak-kanakan juga wakakakak) masih bisa menikmati? Tapi suami semangat memasukkan Bali Safari ke itinerary kami sejak berencana ke Bali. Ternyata?

Ternyata, walaupun satu grup, Bali Safari beda dengan Taman Safari di Bogor dan Prigen. Penataannya tematik tropis, cantik ala theme park di luar negeri. Aih kalo begini mah bukan cuma anak kecil yang seneng! Eike juga doyan!

Di jam-jam tertentu, ada atraksi di berbagai lokasi. Misalnya Piranha Feeding di bagian aquarium. Atau favoritku, Animal Education Show, jam 11 pagi di stage. Kalo mau menikmati 100% atraksi di Bali Safari, penting untuk datang sepagi mungkin dan ikut alur supaya dapat semuanya. Ini aku capture jadwal show-nya:


JANGAN SAMPAI NGGAK NONTON Animal Educational Show, karena menurutku, ini salah satu highlight utama di Bali Safari. Acara dimulai di stage jam 11 pagi, namun waktu aku datang ke sana jam 10.45, kursi teduh depan panggung sudah ramai terisi bule-bule yang rajin dan sabar menanti. Early bird catches the worm, right???


Kenapa show ini layak tonton? Karena banyak faktor-WOW-nya. Binatangnya unik dan lucu, datang ke panggung dengan dramatis. Sebagai contoh, burung rangkong datang ke panggung bukan dibawa oleh pelatih, tetapi tiba-tiba terbang dari arah pepohonan belakang penonton menuju ke stage. Pinter banget sih! Spontan semua penonton kaget dan takjub.

 

Yang wajib ditonton berikutnya adalah Elephant Conservation & Educational Show, dimana gajah-gajah berperan bersama para aktor tentang manusia yang merusak populasi gajah. Saking menikmati, nggak sempat motret hehehe. Dan di ujung pementasan, aku nangis-nangis karena adegannya *menurutku* cukup menyentuh (pregnancy hormones bikin cengeng dan geje banget!).

Gambar bus safari dari situs Bali Safari
Lalu, bukan Bali Safari namanya kalau nggak mencicipi naik bus safari, melihat binatang-binatang bebas berkeliaran. Perjalanan ini juga seru, bahkan bus-nya sempat jalan di rawa-rawa. Istri panik, suami menenangkan, "Ini pasti udah diperhitungkan, Yak... Nggak bakal mogok..." Wakaakkak....

Buaya aneh!!
Foto OOTD ala bumil #18weekspregnant

Sayang banget, berhubung perginya rame-rame orang lain yang banyak tujuan, pukul 1 kami sudah cabut dari Bali Safari. Apalagi anak-anak teman kantor suami sebagian besar masih di bawah 2 tahun, belum bisa menikmati show-show di sini selain edukasi pengenalan hewan-hewan. Jadi nggak semua atraksi bisa kami tonton, keburu pulang.

Di masa depan, aku mau lho ke sini lagi :D Yah mungkin kalo anaknya sudah gedean dan ngerti tentang binatang.

Catatan:

  • Masuk ke Bali Safari nggak boleh bawa makanan dan minuman. Di pintu masuk, petugas akan menggeledah isi tas. Jadi nggak usah bawa bekal dan botol aqua, pasti disita! Tapi boleh diambil lagi ketika pulang. Untungnya aku diijinkan bawa roti kecil karena suami nego, istri lagi hamil, harus makan.
  • Atraksi safari naik bus sebenarnya kurang cocok buat ibu hamil karena bus jalannya goyang-goyang (dan kadang agak loncat hahaha). 
  • Pertimbangkan usia anak yang dibawa, kalau masih terlalu kecil belum tentu bisa menikmati. Apalagi cuacanya kan panas.