Kamis, 06 Agustus 2015

Investasi dalam Secangkir Kopi

Siapa yang gak suka ngopi-ngopi cantik bersama teman, menikmati secangkir affogato atau satu cup frappucino? Kalo aku sih nggak begitu ngerti kopi, jadi nggak bisa bedain kopi mahal dan kapucino sachetan *eh :)))

Sumber gambar kopi dari sini

Jujur sampai lulus kuliah belum pernah deh nyicipin yang namanya St*rb*cks (iyo aku ndeso!). Sampe pas honeymoon pertama kali dibeliin suami. Kaget harganya Rp 50-ribuan (dan ternyata rasanya emang enak). Herannya, dengan harga gak murah, gerai-gerai kopi selalu rame dan tampaknya banyak muda-mudi yang rutin banget beli kopi di kafe.

Kemarin aku baru aja nonton Hacking The System di National Geographic. Episodenya tentang Money Hacks, bagaimana kita bisa melakukan trik mudah setiap hari untuk hemat ratusan dolar. Ada cuplikan bagus tentang how much does a cup of coffee really cost? (klik link untuk nonton videonya)

Jleb.
Mari kita hitung dari sudut pandang investasi.
Satu cup kopi Rp 50.000 dalam seminggu, dikali 4 minggu dalam 1 bulan, dikali 12 bulan dalam 1 tahun. Berarti per tahun anggaplah Rp 2.400.000 dihabiskan untuk kopi. Apabila duit itu diinvestasikan (Rp 2,4 juta per tahun) dikali 5 tahun aja...

Kalkulator investasi dari sini

Di akhir tahun kelima, apabila rate investasinya 15%, dari duit kopi harusnya kita sudah dapat Rp 16-jutaan!

Kalo lihat angka sejumlah itu, apa masih ikhlas beli kopi Rp 50.000 per cup? Kalo aku sih nyantai karena nggak minum kopi, tapiiiiii ini harus dipertimbangkan buat hobiku beli bubble milk tea yang per cup-nya Rp 25.000 hehehehe. Aww! Sama aja yesss :))))