Kamis, 28 Mei 2015

Babymoon to Singapore #2: Gardens by The Bay

Assalamu'alaikum...

Tahun lalu, aku dan keluarga sempat mengunjungi Gardens by The Bay, muter-muter gratis. Namun sebenarnya di sana ada objek berbayar yang menarik untuk dikunjungi: Flower Dome dan Cloud Forest. Keduanya berupa kubah raksasa berpendingin, berisi aneka tumbuhan dari berbagai belahan dunia. Karena penasaran, kami berniat ke sana!

Ihik. Yang lagi pacaran (halal) di Flower Dome.
Harga tiket masuk ke 2 kubah tersebut adalah S$ 28 per orang (sumber: Ticketing online Gardens by The Bay). Kami beli tiket online untuk menghindari antrian karena jadwal kami ke sana adalah hari Minggu yang pasti rame. Eh tapi kata kakak ipar, kalo beli tiketnya di Changi sering ada promo diskon. Yaweslah gak papa, terlanjur beli. Nah, worth it ga sih harga tiket S$ 28 buat wisata di sana?


Naik Shuttle ke Flower Dome & Cloud Forest

Karena kecapekan dan telat siap-siap, rencana awal berangkat dari hotel pukul 08.00 mundur ke 09.00. Matahari udah mulai terik, euy! Untuk pergi ke Gardens by The Bay, kami naik MRT dan turun di stasiun Bay Front (kawasan Marina Bay). Dari stasiun, ikuti petunjuk arah ke Gardens by The Bay, berjalan kaki sekitar 5-10 menit.

Nah dari titik A ke B-nya aja udah jalan 10 menit *jalan pelan versi bumil*.
Tujuan akhir: titik C: Flower Dome & Cloud Forest.
Sumber peta: Map Gardens by The Bay

Kawasan taman di Gardens by The Bay luas banget! Agak mikir juga sih, untuk menuju Flower Dome dan Cloud Forest jalannya masih jauh. Untungnya, datang telat membawa berkah. Ada shuttle service mulai jam 09.45 dari lokasi awal Gardens by The Bay (titik B gambar di atas) menuju The Canopy (titik C), yang bersebelahan dengan kubah konservatori tujuan kami. Tiket shuttle harganya S$ 2 per orang, berlaku untuk 2x jalan (dari Bay Front ke The Canopy, dan balik dari The Canopy ke Bay Front).

Shuttle bus service Gardens by The Bay Singapore

Untuk yang sehat wal afiat mungkin lebih memilih jalan kaki, tapi dengan alasan lagi hamidun, hemat energi deh, perjalanan masih panjang bro!

Melihat Festival Tulip di Flower Dome

Sebelum masuk kubah, kami ke toilet dulu. Waw ternyata di luar restroom disediakan keran minum air, seperti di Changi gitu lohhh. Langsung deh kita isi botol air minum *teteup*.


Memasuki kubah, hawa sejuk langsung terasa. Alhamdulillah jalan-jalan jadi terasa nyaman, padahal di luar panas terik. Mata kami juga langsung dimanjakan aneka tumbuhan dan bebungaan yang terhampar. Hebat deh Singapura bisa bikin kubah segede ini.

Pemandangan dari gerbang masuk
Di dalam dome ada beberapa area taman, seperti taman Mediterania, taman Amerika, dan lainnya yang dihiasi pohon dan bunga khas negara tersebut. Tiap tanaman di sana ada keterangan namanya, jadi nggak bingung :)

Bunga Hyacinth.
Narcissus / daffodils
Bunga Daffodil / Narcissus
Taman kaktus
Tanaman sejenis kaktus berbentuk aneh-aneh XD

Lalu kami melihat festival Tulipmania, dimana aneka jenis tulip dari negeri Belanda didatangkan ke Singapura untuk di-display selama bulan Maret hingga tengah April. Alhamdulillah kesampean liat tulip, yaa Allah! Pas banget di hari terakhir festivalnya :')

Bentuk tulip super mekar, menandakan dia sudah mau mengakhiri masa hidupnya. Hiks! Nanti satu persatu kelopaknya rontok deh...
Bisa melihat bunga tulip, rasanya ajaib banget. Tulip itu seperti sakura, hanya mekar setahun sekali di musim semi. Berbunga-nya pun cuma selama 2 minggu, sebelum akhirnya gugur dan baru bisa mekar lagi tahun depan :)

Ternyata tulip yang beraneka warna itu punya nama sendiri-sendiri: ada Foxtrot, Passionale (tulip ungu terong), Evita (tulip putih), hingga Lingerie (hahaha lucu ya namanya, tulipnya hot pink berbentuk seperti renda :p).


Dekorasi festival Tulipmania ala negeri dongeng. Tanaman tulip yang di depan masih belum mekar.
Tulips Tulipmania Singapore

Kami puas-puasin berada di dalam Flower Dome, kurang lebih sekitar 2 jam di dalam. Udah bayar mahal juga kan, sayang kalo keburu-buru. tidak lupa selalu menarik napas panjang, karena pasti banyak oksigen :D Akhirnya rasa lapar memaksa kami keluar dome untuk cari makan.

Cloud Forest yang Menakjubkan

Waduh subjudulnya lebay ya. Tapi itulah yang aku dan suami rasakan begitu memasuki kubah Cloud Forest. Wajib ke sana deh!

Kami kira, highlight of the day adalah Flower Dome yang ada festival tulip. Batere kamera pun tersedot di sana. Taunyaaaaa begitu masuk Cloud Forest, terasa banget ini gong-nya! Dari pintu masuk kami disambut air terjun buatan yang cantik. Desain tamannya pun keren banget, berjalan mengelilingi bukit yang ajaib.

Air terjun dan bukit/gunung bertingkat.
What??? Jalan muterin gunung sampe ke atas?? Tenaaaang, ada lift dan eskalator :D Rutenya adalah, naik dulu hingga lantai paling atas lalu menuruni bukit yang tiap lantainya ada fitur-fitur / cerita tersendiri.

Inilah penampakan dinding bukit. Semacam taman vertikal dari aneka tumbuhan hutan subtropis.
Di lantai bukit paling atas, kami menemukan sebuah pond / kolam yang cantik banget, dengan uap embunnya. Berasa lagi main ke dunia peri.
Pond in Cloud Forest


Di Cloud Forest, banyak tanaman-tanaman yang dulu cuma aku lihat di ensiklopedia. Misalnya tanaman-tanaman karnivora pemakan serangga. Aneka jenis ada di sini! Nih salah satu contohnya, tanaman kecubung super gede yang bahkan lebih besar dari jempol suami :)))


Yang ini display dari Lego. Kalo diperhatikan, di sini tersembunyi aneka spesies tanaman kecubung hehehe. Kelihatan nggak?
Memandang ke bawah. Terlihat bertingkat-tingkat, paling bawah ada sungai.


Momen Mewek #1
Ada satu lantai yang dikhususkan untuk pemutaran film pendek tentang pemanasan global, bagaimana efek kenaikan suhu bumi mempengaruhi kehidupan manusia. Pernah ngerasa nggak sih, negeri kita ini makin panas? Ternyata kenaikan suhu bumi memang sudah terjadi di seluruh dunia.

Di film disimulasikan peningkatan temperatur dari tahun 2010 hingga 2100 (akhir abad 21), dimana suhu bumi meningkat +5 derajat celcius. Mulai dari kekeringan tanah. Kebakaran hutan. Punahnya hewan. Kelaparan karena tak ada sumber pangan. Pulau-pulau tenggelam karena tinggi air laut meningkat (es di kutub mencair).

Tau-tau aku nangis aja T___T Gimana nasib anakku nanti? Cucuku? Apa aku dan suami masih hidup? Kami hidup sampe tahun berapa? Astaghfirullah, mendadak sadar umur kita bisa jadi nggak panjang lagi. Dan sungguh manusia telah berbuat kerusakan di muka bumi ini.

Namun di akhir film, ada optimisme. Kalau kita beraksi dari sekarang, menggunakan sumber daya terbarukan, mempelajari teknologi pertanian yang melestarikan lingkungan, mengadaptasi gaya hidup kita, kenaikan suhu +5 derajat pada tahun 2100 bisa dicegah. Aamiin ya Allah!

Kami pun mengakhiri perjalanan di Cloud Forest dengan pengetahuan baru, tentang tumbuh-tumbuhan, tentang efek global warming yang semakin nyata (FYI energi yang digunakan di Gardens by The Bay berasal dari sinar matahari dan air hujan), dan bagaimana kami seharusnya memperlakukan alam.

Di Mana Tempat Sholat di Gardens By The Bay?

Hari sudah sore dan kami belum sholat (jamak) dhuhur ashar. Begitu ketemu petugas yang berjilbab, langsung deh aku tanya "praying room". Alhamdulillah ada mushola! Letaknya di dekat Supertree Grove, di samping food court Texas Chicken. Lokasinya agak nyempil seperti gudang, dan sayang nggak ada tempat wudhu-nya. Tapi kita bisa pinjam sandal jepit di mushola dan pergi ke toilet terdekat. Wudhu di wastafel deh!

Bonus: Menghabiskan Malam di Marina Bay Sands... Deck

Hihihiii bukan nginep di hotelnya ya! Tapi di deck, di luar The Shoppes At Marina Bay Sands (yak ini nama mall yang terhubung ke Marina Bay Sands). Di deck ini, tiap malam pukul 20.00 ada show air mancur "Wonder Full" dengan musik orkestra dan lighting yang keren, GRATIS!

Jadi setelah kami puas (dan gempor) berjalan-jalan di taman, kami pergi ke mall Marina Bay Sands itu (yahhh ke mall lagi ke mall lagi, di Jakarta juga ada jeng!). Tujuan kami adalah menunggu waktu show Wonder Full, sambil makan malam.

Pilihan makanan halal di Marina Bay Sands sedikit banget, jadi begitu nemu yang No Lard No Pork, langsung hajar deh! Aku makan Yong Tau Fu di food court, semacam sup/shabu-shabu dengan aneka pilihan sayur dan bakso ikan.

Menjelang jam 8 malam, kami menuju deck, dimana ratusan orang sudah berkumpul mencari posisi duduk yang nyaman. Walau sudah kali ketiga aku menonton pertunjukan ini, rasanya masih aja terpesona. Apalagi kali ini aku hanya pergi berdua suami :")


Momen Mewek #2
Pertunjukan Wonder Full pada dasarnya adalah permainan air mancur, cahaya, proyeksi film, orkestra, dan efek bola-bola sabun yang menghujani penonton. Di proyeksi filmnya ada perjalanan kehidupan manusia mulai dari bayi, anak-anak, bertemu pasangan, menikah, hingga tua...

.... dan di bagian masa tua, diputarkan lagu "What A Wonderful World"-nya Louis Armstrong.

Makkk. Aku ingin di masa tuaku nanti, bergandengan tangan dengan suami, melihat anak-anak dan cucu bermain. Melihat kehidupan kami ke belakang dan berkata dengan yakin, bahwa hidup kita memang indah banget T_______T

I hear baby's crying and I watched them grow
They'll learn much more than I'll ever know 
And I think to myself what a wonderful world.
Yes, I think to myself what a wonderful world.

Lalu aku dan suami pun pegangan tangan, sambil menikmati sisa pertunjukan air mancur, yang entah mengapa terasa romantis sekali malam itu.


Nggak tau sampai berapa usia ini, apakah aku atau kamu yang 'pergi' duluan. I love you, my husband (and our little one inside!) *mendadak mellow*

Lost Comments