Senin, 18 Mei 2015

Babymoon to Singapore #1: Prolog dan Persiapan

Assalamu'alaikum penonton!
Seminggu lalu, aku dan suami berlibur singkat ke Singapura, walau kondisi sedang berbadan dua *eaaaa.... Rencana perjalanan ini tercetus hanya dalam waktu seminggu sebelum berangkat. Gara-garanya: denger info ada festival Tulipmania di Gardens by The Bay Singapura hingga 10 Mei 2015! Aih mepet! Suamiku, ke sana yoook!!!!

Berhubung sejak hamil aku nggak pernah ngidam aneh-aneh, cuma ngidam liat bunga tulip aja (:p) suami pun mengabulkan permintaan istrinya. Ditambah, kami sudah rindu jalan-jalan berdua... yang mana tak lama lagi sepertinya sulit untuk dilakukan. Alhamdulillah aku sudah mengantongi surat keterangan dari obgyn bahwa aku boleh naik pesawat. Maka bismillah, rencana bisa dijalankan!

Tulipmania festival tulip Singapore
Melihat tulip di Festival Tulipmania 2015, hari terakhir!

Apa aja sih yang harus disiapkan sebelum babymoon?


  1. Yang pasti, bukti bahwa kamu bisa melakukan perjalanan ini. Untuk bumil, biasanya dokter baru mengijinkan pergi-pergi naik pesawat setelah bulan ketiga kehamilan. Mual-mual sudah berkurang, risiko keguguran sudah jauh lebih kecil, dan kondisi bumil sudah lebih segar dibandingkan saat trimester pertama. Untuk jaga-jaga, bawa surat keterangan dari obgyn.
  2. Nggak terlalu ngoyo merancang itinerary. Orang lagi hamil kan lebih gampang capek, jadi pasti bakalan butuh banyak duduk dan santai-santai. Belum lagi trip beberapa kali sehari ke toilet, juga ke tempat beli cemilan karena lapar terus.
  3. Anggaran lebih banyak. Alasannya, karena (1) hotel harus di tempat yang strategis. Untuk di Singapura, paling enak dekat stasiun MRT dan dekat kawasan restoran / mall. Pastinya hotel strategis jauh lebih mahal dibandingkan hostel / dorm yang untuk mencapainya harus jalan kaki >10 menit (ya jaman single dulu sih masih enak aja tidur di dorm backpacker). Dan (2) harus rajin beli camilan sehat seperti jus dan buah-buahan, yang di negeri seberang harganya nggak semurah di negeri sendiri.
  4. Bawa botol minum dan tempat bekal. Karena setelah masuk ruang tunggu pesawat, botol bisa diisi air :D Begitu sampai di airport Changi pun aku mengisi ulang botolku hehehehe (kayaknya cuma orang Indonesia ya yang hobi isi botol). Kalau tempat bekal, alasannya adalah supaya bisa bungkus makanan berlebih untuk dicemilin di jalan, atau untuk diisi buah-buahan.
  5. Pakai sepatu yang nyaman untuk jalan. Aku menggunakan sepatu kets selama 4 hari perjalanan. Bye-bye flat shoes cantiiiik.... Di penghujung hari, jalan dengan kets aja masih pegal-pegal, apalagi pakai sepatu cantik??

Itinerary 4 hari 3 malam di Singapura

Merujuk pada poin nomor 2 di atas, itinerary kami benar-benar santai. Sebelumnya, kami sudah pernah mengunjungi Singapura, jadi kegiatan seperti melihat Merlion, berkunjung ke Chinatown, atau shopping di Mustafa Center bisa diabaikan hehehee...

Aku bikin itinerary detail banget, supaya jelas mau kemana dan terutama: kapan makan & sholatnya. Lengkap dengan browsing tempat sholat di lokasi wisatanya, karena sulit cari mushola di Singapur. Sebenarnya sih masih ada kolom budget, dimana aku masukkan harga tiket pesawat, simulasi biaya tiket MRT (bisa dicoba di sini), budget makan, hingga objek wisata yang dituju sehingga pengeluaran bisa lebih terkontrol.


Apaan tuh itinerary hari-1 cuma ke Orchard? Hahahaaa ya gak papa lah... Namanya juga mau nyantai, sisa setengah hari. Agak terlalu ambisius ketika awalnya aku masukkan Gardens by The Bay di hari pertama. Ke Orchard ini tujuannya mau lihat-lihat jam tangan (lihat doank, kagak beli), dan nyariin titipan makeup-nya ibu mertua. Dan mau makan es potong khas Orchard (tapi akhirnya gak beli sih, lagi gak pengen).

Memilih kartu untuk perjalanan MRT

Berdasarkan simulasi biaya MRT, aku memutuskan untuk membeli kartu EZ Link di customer centre MRT Terminal 2, Changi. Ada berbagai macam pilihan kartu MRT, misalnya Tourist Pass (untuk 3 hari bebas akses MRT & bus, kita harus beli kartu senilai SGD 30, yang apabila kartunya dikembalikan kita bisa mendapat return deposit SGD 10). 

Kalau kita nggak berencana ke banyak tempat, bisa juga beli tiket sekali jalan menggunakan mesin tiket yang tersedia di seluruh stasiun MRT Singapura. 

Nah, kalau kartu EZ Link, bentuknya berupa kartu yang dapat di-top up. Harga kartunya SGD 12, sudah termasuk isi SGD 7 untuk melakukan perjalanan (biaya kartu SGD 5). Keuntungannya, harga tiket MRT dari kartu pre-paid lebih murah daripada kalau beli tiket sekali jalan. Jika kita kebanyakan top-up, uang kita juga bisa diambil kembali dengan mengembalikan kartu tersebut di customer centre MRT (tapi harga kartu SGD 5-nya nggak balik ya!).

Pada akhir perjalanan, setelah dihitung-hitung, memang dengan kartu EZ Link biaya transport kami lebih hemat beberapa dolar ketimbang beli kartu Tourist Pass. Untuk backpacker yang mau keliling Singapura sampe gempor dalam waktu kurang dari 3 hari, tourist pass bisa jadi pilihan hemat.

Akhir kata, tunggu cerita selanjutnya...
Persiapan sudah, hotel sudah dipesan, objek wisata pun sudah beli tiket online. Mari berangkaaaat! Untuk detail perjalanan di Singapura dan drama-drama-nya, tunggu postingan selanjutnya ya! :D

Trick Eye Museum Sentosa Singapore
Naik angsa di Trick Eye Museum, Singapura
Bahagia tiada terkira dehhhh bisa hanimun lagi bersama suami! *ihiiiyyyyyyy