Senin, 23 September 2013

How Many Bags do We Need?

In my effort to become more minimalist, recently I sort my bags to (A): ones I really use & (B): ones I seldom use, ones I don't remember having, ones that have torn, and ones that make me uncomfortable wearing it. Although the bag was a gift or was my favorite, the (B) bags need to be let go. I shall not hold onto the memories (well, my closet won't), so I should only hold to what I really need.

I realize, as women, we "need" more items than man (well, man can go to mall / wedding party / wherever without bag!). These are items I think I need, and I'll keep. This list can be different for you, depending our activity ;)

a. Casual Everyday Bag - the go to bag that can be used everyday without fear to be torn, lightweight enough, can be used everyday & can hold anything from clutters to books. I have 2 colors: Black & Creme Gold (for clothes & shoes that don't do with black bag). I'll show you why I need more than one casual bag:

I think this outfit won't look good if I only have a cream bag

b. Semi formal bag - maybe a more expensive bag... You know, for attending events such as seminars / dinner / whenever I need to appear more... serious? I actually have 2, too. One is a gift: leather longchamp I rarely use because it's quite expensive (I never have pricey items!) & I am always in fear whenever I use expensive things x_x, and one is Fufu, a local brand I bought for seserahan & its handle is broken but I haven't fixed it.

c. A clutch - for wedding party, that can hold your cellphone, tissue, lipstick, oil paper & some money!
I have two clutch actually, a cheap silver clutch & a camel colored leather clutch which is a gift. 

d. A small cheap bag for going to pasar/market

e. A laptop bag / working bag - to be used when I need to go to work. I opted for a backpack from Hellolulu, because the brand offers casual colorful laptop bags. Been eyeing that brand but it's quite expensive. Luckily I'm Zalora member... When my birthday came, they gifted me with a discount voucher and I used it to buy my laptop bag :))

Laptop bag, semi formal 1 & semi formal 2 :p

Online shopping at Zalora saves my time. They provide lots of brand (local & international), various items from fashion to beauty, and the "free shipping" makes it cheaper than going to mall (no fuel / taxi & no need to buy snacks I always want each time I go to mall :))). I can easily browse product I want, what color I'd like, and range of price I'd pay. Actually my first experience shopping at Zalora was buying a few makeup items for my wedding seserahan, hehehehe.. Visit www.zalora.co.id and enjoy shopping without hassle :D

Well, becoming minimalist doesn't mean you will never go shopping again, but to shop wisely to what you need, or what's missing in your closet to create countless styles in minimum items ;)
Actually I thought I don't have enough bags, but after making this list, I realize I already have all I need (maybe more than enough!). If one bag is torn, then it's time to replace. Otherwise, no shopping is needed ;)

TIPS to have minimum number of bags: Stick with a color palette in your closet. For me, as long as I have black and brown, it can match with all of my outfits. Same goes with shoes! (Maybe your color palette is neon or pastel, you don't really need to have black or brown)

PS: I forgot to list luggage & travel bag!!!

Minggu, 08 September 2013

Traveling: Dutch Lady

Assalamu'alaikum...
Menyambung postingan tentang Europe trip di Desember 2012 yang lalu (udah hampir setaun yang lalu yakkkk :P), akhirnya saya mau nulis cerita di Belanda. Aslinya males milih foto+ngedit karena buanyak foto bagus wkwkwkwk *getok klompen*

Di negeri tulip ini, rasa-rasanya bajuku lumayan matching dibanding hari-hari lainnya: nuansa coklat (maklum lah karena baju winter terbatas - coat, jaket, sweter, topi, sepatu bot pada gak matching - susah nyari yang bener-bener anget & sesuai budget)

Winter jacket: Zara - beli di Toko Djohan Mangga Dua (tulisannya sih pake down filling a.k.a diisi bulu angsa. Anget!)
Kaos tunik garis coklat - dipake sejak backpacking 2011, kaos andalan karena nyaman & pajang selutut
Topi rajut: Pasar Atum, at a random Korean boutique

Selama di Belanda, kami diajak keliling ke beberapa tempat. Yang berkesan adalah kota Edam tempat pembuatan keju & klompen khas Belanda. Suasana pedesaannya nyamaaan, dikelilingi danau & banyak kincir angin.





Berikutnya kami mampir ke desa Volendam, tempat rombongan turis biasa berfoto pakai baju tradisional Belanda. Ada 1 studio foto, di sana antriannya orang Indonesia semua! Baju-baju tradisional berbagai ukuran digantung, untuk dipakai si turis berpose.
TIPS: Buat yang jilbaban, kalo udah tau mau foto di Volendam mendingan pake kaos item & jilbab yang matching sama baju Belandanya dehhhh (item / biru / merah / putih?)

Jedeeerrr.. Foto keluarga! Dari 3 wanita, cuma ibu mertua yang matching pake kaos item :))


Volendam village - yang merah itu studio foto

Di Volendam ada kios yang jualan aneka jamur, kerang, udang, ikan dll goreng tepung yang enaaak banget dimakan anget-anget. Dijualnya per ons. Tapi ati-ati kemahalan kalo beli kebanyakan / terlalu berat (contohnya milih ikan yang besar). Abis nimbang "snack"nya, kakak ipar ternyata kudu bayar 20 Euro a.k.a sekitar Rp 250 ribu. Hweeeee....

Selanjutnya sesuai standar turisme Belanda, kami diajak ke pabrik Berlian. Tempatnya seperti rumah yang modern banget, jangan bayangin pabrik itu banyak mesin & panas yaaa hihihi... Tapi berhubung nggak mau beli berlian, eike nyebrang, ada toko Museum Van Gogh yang jual aneka souvenir dengan motif lukisannya Van Gogh. Unik juga kalo cari oleh-oleh di situ :)

Sekian duluuuu cerita Belanda-nya ^^ Paling seru di Edam & Volendam. Sukaaaa deh ke tempat-tempat yang nuansa budaya-nya masih kerasa :D Sebenernya banyak objek Belanda yang nggak didatangin sih, padahal penasaran. Misalnya Madurodam (bukan Madura yah!). Itu kota yang dibuat miniatur, jadi kita berasa jadi raksasa. Wahhh pengeeen!!

Pictures credit to hubby (Edam) & bro in law (Volendam)

Rabu, 04 September 2013

Backpacking: Kuala Lumpur and Group Photo Ideas

Assalamu'alaikuum...
Maret lalu, tim 'backpackers'-ku beraksi lagi ke Kuala Lumpur, manfaatin voucher Mandala sebagai ganti tiket yang hangus pada trip Singapur 2011 lalu (ketika Mandala mendadak pailit). Lumayan, setengah perjalanan gratis :P

Kali ini, pesertanya: aku, suami, Mirsa, Novi, Adhit, Yuan dan Himawan. Ramzy & Alen yang sudah beli tiket, nggak bisa berangkat karena harus kerja hari Sabtu... Ahhh sayangnyaaa...

Putrajaya, will always be memorable :")

Trip Itinerary: Jum'at siang sampai Malaysia, Minggu pagi balik ke Indonesia (gara-gara ada perubahan jadwal pesawat tuh =__=" awalnya, balik Minggu sore)

Rencana awal:
1. Jum'at pagi sampai KL langsung ke Genting
2. Balik dari Genting naik kereta malam ke Johor Bahru
3. Pagi sampai Johor, mandi di masjid/terminal, trus ke Legoland
4. Sore naik bis ke KL, sampai KL tengah malam
5. Minggu pagi balik ke bandara

Errrrr... Nggak asik banget yahhh, di poin 3 & 4 itu capek di jalan. Makanya aku bersiteguh ngga usah ke Legoland, soalnya jauuuh dan menurut review tu Legoland masih gersang karena baru dibangun.
Makaaa, browsing-browsing ketemu yang namanya Putrajaya. Putrajaya jadi tujuan di hari kedua menggantikan Legoland. Ihhhh ternyata Putrajaya keren abisss!!! Ga rugi deh ke sana ;)

FIRST DAY TRAVEL JOURNAL

Cari Hostel Go Show di Kuala Lumpur

Jum'at jam 10 pagi, rombongan Mandala (aku, suami, Mirsa, Novi, Adhit) ketemu sama rombongan satunya, yang tiba di malam sebelumnya dan ngabisin waktu nongkrong di McD bandara Kuala Lumpur (heaaaa kok nggak jalan-jalan ke kota ae toh mas?). Maklumlah 2 mas-mas ini pendatang baru di tim backpackeran kami. Trus mereka setia nungguin gituuu *_*

Kami beli tiket di counter bus LCCT untuk ke kota. Bisa pilih kereta sih kalo mau lebih cepat, harganya beda dikit lah.

BTW kami belum pesan hostel loh! Jadi sampai di KL Sentral kami langsung cari-cari penginapan terdekat! Sekitar 500 meter dari KL Sentral ada jalan Tun Sambanthan yang dipenuhi ho(s)tel terjangkau.
Tips: Sebelum transaksi, rayu front desk hotel supaya mau nunjukin kamarnya dulu. Menghindarkan kita dari milih hotel creepy & lembab :P

Rombongan cewek menginap di hotel New Winner, sekamar isi 3 orang, kamar mandi dalam, bersih & nyaman. Kalau nggak salah, di-kurs-kan jadi sekitar Rp 300ribu saja sekamarnya (more review? Baca terus sampe bagian hari kedua yaaa). Rombongan cowok menginap di My Hotel, sekamar isi 4 orang, fasilitas lebih bagus dari New Winner sekitar Rp 500ribu. Karena rombongan kami cukup banyak, hotel-hotel juga pada full-booked, jadinya beda hotel tapi masih deketan :)

Ternyata cari hotel (plus tanya-tanya, liat-liat kamar) itu menyita waktu! Tiba-tiba udah jam 2.30 siang aja, padahal kami punya tiket bus ke Genting jam 3 sore. Selepas naruh tas di kamar, berlari-larilah kami ke KL Sentral untuk naik bus yang ternyata udah nunggu kami. Belum makan siang =_= "Nanti aja di Genting, banyak restoran," kata Adhit. Okelah langsung budhaaal!

Kelaparan di Genting Highland

Ternyata, ke Genting pas long weekend itu cari perkara. Selepas menempuh 1-2 jam perjalanan naik bus, kami tiba di terminal tempat naik cable car. Nggak ada restoran! Melihat antrian cable car mengular panjaaaang banget, ini alamat bakal kelaparan. Nemu minimarket, kami beli-beli cemilan dulu buat ngganjal perut. Plus beli mi instan cup. Cuma kami yang ngantri sambil nyebul-nyebul mi (semoga ga melanggar hukum yah).

Captured by Mirsa's camera

Also Mirsa's camera

Setelah 1,5 jam ngantri (iya emang rame banget!), akhirnya kami naik cable car juga. Alhamdulillah! Tiga kali ke Malaysia, baru kali ini lihat Genting Highland :) Ternyata satu manajemen sama Resort World Sentosa di Singapur yah. Ada apa aja disana? Mirip-mirip Dufan tapi adem, pleus ada casino & playground indoor-nya.
Langsung deh kami cari makan, di Highland ini banyak pilihan restorannya. Alhamdulillaah...

Cheese!
Tips Foto Grup: mengandalkan stranger lewat dan berbaik hati motretin, bisa dilakukan. Tapi belum tentu mereka jago pegang kamera 'kan? Foto ini diambilnya pake tripod + timer. Usahakan pose berdirinya acak (nggak sejajar) supaya nggak monoton :p

Pukul 8 malam kami berniat pulang go-show, belum beli tiket cable car + bus. Ihhhh tapi liat antriannya nggak keruan, lebih parah dari pas berangkat T___T Akhirnya kami jalan keluar dan cari taxi. Taxinya gede, kayak mobil innova gitu (maap pengetahuan permobilan saya sangat kurang). Dipikir-pikir, mending agak mahalan dikit deh daripada ngantri lagi. Capeeek...

Di perjalanan pulang naik taxi, kami lihat Batu Caves dan patung Buddha emas-nya di sisi kanan jalan, tersorot lampu jadi memancar emasnya :"> Wahhh lumayan pemandangannya bagusss, jadi besok ga usah ke Batu Caves yaaa hihihiii....

SECOND DAY TRAVEL JOURNAL

Riding on a Hop On Hop Off Bus Tour

Sebelum menulis perjalanan hari kedua, saya mau cerita dulu: ternyata hotel New Winner itu menyediakan kamar jam-jaman sodara-sodaraaa... Tau kan, semacam tempat buat orang begitu-begitu kali ya O_o Jam 5 pagi suami bawain tasku dari My Hotel (maklum lah kami pakai 1 backpack), dan kami terkaget-kaget karena jam segitu banyak cewek-cewek seliweran keluar masuk hotel pake hotpants zzzzz. "Kalo kamar kita kan single bed buat tiga orang, aman lah yaaa," kata si Novi pas kuceritain tentang 'pemandangan pagi itu'. Hiiii ga tau juga yaaaa... Yang jelas kamarnya bersih & terdesain rapi kok, karena itu bagian baru dari hotel New Winner. Kalo bagian lama-nya, memang agak creepy...


Yasudahlah. Mari kita lanjutkan ke seneng-senengnya. Di jalan Tun Sambanthan (sekitar hotel) banyak kedai-kedai makanan, kami sarapan roti cane + teh tarik di sana. Senangnyaaa makan masakan lokal ketika backpacking :D

Taken by Adhit's phone

Kami jalan ke KL Sentral, salah satu tempat pemberhentian bus Hop On Hop Off: bus wisata dimana kita bisa ngatur sendiri itinerary-nya. Bus datang 30 menit sekali di titik-titik pemberhentian wisata. Di dalam bus, ada rekaman suara yang bercerita tentang objek wisata yang akan dituju. Sampai titik berikutnya, kita boleh milih mau turun atau lanjut ke pemberhentian selanjutnya. Seru kan?? Tiketnya berlaku untuk 24 jam, jadi bisa main-main sepuasnya deh.

Foto grup ala Runningman
Di luar KL Sentral, dekat tempat pemberhentian bus.
Tips Foto Grup: Bergaya ala running man! Tapi ini gak kompakkkk wkwkwkwk

Kami turun di Orchid Garden, yang seberangnya ada Bird Park. Masuk ke Orchid Garden gratis lhoooo :D 
Foto di Orchid Garden :D

Sayang waktu kami terbatas, karena kami pengen ngejar bus ke Putrajaya siang itu. Kepengen mampir-mampir ke museum Islamic Art dan masjid Nasional Malaysia, tapi nggak keburuuu. Next KL trip kudu dipuas-puasin Hop On Hop Off dehhh!

Kami juga turun di Dataran Merdeka, yang kereeeeen banget. Dikelilingi bangunan-bangunan tua dan antik, juga banyak objek foto.

Dataran Merdeka Kuala Lumpur
Foto grup di tengah-tengah Dataran Merdeka

KL City Gallery. Masuknya gratis! Dalamnya juga kereeeen!


Puas keliling KL City Gallery di Dataran Merdeka, kami jalan kaki menuju Pasar Seni. Lumayan dekat, cukup 10-20 menit saja. Di Pasar Seni, beberapa belanja gantungan kunci, sebagian pesan-pesan makanan di restoran kebanggaan kita: Es Teler 77 (jauh-jauh ke KL mampirnya ke Es Teler 77 huehehehehh).

Putrajaya, Kota Masa Depan

Dari hasil browsing, bus ke Putrajaya itu mangkal-nya di dekat Pasar Seni. Ih ternyata masih agak jauh bok, 10 menitan jalan kaki baru ketemu sama bis-nya. Hati udah deg-degan, karena sudah jam 2 siang. Tur gratis Putrajaya kan cuma ada di jam-jam tertentu x_x

Bener aja, jam 3, sampai Putrajaya, udah nggak ada bis tur-nya. Kata Informasi, bis terakhir jam 2 siang. Hikssss. Kami udah mau mutung aja karena nggak tau mau kemana. Suasana di dan menuju terminal belum menunjukkan ke-dahsyat-an Putrajaya seperti yang kubaca di internet. Terminal luas dan bersih, tapiii binguuung. Banyak bus, tapi kami ndak tau tujuannya.

Di seberang pangkalan bus ada taxi-taxi resmi untuk tur Putrajaya, lumayan mahal dan taxinya tipe sedan. Harus pakai 2 taxi donk untuk 7 orang? Yapppp. Daripada rugi udah jauh-jauh ke Putrajaya, kami bayar deh 2 taxi untuk tur 1 jam.

It was THE BEST DECISION we made :)

Muka-muka bahagia bisa gegoleran di rumput liat Putrajaya

Ternyata, "inti kota"-nya Putrajaya masih beberapa menit perjalanan dari terminal. Memasuki kota, kami terperangah dan melongo. Gilaaaa kota ini tatanannya apik & modern bangeeet! Putrajaya adalah kota pusat pemerintahan di Malaysia, semua departemen ada di sana, dengan bangunan megah & mewah. Berasa melihat adaptasi Paris, Dubai, Singapur dalam satu kota...

Putrajaya photo spot

Perlahan hujan turun, menutup tur singkat kami di Putrajaya

Tepat 1 jam keliling Putrajaya, kami dibawa taxi kembali ke terminal dan kami memutuskan naik monorel untuk balik ke KL. Lebih mahal dari bus tapi cepat dan nyaman!

Malam itu ditutup dengan "mengintip" Bukit Bintang (yang ternyata kawasan perbelanjaan seperti Orchard) dan memfoto Petronas berpendar di malam hari :) Oiya, di Bukit Bintang ada toko Sephora gede banget, yang doyan makeup pasti seneng. Tapi kami kan pergi sama cowok-cowok yang juga merengek pengen lihat toko gadget. Biar adil, kami nggak ke toko apapun :)) Buat yang nggak pengen belanja, Bukit Bintang bisa di-skip



Kesimpulan: Wisata di Kuala Lumpur menyenangkan, dan waktu 2 hari tuh kurang untuk bisa menikmati semuanya. Kami belum ke Batu Caves, belum puas di Putrajaya, belum tamat menyusuri KL naik Hop On Hop Off bus tour (baru lewat 6 dari 22 pemberhentian).
Untuk yang pertama kali mau ke KL, I truly recommend Hop On Hop Off, Dataran Merdeka, and Putrajaya :)

Sekian dulu Travel Journalnya, semoga masih ada kesempatan lain untuk melihat dunia. Aamiin ^^