Jumat, 15 Maret 2013

Dubai Part 1: Dubai Mall and Souk

Assalamu'alaikuum... In this post I will use Bahasa Indonesia yaaa...
Udah hampir 2 bulan sejak postingan terakhir yang "coming soon" itu x_x
Ada yang nunggu nggak? Heheheheh... 

Berhubung sejak Februari ada kegiatan baru, tiba-tiba rasanya jadi supersibuk. Bahkan mau nulis blog pakai bahasa Inggris pun seolah ngga sempat :p *alasan doang nih, bilang aja Bahasa Inggrisnya udah lama gak keasah, jadi kagok*

Makaaa untuk memenuhi janji postingan "coming soon" yang lalu, ini diaaaa kisah si Tia di Dubai.
*ditulis ketika si blogger mengistirahatkan diri di rumah karena serangan radang tenggorokan*

===
Akhir November 2012, penulis berkesempatan pergi melanglang buana lagi. Karena suami ada training 2 minggu di Dubai, dia ngajak istrinya ikut. Lumayan kan, modal ongkos pesawat aja--walau lumayan mahal juga siiiih--tapi kapan lagi ada kesempatan kayak gini? Hotel udah dapat fasilitas. Tinggal pinter-pinter ngatur uang makan harian aja ^o^

Sampai di Dubai Sabtu tengah malam, tinggal tidur ajaaa... Karena di Dubai liburnya hari Jumat-Sabtu, artinya keesokan harinya (Minggu) si suami sudah mulai training! Tinggallah si istri celingak celinguk cari kerjaan ditemani laptop dan kamera.

Dubai Creek
Ini dia view dari kamar hotel! Alhamdulillah dapat best view kayak gini. Maha Besar Yaa Allah!!
Priceless! Lihat langsung lebih merinding daripada liat di foto..
Dubai Creek, teluk yang cantik dengan perahu-perahunya!

Kegiatan apa aja di hari pertama di negeri orang tanpa ada yang nemenin?
Keliling jalanan! Menjelajah berkilo-kilometer ke luar hotel, sekedar nyari tau tempat makan, supermarket, mall, dan mencari Metro Station terdekat.
Trus belanja untuk kebutuhan sarapan harian deh, roti, buah pisang (buah lainnya langka & mahal banget di Dubai), selai, tuna kalengan, pudding. Apapun untuk bertahan hidup 2 minggu ke depan, karena daku ngga beli sarapan dari hotel (hemat beb).

Dubai Mall
Malamnya, setelah suami selesai training, kami pergi ke Dubai Mall. Bareng temen suami yang dari Indonesia, juga peserta training dari Mesir. Turun di stasiun Metro Dubai Mall, ternyataaa jalan dari stasiun ke mall-nya jauh banget!!! Lumayan menguras waktu & energi. Untung sampe sana masih bisa liat Dubai Fountain yang air mancurnya nari-nari itu.

Di dalam mall juga ada tank akuarium raksasa, yang di baliknya ada tunnel (seperti Sea World) tapi harus bayar. Kali ini kami cukup lihat-lihat dari luar aja... Lumayan gratis :p (di Dubai Part berikutnya, ada cerita kami masuk sana)
Rame cyiiin pada dadah-dadah ke ikan!

Dekorasi mall-nya juga keren. Nuansa Arab gituuuu, serasa di masjid huahahaha...

Mas, ini di mall apa di masjid?

Dan kami makan malam di mall. Berhubung pilihan makanannya aneh-aneh, aku makan KFC (jauh-jauh ke Dubai cuma beli KFC hah?), sementara si suami yang doyan masakan Arab langsung beli nasi biryani. Pilihan KFC dicemooh habis-habisan sama Sal, teman training suami dari Mesir :))

Old Souk
Hari berikutnya, putar otak lagi mau kemana. Kayak orang nggak punya arah tujuan :)) Mau diskusi itinerary juga sama siapa, kalo suami sih tinggal tunggu review dari aku, mana tempat yg bagus mana yang enggak. Jalan aja deh ke Creek, naik Watertaxi ke seberang. Ada Old Souk!

Souk adalah istilah untuk pasar tradisional yang bisa tawar menawar. Tapi di sini nggak belanja apapun. Selain takut mau tawar-tawar, fokusnya cuma untuk menjelajah, like a true backpacker! Backpacker sejati, tidak belanja *halah* Huahahaa...

Ini pasar lho, tapi ngga becek...

Di sepanjang jalan ini, penjual teriak-teriak, "Malaysia??" "Indonesia??" "Ayooo sini, mura muraa.." Mending nggak usah nengok kalo ngga niat belanja :D

Setelah puas jalan-jalan di Old Souk, alhamdulillah tiba-tiba ketemu orang-orang Indonesia. Ada perwakilan bank swasta Indonesia yang tinggal di Dubai, sedang ngajak keluarganya jalan-jalan. Ngobrol-ngobrol bentar, trus diajakin gabung ke rombongan mereka dehhhh... 

Old Bastakiya
Sambil ikut rombongan, jalan ke kanan Old Souk bisa lihat-lihat kota di pinggiran sungai.

Dan masuk ke kawasan Old Bastakiya, kita bisa lihat bangunan-bangunan Dubai kuno yang direkonstruksi. Keren banget buat jalan-jalan santai dan foto-foto. Rasanya pengen ngajak suamiii ke sini! Trus main petak umpet deh *halah* Seriusan rumah-rumah petaknya bisa bikin nyasar.

Arsitektur Dubai kuno.... keren ya!

Gold Souk
Dari Bastakiya, kami lanjut ke Gold Souk. Ke stasiu Bur Dubai di dekat Old Souk, lalu nyeberang sungai... (masih ngintil rombongan tadi :p)
Perjalanan ke Gold Souk, naik ini. Murah, 1 dirham saja sekali jalan...

Gold Souk ini pusatnya emas di Dubai.. Sepanjang jalan bling-bling full toko emas! Woohooo silaaauuu... Selain emas, di kawasan ini juga bisa cari bumbu rempah (ada Spice Souk) dan wewangian parfum, baik parfum Arab maupun parfum komersil yang merknya akupun tak hafal :p Banyak dijual juga bumbu termahal di dunia: Saffron, yang konon harga per gramnya lebih mahal dari emas.


Cincin terbesar di dunia, ada di salah satu toko emas Gold Souk.

Sebenernya setelah itu, rombongan ngajak eike ikut Safari Desert (wisata padang pasir ala Dubai), tapi kan eike kudu pulang untuk bertemu suami tercintah *halah lagi*. Akhirnya kami berpisah di Bur Dubai. Makasih banyaaak ko, cece, yang udah ngajakin jalan-jalan seharian \(^o^)/


Sekian dulu cerita Dubai Part 1, objek wisata lainnya menyusul yaaaa ;D

PS: Tadinya aku ngga minat lho diajak suami pergi ke Dubai, kirain ngga ada objek wisatanya. Ternyata Dubai itu kota modern banget, banyak bule juga tinggal di sana. Karena posisi Dubai strategis antara Asia-Eropa, jadi tempat transit juga untuk yang mau ke Eropa. Alhamdulillah memutuskan ikut, seneng deh!