Selasa, 30 Juli 2013

Minimalism in Fashion Blogging?

Assalamu'alaikum :)
Belakangan ini, saya lagi sering baca artikel tentang minimalist living. Aliran gaya hidup serba minimalis, membatasi jumlah 'kepemilikan' barang hanya yang esensial saja. Semakin sedikit apa yang kita punya, makin mudah kita merawatnya, makin sedikit kecemasan kita (takut barang rusak/hilang), juga makin kecil energi negatif yang tercipta di rumah karena adanya tumpukan barang a.k.a clutters. Contohnya ya, buku. Seberapa banyak sih buku yang kita punya di rak kita? Puluhan buku tersebut apakah akan dibaca lagi atau hanya sekedar 'numpang' aja di rak kita, ditengok pun enggak. Trus baju. Segunung baju di lemari, apakah semuanya dipakai? Karena ada fenomena, baju sebanyak apapun bagi seorang wanita nggak akan pernah cukup. Pasti adaaa aja saat kita mikir "Aku gak punya bajuu!!" Padahal itu lemari isinya full. Bayangin kalo kita cuma punya 10-15 baju tapi yang bener-bener berkualitas & kita suka. Hemat space, dan jelas bisa dipake.
Clutters seperti souvenir, barang-barang gratisan (siapa sih yang nggak suka nerima goodie bag?), brosur, majalah.. berapa kali pada akhirnya cuma "mblangkrak" di sudut kamar atau dijejelin di laci (dan isi laci jadi aneka barang ngga jelas gunanya).
Nah, gaya hidup minimalis itu membatasi kepemilikan kita terhadap barang-barang yang sebetulnya nggak kiga butuhkan.

Nah terus apa hubungannya dengan fashion blogging? Hihihiiii sebenernya postingan ini cuma sekedar curcol aja. Mungkinkah gaya hidup minimalis dan kesukaan (bukan kecintaan, ya) pada dunia fashion bisa berjalan bersamaan?
Susah yaaa kayaknya. Makanya sekarang aku makin jarang buka-bukain fashion blognya orang-orang. Karena kayaknya tiap blogwalking jadi pengen ini pengen itu. Cewek-cewek blogger tampaknya selalu pake baju/aksesoris baruuuu terus. Bikin kita kepengen juga rasanya.

Sempet datang masa-masa dimana saya 'merasa butuh' beli baju baru hanya demi pengen bikin postingan baru (fakta lho, hahahaha). Karena semenjak tahun 2011-an, mendadak dunia fashion blogging nggak sesederhana dulu ketika saya mulai blogging, di tahun 2009. Bloggers makin canggih aja, tiap postingan kualitas foto & editannya udah kayak pemotretan di majalah. Kamera canggih, background dan props dipersiapkan dengan baik.
Padahal dulu saya seneng blog karena.... originalitasnya. We can get inspired by real people. Real girl wearing their real clothes. Beda dengan artikel fashion di majalah yang tampak terlalu dibuat dan terlalu berkelas. Lewat blog, kita bisa lihat cewek-cewek memanfaatkan baju bekas (dari thrift shop), berkreativitas dengan apa yang mereka punya, dengan gaya mereka sendiri. Akhir-akhir ini, bloggers looked so perfect! It's like seeing advertising/catalog. Ya positifnya, itu berarti para blogger makin kreatif & berbakat. Tapi rasanya rindu dengan kesederhanaan dunia blog di jaman dulu, saat-saat saya masih cupu (sampe sekarang juga cupu wakakaka). Tapi masih banyak kok blog yang tetap original ^^

Pengen deh menerapkan gaya hidup minimalis. Mulai menyortir isi lemari, mengurangi tumpukan yang nggak terpakai (yang mana tumpukan tersebut sebenernya menghalangi pandangan terhadap baju yang ingin kita pakai).
Trus kalo nggak ada baju yang baru, apa yang mau diposting di blog? Kan bajunya itu-itu aja :))
Yah, mungkin bisa jadi trik-trik memaksimalkan apa yang kita punya. Nanti 3 bulan sekali beli baju baru, dan baju yang mulai kusam bisa disumbangkan.
Inilah alasan makin malas foto-foto outfit, karena sebagian besar bajuku sekarang tampaknya nggak 'bloggable' *halah* saking sederhananya. Nggak melambai-lambai seperti tren busana muslim masa kini (di aliran yang longgar melambai), dan nggak se-cool aliran yang modern-edgy. Tapi yang penting, baju-baju tersebut nyaman & bisa kupakai tiap hari. Kapan-kapan kuposting deh betapa "biasa"nya penampilan sehari-hariku. Hihiiii...

*postingan ini agak ngga jelas juga ya maksud dan tujuannya apa*
Well, untuk membaca lebih lanjut tentang hidup minimalis dan alasan-alasan mengapa gaya hidup tersebut sekarang mulai jadi tren, bisa ditanyakan ke mbah google dengan keyword minimalist living. Blog yang terkenal contohnya becomingminimalist.com dan mnmlist.com

14 komentar:

  1. jeung tia, aku copas paragraf pertamanya ya :D

    http://ndutyke.wordpress.com/2013/07/30/minimalis/

    BalasHapus
  2. iya kak Tia aku juga ngerasa gitu, people change, blogger change, makanya sekarang aku juga juarang banget updet blog :D. sekarang kayaknya fashion blog tu ajang persaingan baju dan brand ternama. outfitnya juga aneh aneh, masa iya dikehidupan sehari hari kita mau pake baju rumbai rumbai, kerudung yang sanggulnya segede bola basket gitu :3
    ditunggu kak Tia updaten outfit kece ala kak Tia :D

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum mbk..
    wah iyah banget banyak orang-orang yang ngeblog, ngepost apa yang dipake dengan brand ternama dan tiap postingan selalu baru hehe..aduh trend kali yah. Jangan gt mbak, saya juga cupu kok. Kalo ngepost make baju nya yang jaman kapan hihihi...
    Senang berkenalan dgn mbak^^

    BalasHapus
  4. mba tia, aku follow mba tia justru karna gaya mba tia yang gak heboh seperti gaya fashion blogger, lebih real menurutku, enak dilihat tanpa berkesan berlebihan :)

    BalasHapus
  5. he,,,he,,iya juga ya ,,,
    atau begini saja baju yg lama nya bisa di recycle jadi bentuk yg lebih up to date atau bikin baju yg multifungsi jadi ga ribet dan timeless karena kalau ngikutin trend yg selalu berubah ya pasti jebol kantong ,,,

    tulisan yg sangat-sangat bagus mba ,,,makasih .semangat

    BalasHapus
  6. Loving your very lovely blog

    xoxo
    http://singingthumbelina.blogspot.com

    BalasHapus
  7. hmm, hmm, sebenarnya jadi minimalist itu membuat kita nggak mubazir jg sih. buat apa beli ini itu tapi ditumpukin di lemari. lebih baik di sumbangin aja ke orang. isi lemari saa jg semakin banyak aja nih, padahal udah berkali2 jg di sumbangin. huft..

    BalasHapus
  8. nice post, mbak :)
    memang yang sederhana itu lebih indah ya.

    BalasHapus
  9. minimalis=hemat ^^

    Mohon maaf lahir bathin :)
    Selamat lebaran bagi yang merayakan, selamat liburan bagi yang tidak :D

    BalasHapus
  10. just post what you want to post mbak tia... :))
    hidup berpindah-pindah bikin saya sering banget nyortir barang, bukan apa cuman meskipun banyak yg pengin dibawa tapi males juga kan ribetnyaa, males juga bayar over baggage di bandara -___-
    minal aidin walfaidzin yah..

    BalasHapus
  11. Yay! kita sehati Tia.. haha, alhamdulillah sy sudah sadar :D cueks aja ah ngposting pake baju lama, masa bodo :P benaar, yang penting originalitas! setuju banget sama postingan kamu ini! :jempol

    BalasHapus
  12. minimalis emang happening di mana-mana. asal income jangan ikutan minimalis aja ya ga?

    BalasHapus
  13. nice article.your bag very nice!!!

    http://www.unnatisilks.com

    BalasHapus
  14. gimana caranya hidup minimalis?syusaah.hmmm,utk baju sepatu,printilan dapur dan perabot saya bisa tahan buat minimalis,tapi buat "buku" hadeeeh syusaaah. buku segunung,apartemen seupil.tiap kali nyortir buat disumbangin,tetep ada sisanya masih banyak.bihihihihi.

    BalasHapus

Would love to hear your thoughts ;)