Selasa, 09 April 2013

Dubai Part 2: Burj Al Arab, Jumeirah, Desert Safari, and Museum

Kembali lagi ke postingan tentang Dubai...

Kali ini, penulis dan suami + teman-temannya berniat melihat bangunan super-terkenal di Dubai: Burj Al Arab. Hotel mewah yang bentuknya mirip layar perahu. Menuju ke sana, kami naik Metro ke stasiun Mall of The Emirates. [Our Mistake] Di stasiun tersebut, ada jalan keluar menuju Mall dan ada satunya ke jalan raya. Kami ambil ke jalan raya-nya. Dengan asumsi: Burj Al Arab sudah dekat.

Yakk, udah keliatan 'kan Burj al Arab-nya? Jalan dikit lagi, sampe kok!
Subhanallah, iya sih bangunannya kelihatan, tapi ini kok nggak sampe-sampe =__=" *basah kuyup keringatan*
Tau kan, namanya bangunan raksasa, dari jauh juga kelihatan 'seolah-olah dekat'. Jalannya maaaaak...


Aku udah ngeluh-ngeluh aja ama suami, minta balik ke hotel aja karena selain nggak nyampe-nyampe, jadwal kami mepet, siangan mau dijemput untuk dessert safari. Tapi temen-temen suami jalan terus, dan suami pun nyemangatin jalan. Hyeeee udah haus, lapar, panas, basah kuyup.... *ngomel terus*

Sampe akhirnya melihat gerbang cantik: Souk Madinat Jumeirah!

 Souk (pasar) modern yang cantik (meskipun artifisial), yang termasuk objek wisata di Dubai.

Best View!!! Lihat Burj Al Arab dari sisi ini, semua capek terbayarkan. Alhamdulillaaah....

Pose "jempol". Yeaaaa foto ama Burj al Araaab...

Ini penampakan Souk di dalamnya, didesain menyerupai Souk kuno. Adeeem semriwing. Barang yang dijual mahal-mahal, banyak yang bermerek juga. Kafe-kafe pun beragam, mulai dari St*rbucks hingga gerai es krim yang mahal. Jadi kalo punya duit berlebih, boleh lah ngafe-ngafe cantiks di sini...

Saya & suami menikmati jalan-jalan di sini, banyak objek buat difoto! Sayang waktu terbatas, kami harus segera balik ke hotel.
Belajar dari pengalaman *jalan jauh dari stasiun Metro*, saya dan suami memutuskan naik taxi ke Mall of the Emirates. Karena mall itu 'kan nyambung ke stasiun :D

Desert Safari 
Ini ibaratnya jadi 'agenda wajib' turis yang datang ke Dubai. Buanyaaaak agen tur yang menawarkan Desert Safari, tapi rombongan saya + suami pilih yang murah saja (terima kasih banyak buat Ko Mario atas bantuannya -- teman baru yang ketemu di Dubai pas di Old Souk)

Inti dari Desert Safari adalah: dijemput di hotel menuju padang pasir sekitar 1 jam perjalanan, naik kendaraan 4 WD di padang pasir (agak serem buat yang nggak bernyali), dibawa ke sebuah camp di tengah padang pasir, yang memang sudah disiapkan untuk turis. Ada atraksi megang burung elang / hawk (kalo mau pegang & foto harus bayar), naik onta (gratis: ada 2 onta, naiknya gantian ama orang lain), foto dengan kostum ala Arab (bayar), hingga lukis henna di tangan (gratis). Tips: kalo mau foto naik onta, sebaiknya pake celana panjang ya, jangan gamis!

Di tengah camp sudah disediakan kursi-meja lesehan, tempat para turis nonton belly dance. Yeah I'm not kidding. Belly dance is the main attraction of the night! Yang menarik sih sebenernya tarian Turki yang penarinya muter-muter itu lhoooo. Untuk belly dance, hmmmm gimana yaaaaa di negara Arab, agak terasa barbar nyorakin perempuan nari-nari seksi =___= *untungnya suami sadar diri menundukkan kepala--semoga ga ngintip!

Nontonin mas ini muter-muter tanpa jeda, kerennnnn... Selalu ada kejutan di tariannya...


Dubai Museum
Weekend berlalu. Suami training, saatnya istri jalan-jalan sendiri lagi. Dubai Museum is worth a visit, and it's veryyyy cheap, just 3 dirhams (~Rp 9.000)!! Lokasinya dekat dengan Old Souk (bisa jalan kaki), dibangun di bekas benteng Dubai kuno. Woohoo! Aku kesana 2x, pertama siang-siang sendirian, yang kedua di waktu malam, ngajak suami sehabis dia selesai training :)



Museum ini menjelaskan perkembangan Dubai kuno, dari mulai rumah tradisional hingga isinya, perahu untuk cari ikan / mutiara, alat perang (dari kapak, meriam hingga baju zirah), sampai patung-patung yang menggambarkan kehidupan masyarakat Dubai di masa lampau.


Ada hiasan dinding Dubai dari tahun ke tahun. Pencahayaannya bagus, dan ceritanya itu lhooo, bikin menganga. Dari padang pasir sepi, mulai bertumbuhnya penduduk di sekitar sungai (The Creek), sampai sekarang jadi negara super modern dengan gedung-gedung tingginya.

Anak-anak cewek Dubai kuno, kalau sudah khatam Al Qur'an ada perayaannya dengan baju warna-warni dan perhiasan emas.


Banyak deh yang bisa dilihat di museum ini. These photos won't do any justice, just come there ya knooowww... Perkiraan waktu yang dibutuhkan: Penyuka museum: 2 jam-an. Yang nggak suka museum: 45 menit.

Ternyata panjang juga nih postingan. Sepertinya butuh lanjutan di Dubai Part 3 *udah nggak kuat ngetiknya hahahahaaa*