Sabtu, 05 Maret 2011

Hijab: Rethinking

Lately I've found out some articles that made me rethinking, about the intention of wearing hijab.

From ListeNinda:
....Jilbab, buat saya, mestinya menjadi sebuah perlawanan kultural dari sebuah gerakan yang menghinakan tubuh perempuan. Tapi jilbab juga mestinya menjadi sebuah konter religius dari eksploitasi kaum kapitalis yang mengeruk keuntungan dengan cara merampas kenyamanan perempuan yang melalui cara-cara yang brutal, antara lain  dengan menakut-nakutin perempuan mengenai fenomena penuaan (keriput, kulit kering, noda kehitaman di wajah) yang sebetulnya pasti terjadi....
....Hijab, in my opinion, should be our cultural resistance against exploitation of women's concept of beauty. Hijab should be our religious defense from capitalism which takes advantage from women and making them feel uncomfortable of their body (body is too fat, skin is too dark), and their natural aging (wrinkles, dry skin, black spot, etc.)....

From Stylish Muslimah:
The concept of hijab is slowly being either changed, ignored or forgotten altogether.
 In this day and age, 'wearing' the hijab to follow the rules of Islam is only one of many reasons a girl may have to do it. It is also the only intention that will lead her to any sort of reward.
I am not about to embark upon a long torrent of holier-than-thou preaching (as I am far flung from perfection), but this is just a small reminder that we should constantly question our intentions in the way we act, talk and dress, especially around those of the opposite sex (it does not cease to amaze me how 'free-mixing' has become something normal and encouraged amongst Muslims).
A good video to let us rethink:


Me myself is still far far away from perfection. But let's learn to be a better person everyday. And always remember our intention to wear hijab. Let hijab be our guard, from the opposite sex's attention and from the heat of hell in the after life :)

10 komentar:

  1. halo mbak tia, videonya bikin aku mikir....
    hmmm tapi ngomong-ngomong ngga ada warna yang diharamkan dlm agama kita ya toh... kadang aku mikir orang2 yang selalu pake hitam itu knapa ya terkesan seperti dianya mengharamkan warna-warna lain? katanya sih biar ngga mencolok.. tapi menurut aku ya itu kondisional... kalo di arab saudi dimana wanita2nya wajib pakai baju hitam atau putih kalo gk salah (putih ya ngga sih mbak?) orang jd ngga mencolok. tapi kalo di indonesia sih malah mengundang perhatian hehe *just my opinion.

    BalasHapus
  2. hhm....
    pingin ikut nimbrung atas komentarnya Nindaa di atas...

    kalo di arab, memang kebanyakan hitam. tapi coba lihat di Afrika, yang juga negara muslim... mereka malah pake pakaian dengan warna warna menyala, terang dan benar benar berani. sungguh berbeda...

    tapi ketika semuanya bertemu di Makkah atau Madinah, maka akan terlihat betapa "BERWARNA" nya dunia ini. setiap belahan dunia punya ciri khasnya masing masing.

    well... bukankah Hijab hak patennya tidak HANYA dimiliki orang arab??
    aku pikir, Hijab kini dimiliki oleh semua budaya.

    setuju dengan Nindaa yang menyebutkan hal itu kondisional. sebaiknya memang tergantung pemakainya, dan tergantung dimana hijab dipakai. Kalo di Indonesia, memang yang hitam-hitam panjang masih menjadi sorotan. tapi selama kita nyaman memakainya, kenapa tidak??

    Tujuan muslimah memakai hijab kan berbeda beda
    semoga tujuan kita sudah bener yaa
    dan diridhoi oleh ALLAH

    BalasHapus
  3. Salam, Tia!
    mau nambahin ninda dan elsa jg ah.

    kl menurut aku, warna itu hanya sekedar budaya.
    di arab memang budayanya seperti itu. di Indonesia ya jelas beda.
    hijab itu kan yg penting ga ketat, ga transparan, dan semua aurat tertutup dg benar.
    selama ini sih aku berprinsip pada itu aja.
    masalah warna dan corak, itu pun jd suatu hal yg bebas.
    bukankah Allah menyukai keindahan?

    asal kebebasan berhijab itu ga kita gunakan sembarang, misalnya buat menggoda kaum adam.
    kalau mau dandan maksimal ya buat suami aja. hehe...

    satu hal sih, kalau udah berhijab pun jg jangan udah gitu aja, jgn merasa udh cukup jg.
    perbanyak ilmu2 agama, perbanyak ikut majelis ilmu, minimal seminggu sekali biar membekas di hati.
    aku yakin, orang yg serius mencari ilmuNya Allah, Allah akan mengarahkan dia ke yg baik2, dan memperbaiki yg salah2.
    ada seperti furqon atau pembeda di hati, termasuk dlm berhijab ini. Allah sendiri yg akan menuntun kita utk berhijab dg benar.

    jadi buat teman2 yg sudah berhijab, tetap semangat mencari ilmu ya :)

    BalasHapus
  4. suka sama 3 pendapat di atas....hmmm....
    Btwe, suka banget ama videonya. Bikin jadi `deg`, wah jadi selama ini....aku selalu tergoda juga ama si `jelek` itu hehehe.
    Trus mo minta pendapat dong tentang make up atau kosmetik, soalnya di video itu terkesan bermake up itu tidak dibenarkan. trimsss

    BalasHapus
  5. Salaam semuanya, alhamdulillah banyak yang ikut nimbrung, komennya bagus2 euy... :)

    Kalo masalah warna sih tergantung budaya ya... Ada pendapat, beberapa sunnah itu dilakukan Nabi karena beliau di Arab... Misalnya yg makan pake 3 jari; itu wajar krn di arab masakannya kebab & roti maryam. Tapi kalo di Indonesia makan soto ya gak mungkin pake 3 jari :)
    Begitu pula ama penggunaan niqab & warna jilbab, itu tdk dijelaskan di Al-Qur'an. Kalo warna hitam itu mgkn budayanya Arab, ya..

    @Angel: nahhh masalah makeup itu aku juga bingung :D kalo yg di video kan kesannya lebih baik ga usah dandan ya...
    mgkn krn sebenernya kecantikan kita cuma buat suami... Tapi kalo pake sunblock/moisturizer sih bisa dikategorikan merawat kulit.
    Ga berani komen lebih jauh deh >.<

    BalasHapus
  6. hmmm mbak tia coba baca ini deh http://qurandansunnah.wordpress.com/2010/01/19/seputar-hukum-berhias-bagi-wanita/

    lipstick pun boleh dipakai asal membawa manfaat yang jadi haram kalau bikin bibir 'sakit'.

    yang jelas haram kalau berhias itu sampai adalah mencukur alis dan menyambung rambut, Allah tidak suka.

    BalasHapus
  7. @mba ninda: sblmnya aku jg udh baca link itu :) setuju sama isinya. asal bahannya halal, ga berlebihan pemakaiannya, dan emg digunakan untuk keindahan dan bagiam merawat tubuh, bukan untuk menarik syahwat org lain.
    btw, aku main ke blognya mba ninda. Subhanallah! Keren! Ai laik it :)

    @tia: makasi ya. blognya jd ajang kumpul dan berbagi ilmu niy. hehehe...

    BalasHapus
  8. hi there :)
    have a nice day ^^

    BalasHapus
  9. Numpang nimbrung Tia...

    Yg dikutip Mbak Ninda itu aslinya tulisan Mbak Nurul Agustina, bukan? Seharusnya dieksplisitkan yah, biar enggak membingungkan.

    Saya suka tulisan2nya Mbak Nurul Agustina. Selalu membuat pembaca berpikir.

    --Dina

    BalasHapus
  10. tentang hijab warna hitam:
    kl menurut saia, ada sebab kenapa warna hitam diutamakan dalam berhijab. alasannya logis dan sederhana, warna hitam bersifat meredam warna2 disekitarnya, jadi ga bikin mencolok yang berlebih(ingat sesuatu yg berlebih itu tidak baik), dan meskopun serba hitam tidak akan terkesan gelap apabila berada ditempat2 yang wajar. selain itu yang terlebih penting, warna hitam menghalangi dan tidak bersifat membiasakan apa yang ada dibaliknya, meski terkena air sekalipun... itu sedikit pendapat dari kamu adam ^_^ keep the good things going.

    BalasHapus

Would love to hear your thoughts ;)