Sabtu, 14 Februari 2009

Being A Drawing Contest Judge

Malam ini aku baru sampai rumah setelah sebelumnya menjadi juri lomba gambar di SMPN 3 Kediri. Lho kok bisa?? Kok hebat??
Hehe, begini ceritanya...

Budheku, dr. Sjahjenny, adalah koordinator PKTP (Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna). PKTP ini punya misi ke daerah-daerah untuk menyebarkan informasi tentang kanker sejak dini. Jadi, yang aku tau, beliau sering mengunjungi sekolah-sekolah di Nganjuk, Madiun, dan kota-kota lainnya untuk memberi wawasan sederhana, bahwa kanker dapat muncul karena kebiasaan sehari-hari yang nggak sehat. Contohnya aja, pentol yang sering mangkal di depan sekolah. Wuih itu bisa jadi sumber penyakit dari 5 P yang dikandungnya: Pengenyal, Pengawet, Pewarna (non makanan), Pemanis buatan, Penyedap.

Nah, PKTP menyelenggarakan lomba gambar untuk TK sampe SMA di Kediri dalam rangka sosialisasi penanggulangan kanker sejak dini. Pada jajaran dewan juri, dipilih orang-orang yang bukan panitia dari Kediri untuk menghindari ketidak-adilan penilaian. Lalu budheku mengajakku. Yaahh, dari TK sampe SMA kan keponakannya ini sering mengikuti lomba gambar (walaupun jarang mengantongi piala juara :p).

Maka Jumat sore aku dijemput budhe, lalu kami dan rombongan pergi menuju Kediri. Aku semobil dengan budhe, Pak Yance (adiknya budhe yang juga punya sense of art tinggi), dr. Eka, dan mbak Vita dari FKUA. Tiga mobil lainnya berisi mahasiswa-mahasiswi FK Unair yang rata-rata adalah angkatan 2006, 2007 dan 2008. Belakangan aku mengenali beberapa dari mereka ternyata adik kelasku di SMAN 5 Surabaya! Sekitar jam 10 malam, kami baru sampai di kota Kediri, dan malam yang tenang itu diakhiri dengan tidur di kamar yang sudah disiapkan di Pusdiklat Kediri.

Hari Sabtu, bertepatan dengan World Cancer Day (bukan Valentine ;p), lomba yang dinanti-nanti dibuka. Ada ibu walikota datang. Ada penampilan band Arpega (Arek Esempe Tiga) yang baru memenangkan juara 3 lomba Band Nasional. Lomba gambar dibagi ke dalam 4 kategori yaitu TK, SD, SMP dan SMA. Aku dan mbak Vita kebagian menilai hasil karya anak TK dan SD. Sebelum lomba selesai, kami udah bisa melihat mana saja gambar yang "dijagokan". Sumpah takjub banget liat anak-anak kecil bisa melukiskan gambar dengan permainan warna dan bentuk yang indah! (Nanti kalau aku dapet contoh gambarnya, akan ku-upload di sini)

Peserta TK ada 12 orang. Pikirku dan mbak Vita, ini mudah. Tetapi peserta SD ada 45 orang!! Wow! Banyak peserta dan banyak pula karya yang bagus-bagus, dan sayang sekali juara yang akan ditetapkan hanya sampai juara 3. Lomba dimulai pukul 9 pagi dan diakhiri pukul 1 siang (waktu yang sangat lama untuk lomba gambar!). Dari semua gambar yang dikumpulkan, terlihat karya yang menonjol adalah didikan sanggar. Sehingga agak menjadi dilema, keindahan teknik melukis vs originalitas pembuat karya. Setelah kurang lebih 1 jam, proses penjurian selesai.

Ternyata, juri yang menilai karya SMP dan SMA masih mengalami kesulitan penjurian. Untuk SMP, yang dilombakan adalah poster, dan untuk SMA, yang dilombakan adalah komik. Penjurian berlangsung alot. Apalagi untuk komik, karena selain mempertimbangkan keindahan gambar, alur cerita memegang peran yang penting.

Akhirnya semua juara ditetapkan dan diumumkan pukul 15.30, molor dari jadwal seharusnya yaitu sekitar pukul 14.00. Katanya, anak-anak SD udah mulai mendemo panitia, "Mana jurinya??" Hehehe. Maaf ya adek-adek... kalian lama nunggunya. Maaf juga buat yang belum menang karena hanya ada 3 juara. Padahal gambarnya buagus-buagus.... Pengen nyimpan 1 tapi gak boleh T_T

Hal-hal lain yang berkesan:
  1. Ada wartawan yang meliput, tapi dia merokok! Mas, tau gak sih ini lomba kan dalam rangka World Cancer Day, dan merokok tuh menyebabkan kanker!! Kok gak memberi contoh yang baik buat adek-adek yang lagi melukis "dilarang merokok"... Belakangan, aku dengar sih si abang wartawan diprotes sama ibu-ibu peserta :)
  2. Makanan prasmanannya enaaakkkk banget!! Tadi aku makan pecel, uih, rasanya belum pernah makan yang seperti itu... slurrppp... jadi ngiler... Trus jajanannya juga enak-enak. I love risoles!
  3. Aku cek tensi darah di stan-nya anak FK, dan, seperti biasa, tekanan darah rendah :(

Sore kami pulang, aaaarrghhh aku gak sempat foto2!!! Sempat diajakin anak2 FK foto bareng, tapi waktu itu posisiku udah terjepit di dalam mobil dan gak bisa keluar. Hiks hiks... iri deh liat anak2 FK yang begitu ceria rame-rame bernarsis ria. Trus pengen banget foto di persimpangan kota kediri yang ada monumen mirip di Paris... Waaahhh jadi pengen ke Kediri lagi!!!!!

Sampe rumah udah malem. Masuk kamar, surprise!! Ada cokelat dan bantal pink dari ibuku!! Ibu bapak lagi ke Bandung, tapi sempet-sempetnya menyiapkan kado valentine kayak gini (meskipun aku bukan orang yang merayakannya). Memeluk bantal itu, aku tiba2 menangis. Ya Allah, terima kasih... Kau berikan aku pengalaman yang berharga, dan orangtua yang sangat menyayangiku... :')