Rabu, 23 Agustus 2017

Kegiatan Sederhana (Lagi) Untuk Toddler (Family Project #9)

Assalamu'alaikum!

Beberapa hari terakhir ini, aku dan Z banyak menghabiskan hari di rumah saja. Selain karena sekarang tiap pagi ada bu ART pulang pergi (bersih-bersih dan menyetrika), juga karena sepertinya tiap weekend kami terlalu banyak aktivitas dan perjalanan sehingga butuh recharge istirahat di rumah selepas weekend.

Kegiatan Rumahku, PAUD-ku sederhana saja. Kegiatan sehari-hari yang kalau aku pikir-pikir, sepertinya banyak manfaatnya juga :D

1. Lepas pasang Stiker - Bukan Permainan Biasa!

Ibu punya stok stiker dinding dari tahun 2013 yang belum ditempel-tempel juga. Kelebihannya stiker dinding, kalau ditempel dimanapun nggak meninggalkan bekas lem. Cocok banget lah buat menyalurkan hasrat Z yang pengen tempel-tempel.

Untuk anak seusia 21 bulan seperti Z, sepertinya masih terlalu dini untuk mengajarkan estetika tata letak stiker. Jadi ibu biarin aja dia nempel sesukanya, meskipun ditempelnya tumpuk-tumpuk. Dalam hati ibu pun gemes pengen mengarahkan supaya posisi nempelnya agak bagusan dikit, tapi ibu tahan-tahan hahahahaaa.

Sesungguhnya ketika dia bisa pasang stiker dengan arah yang benar (lem stiker di bagian permukaan yang mau ditempel), itu adalah sebuah pencapaian lho! Jadi kegiatan tempel menempel ini mengajarkan koordinasi mata dan tangannya, juga sebab akibat: kalau aku pegang bagian lengket di bawah, maka stiker akan nempel lemari. Tapi kalau salah arah, nempelnya di tangan.

Z juga akhirnya suka lepas-lepasin stiker yang udah ditempel. Lagi-lagi kegiatan ini merupakan pembelajaran. Ketika tangannya berhasil melepas stiker (latihan menggunakan otot pincer grasp), diapresiasi lah sama ibu :D

2. Menyiapkan Makanan: Memeras Jeruk dan Oles Selai

Usia toddler, anak pengen melakukan apapun yang dilakukan orang dewasa! Daripada menganggap anak gangguin ibunya menyiapkan makanan, sekalian aja diajak menyiapkan sama-sama.

Z ikutan coba memeras jeruk dengan pemeras jeruk (1 set dari baby food maker). Dia tekanlah jeruknya di wadah pemeras. Setelah 2 menit ibu yang lanjutkan memeras, karena Z masih belum bisa 'gerakan memutar jeruk' ketika menggunakan alat peras. Z pun jadi lebih lahap minum sari jeruknya karena ikut merasakan proses pembuatannya.

Selai roti pun jadi bahan kegiatannya Z. Daripadabingung meladeni Z yang pengen gadoin selai coklat/kacang, diajak aja deh oles-oles selai di roti. Bocahnya hepi benerrr dapat tugas oles-oles. Meski hasilnya ga rapi (bahkan gumpalan hanya ada di tengah roti, gak diratain hihihi) tapi dia terlihat berbinar makan rotinya (lebih tepatnya jilatin selainya sih wkwkwk). Di situlah tugas ibuk untuk meratakan selainya :p

3. Mencuci Kursi Makan di Halaman
Kalau ini sih sambil menyelam minum air... Ibu butuh bersihkan kursi makan Zaki, dan Zaki suka semprot-semprot air dari selang :D lifeskil, latihan bersih-bersih yaaa nak!

4. Bermain Outdoor: Main Perosotan dan Lari-lari di Taman
Aktivitas fisik macam ini membantu Zaki supaya tidurnya lebih cepat :p Energinya dihabiskan dulu, supaya malamnya ketika dikelonin cepat bobo dan ibu bisa ngeblog hahaha...

5. Menjejerkan Segala Macam Benda
Di umur 21 bulan ini, Zaki hobi bangeeet jejerin segala sesuatu. Dari sandal & sepatu, mobil-mobilan + kereta-keretaan, dan malam sebelum tidur habis dibacakan buku cerita, bukunya pun dijejer :)

Bapak bagian apa dalam Family Projectnya? Bapak bagian menyapa di video call karena sedang dinas luar kota :D

#kuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #level3 #Day9 #MyFamilyMyTeam


Selasa, 22 Agustus 2017

Jenis Bra Menyusui yang Perlu Busui Tahu

Assalamu'alaikum, Busui!

Kalau kamu bukan calon ibu / ibu hamil / menyusui, skip aja deh postingan kali ini, karena aku mau membahas serba-serbi... ehem... nursing bra a.k.a bra menyusui! Maksudnya, bapak-bapak ga usah baca hihihi (kecuali mau beliin istri, boleh lah).


Kenapa sih topik ini penting untuk dibahas? Karena, ternyata bra menyusui itu sangat banyak jenisnya. Serius deh waktu pertama kali aku hunting bra menyusui di masa hamil, aku bingung dengan bra yang ditawarkan di pasaran. Mau beli model apa, ukurannya gimana. Nanti aku bahas juga tips-tips seputar bra menyusui ini. Semangat menyusui, ya moms!

Senin, 21 Agustus 2017

Ibu Ikut Workshop Tudung Saji :D (Family Project #8)

Assalamu'alaikum!
Family Project Day 8: 20 Agustus 2017 - Institut Ibu Profesional








Hari ini, ibu kerjasana dengan bapak. Ibu mau ikut kegiatan workshop Rumah Belajar Sew & Craft-nya Institut Ibu Profesional Jakarta. Ibu perkirakan, nggak mungkin membawa Z karena di usianya yang menjelang 2 tahun, Z maunya main aktif, nggak mungkin diminta duduk diam selama 2 jam. Bapak menyanggupi untuk mengasuh Z selama ibu belajar di workshop.

Menitipkan Z pada bapake
Ibu siapkan perbekalan Z, makan siang makaroni schotel, cemilan ada pudding dan sereal, juga ada susu UHT Ultra Mim* plain. Sempat kuatie karena jam workshop mendekati jam tidur siang Z, dimana tiap kali ngantuk pasti Z cari mimik ibuk. Dan sempat merengek minta ikut ketika ibu turun dari mobil di dekat tempat workshop. Bismillah. Bapak udah yakin bisa 'pegang' Zaki, ibu pun harus yakin bahwa bapak bisa!
Maka ibu pun workshop dengan tenang, plus dikirimi update foto-foto Z yang diajak ke rumah eyang sama bapake. Siangnya Z pun diajak main ke mall dan tidur di gendongan bapak. Alhamdulillah. Makasih yaaa bapak udah nemenin Z!



Cerita di workshop
Workshop Tudung Saji ini dilaksanakan di rumah kak Galuh The Semut yang super kreatif. Menengok rumahnya, lengkap peralatan kerajinan tangan beserta produk hasil kerajinan decoupage, sarung bantal hias, boneka bantal, dan kini kami mau membuat tudung saji cantik.


Di tempat workshop alias rumah kak Galuh, sudah disediakan 8 set alat dan bahan membuat tudung saji. Awalnya nggak kepikiran, gimana caranya bisa bikin tudung saji secantik buatan kak Galuh. Pelan-pelan kami diajari langkahnya yang ternyata mudah, ASALKAN tekun dan sabar. Kerajinan tangan emang butuh kesabaran.

Sambil membuat tudung saji, obrolan pun mengalir ringan dan hangat. Duh rasanya sudah lama banget aku nggak ikut acara ngumpul-ngumpul begini (tanpa digelendotin bocah hehehe). Rasanya seperti me time. Mengobati juga kerinduanku pada kegiatan crafting.

Nggak terasa jam sudah lewat pukul 12 siang, tudung saji masih belum selesai. Cek-cek whatsapp, Z masih aman kata bapake. Katanya sedang diajak ke mall rame-rame sama eyang kakungnya. Peserta workshop sudah pesan makanan mie ayam, nasi goreng, dan kwetiaw. Yang sudah kelaparan langsung makan deh :D

Akhirnya tudung sajiku selesai pukul 13.30-an. Akupun memesan gojek untuk pulang.

Bahagia banget hari ini bisa ikutan workshop tudung saji di rumah kak Galuh. Workshop ini terasa sangat humble di tengah tren workshop mahal di kafe kekinian. Workshop ini mempertemukan aku dengan ibu-ibu profesional yang ramah, sederhana, dan menyimpan sejuta kisah inspiratif.

Banyak peserta yang bawa anak, ada kegiatan melukis bantal buat anak-anak (tapi anak-anaknya sudah lewat masa balita sih, ngga ada yang seumur Z :D)
Aku banyak mengambil hikmah dari obrolan ringan di kala workshop. Terima kasih kak Galuh sharing ilmunya. Terima kasih kak Annisa sharing pengalaman hidupnya, dan dedikasinya jadi ketua rumbel sew & craft. Terima kasih IIP.



#institutibuprofesional #rumbelsewcraft #tantangan10hari #level3 

Sabtu, 19 Agustus 2017

Family Project Day 7: Hari Silaturrahim

Assalamu'alaikum!

Hari ini Sabtu, artinya ada bapak di rumah! Yeaaayy!! Hampir tiap hari libur sepertinya kami selalu pergi keluar rumah, entah makan di luar (membebaskan ibu dari tugas memasak hehhe) atau jalan-jalan. Hari ini, kami ada banyak agenda:

Silaturrahim ke mas Makmun & istri yang baru punya baby!

Family Project Day 6: Lebih Banyak Kegiatan!

Assalamu'alaikum!

Gimana kabar Rumahku, PAUD-ku hari ini?
Hari ini, Z terlanjur mengawali hari dengan menonton Youtube di TV (lagu-lagu anak) karena emaknya butuh fokus di dapur buat masak yang belum kelar. Untuk menebus kesalahan tersebut (kebanyakan screen time), waktu aktivitas fisik motorik dan sensorik kudu ditambah yaaa...


Jam 10 siang Z diajak beli sayur di pak sayur. Aku beli buncis untuk dimasukkan ke sop. Masak sop selama Z tidur siang. Surprisingly, ketika makan sop, dia mencomot potongan buncis dan bilang, "Buncis!" Terharu ibu nak, betapa kuat daya tangkapmu, mengenal sayuran yang tadi ibu beli. Inilah mengapa sebagai ortu kita harus jaga ucapan dan perilaku ya, karena satu kali saja terucap, otak anak bisa sudah merekam.

Aktivitas hari yang cukup bermanfaat (hahaha) ini selain belanja sayur:
1. Main Mencocokkan dan Memasang Tutup Tempat Bekal
Mayan juga nih punya tempat bekal 1 set isi 4 warna warni (ini merk dr. Brown, kalo ada yang penasaran). Aktivitas sederhana yang cukup mencuri perhatian dan konsentrasi Z selama 5 menit.


Tujuannya, melatih kepekaan terhadap warna (merah dipasangkan dengan merah, dsb) dan melatih kekuatan & keterampilan tangan untuk menutup tempat bekalnya. Tutup tempat bekal ini berulir, kadang Z nutupnya agak miring (nggak rapat). Tapi untuk bocah seusianya (21 bulan), sepertinya memang wajar sih kalau belum bisa presisi :D

Setelah mencocokkan per warna, Z pun memutuskan membongkar semuanya dan memasang warnanya sembarangan heheheeee nggak mau diatur-atur. Lalu ia juga sempat menumpuk-numpuk tempat bekal jadi menara. Sederhana yaaa perlengkapannya, tapi lumayan banyak ide cara mainnya.

2. Main Pom Pom
Cukup menyediakan pom pom, capit kecil, dan wadah-wadah, jadilah permainan. Z menikmati main capit pom pom untuk memindahkannya dari wadah satu ke wadah lainnya (melatih motorik halus dan kekuatan otot tangan, serta koordinasi tangan dan mata). Setelah dapat 5-10 pom pom biasanya dia sudah gak sabar dan langsung menuang semua pom pom ke wadah satunya :))) Kalau dipikir-pikir, ini negatifnya adalah 'belum bisa bersabar'. tapi positifnya adalah 'Z akhirnya tahu cara praktis memindahkan pom pom tanpa repot mencapit satu-satu', kreatif juga ya :p

Kalau sudah bosan, pom pom bisa dimasukkan ke wadah dan pura-pura main jualan kue. Nanti ibu yang jadi pembeli, mau beli kue pom pom merah, atau pom pom pink, dst. Lumayan supaya makin terlatih mengenal warna :D

3. DIY Puzzle dari Kardus
Behubung belum punya mainan puzzle buat toddler (yang biasanya terbuat dari kayu), ayok lah bikin sendiri versi sederhananya. Cuma modal menggambar di kertas, tempel di kardus, potong deh.


Puzzle kali ini bertema kendaraan. Karena masih belum tau kemampuan Z dalam merangkai puzzle, ibu potong jadi 2 saja gambarnya. Ternyata.... anaknya memang belum bisa menyambungkan puzzle-nya sesuai arah yang benar. Kalau untuk mengumpulkan ungu dengan ungu, kuning dengan kuning sesuai warna kendaraan, Z bisa. Pada akhirnya puzzle disusun jadi kereta-keretaan sama Z :))) Wes sakkarepmu nak, gunakan imajinasimuuuu...

4. Sensory Play Tepung, Air, dan Warna
Menjelang jam mandi sore ibu siapkan kegiatan yang super simpel juga, pakai tepung terigu, pewarna makanan, dan air. Maksud hati ingin mengenalkan Z ke sensasi main tepung dicampur air yang terasa lembek-lembek becek. Tapi sesuai dugaan, Z jijik kena campuran tersebut. Dari kecil, Z memang agak takut dengan tekstur seperti creamy, bahkan ketika pegang kue ultahnya dulu, Z nangis histeris ketika tercolek krim kue hihihi.

Ibu masih cari cara, gimana ya supaya Z gak jijikan. Nanti kudu dibrowsing deh :)

Dari permainan ini, ia tertarik sama pewarnanya aja sih. Mungkin besok-besok main pewarnanya pakai es serut juga seru kali ya.


---

Malam setelah bapake pulang kantor, sambil cuci piring ibuk bilang ke bapak. "Pak, anaknya temenin main yang edukatif ya. Jangan dibiarin main sendiri terus bapaknya HP-an..." Ehehehe bapake ngguyu. Z pun lanjut bermain sama bapak. Main pom pom dan puzzle. Sambil ngoceh-ngoceh ceria. Happy deh PAUD-nya aktif sampai malam, nggak nyetel Youtube lagi :D

#KuliahBundayIIP #Tantangan10Hari #MyFamilyMyTeam #Level3 #Day6

Jumat, 18 Agustus 2017

Family Project Day 5: PAUD-nya Ke Rumah Eyang!

Assalamu'alaikum,

Melanjutkan project Rumahku, PAUD-ku yang lalu, kali ini rombongan PAUD (bapak ibu dan Z hehehe) main ke rumah Eyang (baca: ibu bapaknya suami, a.k.a mertuaku) yang berjarak sekitar 1 jam dari rumah. Ibu berangkat duluan hari Rabu naik Gocar, bapake menyusul pulang kantor langsung ke rumah Eyang. Kami menginap hari Kamis malam.

Poin-poin pembelajaran yang didapatkan ketika bermain ke rumah Eyang adalah...
1. Silaturrahim, karena di rumah Eyangnya, Z bisa bertemu eyangkung, eyang putri, oom, tante, dan sepupunya. Z belajar kalau bertamu, salam dulu ke orang yang lebih tua.

2. Bisa main Lego Duplo punya kakak sepupu Z yang melatih motorik halus, kekuatan tangan, kertelitian, dan kesabaran. Mulai akhir 20 bulan, Z sudha mulai senang menyusun Lego Duplo yang kotak-kotak sampai tinggiiii.. Meski kadang kalau nggak presisi kan nggak bisa nancep, di situlah Z suka frustrasi dan berakhir marah-marah lempar Legonya :D Sabar yaaaa naaakkk...